
Mona yang berpura-pura merasa bersalah, di dalam hatinya merasa senang.
"Duh nak, maafin anak saya ini ya. Dia emang sembrono banget. Kalau gitu saya belikan baju baru aja ya untuk menggantinya," ucap Mamanya Mona yang mencoba memberi saran.
"Ah tidak usah Bu, saya bisa membersihkannya ke toilet saja," balas wanita itu. "Lain kali Bu, bilang sama anak Ibu untuk selalu berhati-hati kalau jalan. Syukurnya saya tidak terjatuh
Kalau tidak bahaya buat bayi dalam kandungan saya," ungkap wanita itu.
"Oh ya ampuuuun, kamu sedang hamil?" Mamanya Mona masih dalam berakting.
"Iya Bu, saya lagi hamil masih 3 bulan," jawab wanita itu.
Mamanya Mona tersenyum penuh arti. Matanya berbinar menatap ke arah perut wanita itu. Seakan-akan dia yang mendapatkan mangsanya.
"Duh Mbak, saya minta maaf ya karena tidak tau kondisi Mbaknya. Tapi Mbak dan bayi di dalam baik-baik aja kan?" tanya Mona pura-pura sedih.
"Udah Mbak, tidak apa-apa. Maaf saya harus ke toilet dulu, permisi," perempuan itu berpamitan untuk pergi ke toilet.
Kemudian Mona berkata dalam hatinya. Itu adalah tumbal untukmu. Kau bisa menikmatinya di sana. Nikmatilah tumbal mu wahai iblis yang memberiku kecantikan luar biasa. Semoga kau puas dengan persembahan ku."
Iblis itu muncul seketika dihadapan Mona. Lalu iblis itu pergi menghilang mengikuti wanita yang menjadi sasaran tumbalnya. Iblis itu terus mengikuti wanita itu hingga masuk ke dalam toilet umum. Dimana dalam toilet wanita, ada beberapa pengunjung yang ngantri.
Tepat ketika wanita itu masuk ke dalam salah satu bilik toilet, iblis itu juga masuk ke dalam dan memperlihatkan wujudnya yang menakutkan.
"Ha--hantu.......!" teriak wanita itu ketakutan. Lalu dia pun pingsan di dalam.
Tepat saat wanita itu pingsan, iblis itu segera menghisap janin itu dari kewanitaannya. Karena posisi wanita itu sedang duduk diatas closet dengan melebarkan kakinya.
Iblis itu menghisap janin dalam rahim wanita itu hingga tak bersisa. Dan meninggalkan wanita itu dalam keadaan pingsan.
Kemudian iblis itu pergi meninggalkan toilet itu setelah puas mendapatkan tumbalnya.
"Ada apa di dalam?" tanya perempuan yang sedang berkaca.
"Siapa yang menjerit itu?"
"Kenapa dengan wanita di dalam. Tolong panggil satpam...!" teriak salah satu pengunjung Mall.
"Coba buka pintunya!" seru petugas toilet.
"Sepertinya dikunci dari dalam Mbak," jawab perempuan yang mengantri di depan bilik itu.
"Kenapa di dalam ada yang berteriak Bu?" tanya salah satu anak kecil terhadap Ibunya.
"Ibu juga tidak tau nak. Ayo kita keluar dari sini. Tidak baik kamu berada di sini," ajak Ibunya yang memang curiga dengan suara teriakan wanita itu. Dia khawatir anaknya ketakutan, sehingga Ibu itu memilih membawa anaknya keluar.
Mona dan Mamanya sedang santai di sebuah Cafe. Mereka menikmati makanannya tanpa memikirkan bagaimana nasib wanita yang menjadi tumbal iblis itu. Lalu iblis yang sudah mendapatkan tumbalnya menemui Mona.
"Enak sekali santapan kali ini. Kau memang pengikutku yang pinter mencari tumbal. Aku akan memberikan kecantikan lebih sempurna untukmu agar kau bisa menaklukkan laki-laki itu," ucap iblis itu dengan wajah mengerikan.
"Terima kasih," balas Mona saat melihat iblis itu. Dia tersenyum menyeringai karena sudah berhasil memberikan tumbal untuk iblisnya.
"Nanti malam kau akan di datangi dukun sundul ke dalam kamarmu. Kau harus menyediakan sesajen seperti biasa. Dan kau harus melayaninya sesuai keinginannya. Setelah itu kau harus menjalani ritual meminum darah janin yang menjadi tumbal ku agar kecantikanmu bersinar," jelas iblis itu.
"A--apa...!" pekik Mona terkejut. Lalu buru-buru Mona langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena syok mendengar ucapan iblis itu.
"Kalau kau tidak mau, maka aku akan mencabut susuk dari dalam tubuhmu! Sehingga wajahmu menjadi tua. Apa kau mau?!" bentak iblis itu.
Iblis yang mengelabui Mona sangat senang mendapatkan manusia bodoh seperti Mona. Dia hanya memanfaatkan Mona untuk mendapatkan tumbalnya.
"Baik, aku akan melakukannya sesuai permintaanmu," ucap Mona ketakutan.
Mamanya Mona terus menatap anaknya dengan curiga. Dia memicingkan matanya menatap Mona.
"Apa yang dibicarakan anak ini dengan iblis itu? Apakah dia bisa melihatnya? Kenapa dia seperti sedang memikirkan sesuatu?" bathin Mamanya yang terus bertanya-tanya.
Lalu iblis itu pergi menghilang dari hadapan Mona. Sedangkan Mona masih melamun memikirkan dirinya yang sudah tak menarik lagi.
"Mona, Mona, sadar," tegur Mamanya dengan menggerakkan lengannya.
Mona pun tersadar dan menatap Mamanya seperti orang linglung.
"Hei, kenapa kamu jadi aneh begini?" tanya Mamanya dengan suara pelannya.
"Ma, Mona gak mau jadi tua dan keriput....," rengek Mona tiba-tiba. Dia seperti anak kecil yang tidak mau mainannya diambil.
"Apa-apaan sih kamu ini. Seperti anak kecil aja merengek gitu. Malu tuh dilihatin banyak orang," tegur Mamanya.
"Iya, tapi Mona gak mau jadi tua dan keriput Ma. Nanti Mas Zain gak mau sama Mona, Ma," dia masih terus merengek. Hingga pengunjung Cafe itu melihat ke meja mereka dengan ekspresi yang berbeda.
"Udah, kamu tenang dulu. Sekarang coba jelaskan sama Mama apa yang di sampaikan iblis itu?" tanya Mamanya masih dengan suara pelan.
"Iblis itu merasa puas dengan wanita itu. Lalu dia meminta Mona melayani dukun itu tengah malam nanti sambil menyiapkan sesajennya Ma," jawab Mona.
"Lah terus masalahnya apa? Kan itu hal biasa kamu lakukan Mona....," kesal Mamanya.
"Tapi iblis itu menyuruh Mona melakukan ritual dengan meminum darah janin tumbalnya," ucap Mona santai.
Sontak saja begitu mendengar ucapan Mona, Mamanya langsung merasa mual-mual.
"Loh Mama kenapa? Kok tiba-tiba mual? Apa Mama hamil lagi?" tanya Mona polos.
Lalu sebuah tangan menepuk kening Mona sedikit keras.
"Akh...., sakit Ma. Kenapa Mama memukul keningku keras?" tanya Mona yang protes.
"Biar otak kamu bekerja dengan baik dan benar. Masa Mama yang sudah tua begini hamil lagi, gila kamu ya," ucap Mamanya dengan suara marah.
"Habis kenapa Mama mual-mual, coba?" tanya Mona lagi.
"Mama tuh mual karena mendengar ucapan kamu yang harus meminum darah janin tumbal iblis itu Mona.....," geram Mamanya.
"Oh....., kirain Mona aja yang jijik. Ternyata Mama bisa juga jijik," ucap Mona santai.
"Ihhhh si Mona ini, tambah lama makin edan pikirannya. Gini kali ya akibat tidur sama Aki-aki yang sudah tua dan jelek. Jati otaknya kosong melompong," celetuk Mamanya kesal.
Mona tak menanggapi ucapan Mamanya. Dia dengan tenang menyantap makanannya hingga habis tak bersisa. Tetapi Mamanya Mona justru tidak berselera makan lagi. Dia masih merasakan perutnya bergejolak karena membayangkan Mona sedang meminum darah janin tumbal iblis itu.
"Ma, Mona harus bisa melakukannya. Supaya wajah Mona tetap cantik. Dan Mas Zain akan mencintai Mona selamanya," ucap Mona setelah menghabiskan makanannya.
"Apa kamu tidak jijik Mona?" tanya Mamanya hati-hati.
"Tidak Ma, Mona harus membiasakan diri biar tidak menjadi tua dan keriput," jawab Mona dengan tekad yang kuat.
"Terserah kamu aja deh. Yang penting Mama dapat cipratannya ketika keinginan kamu tercapai," ucap Mamanya.
"Tenang aja Ma, itu pasti," balas Mona.
Dalam hati Mona justru membenci Mamanya. Dia malah berniat ingin menjadikan Mamanya tumbal iblis itu ketika dia sudah tidak membutuhkannya lagi.