
" A ..Air .." Suara lirih Jen yang masih terbata menyadarkan derren yang sedang menundukkan kepala nya sambil menggenggam erat tangan Jen . seketika ia langsung mendongakkan kepala nya menatap wajah cantik tanpa make up yang sudah tertidur selama 3 bulan itu .
Bahagia ! Itu lah yang derren rasakan saat ini .
" Sayang ,kau sudah sadar ? Kau mau apa ? Air ? baiklah sebentar akan aku ambilkan dulu" ujar derren beruntun karena terlalu bahagia ,ia segera beranjak dan mengambil kan air untuk istri nya .
" Sayang ,apa kau butuh sesuatu yang lain ? " tanya derren yang membuat Jen mengerutkan kening nya tak mengerti
" Sayang??" pikir Jen
Telaten , Perlahan dia memberikan air minum pada Jen dan menyuapi nya . setelah nya Derren memencet tombol sebelah brangkar untuk memanggil dokter .
" Sayang aku sangat bahagia kau sudah sadar , aku sangat merindukan mu " Ujar derren sambil mencium lembut tangan Jen ,tapi Jen segera menarik nya dan menatap tajam pada derren . yang membuat derren tak mengerti akan hal itu .
dan tak lama dokter Itu datang bersama suster yang mendampingi nya.
Derren memberi tahu jika Jen sudah sadar pada dokter itu ,tapi Jen belum berbicara apa pun pada nya selain meminta air tadi . Dokter alisha memeriksa keadaan Jen dengan serius .
" Tuan ,mari ikut ke ruangan saya " ujar dokter alisha dan di angguki oleh derren .
ya sebelum nya dokter menjelaskan bahwa Jen mengalami kesulitan emboli udara, di mana cairan ketuban masuk ke aliran darah ibu. Kondisi ini dapat menyebabkan kejang, koma, dan serangan jantung, di mana aktivitas listrik jantung sang ibu menjadi kacau dan tiba-tiba berhenti memompa darah ke seluruh tubuh.
Dan setelah 3 bulan Jen sadar dari koma tapi kini daya ingat nya terganggu ia bahkan tak ingat sudah menikah .
" tuan muda , Kondisi fisik nona sudah membaik tapi ... "
" Katakan " ujar derren dingin
" Ingatan nya terganggu seperti amnesia ,dan nona Bahkan tidak ingat jika sudah menikah dan baru melahirkan . Jangan paksa dia untuk mengingat karena itu tak baik untuk kesehatan nya . Ini hanya sementara perlahan dia akan mengingat semua nya , Pertemukan Nona dengan Bayi kalian . perasaan seorang ibu tidak dapat di bantah kan " jelas dokter alisha
" Baiklah " jawab derren singkat ,ia sudah menduga karena Jen sama sekali tak merespon diri nya . ini biasa terjadi pada orang yang baru sadar setelah koma yang cukup lama . Derren Sudah bahagia istri nya sudah sadar , walau dia masih harus bekerja keras untuk mengembalikan ingatan sang istri .
" Nona masih harus dirawat disini sampai kondisi nya benar benar pulih " kata dokter Itu lagi
" Lakukan Apapun untuk kebaikan nya , Aku permisi " dokter alisha mengangguk sebagai jawaban
Derren menghubungi Mama nya untuk membawa Jihan dan Varo kesini ,karena Jen sudah sadar ,dan derren juga menceritakan kondisi Jen pada sang mama .
Mama Anita yang tadi nya sangat bahagia mendengar kabar Jen sadar berubah menjadi sedih karena Kondisi ke. yang tak mengingat keluarga nya .
" Baiklah mama akan segera kesana " Ujar mama derren di sebrang sana
" Tidak ma ,besok pagi saja ! Ini sudah malam kasihan Jihan dan Varo"Jawab derren dan di benarkan oleh mama nya . Lalu derren mematikan sambungan telepon nya .
Derren duduk di Depan ruang VIP tempat Jen di rawat . ia memijit pelipis nya ,lelah ? Itu lah yang derren rasakan . Ingin sekali rasa nya memeluk tubuh wanita yang ia rindukan selama ini untuk menghilangkan rasa lelah nya. tapi apa mau di kata Jen bahkan tak mengingat diri nya . ia tak mau memaksa Jen dan semakin membuat Jen menghindari nya nanti . Dia mengerti bagaimana rasa nya jika di dekati orang yang dia rasa tidak kenal dan langsung menyentuh nya pasti dia sendiri pun akan marah . begitu lah pikir derren .
Brak
Terdengar suara seperti seseorang terjatuh dari dalam yang membuat derren segera berlari kedalam menghampiri Jen .dan benar saja tampak Jen terduduk dibawah dengan wajah yang menahan sakit .
" Kau baik baik saja ?" tanya derren yang langsung menolong Jen dan mengangkat nya ke atas tempat tidur kembali
" Apa yang kau lakukan ,kenapa turun dan tidak memanggil ku ?" tanya derren kemudian
" Aku ingin ke kamar mandi " Jawab Jen masih dengan wajah bingung tentang derren
" Ayo aku bantu " ujar derren sambil memapah Jen . Awal nya Jen menolak karena ia merasa tak mengenal derren dan sungguh begitu malu bagi nya jika harus ke kamar mandi di bantu pria asing . Tapi karena ia belum bisa berjalan dan tak ada siapapun jadi Jen membiarkan derren mengantar nya ke kamar mandi .
Mungkin karena lama nya ia koma membuat syaraf kaki nya kaku dan masih sulit di gerakan .
" Aku akan tunggu di luar , Panggil aku jika sudah selesai " ujar derren mendudukkan Jen di atas wastafel . Derren tau jika Jen kesulitan tapi bagaimana lagi Jen pasti akan Malu jika dia membantu nya di dalam .
Tak berapa lama Jen memanggil nya
" Apakah kau masih diluar ? " tanya Jen dari dalam
" Iya , Ada apa?" jawab nya
" Aku sudah selesai " saut Jen lagi .
Dengan cepat derren masuk dan menggendong Jen keluar kamar mandi .dengan Refleks Jen mengalungkan tangan nya ke leher derren . ia menatap wajah tampan suami nya yang tampak lelah . yang membuat dada nya sesak ntah kenapa dia pun tak tau .hingga tanpa sadar kini dia sudah berada di tempat tidur nya lagi .
" Aku keluar dulu ,jika membutuhkan sesuatu panggil saja aku " ujar derren pada Jen tapi saat derren akan keluar Jen memegang tangan nya yang membuat nya menoleh ke arah nya .
" Tunggu !! "
" Iya "
" Siapa kau ?" tanya Jen , dia memang sudah penasaran sejak tadi siapa lelaki ini , sejak ia sadar hanya ada diri nya dan selalu menyebut nya sayang
" Apa dia kekasih ku ? " pikir Jen
" Nama ku derren " Jawab derren
" Iya , Tapi siapa kau untuk ku ?"
deg
" Apa yang harus ku kata kan pada nya , " pikir Derren
" Nanti kau juga akan tau , sekarang istirahat lah kau pasti lelah ,besok akan ada seseorang yang ingin menjenguk mu "
" sayang kau tau , rasa nya sakit sekali mendengar kau tak mengenal ku " batin Derren
" Siapa ?" tanya Jen
" Orang spesial untuk kita ?"
"Kita ??" tanya Jen lagi dan di angguki oleh derren
" apa kau kekasih ku ?" tanya Jen , derren bingung hendak menjawab apa ,tapi karena Jen yang bertanya seperti itu dia sedikit berani menjawab nya
" Bahkan lebih dari itu !" jawab derren
" Maksud nya ? Tunangan kah ? tapi bukan kah aku masih kuliah ? kapan kita bertemu ? Apa Daddy ku tau aku kecelakaan ? " tanya Jen beruntun . derren tersenyum mendengar nya
Jen terdiam mendengar perkataan derren .
" Benarkah ? " tanya nya kemudian
" Ya ,dan kau bukan kecelakaan tapi koma Setelah melahirkan anak kita " Jelas derren lagi
Yang membuat Jen tak bisa berkata apa pun , pikiran nya kalut memikirkan apa benar yang di katakan lelaki ini ,tidak tidak ! Dia tak bisa mempercayai nya begitu saja
" Jika kau tak percaya tak apa , jangan terlalu di pikirkan , oke " ucap derren " Em .. Aku akan mandi dulu kau beristirahat lah " derren beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena sepulang dari kantor tadi dia memang belum sempat mandi .
Sepeninggalan derren Ke kamar mandi Jen berfikir tentang apa yang di katakan derren pada nya .
." Benarkah dia suami ku ? Tapi jika tidak perasaan apa ini ? " gumam Jen sambil memegang dada nya yang terasa tak nyaman,ntah perasaan apa pikirnya
" Tapi dia sungguh tak asing bagi ku ! Dan anak ? " Jen meraba perut nya yang sudah datar ,lalu pandangan nya beralih pada bunga bunga yang sudah kering dan masih ada yang baru . berbagai macam bunga berada di sana tersusun rapih . bagaimana tidak selama 3 bulan derren tak pernah absen membawakan nya bunga .
Saat Jen larut dalam pikiran nya ,derren sudah keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya .Mendapati Jen melamun derren pun menghampiri Jen dan menyadarkan Jen dari lamunan nya .
" Kenapa melamun ?" tanya derren
" Eh .. Gak ,kamu sudah selesai ?"
" Hm " jawab nya
Lalu terdengar suara ketukan dari luar ,dan masuk seorang suster membawa makan malam untuk Jen .
" Letakan saja di sana " ujar derren dan langsung di turuti suster itu
" Ini obat untuk nona muda ,tuan " kata nya memberi tahu derren . derren hanya mengangguk sebagai jawaban .lalu suster itu pamit untuk keluar pada mereka .
" Kamu makan dulu ya ? Biar aku suapi " Jen menggelengkan kepala nya
" Biar aku makan sendiri " Tak mau memaksa derren memberikan makanan itu di pangkuan Jen dan Jen perlahan mulai memakan nya .
setelah nya Derren membukakan obat dan memberikan nya pada Jen lalu ia memberi minum untuk nya .
" Apa kamu sudah makan ?" tanya Jen
" Aku akan makan nanti " jawab nya singkat " Sekarang istirahat lah" derren membantu Jen berbaring dan menyelimuti nya hingga ke dada . setelah Jen tertidur derren mencium kening nya penuh kasih sayang ,cukup lama!!. Air mata nya luruh begitu saja tanpa di minta .
" Good Night n nice dream My wife " lirih nya
" Aku sangat merindukan mu , Varo bahkan dewasa Sebelum waktu nya,ia meninggalkan ponsel nya untuk menjaga Jihan adik nya , sayang segera lah sembuh dan mengingat kami keluarga kecil kita , Varrel selalu menanyakan mu kenapa kau tak pernah menghubungi nya , aku tidak menceritakan semua pada nya karena aku tak ingin ia khawatir padamu " Lirih derren sambil mengelus punggung tangan Jen dengan lembut sambil menghapus air mata nya
" Sayang, Aku tinggal sebentar hm ? Janji tak akan lama " derren mencium tangan Jen lalu beranjak dari duduk nya keluar ruangan itu .
Tanpa derren sadari ternyata Jen belum benar benar tidur , cukup lama memang Jen memejamkan mata nya hingga derren mengira dirinya sudah tidur . padahal Jen sengaja memejamkan mata , selain canggung dia ingin tau yang sebenarnya terjadi .
" Varrel ? bagaimana dia mengenal varrel ?Varo ? Jihan ? Astaga !!!" Jen merasakan sakit di kepalanya karena mencoba mengingat apa yang sebenar nya .
Karena tak dapat mengingat apa pun Jen memilih memejamkan mata nya ,karena pusing yang ia rasakan Jen mencoba untuk tidur .
Derren kembali setelah satu jam , Dia mencari makan di restoran depan ruangan sakit .di lihat nya Jen masih tertidur . Dan dia pun memutuskan untuk istirahat dan tidur di sofa .
***
Di London seorang pemuda yang tampan berwajah tegas dan dingin . pagi itu dia terbangun dia Beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri . Setelah nya ia Berganti pakaian karena ia ada pertemuan dengan dosen pembimbing jam 8 pagi jadi ia masih punya waktu 2 jam karena ini masih jam 6 pagi .
Varrel mengambil ponsel nya , Ia mendesah lemas karena tak ada satu pun Telepon atau pun pesan dari sang bunda . hanya ayah nya yang kadang menanyakan kabar nya . Sudah 3 bulan bunda nya tak pernah menghubungi nya lagi , kata ayah nya bunda sangat kerepotan mengurus adik perempuan nya yang sangat imut dan cantik jadi dia tak sempat menghubungi nya .
Sungguh Varrel merindukan bunda nya ,tapi ia harus menyelesaikan study nya yang mungkin tinggal sebentar lagi . varrel mengetikan sesuatu di ponsel nya ,dan mengirim nya ke Jen . ia menanyakan kabar wanita itu , Dia berharap sang bunda akan membalas nya nanti setelah tak sibuk .
Tepat jam 8 varrel sampai di kampus dengan mobil sport nya hadiah dari orang tua nya . padahal selama ini varrel tak pernah memakai mobil itu ,tapi entah kenapa hari ini ia ingin memakai nya .. Seperti biasa Dia yang selalu menjadi pusat perhatian dalam semakin membuat wanita wanita itu histeris melihat mobil sport mewah yang ia bawa itu .
Seperti biasa Aiden dan Ezhel sudah menunggu nya diparkiran . mereka sekarang tak sekelas lagi karena varrel sekarang sudah semester akhir .Selama satu tahun ini dia berhasil Sampai di semester 8 perkuliahan nya .baik di jurusan bisnis dan Arsitektur .sedang kan ke dua sahabat nya itu masih semester 5 .
" Ayo " Ajak Varrel
" Kemana ?" tanya Ezhel
" Gue ada pertemuan dengan dosen pembimbing , Kalian gak ada jam kan ?" tanya Varrel . ya sekarang dia sudah mulai terbuka pada ke dua sahabat nya itu .
" Iya , Kita lagi kosong hari ini " jawab Aiden dan di angguki oleh Ezhel
" Yup , Kita kesini cuma mau nunggu Lo " sambung Ezhel
" Ya udah ayo , Setelah itu kita Ke cafe sebrang , belum sarapan gue " ujar varrel
" Oke !" jawab mereka bersama lalu mereka bertiga berjalan menuju ruangan dosen pembimbing varrel . Ezhel dan Aiden menunggu di kursi depan ruangan itu . Sampai satu jam varrel baru keluar dari ruangan tersebut dan mereka berjalan ke cafe sebrang kampus untuk mencari makan .
" Rel ,gimana kabar bunda ?" tanya Ezhel . ya mereka sudah di izin kan varrel memanggil derren dan Jen dengan sebutan ayah dan bunda .
" Bunda sehat ,tapi tiga bulan ini bunda tak pernah menghubungi ku , kata ayah dia sibuk mengurus adik perempuan ku yang baru lahir "
" Wah benarkah ? Kau punya adik lagi ? pasti sangat lucu , Kapan mereka datang kesini ?" tanya Aiden
" Mungkin nanti saat kelulusan ku " jawab varrel
dan di angguki oleh mereka berdua . tak berapa lama pesanan mereka datang . Mereka memakan nya dengan sesekali bercanda dan tertawa bersama . Bersama aiden dan Ezhel varrel jadi merasa tak sendiri .
Dari sudut lain cafe tersebut ada sepasang mata indah yang terbalut kaca mata sedang memperhatikan mereka tepat nya varrel .
**Bersambung
Salam manis dari Abang Varrel
Jangan lupa like comment n vote ya gays .
Happy reading n See you**