
Di Cambridge University London
Sebuah mobil sport Lamborghini sesto Elemento terparkir apik diparkiran khusus kampus tersebut. tak lama pintu mobil tersebut terbuka menampakkan kaki jenjang seorang pemuda berwajah tampan dan sangat menawan bagi para wanita wanita , Pria dengan sejuta pesona itu berjalan Dengan elegan bak model papan atas .
Sepanjang kaki nya melangkah teriakan teriakan para wanita di kampus menggema , pesona nya yang luar biasa membuat wanita wanita itu berteriak histeris .
"EZHEEEL ....." Teriak mereka menyebut nama Pemuda itu
Ya Daenzhel Grissham Nama pemuda tampan dengan sejuta pesona itu . Anak dari keluarga Grissham yang terkenal dengan Keangkuhan nya . Keluarga Grissham Adalah salah satu keluarga kaya di London . Daenzhel pemuda yang terkenal dengan Nama Ezhel memiliki sifat angkuh dan arogan yang selalu sombong dengan apa yang ia punya tapi dia juga memiliki sifat perhatian dan baik .sifat nya yang mendominasi ke Ayah nya yang angkuh dan ibunya yang baik hati dan lembut .
Di gedung Fakultas Bisnis dan pengelolaan dia berjalan dengan Pesona nya . Ia memiliki satu sahabat bernama Aiden , pemuda semester 3 itu merasa penasaran dengan salah satu mahasiswa yang Juga berparas tampan dengan wajah khas Asia ,selain ketampanannya yang memikat, Pria berwajah datar dan dingin itu juga terkenal karena kecerdasan nya . Daenzhel !! yang para wanita dengan terang terangan meneriaki nama nya Lain dengan pemuda berwajah datar dan dingin tersebut para wanita lebih cenderung mengagumi nya secara diam diam .
Karena sifat nya yang mendominasi dengan tatapan mata tajam jadi tidak ada yang berani mendekat pada nya . Mungkin tidak ada yang tau jika pemuda itu baru berusia 17 tahun . karena mereka yang kuliah semester 3 kebanyakan berusia 20 tahun . Di gedung Fakultas Bisnis dan pengelolaan Dia mengambil jurusan itu sesuai keinginan Orang tua nya tapi mereka tak ada yang tau jika bukan hanya jurusan itu yang ia ambil , Dia juga mengambil jurusan Arsitektur sesuai dengan keinginan nya sendiri dan di setujui oleh sang bunda pasti nya .target nya hanya dua tahun setengah ia menyelesaikan study nya jadi dia hanya menghabiskan waktu nya untuk belajar dan belajar .
Tapi sepertinya itu tidak akan berjalan mulus karena ada pengganggu seperti Ezhel yang selalu mencari masalah dengan nya . ia kadang merasa lelah dengan pemuda satu itu . bukan dia tak bisa melawan bahkan hanya dalam hitungan detik saja dia bisa mengalahkan pemuda arogan tapi lucu menurutnya . Tapi ia tidak mau karena ia hanya ingin belajar dengan tenang disini tapi jika Ezhel memancing nya terus maka jangan salah kan dirinya .
Bukan masalah seperti kekerasan yang mereka maksud, tapi lebih cenderung mengganggu dirinya , kadang dia sampai benar benar kesal dan naik darah di buat Ezhel dan Aiden , tapi terkadang juga lucu , Mereka yang tak bisa diam mungkin penasaran dengan Pemuda dingin yang cenderung diam dan irit bicara
Varrel Rahardian A Pemuda tampan berwajah Asia yang memiliki karakter mendominasi tempat dimana pun dia berada bahkan orang orang sampai tak ada yang berani menyentuh nya . lain dengan Ezhel yang selalu mencari masalah dengan nya . Sengaja Varrel Tidak mempublikasikan Nama keluarga nya karena ia hanya ingin hidup seperti orang biasa .
Varrel berjalan dengan gagah dengan gaya nya yang Dingin dan tegas menyusuri koridor kampus ,banyak pasang mata yang mengagumi nya tanpa bisa menyentuh dirinya .Dia baru saja selesai dengan kelasnya masih ada jam nanti di pukul 2 siang , karena masih pukul satu dia memilih ke perpustakaan untuk membaca buku .tapi sebelum sampai langkahnya terhenti oleh dua orang pria tampan , siapa lagi kalau bukan Ezhel dan Aiden
Varrel menghela nafasnya pelan menyiapkan kesabaran penuh untuk menghadapi pemuda dihadapan nya ini.
( Anggap aja mereka bicara bahasa Inggris ya )
" Mau kemana Lo " tanya Ezhel dengan gaya sengak nya
Varrel menaikan sebelah alis nya menatap Ezhel
" Penting ?" ujar nya dingin
" Wah ,ngajak ribut nih anak , Cuma di tanya apa salah nya Tinggal jawab !!gak usah ngajak ribut Napa ?" Kata Aiden sedikit kesal dengan Varrel karena dia jarang sekali ngmong . Astaga kadang dia penasaran dengan orang tua varrel apa mereka juga seperti Varrel yang irit bicara
Aiden Drakend R
" Tau loh gak asik !!" sambung Ezhel
Varrel tak menanggapi mereka malah hendak pergi meninggalkan mereka berdua . tapi saat varrel berjalan Ezhel menarik pergelangan tangan nya yang membuat varrel menghentikan langkah nya .
" Lepas !!" ucapnya dengan sorot mata yang tajam dan suara yang dingin , dia tidak suka ada orang lain yang menyentuh dirinya selain Keluarga dan orang yang ia sayangi .
Melihat itu Ezhel melepas tangan nya dari tangan Varrel dan mengangkat tangannya membentuk huruf V wajah tampan nya menampilkan wajah imut dan menggemaskan , agar varrel tak marah pada nya , varrel yang melihat itu tak merubah ekspresi wajah nya sama sekali lalu berjalan meninggalkan mereka .
" Hufh" Ezhel dan Aiden bernafas lega melihat varrel berjalan pergi .
" Tu anak setiap hari makan Es kali ya ?" ujar Aiden sambil menampilkan wajah yang seolah berfikir
Yang membuat Ezhel menaikkan sebelah alis nya seolah bertanya apa maksudnya
" Dingin Bener !!" jawab Aiden seolah tau ekspresi wajah Ezhel
" Yup , gua jadi penasaran sama keluarga nya ,mungkin dirumah nya gak perlu pakai AC udah bisa mendinginkan ruangan " Ujar Ezhel terkekeh
" bener banget tuh , Gue juga penasaran sama tu anak , hidup nya lurus aja gitu gak pernah seneng kayak nya dia, belajar Mulu " saut Aiden
" Hm" jawab Ezhel yang mendapat geplakan di tengkuk nya
Plak
" Sakit b**o' " Ujar nya mengusap tengkuknya yang di pukul Aiden
" Makanya gak usah sok sok an ngikuti Si Varrel yang kalo ngomong cuma dua huruf . Hm!! Udah itu aja ". Aiden juga menirukan Ucapan Varrel jika di panggil dan hanya menjawab 'hm ' Kalau gak 'iya' . Astaga Aiden menggaruk dahi nya dengan jari telunjuk memikirkan bagaimana anak itu bisa terbuka dan berteman pada mereka .
sebenarnya mereka mengganggu Varrel itu hanya ingin berteman dengan mereka , semenjak Varrel masuk semester tiga dua bulan lalu Ezhel dan Aiden sangat penasaran dengan Pemuda itu Wajah nya masih imut dan Masih tampak muda kok sudah kuliah semester 3 saja pikir mereka . mereka berfikir Varrel se ukuran dengan mereka mungkin wajahnya saja yang memang seperti itu tanpa tahu umur varrel Sebenarnya .
Melihat sifat dingin nya yang mendominasi mereka pun semakin penasaran dan ingin mengubah varrel agar tidak kurus hidupnya . padahal varrel seperti itu hanya pada orang lain ,dia akan bersikap hangat dan banyak bicara pada keluarga nya apa lagi ayah bunda dan adik tercinta nya .
Setelah Keluar dari perpustakaan ia menuju kelasnya .dia duduk dengan anggun dan elegan bahkan pergerakan nya tak luput dari Banyak pasang mata didalam kelas nya termasuk Ezhel dan Aiden .
" Kok bisa ya ??" bisik Aiden pada ezhel
" He'eh " jawab Ezhel sambil mengangguk
Varrel membuka buku nya sebelum dosen masuk dia lebih milih membaca buku . Ezhel yang duduk di sebelah nya pun tak bisa diam .
" Rel " panggil nya
" Varrel tampan " panggil nya lagi
" REL " panggilnya dengan suara yang keras
" Hm" jawab varrel masih terus fokus pada buku nya
Ezhel menepuk Keningnya mendengar jawaban varrel
" VARREL RAHARDIAN" Panggil nya lagi penuh penekanan
Varrel langsung melihat ke arah nya dan menatap Ezhel tajam . Ezhel hanya cengengesan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Main yok pulang nanti " Ujar nya dengan senyum manis ,jika wanita yang mendapat senyuman itu pasti akan klepek klepek tapi Varrel merasa geli dengan itu .
" Gak" jawab nya singkat lalu melanjutkan membaca nya .
" Apa salah nya kalau jawab panjangan dikit . ya ampun " batin Ezhel
Aiden terkekeh melihat Ezhel dicuekin oleh varrel . Mereka memang duduk sendiri sendiri . Dengan satu baris paling belang Aiden sebelah kiri dan Ezhel sebelah kanan dan varrel berada di tengah mereka.
Selesai kelas Varrel berjalan ke parkiran hendak pulang ke apartemen nya . pergerakan nya tak luput dari sepasang mata cantik yang sudah lama mengagumi nya tapi dia hanya bisa memperhatikan nya dari jauh .
Varrel menaiki Motor sport nya dan memakai helm dengan cara yang elegan . Dia sudah mempelajari tata Krama dan tata cara menjadi orang yang di segani oleh orang lain dari ayah nya . sebagai Salah satu pewaris keluarga Admaja dia harus berperilaku begitu . karena pada dasar nya dia memang orang yang cenderung Tak banyak bicara jadi tidak sulit untuk dirinya berperilaku Elegan layak nya anak bangsawan .
Sampai di apartemen Varrel membersihkan diri , kemudian ia ke dapur memasak makanan untuk nya sendiri dia juga sudah belajar masak dengan sang bunda jadi dia jarang sekali makan diluar .
Setelah Selesai ia menyusun nya di meja makan , saat hendak menyendokan makanan ke dalam mulut nya tiba tiba ponselnya berdering .
" Hallo sayang !!!" seru seseorang yang berada di sebrang sana dengan gembira saat Telepon nya telah tersambung
" Bunda . kangen !!!" ujar varrel dengan nada memelas
" Astaga . bunda lebih kangen dari yang kamu bayangkan tau gak ! Hm kamu sedang apa ?" tanya Jen saat ini mereka sedang melakukan panggilan Video .
"Nih " varrel mengarahkan kamera nya pada makanan di atas meja yang ia masak tadi.
" kenapa hari gini baru makan . bukan kah disana sekarang sudah jam 5 sore " ujar Jen menatap sang anak sedih .
" Iya Bun tadi siang gak sempet " jawab varrel
" Bunda gak usah khawatir Abang baik baik saja" Kata varrel menenangkan Jen . " Bunda kenapa belum tidur bukan kah disana sudah tengah malam ?" tanya Varrel
" Hm , bunda merindukan mu jadi bunda tidak bisa tidur " Varrel terkekeh mendengar nya
" Uluh manis nya .Bunda tidur gih udah malam . Ayah dimana Bun kok gak ada ?"
" Tau tuh dari tadi di ruang baca gak keluar keluar " Sunggut Jen yang memang dia gak bisa tidur karena menunggu derren yang tak kunjung masuk ke kamar jadi dia memutuskan menelpon anak nya . " Abang cepetan makannya gih . bunda tutup dulu . sesibuk apapun Abang harus jaga kesehatan .oke !! Miss you Beby ,see you !!!"
" Miss you to bunda . Love you more" balas varrel lalu sambungan telepon mereka terputus .
Varrel melanjutkan makan nya sebelum ia kembali belajar .
***
Di tempat lain Jen yang sudah memutuskan panggilan nya dengan varrel beranjak dari tempat tidur , Ia berjalan ke ruang baca dan membuka pintu itu perlahan dilihat nya Derren masih sibuk dengan laptop nya ntah apa yang ia kerjakan pikir Jen .
" Sayang " panggil Jen
Derren mendongakkan kepalanya tersenyum pada Jennie .
" Kamu belum tidur?" tanya nya
" Gak bisa tidur , Kamu belum selesai ?" tanya Jen
" Mm sedikit lagi , kemari lah " Kata derren menyuruh Jen menghampiri nya .
Jen berjalan menghampiri derren dan duduk dipangkuan nya .ia mengalungkan tangannya pada leher derren menatap pria itu dengan oenuh cinta
" Sayang , Lusa adalah hari ulang tahun Abang yang ke 17 , bagaimana kalau kita kesana memberi nya kejutan " ujar Jen sambil mengelus pipi derren, derren berfikir sejenak memikirkan ucapan Jennie
" Ide bagus , Seperti nya seminggu kedepan aku tidak terlalu sibuk , Karena hari ini aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan ku , dan ini tinggal sedikit lagi " jelas derren mengaitkan tangannya di pinggang Jen
" Tapi bagaimana dengan mu ?"
" Aku sudah mengatur semua nya , ada Ara yang menghandle disini " kata Jen
" hm. baik lah kalau begitu , Varo pasti senang banget ketemu Abang nya ,kita sekalian liburan di sana , bagaimana ?"
" Oke ! Kamu yang terbaik sayang " Jen menenggelamkan wajahnya ke dada bidang derren .
" Sini biar aku bantu Pekerjaan mas " ujar Jen membalikan badan nya menatap laptop derren tapi dia masih duduk di pangkuan suami nya itu.
" Kamu yakin ? " tanya derren
Jen hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan derren . lalu tangan lentiknya mulai menari di atas keyboard tak butuh waktu lama dia menyelesaikan pekerjaan suami nya yang ternyata masih banyak dan dibilang sedikit kata nya tadi.
" Selesai " ujar Jen memencet tombol Ctrl+s untuk menyimpan data .
" Serius ?" tanya derren sedikit terkejut bukan dia tak yakin Jen bisa tapi dia terkejut karena Jen menyelesaikan nya begitu cepat .
" Hm. mas tinggal periksa aja nanti , sekarang ayo tidur ,aku sudah ngantuk " ujar Jen turun dari pangkuan derren dan menarik tangan suami nya . Derren hanya bisa menuruti istri nya itu . karena ia juga sudah merasa lelah .
Jen menaiki ranjang dan di ikuti oleh derren disampingnya, Derren menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal .
" Mimpi indah sayang " kata Jen sambil memeluk tubuh suaminya
" Hm , Tidur nyenyak my wife , Aku mencintaimu !!" kata derren mencium kepala Jen dengan lembut . ia mengusap punggung Jen hingga tak berapa lama Jen terlelap karena merasa nyaman dengan perlakuan derren .
Kemudian tak lama derren pun ikut terlelap bersama sang istri .
Ke esokan paginya setelah sarapan Derren kekantor menyelesaikan segala urusannya sebelum besok mereka ke London Mengunjungi putra pertama mereka , begitu juga dengan Jen tapi ia tidak ke kantor melainkan mengerjakan pekerjaan nya dirumah ,ia juga tak lupa menghubungi Ara tentang rencana nya.
Tn Nugraha saat ini sudah kembali ke Eropa , Ia juga menyelesaikan urusan nya sebelum menemui Ken di hari pernikahan nya nanti yang akan di adakan 2 Minggu lagi . itu artinya seminggu setelah Jen kembali dari London .
**Bersambung
Jangan lupa like comment n Votenya ya gays .
Happy reading
See you**