
Di dalam mobil suasana menjadi haru dan bahagia. Bahagia karena Deon dan Isna menjadi sepasang kekasih dan terharu karena Deon mau merubah dirinya menjadi sosok laki-laki sejati.
"Wahhhh, selamat ya buat kalian berdua. Gw senang kalau kalian jadian. Dari dulu gw pengen Deon sama Lo Na," ungkap Meka buka suara.
"Loh kok bisa Mek?" tanya Isna bingung.
"Iya gw ngelihat kalian itu sangat sering berargumen dan seperti kucing dan tikus selalu gak akur. Ternyata akhirnya jadian juga," jawab Meka tersenyum melihat kebelakang.
"Thanks Mek, Lo emang sahabat kami yang terbaik. Mudah-mudahan gw bisa ngebahagiain Isna. Asal dia mau berjuang bersama gw," ucap Deon sambil melirik Isna.
"Pasti gw mau berjuang bersama Lo Deon," balas Isna.
"Makasih ya sayang," Deon mencoba mengucapkan kalimat sayang terhadap Isna.
Isna terpaku mendengar kata sayang dari Deon. Hatinya hari ini berbunga-bunga.
"Bolehkah aku memelukmu Deon?" tanya Isna malu-malu.
"Tentu sayang, sini," Deon merentangkan tangannya menunggu Isna masuk dalam pelukannya.
"Duh gw kok jadi mau nangis ya lihat Deon. Gw dukung kalian berdua."
"Makasih Mek!" balas Deon.
"Selamat ya buat kalian berdua. Saya senang melihat Deon akhirnya mau memperbaiki hal yang keliru menjadi ketempatnya," tiba-tiba Dosga mereka memberikan selamat sambil menyetir.
"Ah Pak Zain, saya jadi malu nih. Makasih ya Pak," balas Deon yang masih setia memeluk Isna.
Tanpa terasa mereka sampai di kostan Isna dan Deon.
"Na, sudah sampai nih. Ayo kita ke kamar Lo!" ajak Meka.
"Oh sudah sampai ya Mek. Hehehe keenakan dipeluk sama Deon," ucap Isna malu-malu.
"Hmmmm, bakalan jadi saling bucin nanti kalian berdua," sambung Meka.
"Gak apa biar sama seperti Lo," balas Isna.
"Yeeee, maunya tuh," celetuk Meka.
Lalu mereka turun semua dari mobil. Zain ikut kedalam bersama Meka.
"Na, kamar Lo berdekatan ya sama Deon?" tanya Meka saat mereka memasuki lorong kamar.
"Iya Mek, kebetulan kemaren kamar disebelah gw yang kosong. Jadi Deon nempati kamar itu," jawab Isna.
"Berarti cinta tumbuh karena sering ketemu dong!" seru Meka lagi.
"Bisa aja Lo Mek," giliran Deon yang jawab.
"Idih udah panggil Lo, gw nih sekarang..!" goda Meka.
"Hehehe harus dong Mek. Semua demi Isna kekasih gw sekarang."
"Waowww Na...., gw gak percaya dengan semua ini. Deon benar-benar bucin sama Lo," Meka takjub melihat perubahan Deon demi Isna.
Saat Meka dan yang lainnya sudah berdiri di depan kamar Isna, Meka melihat iblis tua yang dipanggil Nyai itu di depan kamar Deon.
Meka menatap tajam kearah mahluk itu. Dia mencoba berbicara lewat bathinnya.
"Kenapa kamu masih mengikutinya?! tanya Meka marah sambil menatap tajam kearah mahluk itu.
"Hahahaha, wahai manusia. Jangan coba-coba mengahalangiku untuk menjadikannya tumbalku. Enyahlah dari hadapanku, kalau tidak kau akan aku buat menyesal," ucap iblis itu dengan sorot mata merah menyala.
"Kau yang akan aku musnahkan jika berani menggangu temanku!" gertak Meka.
"Hahahahaha, berani-beraninya kau mengancam ku mahluk rendahan!" iblis itu semakin marah.
Lalu Khodam Meka memperlihatkan wujudnya dihadapan iblis itu. Seketika iblis itu terkejut dan ketakutan. Dia menatap penuh amarah kearah Meka. Tapi auman Khodam Harimau itu membuatnya kesakitan hingga mengeluarkan darah berwarna hitam dari telinga, mata dan hidungnya.
"Akkkhhh hentikan mahluk berbulu....!" teriak iblis itu kesakitan.
Selama Harimau itu bertarung, Meka masih berdiam diri diambang pintu kamar Isna.
Zain yang menyadari keterdiaman istrinya, mengerti lalu dia berkata,
"Kamu masuk saja ke dalam, biar Meka sama saya disini sebentar. Kalian bersiap-siaplah di dalam," ujar Dosga mereka.
Ia tak ingin membantah apa yang dikatakan Dosganya. Lalu dia dan Ghani segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk menyiapkan pakaian yang akan dibawa menginap di tempat Meka.
"Dasar mahluk berbulu bodoh...! Mau menjadi budak manusia rendahan itu!" teriak Iblis itu yang menahan sakit.
Harimau itu tak merespon ucapan iblis yang mencoba memprovokasinya. Dia mengaum lagi hingga membuat teriakan mengerikan keluar dari mulut iblis itu.
"Hentikaaaannnn...., sakiiit!" teriaknya. Perlahan-lahan iblis itu menjadi menyusut dan keriput hingga musnah menjadi asap hitam pekat.
Lalu terdengar suara tawa yang menggema.
"Hahahaha, aku tidak akan bisa berhenti menyesatkan manusia! Aku akan terus hidup dan akan mencari tumbal baru...!" iblis itu tidak bisa sepenuhnya musnah. Dia menghilang dan tak akan mengganggu Deon lagi.
Tapi mungkin hal yang buruk akan terjadi terhadap keluarga Deon karena tumbalnya berakhir.
Meka mengehela nafasnya dan menatap kearah suaminya. Lalu dia melihat Harimau itu perlahan-lahan menghilang.
"Pergilah dari sini, sebentar lagi akan ada seseorang yang akan datang ke tempat ini mencari Deon. Dia dukun sakti di kota Jogja ini. Pergi...!" Khodamnya memperingati Meka untuk segera pergi dari kostan mereka.
"Na, ayo buruan. Akan ada sesuatu yang terjadi nanti. Cepat kita pergi dari sini!" Meka tergesa-gesa menyampaikan dengan Isna.
Isna terbengong dan bingung dengan apa yang diucapkan Meka.
"Udah cepat, nanti aku akan cerita saat kita sudah jauh dari kostanmu. Cepat panggil Deon, kita gak punya waktu..!" seru Meka yang memaksa untuk segera keluar dari kostnya.
Isna pun mengikuti ucapan Meka. Lalu mereka menuju kamar Deon dan menarik paksa Deon untuk segera keluar dari kostan itu.
"Ada apa sayang?" tanah Deon bingung.
"Nanti saja menjelaskannya. Sekarang kita pergi dari sini!" Isna mengajak Deon buru-buru meninggalkan kamarnya.
Mereka berempat segera meninggalkan kostan itu dan masuk ke dalam mobil. Zain langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cepat. Hingga mereka akhirnya sudah berada jauh dari kostan Isna.
Tak berselang lama setelah mobil Zain pergi meninggalkan kostan itu, datang sebuah mobil Pajero yang di dalamnya ada seorang dukun sakti mencari keberadaan Deon. Dukun itu adalah orang yang sudah membuat keluarga Deon bersekutu dengan iblis.
Dukun itu datang bersama satu orang muridnya. Mereka melangkah masuk dan mencari sosok Deon. Saat ada laki-laki yang keluar dari kamarnya, Dukun itu bertanya.
"Maaf, apa saya bisa bertemu dengan nak Deon? Saya ini pamannya. Saya gak tau kamarnya yang mana," ucap Dukun itu.
"Oh....Deon baru aja keluar bersama teman-temannya," jawab laki-laki itu.
"Oh terima kasih," balas Dukun itu.
Lalu dia mencoba menerawang dengan menggunakan mata bathinnya melihat bersama siapa Deon pergi. Namun dia tidak bisa melihat jelas orang yang pergi bersama Deon.
"Hmmm aneh, kenapa aku tidak bisa melihatnya? Siapa mereka?" bathin Dukun itu yang penasaran.
"Ayo kita pergi dari sini. Kita terlambat, mereka sudah pergi," ucap Dukun itu terhadap muridnya.
Sedangkan di dalam mobil, Deon dan Isna masih bingung dengan keadaan yang dialami mereka. Tapi mereka tidak ada yang mau membuka suara untuk bertanya.
Selama perjalanan, semua diam tanpa suara. Suasana di dalam mobil hening dan masing-masing melamun dalam pikirannya sendiri. Hingga tak terasa waktu yang ditempuh, mereka masih asyik dalam lamunan. Mobil pun masuk ke area Apartement di Jogja.
"Sayang, kita udah sampai. Ajak kedua sahabat kamu masuk ke dalam," Zain membangunkan Meka yang sempat tertidur.
"Oh sudah sampai ya Mas!" seru Meka.
Meka melihat kebelakang dan mendapati keduanya juga ternyata tertidur. Lalu Meka membangunkan Deon dan Isna.
"Deon, Na, kita sudah sampai. Ayo keluar,"
Deon dan Isna perlahan-lahan membuka mata mereka. Dan mereka memandang sekeliling.
"Apa kita sudah sampai Mek?" tanya Isna lagi.
"Iya kita sudah sampai. Ayo keluar, Pak Zain dah nungguin tuh,"
Deon dan Isna bersamaan melihat kearah Dosga mereka. Lalu mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam lobby Apartement.
Deon dan Isna berjalan mengikuti Meka. Mereka berdua masih belum sepenuhnya sadar akan keberadaan mereka.
"Sayang, kamu tadi tertidur juga ya?" tanya Deon yang menoleh ke Isna.
"Iya Deon, gak tau kenapa ngantuk banget tadi," jawab Isna.
Meka pun heran kenapa mereka bisa sangat ingin tidur di dalam mobil.
"Aku sengaja membuat kalian tertidur, agar suamimu bisa membawa mobil dengan kecepatan maksimal. Dan itu aku yang melakukannya," Khodam Meka tiba-tiba menjawab pikiran Meka.
Akhirnya Meka mengerti kenapa mereka bertiga bisa tidur terlelap dalam sekejap.