MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 14


Willi keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang , ia berjalan mengambil pakaian yang sudah di siapkan Ara di atas tempat tidur , Di lihat nya Ara sedang duduk membaca buku di atas sofa sambil selonjoran . terlihat dari wajah nya jika istri nya itu sedang lelah .


" Honey ,Are you Oke ??" tanya Willi sambil mengangkat kaki Ara ,ia duduk menaruh kaki mulus Ara di atas pangkuan nya .


" I'm oke Beby " jawab nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku yang ia baca


Tangan Willi bergerak memijat lembut kaki sang istri . Ara yang melihat itu menaruh buku nya di atas meja lalu ia menatap William .


"Do not !! You must be tired ". ( Jangan !! Kau pasti lelah ) ujar Ara sambil menahan tangan suami nya sedang memijat kaki nya


" Tidak , Kau yang terlihat sangat lelah ,wajah mu bahkan terlihat pucat " ujar Willi tangan nya mengusap lembut wajah Ara .


Ara menurun kan kaki nya yang berada di pangkuan william ,lalu ia mendekat kan tubuh nya pada sang suami ingin memeluk suami nya itu ,tapi ia urungkan karena gejolak yang ia rasakan .


Ara menatap Willi tajam , sambil menutup mulut dan hidung nya dengan telapak tangan nya.


" Sudah Aku bilang , Jangan Ganti parfum mu !! Aku sangat tidak suka , ini sungguh membuat ku tidak nyaman " seru Ara langsung berlari ke kamar mandi . rasa nya perut nya bergejolak mual , ingin memuntahkan seluruh isi perut nya tapi nyata nya yang keluar hanya lah cairan berwarna kuning .


William yang terbengong melihat istri nya mencium bau badan nya , ia bingung kenapa Ara seperti itu , Bahkan parfum nya tidak ganti ,tapi mendengar istri nya muntah muntah di dalam kamar mandi ia langsung berlari menghampiri Ara .


" Honey ? kau baik baik saja ?" tanya Willi yang khawatir melihat wajah pucat Ara , Lemas dan sudah tak bertenaga . Willi ingin mendekat tapi Ara segera mencegah nya


" Stop there ! I'm really sick of smell your perfume "


( Berhenti disitu !! Aku sungguh mual mencium bau parfum mu ) seru nya mencegah Willi untuk mendekat . Ara merasakan tubuh nya yang sudah lemas ia bahkan belum makan malam hanya makan siang bersama anak anak yayasan tadi .Ara berpegangan pada wastafel untuk menopang tubuh nya .


" Tapi.... "


" Tolong keluar lah " pinta Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Oke !" jawab Willi tak berdaya ,ia keluar dari kamar mandi tanpa menunggu lama ia meraih ponsel nya Menghubungi dokter dokter keluarga nya untuk segera datang kesini yang tak lain adalah Teman nya sendiri .


Setelah Willi keluar tadi ara berjalan perlahan keluar dari kamar mandi, Iya merebahkan tubuhnya di atas ranjang karena sungguh ia merasa sangat lemas .


" Sayang ? Are you oke ?? Kau terlihat sangat pucat ,Aku ingin memeriksa keadaan mu tapi kau bahkan tidak ingin dekat dengan ku " ujar Willi yang sedang berdiri agak jauh dari Ara


" Ntah lah aku juga tidak tahu ,coba ganti pakaian mu jangan pakai parfum itu lagi " ujar Ara pada nya


" Baik lah " Willi menurut apa yang Ara kata kan . Iya berjalan ke lemari mengambil pakaian gantinya.


Setelah selesai berganti pakaian Willi mencoba mendekati ara , Iya takut arah ah akan mual kembali jika ia mendekat.


" Kemari lah " ujar Ara pada nya agar ia mendekat


Ara memegang tangan suami nya dan berusaha bangun dan bersandar di dada bidang William .


ternyata Ara tidak mual sama sekali bahkan ia merasa sangat nyaman berada di dekat suami nya , Ara menghirup dalam-dalam aroma tubuh William, terasa sangat menenangkan untuk nya .


Tak lama dokter yang sempat William telepon Tadi pun datang bersama dengan mama Willi yang mengantar kan nya ke kamar mereka. Mama Willi sempat khawatir jika Willi yang sakit, Tapi Setelah di lihat nya Ara yang terbaring lemah ia pun tampak tak peduli ,tapi tetap di situ karena seperti biasa agar ia terlihat baik pada Ara di hadapan anak nya .


" Ada apa dengan kakak ipar Will ? " tanya Roy berjalan menghampiri mereka


" Ntah lah , dia tadi muntah muntah dan membuat nya lemas seperti ini " jelas Willi dan di angguki oleh Roy .


Willi bergeser agar Roy bisa leluasa memeriksa ara . Roy memeriksa denyut nadi dan memasang stetoskop nya memeriksa keadaan arah dengan teliti, tampak pak Roy tersenyum tipis setelah memeriksa keadaan istri sahabat nya itu.


" Nona kapan terakhir kali kau datang bulan ?" tanya Roy yang membuat Ara bingung


" Bulan lalu " jawab nya walau dalam keadaan bibgung


Roy tersenyum menanggapi pertanyaan sahabat nya itu


" jelaskan!! kenapa kau malah tersenyum seperti itu?" seru Willi


" kakak ipar baik-baik saja, Seperti nya dia belum makan Sejak tadi , Mulai hari ini lebih perhatikan lagi pola makan dan Jaga kesehatan nya, Harus dengan gizi yang seimbang " jelas Roy " Aku akan menuliskan resep vitamin untuknya dan calon anak kalian" ujar Roy kembali yang membuat Willi dan mama nya terkejut , Antara senang,haru dan seakan ini hanyalah sebuah mimpi, Jika benar ini mimpi pilih berharap tidak akan bangun kembali.


Ara menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter itu, sungguh ia sangat bahagia karena usahanya selama ini tidak sia-sia. Karena memang selama ini ara mengikuti program dari dokter kandungan tanpa sepengetahuan Willi dan mama nya . Dokter itu yang selama ini membantunya dengan memberi obat penyubur kandungan dan prosedur-prosedur lainnya , Dengan niat , doa dan usaha yang ia lakukan selama ini ternyata membuahkan hasil.


Willi berjalan mendekati istri nya


" Sayang coba kau cubit aku !" ujar nya pada Ara yang membuat Ara bingung


" Cubit saja !!"


" Aww !! Pelan dikit dong yank !" ujar nya sambil mengusap lengan yang dicubit arah tadi.


" lah kan kamu yang nyuruh nyubit tadi" jawab Ara


" Iya tapi kan nggak kuat kuat juga" ujar nya kesal


" Astaga !!" Ara menggaruk pelipis nya dengan jari telunjuk nya melihat tingkah suami nya itu.


" Tunggu !! Roy apa yang kau katakan tadi sungguh kah ??? Istri ku benar hamil ?" tanya Willi antusias


" Iya , Dan usia kandungan nya saat ini masih 4 Minggu , Aku harap kau bisa menjaga nya dengan baik karena di usia kandungan yang sekarang masih sangat rentan untuk nya , Jaga selalu mood nya agar tetap baik dan jangan membuat nya sedih , itu sangat berpengaruh untuk kandungan nya , Ini resep vitamin nya , Selamat ya sob sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah " ujar Roy sambil menepuk pundak Willi Setelah memberikan resep yang harus di tebus nya


" Pasti ,terima kasih banyak kawan , mari ku antar " ujar Willi " Sayang aku tinggal ke depan sebentar ya ?" kata nya dan di angguki oleh Ara dan willi berjalan keluar kamar melewati mama nya yang sejak tadi terdiam karena terkejut juga tak di pungkiri jika ia sangat senang mendengar jika Ara sekarang sedang hamil .


Ara yang melihat mama mertua nya hanya bisa tersenyum ,ia bingung harus bagaimana bersikap dengan mertua nya itu . ia juga tidak tau mama Willi akan senang atau menolak kehadiran anak nya karena yang ia lihat mama Eline sangat tidak menyukai nya .


Mama Eline berjalan mendekati Ara yang sedang terduduk bersandar di atas tempat tidur . melihat mama mertua nya mendekat Ara ingin bangkit tapi segera di tahan oleh beliau .


" Jangan bangun ! " ujar nya sambil menatap Ara haru ,tanpa terasa air mata nya menetes ia menyesali sikap nya pada nya . " Maafin mama Ra , Dan terima kasih telah mengandung dan memberi mama cucu , Mama sangat bahagia , Sekali lagi maafin mama yang selalu bersikap buruk pada mu , Tapi mama berjanji mulai sekarang mama akan menyayangi mu seperti dulu , Kamu mau kan maafin mama " ujar mama Eline sambil menggenggam tangan Ara .


" Sebelum mama minta maaf ,Ara sudah memaafkan mama lebih dulu , Ara tau mama kesepian dan sangat menginginkan cucu , Ara yang seharus nya minta maaf karena Ara selalu sibuk bekerja dan meninggalkan mama kesepian dirumah " ujar Ara sambil tersenyum tulus


Mama Anita mengangguk " Maafin mama sekali lagi ,mama bahkan sampai menyuruh Willi menikah lagi dan bersikap sangat buruk padamu, tapi kau bahkan tak pernah mengadukan nya pada Willi "


" Sudah lah ma ! Yang lalu biarlah berlalu , Kita lupain yang sudah berlalu dan membuka lembaran yang baru ."


" Terima kasih sayang " mama Willi mengelus lembut kepala Ara ,kini ia berjanji pada diri nya sendiri ia akan menjaga Ara dan kandungan nya dengan baik .


Tanpa mereka sadari ternyata Willi sejak tadi mendengar pembicaraan mereka , ia mengepalkan tangan nya menahan emosi pada mama nya yang ternyata selama ini sudah memperlakukan istri nya dengan buruk , Dan ia tidak tau apa apa , karena yang ia lihat selama ini mama nya sudah berubah tapi ternyata ia salah .


" Mungkin ini yang di maksud kamu makan hati ya sayang , Maafin aku yang gak bisa jaga kamu dengan baik " ujar Willi dalam hati


Ia memilih masuk kedalam ruang kerja nya ,dari pada ia nanti lepas kontrol dan bicara kasar pada mama nya ,lebih baik ia meredam kan emosi nya lebih dulu .


Bersambung


Yang kangen Varrel n Vania Bab selanjutnya udah akan mulai kisah mereka karena Ara dan willi sudah bahagia.