
Enam bulan berlalu kini kehamilan Disha menginjak usia Tujuh bulan , Ken dan aletha sedang mempersiapkan pernikahannya.
Sedangkan William dan Ara Sudah menikah Tiga bulan lalu .
Radith dan Nada Masih bertahan dengan LDR nya .Derren dan Jen bertambah bahagia dengan Beby Varo yang semakin menggemaskan usianya sudah mau 2 tahun dan dia semakin bawel saja . Kadang Jen sampai kewalahan di buat nya .Jen juga sudah berbaikan dengan Daddy nya setelah Daddy nya menyadari dan meminta maaf pada putri kesayangannya itu . Kebahagiaan Jen bertambah saat mendapat kan kejutan romantis saat hari ulang tahunnya empat bulan lalu di Sebuah Pulau di kota S mereka merayakan Hari ulang tahun Jen bersama keluarga dan Teman-teman nya .Di tambah kejutan kejutan indah lainnya .
Villa bernuansa Romantis yang berada di tengah pulau , Sangat menakjubkan
Varrel yang berada di London , dalam waktu 6 bulan dia sudah Mencapai semester 3 kuliah nya . Kini Jen sedang berada di rumah gabriel ,bersama Varo mereka Duduk di sofa ruang keluarga. .
" Sha , Apa yang kau rasa kan saat ini?" tanya Jen pada disha .
" Em . Tidak ada kak ,hanya aku sekarang lebih mudah lelah " jawab nya sambil mengelus perut buncit nya dan di angguki oleh Jen
" Kapan kau periksa kandungan? Apa kalian sudah mengetahui jenis kelamin janin nya ?" tanya Jen
" Sudah kak , dia perempuan " ujar Disha tersenyum senang dia memang mendambakan anak perempuan karena jika anak pertama perempuan akan lebih cepat besar dan bisa sering-sering di ajak bercerita . kalau laki laki pasti akan sibuk dengan ayah nya nanti . begitu pikir nya .tapi apa pun itu dia akan sangat menyayangi anak nya nanti
" Waw .. Pasti adek nya cantik ya nda? Saut Varo yang sejak tadi mendengar pembicaraan Bunda dan mama nya .Ya Varo memanggil Disha dengan sebutan mama
" Pasti dong sayang , nanti tugas Abang jagain adek kalau udah lahir " Kata Jen sambil mengelus lembut kepala Varo
" Siap bunda ! Mama Abang boleh pegang adek ?" tanya Varo dengan mata yang berbinar dan wajah yang imut
" Tentu . sini sayang " Varo turun dari sofa langsung menghampiri Disha dan berdiri sambil mengusap perut buncit Disha
"Hai Gadis cantik , Kapan kamu keluar . aku udah gak sabar pengen ketemu sama kamu , kamu tau Aku ini pria tampan loh . besok kalau sudah besar kamu harus ekstra jagain aku biar aku gak digodain sama cewek cewek genit " Kata Varo sambil mengelus perut disha . sedangkan Jen dan Disha yang mendengar perkataan Varo saling pandang dan memasang wajah bodoh lalu mereka tertawa bersama .
" Ya ampun . Varo berapa sih umur mu nak ,dua tahun aja belum genap tapi bicara nya sudah seperti orang dewasa . Apa tadi gadis cantik ?? adek nya bahkan belum lahir tapi kamu sudah bilang kalau dia gadis cantik . Astaga !!!" Dengan dengan gemas Disha mencubit pelan pipi gembul Varo .
" Mama sakit tau !! " serunya sambil melipat kedua tangannya di dada serta Mengerucutkan bibir nya. Disha dan Jen hanya terkekeh melihat nya .
Jen dan Varo pamit pulang kerumah karena sudah sore .
" Dah MaCan ...." Ujar Varo melambaikan tangan nya pada disha
" Macan ??" Sebut nya bingung
" Iya Macan .Mama cantik " Varo terkekeh setelah bicara seperti itu
" Astaga anak ini , Siapa yang mengajarimu menggombal seperti itu ? hm? Apakah ayah mu ? huh . jika memang benar biar nanti aku beri pelajaran pada nya " Gerutu Jen pada anak nya Disha pun terkekeh melihat kelakuan balita ajaib yang sudah seperti putranya sendiri .
Lalu Jen berjalan kaki menggandeng Varo yang juga berjalan bersama bunda nya pulang ke rumah . Dia tidak mau di gendong karena dia bilang Bahwa dirinya sudah besar dan bukan anak kecil yang harus di gendong . .
Entah lah Jen juga gak tau kenapa anaknya bisa ajaib seperti itu .
***
Di tempat lain Ken sedang berdebat dengan letha hanya karena desain undangan .
" Pokok nya aku mau yang ini ,ini lebih bagus dan elegan " Ucap letha
" Gak .gak aku lebih suka yang ini ,ini Yang lebih bagus dari pada itu " Kata Ken tak mau kalah
" Astaga !! kenapa dari tadi kah tidak mau mengalah padaku !" Letha memijit pelipisnya pusing sejak tadi perdebatan mereka tak ada habis nya .
" Ya gak bisa gitu dong yank , Yang menikahkan kita bukan cuma kamu jadi harus sesuai dengan keinginan ku "
" Terserah , Kau menikah saja sendiri sana !" aletha berjalan keluar ia benar benar kesal pada Ken yang tak mau mengalah . Bukan apa apa undangan yang di pilih Ken itu loh bertema Darkness kan gak lucu orang hari bahagia kok pilih undangan yang bertema gelap .
" Sayang tunggu dong !! Ih sayang tunggu " seru Ken
" Letha berhenti gak " Letha berhenti menatap horor ke arah Ken yang berada dibelakangnya berlari mengejar diri nya
" Kamu nyebelin tau gak "
" Iya .iya .oke kita pilih sesuai kemauan kamu , jangan ngambek lagi hm?"
" Promise??"
" Promise !!" Ken mengaitkan jari Kelingking nya dengan kelingking Tunangan nya .
Mereka kembali kedalam ,kini pilihan aletha jatuh pada Undangan bernuansa Navy Gold dan itu di setujui oleh Ken .Karena Ken menyukai warna gelap dan letha menyukai warna elegan seperti gold jadi pilihan itu adalah yang terbaik .
" Sayang kita mau kemana lagi ?" tanya Ken saat ini mereka berada di dalam mobil
" Mama sudah buat janji dengan toko perhiasan langganan nya jadi kita disuruh kesana setelah memilih undangan " jelas letha
" Siap tuan putri " Ken tersenyum hangat sambil menggenggam tangan letha
Tak berapa lama mereka sampai di Salah satu mall milik keluarga Admaja
" Selamat datang Tuan Nona " sambut pelayan toko pada Ken dan letha yang hanya di angguki oleh Ken dan letha tersenyum menanggapi sambutan pelayan itu
" Berikan desain cincin pernikahan yang terbaru dan Limited " ujar Ken dengan wajah datar nya . letha yang melihat itu hanya bisa berdecih dalam hati mengutuk sikap Ken itu . Begitu lah dia jika berhadapan dengan orang lain sok datar batin letha
" Baik tuan " Pelayan itu memberikan beberapa desain yang hanya ada 1 pasang di setiap desain nya
Aletha melihat lihat . lalu mata nya Tertuju pada sepasang cincin yang menurut nya simple dan Elegan .
" Oke ,kirim yang ini " ujar Ken pada pelayan toko lalu memberikan kartu kredit nya pada pelayan itu. setelah dari toko perhiasan mereka memutuskan untuk makan siang bersama di restoran Jepang yang juga berada di mall itu ." Sayang kamu mau makan apa ?" tanya Ken
"Ramen aja deh minum nya Es matcha latte , kalau kamu ?"
" Em " Ken berfikir sambil melihat menu " Shabu-shabu daging domba dan Acerola Soda " ujar Ken pelayang dengan sigap menulis pesanan mereka
plak
Letha memukul pelan punggung tangan Ken
" Ish apa sih yank " Ujar Ken mengusap punggung tangan nya
" jangan minum soda .itu gak baik untuk kesehatan kamu "
" CK , bawel bener dah , ya udah deh Teh hijau aja mbak " kata Ken pada pelayan dan pelayan segera mengganti menu minuman Ken
" Baik silahkan tunggu sebentar Tuan Nona " mereka pun mengangguk bersamaan
Setelah selesai makan Ken dan letha pergi ke rumah Jennie mereka kangen dengan keponakan mereka yang bawel nya luar biasa ,siapa lagi kalau bukan Varo .
***
Di tempat lain Pukul 6 sore Gabriel baru pulang dari kantor ,Disha yang mendengar suara mobil Gabriel memasuki halaman rumah nya dia yang tadinya sedang santai menonton kartun kesukaan nya pun beranjak untuk membukakan pintu suami nya .
Tepat saat Disha membuka pintu menampilkan senyum manis nya , Gabriel berdiri dihadapannya yang juga tersenyum pada istri nya .
Disha meraih tangan Gabriel dan mencium punggung tangan nya lalu gabriel mengecup kening istrinya itu .
Gabriel membungkuk mencium perut buncit Disha " Anak gadis papa apa kabar ? Pasti kangen papa ya ? jangan nakal di perut mama . oke ! papa udah gak sabar deh pengen cepet-cepet liat kamu lahir dan kita bisa main sepuasnya" Gabriel mengusap lembut perut disha lalu berdiri tegak melihat istrinya yang tersenyum hangat mendengar pembicaraan Gabriel dengan anak dalam kandungan nya .
" Ayo masuk dulu ,kakak pasti lelah " dan di angguki oleh Gabriel . Gabriel berjalan ke kamar untuk membersihkan diri sedangkan Disha berjalan ke dapur membuat kan Kopi untuk Gabriel . tak lama selesai ia membawa kopi tersebut ke dalam kamar yang ternyata Gabriel lagi mandi . jadi ia meletakkan kopi di atas meja depan sofa dan Disha mendudukkan dirinya di atas sofa sambil memainkan ponselnya setelah menyiapkan baju ganti untuk suami nya
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka Disha mendongak melihat Gabriel yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang yang menampakan tubuh sexi nya .
" Astaga !! jangan kesini jangan kesini , Aish kenapa dia berjalan kemari" batin Disha yang malu melihat Gabriel seperti itu tapi jika dia tutup mata sangat disayangkan jika harus melewatkan kesempatan melihat tubuh sexi suami nya .
" sudah puas melihat nya hm? kenapa hanya dilihat . kau bahkan bisa menikmati nya sayang " ntah sejak kapan gabriel berada dihadapan nya dan berbisik ditelinga nya dengan suara menggoda .
" eh ..emm....." belum sempat Disha menjawab Gabriel sudah membungkam bibir nya mencium dengan lembut dan penuh perasaan . Niat Gabriel yang tadi nya hanya ingin menggoda Disha berakhir menjadi ciuman panas dan menggairahkan .
Tangan Gabriel menelusup Kedalam rambut belakang Disha dan menekan tengkuk nya memperdalam ciuman mereka .sedangkan tangan satunya sudah berada dalam balik baju yang digunakan Disha dan meraba punggung mulus istrinya . ia membuka pengait bra Disha dan memainkan benda kembar yang menjadi salah satu titik sensitif Disha .
" eghhh ...." Suara lenguhan dari mulut Disha lolos
" Sayang.. boleh ? gabriel melepas ciumannya dengan suara tertahan dan parau dia bertanya dan di angguki samar oleh Disha karena ia juga Sudah merasa tubuhnya membutuhkan sentuhan lebih dari suami nya ini .
Mereka menghabiskan waktu penuh cinta . Gabriel memperlakukan nya dengan lembut ia juga tidak ingin menyakiti gadis dalam kandungan istri nya .
Gabriel memeluk tubuh polos Disha setelah menyelesaikan permainan panas mereka menutup tubuh mereka dengan selimut .
" Terima kasih sayang " ujar Gabriel mencium rambut Disha yang memiliki wangi yang menenangkan nya .
" Untuk?" tanya disha yang juga masih mendekap tubuh gabriel menyandarkan kepalanya pada dada bidang Gabriel
" Semuanya . Terima kasih telah memaafkan ku , Terima kasih telah hadir dalam hidup ku, terima kasih telah bersedia menjadi ibu dari anak-anakku , terima kasih untuk kesabaran mu, dan terima kasih untuk cinta mu " kata gabriel lembut dan mempererat pelukan nya .
"Tidak ada kata Terima kasih untuk semua itu , Karena aku sungguh tulus dan tak mengharapkan untuk balasan ataupun ucapan terima kasih , Kak aku mencintaimu tanpa syarat. aku mencintaimu tanpa mengharap balasan, tapi jika kau membalasnya itu Sebuah bonus atas kesabaran ku dari Tuhan. Kau tau cinta ku tidak egois dan harus memiliki . hanya melihat mu aku sudah merasa bahagia , aku yang seharus nya mengucap kan terima kasih karena sudah mau membalas cinta ku " ujar Disha yang masih dalam dekapan gabriel . ia mendongak melihat wajah suami nya, Gaby tersenyum lembut pada disha dan membelai wajah nya
" I love you more "
Kruk kruk
Mendengar itu Gabriel tertawa geli , sedang kan Disha menenggelam kan wajah nya dalam dada Gabriel , dia benar benar malu dan menggerutu kesal dalam hati pada perut nya yang tidak tau situasi malah meronta minta di isi . memang mereka belum makan malam hingga kini sudah jam 9 malam setelah aktivitas panas mereka wajar saja dia merasa lapar .
" Ayo makan " Ajak Gabriel sambil tersenyum geli dia juga mengerti Jika istri nya belum makan malam ditambah tenaga nya terkuras dengan aktivitas mereka .
" Hm " Gabriel beranjak menggendong Disha mereka membersihkan diri bersama tanpa kegiatan panas lagi . sebenarnya melihat tubuh sexi Disha yang tambah berisi apa lagi dengan perut nya yang membuncit menambah kesan sexi di mata Gabriel . Melihat itu rasa nya Gabriel tidak tahan untuk menerkam istri nya tapi mengingat Disha sudah lapar jadi ia menahan nya .
Selesai membersihkan diri Gabriel dengan telaten memakaikan setiap helai pakaian Disha di tubuh istri nya . Disha menatap penuh cinta pada Gabriel dia dengan menurut menerima perlakuan sang suami . walau malu tapi ini begitu manis Dimata nya .
" Tatap lah berada disisi ku " Kata gabriel setelah selesai memakai kan baju sang istri dan kini ia mendudukan Disha didepan meja rias dan menyisir lembut rambut panjang dan bergelombang sang istri . Ia mengecup kepala Disha dan mereka saling tatap di pantulan kaca rias .
" Aku bahkan tidak akan sanggup pergi dari mu" jawab Dish setelah ia membalikkan tubuhnya menghadap Gabriel dan menatap kedalam mata suami nya .ia mengambil piyama untuk gabriel dan bergantian memakai kan pakaian untuk sang suami . Gabriel dengan senang hati menerima perlakuan manis sang istri .
Kini mereka berjanji akan hidup bahagia .menjadikan masa lalu sebagai pelajaran atas kesalahan mereka . saling percaya dan melengkapi walau mereka tau ini bukan akhir tapi awal baru untuk mereka yang sudah saling menerima .
**Bersambung
Janganlah lupa like comment n vote nya ya gays .
Note . Author saranin baca nya pas buka puasa karena ada sedikit adegan panas . hhhh
Happy reading gays .
See you again**