MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 26


Pukul 4 sore Jen pulang dari kantor , dilihat nya rumah sepi sekali lalu dia berpapasan dengan bibi " Bi , Dimana anak-anak?" tanya Jen


" Tuan Varrel dan teman temannya Tadi pergi jalan jalan nyonya , Kalau nona Fira tadi setelah menemani Tuan Varo tidur dia juga istirahat di kamar nya , non Jihan bersama Alia " jelas bibi pada Jen


" Baiklah bi , Aku mau ke atas dulu " Jen berjalan ke kamar nya ,dia sangat lelah rasa nya .apa lagi sekarang di perusahaan sudah lama Ara tak membantu nya semenjak saat itu , Tapi walau begitu dia juga bahagia apa lagi mendengar jika Ara mengandung Beby twins .


Begitu berat beban yang harus di pukul oleh Jen , perusahaan sebesar itu ? Puluhan ribu karyawan di bawah kepemimpinan nya , Belum lagi Organisasi yang juga menjadi tanggung jawab nya .. Bahkan banyak nya anggota organisasi itu lebih dari apa yang orang-orang pikir kan dan semua bekerja di bidang nya masing-masing .


Walau Derren juga membantu tapi dia juga tidak tega pada suami nya yang juga mengemban lebih berat dari nya , rasa nya ia sangat lelah . Jen ingin menjadi ibu rumah tangga yang hanya diam dirumah menanti suami dan anak-anak nya pulang .tapi Tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang ,semua itu kembali lagi ke tanggung jawab .


Jen mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidur . sejenak Jen memikirkan semua hal yang ia emban , bahkan terkadang ia sampai tidak sempat untuk makan ,tapi jika dirumah ia berusaha biasa saja , ia tidak pernah menunjukkan rasa lelah nya di hadapan suami dan anak anak nya .


Jennie juga tidak ingin membebankan semua ini pada Varrel , karena ia tau bagaimana rasa nya menanggung beban sebesar itu di atas pundak nya.


" Huh !!" Jen menghela nafas panjang . Ia berjalan ke kamar mandi , mungkin dengan berendam bisa mengurangi rasa lelah nya .


Setelah 1 jam di kamar mandi dan berganti pakaian Jen segera turun kebawah untuk memasak makan malam , Tapi di lihat nya Fira sudah menyiapkan semua nya di bantu oleh bibi dan sudah hampir selesai .


" Sayang kamu masak apa ?" tanya jen


" Ini Bun , Aku bikin Beef steak blackpepper sauce ,


Mashed potato , Sama capcay seafood Bun , ini udah mau selesai , Bunda cobain deh siapa tau ada yang kurang rasa nya " jawab Fira sambil tersenyum , Fira sengaja masak lebih awal ia tau jika bunda Jen pasti lelah jika harus memasak sepulang bekerja dia hanya ingin meringankan sedikit beban wanita yang sudah di anggap seperti bunda nya sendiri .


" Wah , kelihatan nya sangat lezat " Jen mencicipi rasa dari masakan Fira dan mata nya membulat sempurna


" Ini benar-benar enak sayang " baru kali ini Jen mencicipi masakan Fira ,karena biasa nya dia yang memasak dan Fira hanya membantu nya selama ia disini .Jen tidak menyangka gadis seumuran Fira yang masih terbilang masih sangat muda itu sangat pandai memasak .


" Serius Bun? "


" Iya sayang , Terima kasih ya "


" Kenapa berterima kasih Bun?" tanya Fira bingung


" Karena sudah mau memasak untuk semua orang " jawab Jen Tersenyum


" kalau bunda ayah dan yang lain suka , seterusnya Fira yang akan memasak untuk semua nya , setidak nya bunda tidak akan terlalu lelah , bunda kan sudah lelah bekerja ,jadi Pekerjaan di rumah biar Fira aja . bunda hanya perlu menyiapkan keperluan ayah dan bunda saja ,lain nya serahkan pada Fira " ujar Fira panjang lebar ,dia tidak ingin Jen jatuh sakit karena terlalu memaksakan tubuh nya.


" Terima kasih sayang !!"


" Tidak perlu berterima kasih Bun , Semua ini gak ada apa-apanya dengan apa yang sudah bunda lakuin dalam kehidupan Fira , kalau gak ada bunda Fira gak tau sekarang jadi apa dan bagaimana " Fira juga terkadang memikirkan dimana orang tua kandung nya ,kenapa begitu tega membuang nya ,mungkin suatu saat nanti dia akan mencari tau tentang itu tapi tidak untuk sekarang .


" jangan bicara seperti itu , Bunda ikhlas dengan semua yang bunda lakuin untuk kalian ,cukup menjadi anak yang baik itu sudah cukup untuk bunda bahagia "


" Terima kasih banyak bunda " Fira memeluk Jen , air mata nya mengalir begitu saja tanpa di minta .


" Sudah ! Sudah ! Ayo kita susun di meja makan , sebentar lagi ayah pasti pulang " kata Jen kemudian


Bibi yang sudah cukup lama menjadi pelayan di rumah Jen juga turut terharu melihat mereka , Walau Jen terkadang tegas dengan anak nya tapi dia juga sangat menyayangi mereka dan tidak ada dari mereka yang merasa kekurangan kasih sayang dari nya .


Tepat jam 6 sore derren pulang , Jen menyambut nya seperti biasa tak lepas dari senyum di wajah cantik nya .


Varrel sudah mengabari Jen jika akan makan malam di luar , sebenarnya sedikit membuat Jen kecewa karena Fira sudah memasak banyak untuk mereka .


Derren yang melihat wajah kecewa istri nya pun tak kuasa menahan diri untuk bertanya


" Ada apa sayang ?" tanya derren


" Gak apa-apa mas , Ini Varrel kasih kabar kalau gak makan malam dirumah , Padahal tadi Fira sudah masak banyak untuk mereka , tapi ya sudah lah nanti aku suruh dia antar makanan ke tempat Gabriel dari pada gak ke makan " jawab Jen


" Biarkan saja sayang , dia kesini kan memang mau liburan jadi biarkan dia menikmati liburan nya " Kata derren Tersenyum pada istri nya .


" Iya , ya sudah gih mas mandi dulu , aku siapin baju nya " Jen berjalan ke lemari mengambil baju ganti untuk derren " oh ya mas aku mau kasih tau Fira untuk mengantar makanan ke rumah Disha nanti kalau mas udah selesai langsung turun ya , Aku juga mau lihat Varo dan Jihan " tutur Jen pada derren yang hendak masuk ke dalam kamar mandi


" Iya sayang "


Jen mencari Fira di kamar nya , ternyata dia sedang membaca buku karena memang masih jam 6 dia juga sudah mandi jadi menunggu waktu makan malam dia menyempatkan diri membaca buku tentang kedokteran . karena seminggu lagi dia akan masuk dan menjalani ospek di kampus nya .


" Fira ?" panggil Jen


Fira mendongak dan meletakkan buku nya melihat Jen yang memanggil nya


" Iya Bun?"


" Abang gak makan malam dirumah jadi karena tadi masakan nya banyak kamu mau antar makanan ke rumah tante Disha ?" ujar Jen hati hati ia takut Fira kecewa karena sudah memasakkan untuk Varrel dan teman teman nya malah mereka tidak makan dirumah .


Fira Tersenyum dan mengangguk pasti . tidak ada raut wajah kekecewaan yang tercetak disana .


Jen dan Fira turun dan menata makanan ke dalam wadah . setelah selesai Fira hendak mengantar nya ke rumah Gabriel sebelum makan malam .tapi saat ia akan keluar Varo memanggil nya


" Kakak !! mau kemana ?" tanya Varo


" Ini mau antar makanan ke rumah Tante Disha "


" Yeay , aku ikut ya . ayo !!" belum Fira menjawab Varo sudah berlari duluan mendahului nya , Fira hanya bisa tersenyum menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik nya itu .


***


Di tempat lain , tepat nya di sebuah Restoran Padang , lima orang yang sudah lelah berkeliling memutuskan untuk makan malam menikmati makanan khas Indonesia khususnya Ezhel dan Aiden yang tak pernah kesini sebelum nya .


Pelayan restoran memberi banyak menu di meja makan mereka , ya memang jika di restoran Padang tidak lah harus memesan makanan karena mereka akan memberikan semua menu makanan yang ada .


Ezhel dan Aiden menatap antusias makanan yang sudah tersedia di hadapan mereka yang menurut mereka sangat menggugah selera .


Varrel memasukan Nasi dan lauk ke dalam piring nya sesuai selera nya begitu juga dengan yang lain nya .


Ezhel dan Aiden bingung karena tidak ada sendok dan pisau seperti di restoran pada umum nya . Roza dan Vania Tersenyum melihat mereka berdua .


" Bagaimana cara makan nya ?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Aiden .


" Tuh lihat Varrel " jawab Vania karena memang Varrel sudah mulai memakan makanannya.


Perlahan Ezhel menirukan cara makan Varrel yang hanya menggunakan tangan tanpa sendok , garpu maupun pisau untuk memotong daging . padahal daging disana hanya rendang dan itu juga sudah di potong kecil-kecil.


" Waw makanan ini sungguh lezat " seru Ezhel Setelah memasukan suapan pertama ke dalam mulut nya dan ini untuk pertama kali nya ia memakan pakai tangan langsung , Walau awal nya cukup kesulitan tapi ia merasakan kenikmatan tersendiri melakukan hal itu .


Aiden pun turut mengikuti mereka , Mereka makan dengan lahap nya terutama Ezhel dan Aiden karena mereka berdua merasa sangat cocok dengan makanan itu .


" Zhel seperti nya kita perlu membuka restoran seperti ini di Inggris " ujar Aiden sambil mengelap mulut nya dengan tisu . Berbagai macam makanan yang ada di atas meja ludes tak tersisa oleh mereka khususnya Ezhel dan Aiden.


" Lalu jika kalian mau membuka restoran seperti ini , siapa yang akan memasak nya ? kalian bisa ?" tanya Roza dan di jawab gelengan oleh mereka berdua


" Kan bisa membayar Koki dari sini , Begitu saja repot ! " tutur Aiden


" Kalau memang itu niat kalian kami sebagai teman akan mendukung , Semoga sukses dengan itu " sambung Vania


" Sudah malam , pulang yuk ! Takut bunda khawatir " ujar Varrel kemudian .


Setelah membayar mereka berjalan keluar menuju parkiran mobil . Tepat pukul 9 malam mereka sampai dirumah . tapi suasana rumah terlihat sudah sepi , Memang Setelah makan malam Derren dan Jen memutuskan untuk beristirahat . Sedangkan Fira menemani varo sampai tertidur dengan membacakan cerita , Jika anak kecil biasa nya Senang mendengar cerita dongeng tapi tidak dengan Varo , dia menyuruh Fira membaca novel bergenre Action fantasi .memang anak itu sejak bayi sudah ajaib jadi jangan heran.


Karena Varo sudah tidur Fira ke kamar nya , tapi dia belum merasa mengantuk jadi Dia memutuskan untuk membaca buku . Terdengar dari bawah suara keributan menandakan jika Varrel dan Teman teman nya sudah pulang .


Karena sudah pada istirahat mereka juga memutuskan untuk beristirahat ,cukup melelahkan memang tapi sangat menyenangkan untuk mereka. Vania masuk ke kamar nya bersama Roza begitu juga dengan Ezhel dan Aiden .


Varrel naik ke atas menuju kamar nya tapi saat melewati kamar Fira terlihat pintu kamar itu sedikit terbuka ,Varrel melongokan kepalanya kedalam ,guna melihat apakah Fira sudah tidur atau belum tapi ternyata Fira sedang duduk bersandar kan Dipan dengan kaki selonjor memangku buku .


" Dek !!" panggil Varrel , Fira mendongakkan kepala nya menatap Varrel di depan pintu


" Abang boleh masuk ?" tanya Varrel dan di angguki Fira


" Kenapa belum tidur , hm ?" tanya varrel Setelah mendudukkan dirinya disebelah Fira


" Belum ngantuk bang " jawab Fira sambil tersenyum tapi ia kembali fokus pada bacaan nya


" Abang baru pulang ?" tanya Fira tanpa mengalihkan pandangannya dari buku tersebut


Varrel menghela nafasnya nya , Ia terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Fira ,di lihat nya wajah cantik Fira tanpa make up Sangat serius membaca menambah kadar kecantikan nya .


" Hem , Abang baru pulang ! " jawab varrel kemudian


" Ya sudah mandi gih terus istirahat " Ujar Fira tetap fokus pada buku nya


" Kalau bicara lihat orang nya kali dek. gak sopan tau " ujar Varrel karena Fira tak melihat nya sama sekali .. Dari dulu Fira kan emang selalu cuek begitu pada Varrel dan itu juga yang membuat Varrel nyaman bersama nya karena setiap wanita yang ia temua kebanyakan pasti akan mencari perhatian nya tapi tidak dengan Fira . lahir batin Fira tak mempunyai perasaan apapun untuk Varrel kecuali rasa sayang sebagai seorang kakak . tapi kini Fira sudah Sedikit berubah dan lumayan bawel pada nya .


Fira mendongak menatap Varrel dengan senyum tipis


Deg


Jantung Varrel berdetak yang kesekian kali nya untuk Fira


" Abang kan baru pulang , mandi gih lalu istirahat " kali ini Fira mengucapkan itu sambil menatap varrel


" Kamu gak merindukan Abang kah ?" tanya Varrel menatap ke dalam mata Fira


Fira Tersenyum mendengar pertanyaan abangnya itu.


" Tentu saja aku merindukan mu bang , Kau kan Abang ku sejak kecil dan kita tidak bertemu setelah hampir 4 tahun , tapi Aku ngerti lah kalau Abang pulang kan karena ingin liburan ,sudah cukup melihat Abang bahagia dan sehat aku juga ikut bahagia " tutur Fira sambil menutup buku nya kini ia serius menatap varrel , Fira duduk bersila ingin bicara serius dengan Abang nya itu


" Hanya sebagai Abang " batin varrel


" bang boleh nanya ?" Varrel mengerutkan keningnya bingung


" Itu saja sudah merupakan pertanyaan " kata Varrel yang membuat Fira terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Iya sih , Tapi boleh gak nih ?"


" boleh , tanya aja "


" Abang udah punya kekasih ?" tanya Fira Setelah ia berfikir keras akan menanyakan hal itu atau tidak .


Varrel mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Fira .


" Memang kenapa ?" bukannya menjawab Dia malah bertanya.


" Ih jawab aja kali bang " ujar Fira kesal


" Kalau Abang gak mau jawab ?"


" Harus dong, abang kan udah ganggu aku membaca jadi di Abang harus jawab pertanyaanku, Apa berat nya sih tinggal jawab doang " paksa Fira


" Belum , memang kenapa ?"


" Beneran ??" tanya Fira antusias dan di jawab anggukan oleh varrel


" Yeay !! Bagus deh kalau gitu " Sangking senang nya Fira memeluk varrel begitu saja yang membuat sang empunya terkejut juga senang.


" *Bagus deh kalau Abang belum punya kekasih ,jadi masih ada kesempatan buat kak Vania , Aku harap Abang bisa bahagia dengan kak Vania , Walau aku gak tau bagaimana nasip cinta ku yang hilang ntah kemana . Huh " batin Fira


" Kenapa dia se senang itu ? Apa dia menyukai ku sampai sampai mengetahui aku tidak punya kekasih dia sangat bahagia ? jika itu benar aku akan sangat bahagia !" batin Varrel sambil membalas pelukan Fira*


**Bersambung


Hayo loh siapa pendukung Varrel Fira




Sayang nya Fira Sudah punya pemilik hati nya EL




Bonus Abang Varo



Yang penasaran sama Samuel tunggu di episode selanjutnya . Oke !!


Jangan lupa like comment n vote nya ya ...


Terimakasih


happy reading gays


See you**