MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 69


Aletha melengguh saat merasakan usapan lembut di kepalanya ia menerjapkan mata nya , saat menyadari dirinya sedang berada di ruangan Ken dan kini mata mereka bertemu ketika mata aletha terbuka sempurna , menyadari itu ia segera menegakkan tubuhnya wajah nya memerah karena salah tingkah .


" E kau sudah sadar Ken ?"


" Apa yang kau lakukan disini nona ?" bukan nya menjawab Ken malah bertanya


" Aku menunggu mu "


" Tapi aku tidak membutuhkan nya " saut Ken mengalihkan pandangannya


" Kenapa ? Kenapa kau begitu dingin pada ku ?" tanya aletha kini air matanya sudah menggenang siap untuk di lolos kan


" Lalu aku harus bagaimana ? apa sekarang kau kasihan pada ku ?" kini Ken menatap nya tajam


" Apa yang kau katakan ? " Ken tersenyum kecut melihat kenyataan ini


" Jika kau disini karena kasian pada ku , akan aku tegas kan padamu Nona kalau aku tidak membutuhkan nya , Sekarang tolong sebaiknya kau keluar dari sini . kau tidak akan mengerti semua ini " tegas Ken


" Tidak sampai kau mengatakan jika kau menolak perjodohan kita karena kau memang mencintai wanita lain " ujar aletha dengan mata yang sudah memerah tapi ia tahan sejak tadi agar air mata nya tidak lolos .


Mendengar itu Ken mengalihkan pandangannya


" Aku memang mencintai orang lain ,itu alasan kenapa aku tidak menerima perjodohan itu " ujar Ken sambil menahan sesak di dada nya tanpa melihat ke aletha


" jika begitu katakan lah dengan menatap mataku , Jika benar aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi ,jika memang kau bahagia dengan wanita yang kau cintai itu aku berjanji tidak akan muncul di kehidupan mu " tegas aletha lagi


" TATAP AKU KEN , KATAKAN KAU TIDAK MENCINTAI KU . KATAKAN !!! Seru aletha dengan penekanan membuat Ken mengalihkan pandangannya pada letha .


Ken menatap dalam ke mata letha hingga bisa menembus relung hati mereka .


" Aku .... Mencintai mu " lirih nya air mata Ken lolos seketika ia tidak sanggup membohongi dirinya lagi . sungguh tapi apa yang akan dia lakukan setelah dia berterus terang , dia bahkan sudah tidak berguna lagi pikirnya .


Mendengar pernyataan Ken seketika air mata letha luruh tak terbendung lagi


" Kenapa kau menutupi semua ini , Apa karena sakit mu kau bersikap acuh padaku "


" Aku sudah mengatakan apa yang ingin kau dengar , aku mohon pergilah dari sini , walau aku mencintaimu tapi kita tidak bisa bersama , kau lihat !!! bahkan untuk menjaga diri ku sendiri saja mungkin aku tidak bisa , pergi lah cari lelaki buang bisa menjaga mu letha " untuk pertama kalinya Ken menyebut nama letha yang membuat hati nya berdesir tapi mengingat perkataan Ken letha langsung tersadar


" Apa yang kau katanya , aku tidak akan meninggalkan mu , kita akan selalu bersama ,apapun keadaan nya sungguh aku sangat mencintaimu Ken .bahkan sebelum aku mengenal mu , tolong jangan suruh aku pergi " lirih nya mengenyam tangan Ken


" Apa kau mengatakan itu hanya karena kasihan padaku " tanya Ken sekali lagi letha menggelengkan kepalanya keras seakan dia menolak mentah-mentah perkataan Ken


" Aku mencintaimu karena itu kau , tidak ada alasan untuk ku mengasihani mu , Kita akan melewati ini bersama dan jangan pernah menyuruh ku pergi " ujar letha serius menatap kedalam mata Ken .


" Baiklah, tapi bisa kah kau berjanji untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang ini " ucap ken tidak ingin keluarga nya tau tentang kondisinya


" Tapi kenapa ?mereka berhak tau Ken"


" Aku hanya tidak ingin khawatir pada ku "


" Tapi jika mereka tau sendiri nanti , mereka akan merasa bersalah apalagi kak Jen , setidaknya biarkan kakak tau , mungkin dia bisa membantu kita mencari donor " Mendengar itu Ken terdiam sejenak


" Biarkan seperti ini , Aku tidak mau kakak bersedih seperti mu " ucap Ken tersenyum untuk pertama kalinya pada letha


" Apa kau tidak ingin cepat sembuh dan hidup bersama dengan ku " tanya letha tulus ia menatap sendu wajah Ken


" Apa sebegitu ingin nya kau hidup bersama dengan ku Sayang " goda Ken mengalihkan obrolan mereka agar tidak membahas tentang penyakit nya lagi.


" CK , Terserah saja lah apa kata mu . aku tidak bisa berjanji tidak akan memberi tahu kakak ,dan jangan membantah apa pun aku ingin yang terbaik untuk mu , dan apa kau tidak apa aku tinggal sendiri ? Ini sudah masuk jam praktek ku . mungkin Dokter Rian akan segera kesini nanti "


" Tentu , aku sudah biasa sendiri , pergi lah aku tidak apa " ucap Ken


" Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu sendiri , Tapi untuk sekarang aku akan pergi karena aku juga tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ku "


" Jangan terlalu lelah .oke ,jaga kesehatan mu " ujar Ken tersenyum lembut pada letha .


" Siap komandan " jawab nya sambil memberi hormat pada Ken , lalu ia berjalan keluar dengan hati bahagia karena kini dia bisa bersama orang yang ia cintai yang ternyata juga mencintai nya .


Tak berapa lama letha pergi , benar saja dokter Rian datang memeriksa keadaan Ken . setelah selesai proses dialisis Ken istirahat sejenak sebelum pergi .


Saat Ken berjalan di lobi rumah sakit hendak pulang suara seseorang yang sangat ia kenal memanggil nya


" KEN "


****


" Bundaaaa "


" Bun "


" Ada apa bang , kenapa teriak teriak sih "


" Bun , Abang gak bisa pasang dasi , kenapa merepotkan sekali , ayah juga biasa nya aku tidak pernah memakai dasi ke kantor juga tidak apa kenapa sekarang di suruh pakai " gerutu Varrel yang sejak dikamar tadi dia tidak pernah berhasil memasang dasi nya


" Astaga , kemari lah biar bunda pakai kan " saut Jen mengambil dasi di tangan Varrel


"Apa kau membicarakan ayah , huh " ujar derren yang tiba-tiba di belakang Varrel sambil menarik telinga putra nya itu .


" Ampun. ampun . ampun ayah ... Please !!! Abang cuma kesel karena gak bisa pasang ini . emang mau ada apa sih yah kenapa harus pakai dasi segala "


" Udah Abang nurut aja kenapa sih , Itu penting nanti kita akan bertemu dengan klien dari Korea Abang harus ikut dengan ayah , tanpa penolakan " Tegas derren yang hanya bisa di iya kan oleh varrel .


" Sayang kami berangkat dulu , kau tidak ke kantor kan hari ini? " Tanya derren seraya mencium kening Jen untuk berpamitan


" iya aku hari ini free aku mau ajak Varo ke rumah gabriel pengen liat Disha ntah kenapa aku pengen ketemu dia " ujar yang memang merasa gelisah memikirkan Disha , karena sudah dari kemaren gak keliatan .


" Baiklah , jaga dirimu "


" Bun . Abang berangkat dulu " varrel Mencium punggung tangan Jen dan Jen mencium kening


anak nya penuh kasih sayang.


" Aliaa " panggil Jen


" Iya nona " sahut Alia dari arah kamar baby Varo


" Apa Varo sudah siap , aku mau ke rumah Disha kamu bisa dirumah aja " kata Jen sambil mengambil Varo dari gendongan Alia


" Baik nona "


" uluh anak bunda udah ganteng nih , Ayo kita go kerumah aunty Sasha ,adek mau kan ? " Varo yang mengerti menganggukan kepala nya dan tertawa pada sang bunda


, Varo di usia nya yang baru 1 tahun dia sudah bisa berjalan walau masih tertatih tapi dia sudah cukup pintar jika di ajak berbicara , Bahkan dia sudah bisa menjawab walau masih beberapa kata dengan suara cedal nya .


" Ugh anak pinter " kini Jen berjalan keluar Rumah Disha ,ia berjalan kaki karena memang mereka tetanggaan .


Ting tong tong tong


ceklek


" Pagi Na , Disha nya ada ? "


" Non , ada non tapi nona Disha sejak tadi belum keluar dari kamar nya " walau mereka tetanggaan tapi ini pertama kalinya Jen kerumah mereka karena biasa nya Disha yang sering mengunjungi nya bermain dengan Varo jika dia tidak ada kegiatan .


" Kamar nya ? maksud kamu Na ? "


" Eh .. anu nona maaf " Nana bingung mau bicara apa karena ia takut salah jika harus memberi tahu Jen karena bagaimanapun Jen adalah ketua black Devils tempat dia bekerja Sebelum di minta Jen bekerja di tempat Gabriel.


" Maaf nona Jen , sebaiknya nona bertanya pada non Disha karena saya takut salah jika saya yang memberi tahu " ujar Nana menunduk pada Jen


" Baiklah , tolong jaga Varo sebentar , dimana kamar nya ? " Nana menunjukkan pintu kamar Disha


" Adek sama mbak Nana bentar ya , bunda mau bertemu aunty Sasha dulu " ujar Jen pada varo


dan di angguki oleh Varo lalu Jen memberikan Varo pada Nana dia langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Disha


" Sha .. Disha !!" panggil Jen mengetuk pintu kamar Disha tapi tak ada jawaban apa pun dari dalam


" Sha ini aku sha , kamu baik baik aja kan " Jen yang panik memanggil pelayan dan menanyakan kunci cadangan kamar Disha .dia mencari nya di lemari sesuai yang di beri tahu pelayan . setelah mendapat kan nya Jen membuka kamar Disha . dan betapa terkejutnya Jen melihat ke adaan wanita itu . Jen menutup mulut nya tak percaya Disha yang terlihat tidur masih menggunakan kimono handuk dengan wajah yang pucat Pasih .


Jen berlari menghampiri Disha dia mengecek suhu tubuh nya yang ternyata benar dia sedang demam tinggi ,Jen segera mengambil pakaian Disha dan mengganti kan nya sendiri karena tidak mungkin dirinya akan membawa Disha dengan hanya menggunakan kimono handuk seperti itu . Jen saja sampai geli memikirkan nya .bisa bisa nya dalam keadaan seperti ini Jen masih memikirkan hal yang konyol. untung saja dalam ke adaan apa pun Jen masih bisa berpikir jernih dan tak terburu-buru karena panik .


Saat Jen membuka kimono Disha ia di buat terkejut kembali melihat tubuh Disha penuh dengan tanda kissmark tapi tunggu ia meneliti tanda itu bahkan hampir seperti luka lebam karena yang melakukan ini sungguh sangat kasar , Oh God apa ini perbuatan gabriel ,Jen segera menepis pikiran itu dia akan menanyakannya pada disha nanti . Setelah selesai mengganti pakaian Disha Jen menelpon pengawal di bawah untuk membantu nya mengangkat Disha yang masih belum sadar .


" Na , Tolong hanya jawab iya atau tidak . Apa mereka semalam bertengkar ? "


" iya nona "


" apa selama ini mereka tidur terpisah "


" iya nona " jawab Nana ragu karena ia takut salah


" Baik . kau tidak perlu takut ,aku yang akan mengatasinya , tolong jaga Varo aku akan ke rumah sakit , jangan katakan apa pun pada Gabriel jika dia pulang nanti " tegas Jen dan di angguki oleh Nana " Dan ya jika kau kerepotan menjaga Varo , antarkan saja Varo ke rumah Alia ada dirumah "


" Baik nona "


" Sayang bunda Anter aunty sha dulu ya dia sedang sakit , adek baik baik dengan mbak Nana oke "


" Ote nda " jawab Varo mengacungkan jempol nya pada Jen sambil bermain Lego ntah apa yang ia buat dengan Lego itu .


Jen segera naik ke mobil nya mengendarai dengan kecepatan lumayan tinggi karena dia juga khawatir dengan kondisi Disha . sesampai nya di rumah sakit Disha segera di bawa ke IGD dan Jen menunggu nya di luar . Tanpa sengaja mata nya melihat Ken yang hendak keluar rumah sakit


" KEN !!"


Ken memejamkan mata nya ,ia menoleh ragu ragu


" kenapa harus bertemu disini dalam keadaan seperti ini " gerutu nya dia mencoba menetralkan sikap nya agar tidak gugup di hadapan Jen .


Ken menampilkan senyum manis nya dengan wajah yang masih sedikit pucat .


" Kak , sedang apa disini ? Siapa yang sakit " tanya Ken sebelum Jen bertanya pada nya lebih baik dia yang bertanya lebih dulu karena dia juga penasaran kenapa kakak nya berada di rumah sakit.


" Kakak sedang mengantar Disha , dia demam dan tak sadarkan diri " jawab Jen ia menelisik setiap inci wajah Ken " Apa yang kau lakukan disini ? Apa kau sakit ? kenapa wajah mu pucat begitu ?" tanya Jen beruntun sambil membolak balik tubuh Ken . Benar saja pikir Ken belum mengetahui yang sebenarnya saja kakak nya sudah begitu panik nya lebay begitu .Huh !! Ken menghela nafas nya berat lalu ia mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu depan IGD karena ia akan pusing jika berdiri kelamaan sehabis cuci darah .


" Kak kalau tanya itu satu satu . aku baik baik saja hanya pusing sedikit jadi aku kontrol kesini ,tapi dokter bilang aku hanya kelelahan " mendengar itu Jen mengelus lembut wajah Ken dengan tangan nya ,ia menatap dalam ke mata Ken


" Ntah aku mempercayai nya atau tidak , Kakak harap kau baik baik saja , jika nanti kakak tau sendiri penyebab nya ,kau tau apa yang akan terjadi ?" Ken menelan ludah nya kasar memang Jen tidak pernah bisa di bohongi oleh nya .


Ken meraih tangan Jennie dan mencium nya


" Kak , Jika saat nya nanti aku akan memberi tahu kan nya padamu ,tapi sekarang aku benar sudah tidak apa apa " jelas Ken dia juga tidak ingin membayangkan apa yang terjadi jika Jen mengetahui nya sendiri bisa bisa Negara ini di obrak Abrik oleh nya untuk mencari donor untuk nya . memikirkan itu Jen bergidik ngeri bagaimana pun kakak nya itu , selembut apa pun kakak nya itu , tetap saja darah nya adalah darah mafia dan terlatih sebagai ketua mafia .


" Baik lah , Jaga kesehatan mu oke !! " ujar Jen mengelus kepala Kenzo tersenyum hangat pada nya .


**Bersambung


Sehat selalu nya all ....




Jangan lupa like comment n vote nya .


Jangan bilang dikit dan lama up nya ya gays . Aku update setiap hari Lo ini.. udah gitu part nya juga aku tambah yang biasa nya aku up 1000 sampai 1500 , selama bulan Ramadhan ini aku up 2000 kata lebih Loh . tapi masih ada aja yang komen lama dan dikit . Jadi sedih aku nya !!!!


See u ae lah bagaimana pun Netizen maha benar 🙏🙏🙏


Happy reading**