MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 67


" FIRA !!! AWAAAS !!!" Teriak Sasha


Tanpa berfikir panjang gadis itu berlari dan secepat mungkin mendorong Fira yang masih diam mematung di tempatnya. Selain Syok mendengar kabar tentang Vania saat ini , Fira juga tak mendengar hal lain di sekitar nya ,bahkan teriakan Sasha sekali pun .


BRAAAK


" SASHA !!!" Teriak Fira yang melihat Sasha sudah tergeletak bersimbah darah , Dengan tertatih karena terdorong cukup kuat oleh Sasha tadi hingga kakinya terantuk trotoar, Fira menghampiri Sasha . Dengan tangan bergetar dan air mata yang terus mengalir di pipinya Fira mengangkat kepala Sasha dalam pangkuannya.


Banyak orang berkerumun di tempat itu untuk melihat dan menolong gadis korban tabrak lari itu.


" Sasha ,bertahan sha!! kau harus baik-baik saja, Jika tidak? aku tidak akan memaafkan mu !!" Seru Fira dengan uraian air mata , Sasha dengan lemah menggenggam tangan Fira yang bergetar karena syok.


" Ra..." Lirih Sasha lemah , Orang orang yang sejak tadi ingin menolong pun tak mampu mencegah percakapan 2 gadis itu


" Jangan bicara !! Tolong cepat panggil ambulans "Pinta Fira pada orang-orang yang berkerumun. dengan segera salah satu dari mereka memanggil Ambulance .


Sasha merasakan sekujur tubuhnya sakit semua, Pandangannya mulai kabur, Sasha menggenggam tangan Fira dengan kuat .


" Sha .. bertahanlah aku mohon !!" gumam Fira terus mengelus kepala Sasha


" Ra, Ja.. jangan khawatir ! Ra, Berjanji lah satu hal pada ku " Ujar Sasha terbata dengan suara yang semakin melemah


" A.. apa ? jangan bicara yang tidak-tidak ! "


" Ber .. janjilah !" pinta Sasha


" Ya . Ya aku berjanji, Asal kau baik-baik saja aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan "


" Ra ???" pinta Sasha penuh permohonan


" Baiklah, katakan !!" jawab Fira pasrah , Pikirannya sangat kalut saat ini , Sasha dalam keadaan seperti ini karena salahnya .ini tidak adil untuk gadis itu , ia baru saja kehilangan kedua orang tuanya ,dan sekarang ?? Fira tidak menggelengkan kepalanya membuang semua pikiran buruknya .


" Ra , Jika sesuatu terjadi padaku , Aku ingin mendonorkan hatiku pada kakak mu, kau sudah berjanji, jadi kau harus mengabulkannya ! Ra.. A.. aku juga mempunyai keinginan lain .. Setelah aku pergi, aku mohon temuilah seseorang untuk ku, Sampaikan maaf ku padanya .. Ra ..." Sebelum Sasha menyelesaikan ucapannya Ambulance telah datang , Fira menghela nafas lega setidaknya dia tak ingin mendengar kan kata-kata tak masuk akan dari bibir sahabat nya itu .


" Jangan bicara lagi, Kau harus baik-baik saja , Tadi kau memintaku jangan pergi kan ? Baik aku tak akan pergi apalagi mendonorkan hati , Begitu juga dengan mu , kau harus berjanji untuk bertahan , aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi padamu " Tutur Fira sambil mengusap air matanya , mendengar itu dengan lemah Sasha tersenyum samar . Beberapa orang perawat dengan cepat mengangkat tubuh Sasha kedalam ambulance , Fira dengan setia mendampingi temannya dan tak melepaskan tangan gadis itu sedetikpun .


Rasa bersalah yang mendalam merasuk dalam hati nya.


" Kau harus baik-baik saja sha , Bagaimana aku menjalani kehidupan kedepannya dengan rasa bersalah ini , Apa lagi sampai sesuatu terjadi padamu , Aku tidak yakin untuk melanjutkan hidup ku " batin Fira , Air matanya terus mengalir .


Sesampainya dirumah sakit terdekat , Fira masih terus berjalan menggenggam tangan Sasha yang sudah tak sadarkan diri yang terbaring di atas brangkar . Sampai di depan ruang operasi seorang suster menghentikannya untuk tidak masuk. dengan pasrah Fira mengikuti aturan dari rumah sakit.


" Nona , sebaiknya anda tunggu di luar" ujar Suster itu .


Tak lama seorang dokter pun berlari memasuki ruang operasi .Sebelum itu Fira mencegah dokter tersebut


" Tolong selamatkan Dia dokter , Apapun yang terjadi tolong selamatkan nyawa nya , dia sangat berarti bagi ku " Pinta Fira penuh permohonan


" Kami akan berusaha melakukan yang terbaik nona " Setelah berkata seperti itu , dokter tersebut segera masuk kedalam . Lampu merah menyala menandakan operasi telah di mulai .


Fira bahkan sampai melupakan tentang kabar kondisi Vania tadi. Bahakan ia pun belum menyadari jika saat ini mereka berada di rumah sakit yang sama .Dengan gelisah ia berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi dengan baju yang penuh dengan darah dari Sasha .bahkan ia sampai tak merasakan sakit di kakinya karena rasa takut akan kondisi Sasha .


"apa yang dia katakan tadi ?bisa-bisanya dia berpikir ingin mendonorkan hatinya untuk kak Vania ? dan apa tadi dia memintaku meminta maaf pada seseorang atas dirinya ,tapi siapa sungguh sangat konyol pemikirannya " Fira terus bergumam , lebih tepatnya menggerutu karena pemikiran konyol Sasha .


" Kau harus baik-baik saja " Ujar nya lagi .


" Tunggu !! Kak Vania ?" Fira teringat akan kondisi Vania , tapi tidak mungkin dia meninggalkan Sasha sendiri disini , tidak !! Sasha tidak punya siapa-siapa ,gadis itu juga telah menyelamatkan nyawanya !tapi Vania ? dia juga tidak bisa mengabaikan kakak nya begitu saja ! tapi setidaknya disana Vania masih banyak orang yang mengkhawatirkan nya , Tapi Sasha ? Tidak ada seorang pun di samping nya saat ini .


Fira segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jen .Ia menghapus air matanya yang terus saja mengalir seperti gadis lemah .Tapi saat ia mengetik nomor yang hendak ia hubungi seseorang memanggil namanya .


" Fira !!" Panggil orang itu yang tak lain adalah Jen .


" Bun.. bunda !!" Fira langsung memeluk Jen , Ia tak bisa lagi membendung kesedihan nya saat ini , Kini ia menemukan tempat bersandar.


" Ra !! Hei .. Apa yang terjadi ? kenapa kau ...? " ucapan Jen terhenti saat melihat penampilan Fira yang begitu kacau , Baju dan celana yang penuh noda darah wajah yang sembab dan berantakan .


" Kau baik-baik saja kan ? apa yang terjadi ? katakan pada bunda ? " Jen menuntun Fira untuk duduk di depan ruang operasi .


" Bunda .. Ta.. tadi ..." Fira mulai menceritakan semua yang terjadi tanpa terkecuali pada Jen . Tentu Jen terkejut mendengar cerita dari Fira , Ia memeluk Fira dan menenangkan gadis itu.


" Bunda mengerti, Kita hanya bisa berdoa agar Dia baik-baik saja " Ujar Jen yang juga merasa bersalah pada gadis yang telah menyelamatkan Fira . Tapi apa yang bisa dia lakukan saat ini selain berdoa dan menunggu .


" Bagaimana keadaan kak Vania saat ini Bun ?" tanya Fira kemudian


" Huh .. Bunda juga baru sampai dan melihat mu disini , Bunda tadi memarkirkan mobil dan varrel masuk lebih dulu , Apa kau tak melihat nya ? "


" Tidak Bun " jawab Fira


" Ya sudah , Bunda mau melihat ke adaan di sana. lebih dulu , kau tunggu lah disini , Kasian Sasha jika tak ada yang menunggu , bunda akan bicara pada yang lain disana nanti " ujar Jen kemudian .


" Terima kasih bunda , Tolong segera hubungi aku jika terjadi sesuatu " pinta Fira


" Iya , kau tenang saja " setelah berkata seperti itu jen pergi meninggalkan Fira menuju ruangan dimana Vania berada. Seperti dikabarkan tadi jika Vania saat ini sedang kritis dan berada dalam ruang ICU.


" Semoga semua nya baik-baik saja " gumam Fira .


Dua jam berlalu Fira menunggu dengan gelisah , akhirnya lampu ruang operasi berwarna hijau menandakan jika operasi telah selesai. tak berapa lama pintu ruangan itu terbuka ,tampak dokter keluar dengan wajah lesuh membuat Fira lemas seketika .


" Bagaimana keadaannya dok ?" tanya Fira dengan wajah yang tegang


"...."


" Dokter !! Kenapa dokter diam saja !!" Seru Fira sambil mengguncang lengan dokter tersebut


" Saya keluarganya !" jawab Fira cepat


" Kalau begitu mari ikut keruangan saya " ujar dokter itu , Dengan patuh Fira mengangguk dan mengikuti dokter keruangan nya .


" Dia baik-baik saja kan dok ?" tanya Fira lagi setelah mereka sampai diruangan itu


" Maaf. kami tidak bisa menolong nya, Dia kehilangan banyak darah Dan cedera di bagian dalam pasien membuat dia tidak bisa bertahan " jelas dokter itu


Deg


Bagai di sambar petir , Berita ini sungguh sangat mengejutkan nya , Fira menutup mulutnya tak percaya .


" Gak , gak. ini gak boleh !! Sasha , Bagaimana kau bisa meninggalkan ku begitu saja. Sasha !!! Apa yang harus aku lakukan sekarang " Frustasi , Fira benar-benar frustasi , Rasa bersalah , beban , Kehilangan sahabat sebaik Sasha , walau mereka baru mengenal tapi Sasha sudah seperti saudara baginya . Air mata yang tadi sempat berhenti kini mengalir begitu saja .


" Tidak .. Dokter selamat kan dia bagaimana pun caranya , dokter !! Tolong " Lirih Fira penuh permohonan, Dia benar-benar tak berdaya saat ini .


" Maaf , kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain " Dokter muda itu juga tak tega melihat keadaan Fira yang benar-benar terpuruk saat ini ,tapi bagaimana lagi ? Dia bukan Tuhan dia hanya manusia biasa yang berprofesi menolong orang yang sakit.


" Nona , sebelum dia meninggal dia sempat memberi tahu tentang donor hati untuk nona Vania , Dia juga meminta anda untuk Menyampaikan kata maaf pada seseorang . Ini " Dokter itu memberikan Sebuah kunci pada Fira " Dia berkata Anda bisa tau semuanya disini , Dia juga berpesan agar memakamkan Dirinya bersama kedua orang tuanya dan dia berharap besar anda menerima keinginan terakhir nya dengan menerima donor hati nya " jelas dokter itu .


Fira semakin histeris mendengar perkataan dokter tersebut ,ia menumpahkan segala emosinya disana .


" Sasha kau jahat !! bagaimana kau bisa meninggalkan ku dengan beban seberat ini sha " Ujar Fira sambil tersedu .


' Nona tenanglah ! Ini sudah menjadi keinginan nya , Saya harap anda bisa menghargai nya , tolong segera tanda tangani surat persetujuan ini , agar kami bisa segera mengoperasi pengambilan hati dan melakukan pencangkokan pada Pasien bernama Vania " Ujar dokter itu memberi pengertian pada Fira agar .


Mendengar nama Vania yang saat ini juga sedang berjuang untuk hidup nya , dengan tangan bergetar Fira menandatangani berkas tersebut .


" Maaf !! Dan terima kasih Sha " Gumam Fira dalam hatinya .


Terpaksa ia menandatangani berkas persetujuan tersebut ,ia tidak akan mengecewakan Sasha yang dengan tulus berkorban untuknya dan Vania .


" Aku berjanji akan melakukan permintaan terakhir mu , Tenang lah disana , kau pasti bahagia kan bisa berkumpul dengan Papa dan mama mu ?" Fira kembali menangis ia benar-benar terpukul akan hal ini .


Setelah itu Fira dengan sabar menunggu operasi pengambilan hati Sasha dan Segera setelah Selesai Fira mengurus kepulangan jenazah sahabat nya itu , Tanpa memberi tahu Jen dan yang lainnya , Ia bahkan tidak menunggu Vania yang sedang di operasi pencangkokan hati .


Rumah Besar Sasha yang tampak sunyi dan dingin hanya ada beberapa pelayan yang bekerja disana , Setelah Acara pemakaman Fira kembali ke rumah Sasha , ia Kini berada di kamar Sasha . menggenggam kunci yang di berikan dokter tadi . Fira menatap sekeliling kamar tersebut , Sekali !! Hanya sekali dia Pernah kerumah itu saat sasha memintanya menemani mengambil baju ganti , Sasha pun memperkenalkan dirinya pada Semua pelayan yang ada disana , karena itu pula pelayan disana sudah tak mempertanyakan lagi tentang Fira.


Sebenarnya Fira masih bingung, Ia tau itu kunci brangkas tapi apa ? itu kan milik orang lain ? Apa dia harus membukanya ? Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Sasha ,Di sana masih melekat harum tubuh khas sahabat nya itu . Air mata Fira kembali mengalir ,ia bahkan melupakan keadaan Vania saat ini karena larut akan kehilangan teman yang sudah berkorban banyak untuk nya.


Karena lelah , Fira pun tertidur disana sambil memeluk boneka kesayangan Sasha , Ia jelas tau Sasha yang memberi tahunya .


Seorang kepala pelayan ,mengetuk pintu kamar Sasha ingin memanggil Fira untuk makan malam ,tapi ia melihat Fira tertidur dengan wajah lelah dan mata yang sudah membengkak karena seharian ini menangis ,jadi ia membiarkan nya untuk beristirahat .


Pagi hari , Fira terbangun dengan kepala yang berat , mungkin karena banyak menangis ia merasa pusing . Setelah cukup baik ia menatap sekeliling yang terasa asing baginya .


" Ini ... Kamar Sasha " gumam nya , Ia kembali mengingat kejadian yang menimpanya kemarin hingga membuat Sasha tiada . Fira menggelengkan kepalanya berharap semua itu hanya mimpi buruk , tapi tidak !! Itu semua nyata .


Fira menghela nafas nya ,memukul dadanya yang terasa sesak . Setelah merasa cukup baik Fira turun dari tempat tidur dan membersihkan diri disana , Ia menggunakan baju Sasha karena ukuran mereka memang sama , Fira memilih kaos putih dan celana jeans panjang . setalah itu Fira turun kebawah ingin bertanya sesuatu pada kepala pelayan disana.


" Paman , Apa aku boleh bicara pada mu ?" tanya Fira setelah menemukan kepala pelayan disana .


" Boleh nona , Mari " mereka mencari tempat untuk berbicara , karena ini cukup penting jadi Fira ingin bicara secara pribadi .


" Apa yang ingin nona bicarakan ?" tanya kepala pelayan itu


" sudah berapa lama paman bekerja disini ?" tanya Fira


" Sejak Tuan dan nyonya menikah Nona "


" Bisa beri tahu aku , Bagaimana Keluarga ini ? Apa tidak ada anggota keluarga lain lagi disini ?" tanya Fira


Tampak kepala pelayan itu menghela nafas panjang.


" Ada apa ? apa ada masalah paman?" Tanya Fira


" Sebenarnya .. Kakak dari Nona Sasha ada tapi dia pergi dari rumah karena suatu masalah , Apa nona Sasha menitipkan sesuatu pada nona atau bicara sesuatu sebagai pesan terakhir ?" tanya Pelayan itu , Dia juga terpukul bagaimanpun dia ikut merawat nona muda nya itu sejak bayi .dan kini keluarga itu sudah meninggal semua hanya tersisa kakak dari nona Sasha yang tidak tahu dimana keberadaan nya saat ini .


" Ya dia memintaku menyampaikan kata maaf pada seseorang , Dan memberiku kunci ini agar aku tau semuanya " jawab Fira jujur


" Dia sangat mempercayai mu nona , Aku yakin kau orang baik dan bisa menjalankan permintaan terakhirnya , yang dia maksud adalah Tuan muda Calvin Harris , dia adalah kakak kandung nona Sasha, Dia pergi dari rumah karena perseteruan dengan kedua orang tuanya , Dia mencintai seorang gadis dan ingin menikahi nya tapi tuan dan nyonya tidak menyetujui hubungan mereka ,karena wanita itu bukan wanita baik-baik , hingga Tuan muda Calvin pergi dari rumah dan memutuskan hubungan nya dengan keluarga ini , Nona Sasha saat itu sangat terpukul karena kehilangan Sosok kakak yang begitu sayang dan memanjakannya,Maka itu dia selalu merasa sendiri dan kesepian , Bahkan tuan muda Calvin sangat posesif padanya maka itu nona Sasha tidak memiliki teman selama ini , Kata maaf yang nona Sasha bilang mungkin Untuk kedua orang tuanya yang tak merestui hubungan kakaknya " jelas Kepala Pelayan itu .


" Nona Fira , Buka saja brangkas itu maka nona akan tau semuanya, Begitu juga dengan keberadaan tuan muda Calvin , saya harap nona bisa membawa pulang tuan muda "


" Terima kasih paman , Aku akan berusaha "


Jika fira melaksanakan pesan terakhir Sasha ,mungkin ini akan mengurangi sedikit beban di hatinya , walau dia tak tau apa respon dari kakak Sasha nanti .


" Sepertinya ini akan sedikit sulit " gumam Fira


.


.


.


Bersambung


Hai .. readers jangan lupa like comment n vote nya ya.maaf ya kalau ada typo .. Kedepannya mungkin akan semakin menarik lagi .. tunggu terus ya


Happy reading