MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 34


Seperti Tanaman yang kering di musim kemarau yang haus akan air hujan yang tak kunjung datang . Tiba saatnya yang ditunggu berada di depan matanya


Deg


Derren Benar benar tak bisa mengontrol detak jantung nya. orang yang selama ini dicari bahkan setitik kabar tentang nya pun tak pernah di dapat tapi saat ini sungguh betapa bahagianya dia , orang itu berada dihadapannya nya .


" Kau,,,," mulut derren seakan terkunci tak bisa berbicara apapun . banyak pertanyaan yang terlintas di benak nya . tapi seakan tak bisa ia katakan . rasa rindu . hati yang kering bagai tersiram air hujan yang menyejukkan. .


Tapi anak siapa yang yang ada di gendongannya .


oh God , jangan Jangan dia sudah menikah lagi, tapi bagaimana bisa aku tak pernah menceraikan nya pikir derren..


atau jangan-jangan ini hanya halusinasi nya .jika benar ia tak ingin tersadar kembali . biar kan waktu berhenti untuk saat ini .


Perlahan Jen melangkah mendekati derren yang terpaku menatap nya. ia mengulurkan tangannya menyentuh wajah derren . air matanya menetes tanpa diminta .


" Maaf " satu kata yang terlontar dari mulutnya .


Ia langsung memeluk derren dengan sebelah tangan nya dan menangis di dada bidang derren.


Saat merasakan kemejanya basah derren langsung tersadar bahwa ini bukan halusinasi nya. tangannya perlahan meraih wajah cantik Jen dan menatapnya dalam ,tanpa sadar air mata nya pun ikut mengalir.


Jen mengangkat tangannya menghapus air mata derren dan menggelengkan kepalanya seakan bicara jangan menangis .


" Sayang kemana saja dirimu, maaf .maafkan aku . aku. aku tak bisa hidup tanpa mu lagi , dengar dia,.. perempuan itu telah ......" sebelum menyelesaikan ucapannya Jen mengulurkan jari telunjuk nya ke bibir derren dan menggelengkan kepalanya .


" Jangan bicara ,aku sudah tau semuanya " ucap Jen tersenyum lembut pada derren


" Benarkah , terima kasih " Derren langsung memeluk Jen begitu saja . ia lupa jika ada malaikat kecil di gendongan Jen.


Varo menangis dengan kencang dan mengejutkan mereka .


" Oh Tuhan, maafkan aku . aku melupakan nya " ucap derren merasa bersalah


Jen sibuk menenangkan Varo dan mengambil botol susu di dalam tas nya.


Setelah susu nya habis Varo tersenyum hangat menatap sang bunda.


Derren mendatangi mereka di sofa dia belum melihat wajah Varo karena Varo duduk menghadap jen dia memainkan rambut sang bunda .


" Sayang anak siapa dia " tanya derren yang masih bingung dengan keadaan yang di lihat nya .


" Aku tak perlu menjawab nya. Mas lihat saja sendiri " ucap Jen memberikan Varo pada derren.


Derren mengalihkan pandangannya ke baby Varo yang berada di pangkuan nya .


Dan betapa terkejutnya dia . dia seperti melihat dirinya sendiri . tangan kecil baby Varo menyentuh wajah derren dan ia tertawa senang sambil mengoceh seperti ia tau bahwa itu ayahnya .


" Ya Tuhan ini ... ini " ucap derren terbata


" Iya ,Dia Varo ..Anakmu Giovaro Putra Admaja" ucap Jen tersenyum lembut pada derren


" Sungguh " Derren tak bisa berkata apapun lagi ia begitu bahagia . bertemu cinta nya dan bahkan sekarang putra nya.


" Terima kasih, terima kasih banyak sayang " ucap nya berkali kali menciumi anak nya itu .


Saat mereka sedang asyik melepas rindu pintu ruangan derren diketuk oleh seseorang .


" Masuk " derren tersenyum bahagia , ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu .


Raka masuk keruangan derren karena waktu nya makan siang mereka akan ke restoran x ada pertemuan dengan perusahaan GA Company .


Tapi ia sangat terkejut disuguhkan pemandangan yang indah di depan nya itu . Sepi wanita yang selama ini dicari bos sekaligus sahabatnya itu saat ini ada disini bersama bos nya.


tapi tunggu. siapa anak yang di gendong derren pikir Raka.


" Raka . lihat aku sekarang sudah menjadi seorang ayah . kau lihat ini bahkan kau sendiri akan susah membedakan kami " ucap derren senang .


Dan benar saja . anak itu benar benar mirip derren .sangat tampan.


" Astaga, Hai derren junior , sungguh Mirip sekali dengan mu ren " ucap Raka tak kalah senang


" Kau benar , aku benar-benar bahagia . dan ya kau urus pekerjaan ku hari ini .aku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga ku" ucap derren pada Raka.


" Baiklah , aku mengerti " ucap Raka


" Hai boy , siapa nama mu " tanya Raka mengelus lembut pipi Varo


Varo terkekeh dengan perlakuan Raka .


" Giovaro Putra Admaja uckle " ucap derren dengan suara menirukan anak kecil.


" wow ,nama yang keren seperti orang nya. jangan jadi play boy seperti ayahmu. oke boy " ucap Raka yang mendapat tatapan tajam oleh derren


" Diam kau , sudah sana kau pergi , dan pesankan makan siang untuk kami " ucap derren


" Siap boss " Raka berlalu keluar setelah mengecup pipi Varo .


Setelah Raka tak tampak dari pandangan nya. derren kembali. menghampiri Jen yang duduk di sofa.


" Sayang kemana saja kau selama ini . aku bahkan mencarimu ke seluruh negri tapi bahkan aku tak bisa menemukan mu " ujar derren


" Aku di London " jawab Jen santai


" Aku juga mencari mu kesana , tapi tidak ada, dan sejak kapan kau mengetahui jika wanita itu menipu kita "


" sejak aku tiba di London "


"Lalu , kenapa kau tidak langsung pulang, apa kau sudah tak mencintai ku lagi hingga kau tak ingin bertemu dengan ku . kau bahkan menyiksaku dengan rindu ini Selma 1 tahun " tanya derren bingung


Jen memukul lengan derren .Varo yang melihat itu tertawa terpingkal se akan dia senang sang ayah kesakitan di pukul bundanya .


" Hei nak, apa kau bahagia melihat ayah kesakitan akibat ulah bunda mu " tanya derren pada varo dan Varo hanya tersenyum melihat derren


" Kau ini mas . kalau bicara itu yang benar . aku tidak bisa pulang .saat baru tiba disana aku kelelahan dan pingsan dokter memeriksa ku dan ternyata aku hamil . kandungan ku lemah jadi aku tak bisa bepergian jauh sampai melahirkan " jelas Jen


" Kenapa kau tidak menghubungi ku " tanya derren


" Sebelum aku pergi aku sudah mengganti nomor ponsel ku dan tak bisa menghubungi mu" ucapnya santai


" Astaga kau ini benar benar " ucap derren tak habis pikir dengan Jen .


" Sudahlah lupakan saja semua yang terpenting sekarang aku sudah kembali dengan selamat kan mas "


" Ya ya ya . Kau Bos nya disini " ucap derren


" Ya . itu memang benar " jawab jen .


" Mas ,kemana Raka kenapa makanan nya belum datang "Tanya Jen


" Ntah lah . bagaimana kalau kita pulang saja . aku sangat rindu dengan mu, ayo kita menghabiskan waktu dirumah, bi Lastri juga sangat merindukan mu . dia pasti akan sangat senang melihat Varo" ucap derren .


" Baiklah ayo " mereka berjalan keluar ruangan . Jen menggandeng lengan derren dan derren menggendong baby Varo. Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka dengan tatapan kagum . benar benar keluarga bahagia pikir orang yang melihat.


*********


Bersambung