
Tiga puluh menit berlalu mobil yang dikendarai Gabriel dan Disha sampai di kediaman mereka , Rumah Elite yang sudah disiapkan oleh Gabriel dengan gaya klasik dan elegan .
Mereka turun dari mobil , Gabriel membuka bagasi dan menurunkan barang barang Disha ia membawa kan kedalam tanpa bicara apapun Disha mengikuti langkah nya , Disha menatap rumah yang akan mereka tempati " Mengagumkan " batin nya , Gabriel menaiki tangga Menuju Kamar nya .tapi sebelum itu dia berhenti sejenak di depan pintu kamar nya menoleh ke arah Disha yang sudah berada di belakang nya .
" Ini kamar gue , yang itu kamar Lo " tunjuk Gabriel pada pintu sebelah kamar nya
" Maksud kakak kita tidur terpisah?" tanya disha memastikan
" Lalu ? Lo inget baik baik gue Mau nikahin Lo karena gue gak mau ngecewain orang tua gue , selebihnya gak ada jadi lebih baik kita gak sekamar ,Lo bebas mau ngapain juga gue gak peduli " ujar nya penuh penekanan
Deg
entah mengapa hati Disha sangat sakit mendengar suami nya berkata seperti itu
" Baik lah ,tapi biar kan aku Menyiapkan segala keperluan kakak,karena itu kewajiban ku "
" Terserah !!" setelah mengatakan itu Gabriel memberikan tas dan koper Disha dan masuk ke kamarnya .
Dengan lemas Disha berjalan memasuki kamar nya sendiri .ia memperhatikan setiap sudut kamar itu . satu kata yang ia gambar kan untuk kamar itu " nyaman " ia merebahkan tubuhnya di ranjang king size mengistirahatkan dirinya sejenak sebelum membereskan barang barang nya . sepuluh Menit berlalu Disha beranjak dari tempat tidur dan segera membereskan barang-barangnya nya . setelah selesai ia keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Gabriel .
Ia membuka kulkas buang ternyata belum ada bahan makanan sama sekali jadi dia kembali ke kamar nya untuk mengambil dompet .
Ceklek
Disha menutup pintu kamar nya kembali dan berbalik
Bruk
" Aww,, Sorry kak " ucap Disha setelah tau yang di tabrak nya adalah Gabriel .
Gabriel melihat Disha membawa handbag
" Mau kemana "
" Eh ..e anu ... Aku ...Bahan makanan tidak ada ..jadi...." Disha tergagap menjawab pertanyaan Gabriel jadi sebelum Disha menyelesaikan ucapan nya Gabriel sudah memotong nya lebih dulu
" Tunggu di bawah " Gabriel kembali masuk ke kamarnya meninggalkan Disha yang ke bingung Ngan .
" Hah , Tunggu dibawah , apa mungkin kak Gabriel mau nganterin aku , Ntah lah lebih baik aku tunggu dibawah aja sesuai perintah nya " gumam Disha lalu berjalan menuruni anak tangga menunggu Gabriel di sofa.
Tak berapa lama tampak Gabriel menuruni anak tangga dia sudah mengenakan Celana jeans panjang , kaos oblong tak lupa jaket dan topi yang menambah ketampanan nya.
" Ayo "
Tanpa berkata apapun Disha mengikuti langkah Gabriel menuju Mobil yang terparkir di depan .
Lima belas menit mereka sampai di supermarket
" Lo turun cari apa pun yang diperlukan ,gue tunggu disini , Lo pakai ini " ujar Gabriel memberikan kartu kredit pada disha .
" Baik " Disha pun bergegas mencari bahan makanan ,karena memang belum ada pelayan dirumah mereka jadi Gabriel mau tidak mau mengantar Disha , Mungkin Disha belum tau daerah sini juga pikirnya . Besok dia akan mencari pelayan dan penjaga rumah mungkin dia akan minta bantuan Jen . Walau Jen masih tinggal di kediaman Admaja tapi rumah nya juga tidak kosong karena ada pelayan dan penjaga yang ada disitu .
Tiga puluh menit Gabriel menunggu tampak Disha sudah datang dengan menenteng belanjaan nya , Gabriel segera turun membuka bagasi memasukan belanjaan kedalam nya .
Lima belas menit mereka sudah sampai di rumah , Gabriel membantu Disha membawakan belanjaan ke dapur setelah itu dia pergi ke ruang kerja nya meninggalkan Disha di dapur sedang menyusun belanjaan.
" Walau keliatan cuek tapi setidaknya dia peduli , Ntah lah " gumam Disha menaikan bahu nya seolah tidak mengerti akan sikap Gabriel yang menurut nya ANEH . Disha menyiapkan bahan makanan untuk memasak makan siang mereka , dia memasak Cah kangkung ,sambal terasi , Gurame goreng dan Udang balado .
Sedangkan di ruang kerja Gabriel sedang menghubungi seseorang .
" ....."
" Gak , aku mau minta tolong cariin orang untuk bekerja dirumah "
"......"
" Iya , aku udah pindah "
"....."
" Iya tetangga kuu"
" ....."
" astaga ,bisa gak sih gak usah teriak sweety" ya siapa lagi yang di panggil sweety kalau bukan Jennie oleh Gabriel .
" ......"
"Iya .iya buruan cariin ,aku tunggu besok udah harus ada "
" ......"
" oke .by sweet heart " canda Gabriel terkekeh , sebelum Jen berteriak kembali Gabriel sudah mematikan ponsel nya.
" Astaga dia sungguh menggemaskan " ujar Gabriel masih terkekeh dia sudah bisa membayangkan wajah Jen yang merah karena kesal pada nya .Jen memang tidak masalah jika dia memanggil nya sweety tapi jika sweet heart entah kenapa Jen akan Sangat kesal karena kata kata itu menurut nya sangat sensitif jika terdengar oleh pasangan mereka nanti tapi begitu lah Gabriel dia memang senang sekali menggoda Jen .
Tanpa ia sadari ada seseorang yang mendengar pembicaraan nya tadi semenjak dia memanggil Jen dengan sweety . Ya dia adalah Disha istri nya tadi Disha berniat memanggil Gabriel untuk makan siang tapi tak sengaja ia mendengar Gabriel sedang bicara pada seseorang jadi Disha menghentikan langkah nya menunggu Gabriel siap menelpon ,bukan maksud menguping tapi dia tak ingin mengganggu . tapi siapa sangka yabg di dengar nya malah seperti Pasangan yabg sedang berkomunikasi .
entah apa yang ada di pikiran Disha saat ini , hanya dia yang tau.
Tok tok tok
setelah mendengar suara dari dalam menyuruh nya masuk dengan ragu Disha masuk di lihat nya Gabriel sedang fokus pada handphone nya .
" Kak , makan siang nya sudah siap "
" hmm"jawab nya tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel di tangan nya itu
Setelah mendengar jawaban Gabriel,Disha keluar dari ruang kerja Gabriel dan turun kebawah untuk makan siang .
Tak lama Gabriel menyusulnya , dengan sigap Disha mengambilkan makan untuk Gabriel .
" Kakak mau lauk apa , maaf aku hanya masak ini karena aku gak tau kakak suka nya apa " lirih Disha
" Apa saja " jawab nya singkat .
Disha hanya mengangguk dan mengambil kan cah kangkung , ikan goreng , sedikit sambal dan udang balado lalu meletakkan nya di depan Gabriel tak lupa dengan air minum nya . lalu ia mengambil makanan untuk diri nya sendiri.
Suapan pertama yang dirasakan Gabriel
" Sempurna " batin nya sekilas ia melirik ke arah Disha lalu memakan makanannya lagi hingga habis tak tersisa .
Setelah makan siang ia Kembali ke ruang kerja nya dan disha kembali ke kamar nya setelah membereskan sisa sisa makanan nya .
******
Ditempat Lain tampak seorang gadis yang sedang kesal berjalan di mall sambil menggerutu , Ya Ara dia tadi sedang mitting bersama klien di mall tersebut setelah itu dia ingin berkeliling sebentar sambil mencari Kebutuhan dapur yang sudah habis tapi ternyata satu kejadian yang membuat nya kesal hingga dia tak jadi berbelanja .
Saat dia akan memasuki Supermarket yang berada di lantai dasar mall tak sengaja seseorang menabrak nya hingga terjadi perdebatan di antara mereka yang membuat nya kesal .
" Hei tuan bisakah kau hati hati saat berjalan " Omel Ara lalu mendongak melihat siapa orang tersebut " Astaga , kenapa hidup ku selalu sial saat bertemu dengan mu " gerutu nya
" Apa kau mengatakan sesuatu nona , maaf aku sedang terburu-buru " ujar Willi hendak pergi karena dia ada janji dengan klien dari Jepang .
tapi sebelum Willi melangkah kan kaki nya Ara menarik tangan nya terlebih dulu
" Lalu , aku harus apa nona aku benar-benar tidak sengaja , oh Ya ampun !!!" Willi memijat pelipisnya bingung menghadapi Ara " Begini saja Aku akan menemui mu nanti , oke !! Sekarang aku ada urusan penting , Sampai jumpa " sebelum Ara menjawab nya Willi dengan cepat berjalan meninggalkan nya , hingga Kini Ara menggerutu kesal sepanjang jalan .
***
Di kantor Admaja Grup
" Yah ini berkas yang harus di tanda tangani " ujar Varrel menyerahkan berkas pada derren yang sudah siap ia kerjakan
" Baiklah , Sudah Waktu nya makan siang ,ayo kita makan dulu lanjut nanti saja Pekerjaan nya, bunda sudah menghubungi ayah kita bertemu di restoran depan kantor "
" Oke . Let's go "
Mereka berjalan bersama menuju Restoran sebrang jalan kantor Admaja .
Saat memasuki Restoran tampak Jen sudah menunggu mereka disana .
" Maaf ,lama ya?? "
" Gak kok , ayo duduk mas mau pesan apa , Abang juga pilih Mau pesan apa " Jen melambaikan tangan pada pelayan
" Abang ikut aja Bun " Kata Varrel
" Kalau Aku Udang telur asin sama Cumi goreng crispy , Minum nya Green tea dingin aja " jawab derren
" oke Tambah Kerang taoco dan Kepiting saus Padang ya mbak , minum nya tambah lemon tea 2 " ujar jen pada pelayan restoran
" Baik , Silahkan tunggu sebentar ya Tuan Nona " l
" Bang ,gimana apa kamu lelah membantu ayah "
" gak kok Bun ,Abang seneng bisa bantu ayah sekalian belajar juga "
" Bagus deh kalau gitu , Mas apa kita gak sebaiknya tinggal di rumah kita sendiri "
" Mas juga sebenarnya ingin tinggal di rumah kita , tapi bagaimana bicara nya pada mama , dia pasti berat yank harus jauh dari Varo "
" iya sih mas , Tapi bagaimana pun kita kan harus mandiri , lagian rumah kita kan gak terlalu jauh dengan rumah mama "
" Nanti deh kita bicara pada mama dan papa "
" Baiklah , apapun keputusan nya aku nurut aja " tak berapa lama pesanan mereka pun datang .
Setelah selesai makan siang derren dan Varrel kembali kekantor begitu juga dengan Jen tapi dia tidak kembali ke kantor melainkan ke markas untuk memilih orang yang akan ia suruh menjaga rumah gabriel ,walau bagaimanapun Jen akan tetap menjaga ke amanan sahabat nya itu dengan memilih orang yang benar benar bisa di percaya apa lagi sekarang ada istri Gabriel ,Disha , Jen sudah menganggap Disha sebagai adik nya sendiri .
Lima puluh menit berlalu Jen Sampai di markas black Devils , Dengan langkah anggun dan menawan dia memasuki Mansion besar dan mewah tersebut .
" Ayah " panggil Jen pada Mike yang sedang duduk di meja kerja nya .
" Nak , kau datang "
" iya ayah" Jen mengulurkan tangan nya mencium tangan tuan Mike dan memeluk nya hangat.
" Ada apa ? nak " seakan tau maksud dari kedatangan Jen tuan Mike langsung bertanya pada nya .
" begini ayah ,aku membutuhkan Pengawal dan pelayan yang bisa di percaya "
" Kau kan tinggal membawa nya dari sini , berapa pun yang kau butuhkan mereka akan siap "
" Iya ayah , sebentar aku akan menghubungi Gabriel dulu , karena dia yang sedang membutuhkan nya " Jen merogoh tas nya mengambil benda pipih untuk menghubungi Gabriel
" ....."
" Berapa pelayan dan penjaga yang kau butuhkan "
"....."
" Baik lah "
Jen menutup telpon nya .
" Ayah tolong nanti kirim 7 pelayan wanita dan 5 penjaga ke alamat xx "
" Baik , apa pun untuk anak anak ayah " Jen sengaja memilih pelayan dan penjaga dari markas black Devils karena pelayan dan penjaga disana sudah sangat terlatih dan bisa melakukan apapun. dan yang pasti jujur dan setia .
Jen dan Mike asik berbincang hingga kini sudah pukul 4 sore Jen memutuskan untuk pulang kerumah setelah berpamitan pada ayah Mike .
**
Kini aletha sedang duduk di ruang keluarga bersama papa dan mama nya .
" pa , Letha ingin bicara sesuatu "
" Katakan saja nak , kenapa wajah mu seperti itu "
tanya papa derren heran melihat wajah aletha seperti takut takut bicara pada nya.
" Pa , Ma , Aku ingin perjodohan dengan Kenzo di batalkan saja " ucap nya tertunduk menahan air mata nya
" Kenapa? bukan kah kah sangat menyukai nya sayang " tanya mama anita
" Iya benar kata mama mu ,lalu kenapa kauni gin membatal kan nya ?" tanya papa nya
" Aku memang menyukai nya pa , Ma tapi dia tidak menyukai ku , aku tidak ingin memaksa nya untuk menerima perjodohan ini , Aku juga tidak ingin menjalani pernikahan dengan orang yang tidak mencintai ku " jelas aletha
" Bukan kah cinta bisa hadir dengan berjalan nya waktu sayang " ucap mama Anita
" Tidak ma , Aku tidak ingin ada yang tersakiti nanti nya " aletha tidak ingin menyakiti wanita lain dengan kebahagiaan nya .
Papa derren menarik nafas dalam-dalam
" Baiklah sayang ,jika itu mau mu papa akan membicarakan nya dengan Paman Rey nanti "
" Terima kasih pa " kini aletha beranjak ke kamar nya sedikit berlari karena ia sudah tidak bisa lagi membendung air mata nya .
" Aku harus bisa , aku bisa , harus !!!"
" Aku tak ingin merusak kebahagiaan nya , Ya Tuhan kuat kan hati ku " ucap nya sambil terisak di dalam kamar nya .
" Pa , kenapa papa menyetujui permintaan letha begitu saja , papa tau kan kalau dia sangat mencintai Ken " ujar mama Anita
" Iya ma papa tau , tapi kita juga tidak bisa memaksa kan kehendak kita , jika mereka berjodoh pasti akan bersatu dengan sendirinya nanti , lagian aletha masih muda masa depan nya masih panjang , Papa tadi nya ingin menjodohkan Meraka karena papa tau jika letha menyukai Ken ,dan Ken juga pria yang baik , tapi jika Begini kita bisa apa " jelas papa derren " Papa juga tidak ingin aletha tersakiti nanti dengan Ken yang tidak menyukai nya , papa juga tahu alasan Ken menjauhi aletha , dia tidak ingin aletha terlalu berharap pada nya dan akan sakit lebih dalam lagi " lanjut nya lagi
" iya papa benar , Kita Hanya bisa mendukung mereka saja sekarang "
**Bersambung
Jan lupa like comment n vote nya ya gays . tinggalkan jejak di lapak ini oke .
see you ..
Happy reading**