
Mereka bertiga menikmati makan siangnya tanpa mereka menyadari adanya keberadaan Bu Arin dan Eko. Hingga waktu tak terasa mereka menghabiskannya di Resto itu dengan bercanda sambil tertawa. Hilang sekejap ketakutan dan kegelisahan yang dialami Meka sementara.
"Gimana? Mau lanjut jalan atau disini aja?" Dosganya mengedipkan sebelah matanya menggoda Meka.
"Yeee, maunya Pak Dosga biar dekat-dekat terus nih sama Meka," sindir Asih.
"Hahahahaha,"
"Gak mau, tar kamu macem-macem lagi sama aku. Sinyal bahaya sudah berbunyi," ucap Meka sambil manyun.
"Hehehe bisa aja kamu yanx," balas Dosganya sambil mencoel dagu Meka.
"Ya udah sekarang berger yuk, aku pengen muter-muter Kota Solo nih," ajak Meka.
Mereka pun beranjak dari meja tempat mereka duduk. Dan berjalan keluar dari Resto tersebut menuju parkiran. Sesampainya mereka diparkiran, Meka melihat sekeliling, dia merasa seperti ada yang memantaunya. Meka buru-buru masuk kedalam mobil.
"Oh ya mek, gimana kalau kita jalan-jalan ke The Heritage Palace Solo (Kastil Eropa), katanya sih tempatnya bagus banget untuk kita Selfi ria disana!" ucap Asih penuh semangat.
"Kayaknya gw pernah dengar deh Sih. Di sosmed juga udah banyak tuh beritanya," jawab Meka sambil searching di google.
"Ya udah kalau gitu kita jalan kesana aja, gimana?" tanya Zain sembari menyetir.
"Setuju Pak...!" seru Asih dengan semangat 45 nya.
Zain pun melajukan mobilnya kearah sana. Dan tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tujuan. Mereka akhirnya sampai juga di Kastil itu. Tempat wisata yang lagi digandrungi oleh wisatawan.
Heritage Palace ini merupakan bangunan warisan Belanda yang disulap jadi tempat wisata kekinian. Dan nuansa tempo dulunya tetap terasa di tempat ini. Sesuai namanya, The Heritage Palace mengusung konsep istana outdoor-indoor dengan area yang cukup luas.
Di dalamnya terdapat Museum, Resto, area bermain dan spot-spot foto instagramable. Yang pastinya tempat yang lagi hitz saat ini.
Meka dan Asih sangat takjub melihat suasana di Kastil Eropa ini.
"Waowww keren banget ya Mek? Jadi gak nyesel gw ikut jalan-jalan bareng Lo, hahaha," celetuk Asih.
"Iya Sih, keren banget!" sahut Meka yang berjalan bersama Dosganya.
"Eh Pak, nanti bisa ambilin foto saya sama Meka ya! Mumpung disini, puas-puasin berfoto," ucap Asih kepedean.
Pak Zain diam aja tak menanggapi ucapan Asih. Dia malah sibuk memotret mobil-mobil antik yang terpajang disana. Dan sesekali dia menyuruh Meka untuk berfose disalah satu mobil antik tersebut.
"Sayang, yuk foto berdua," ajak Zain sambil menggenggam tangan Meka.
Mereka bertiga sangat menikmati suasana disana. Ketiganya menghabiskan waktu buat keliling-keliling Kastil Eropa itu. Hingga tak terasa malam pun tiba. Meka meminta untuk segera balik ke Jogja.
"Asih ayok pulang, besok Mama gw mau balik ke Sumatera. Kasihan kelamaan ditinggal," ajak Meka.
"Ya udah ayok! Lagian udah malam juga," balas Asih.
"Sayang, kita balik sekarang ya. Tapi nanti mampir dulu di warung makan buat beli maem malam. Mau makan bareng Mama aja dikost," Meka merasa kasihan dengan Mamanya yang ditinggal seharian dikost.
Zain pun mengangguk tanda setuju dengan ucapan Meka.
Disepanjang perjalanan menuju Jogja, Meka menghubungi Mamanya. Dia khawatir dengan keadaan Mamanya.
"Ma, nanti Meka belikan maem malam ya. Mama tunggu Meka pulang ya!" pinta Meka kepada Mamanya.
"Iya nak, tadi Mama rencananya mau pesan online aja. Tapi kebetulan kamu menghubungi Mama, ya sekalian aja kita maem bareng," sahut Mamanya yang lagi nonton TV.
"Ok Ma! Bentar lagi Meka sampai kok Ma. Mama sabar ya nunggunya."
Sebelum mereka sampai dikostan, Meka menyuruh Dosganya berhenti di lesehan untuk beli penyetan. Zain memarkir mobilnya di dekat lesehan itu. Meka dan Dewi turun dari mobil untuk membeli penyetan.
Setelah selesai mereka membeli penyetan, Zain melajukan mobilnya menuju kost-kostan Meka. Ternyata jarak dari lesehan ke kost Meka sangatlah dekat. Sehingga tak memerlukan waktu yang lama.
"Ayok Yanx turun, kita maem bareng didalam," Meka meminta Zain untuk masuk kedalam kostannya.
Asih ternyata sudah duluan turun dari mobil. Dia bergegas masuk kedalam kostan. Lalu dia menuju kekamarnya untuk bersih-bersih.
Sedangkan Meka masuk bersama Zain kedalam. Namun Zain disuruh menunggu diruang tamu untuk menunggu Meka.
"Sayang, aku kekamar dulu ya, mau kasih tau Mama, kalau kamu ada disini." Meka meminta Zain menunggunya diruang tamu. Lalu dia masuk kekamarnya dan menemui Mamanya.
"Ma..,! Meka melihat Mamanya sedang asyik nonton. Dia menyalami punggung tangan Mamanya.
"Akhirnya sampai juga kalian. Mama udah khawatir dari tadi nungguin."
"Maaf ya Ma! Tadi kami jalan-jalan ke Solo karena pas mau pergi sama Asih, ternyata Pak Zain sudah menunggu didepan. Mau pamit sama Mama, udah diluar kost. Jadi ya lanjut aja perginya," ucap Meka yang merasa sungkan sama Mamanya.
"Oh..., yang penting kamu kembali dengan selamat," Mamanya mengusap lembut rambut anaknya.
"Oh ya Ma, diluar ada Pak Zain nunggu diruang tamu. Tadi Meka ajak aja dia makan malem bareng," Meka memberitahu Mamanya tentang keberadaan Zain.
"Buruan kamu bersih-bersih biar makan bareng. Mama dah laper nih," Mamanya memegang perutnya memperlihatkan ke Meka.
"Sabar ya Ma, Meka sebentar kok mandinya," Meka segera masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Asih yang berada dikamarnya sudah selesai mandi dan dia pun menghampiri kamar Meka. Asih masuk kedalam kamar Meka tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Tante, Meka mana?" tanya Asih yang melihat Mamanya Meka duduk di sofa sedang menonton TV.
"Lagi mandi dia, kita tunggu aja disini. Tante dah laper banget!" sahut Mamanya Meka.
"Ya udah Tan, kita kedepan aja yuk nemui Pak Zain. Kasihan disana sendirian gak ada teman ngobrol," ajak Asih.
"Ya udah kita kedepan aja duluan," Mamanya Meka menghampiri kamar mandi.
"Meka, Mama duluan keruang tamu. Nanti kamu nyusul ya. Jangan lama-lama!" teriak Mamanya dari luar kamar mandi.
"Iya Ma...! Duluan aja. Tar lagi Meka selesai kok!" sahut Meka dari dalam kamar mandi.
Asih dan Mamanya Meka keluar dari kamar dan menghampiri Zain diruang tamu.
"Eh nak Zain, kelamaan ya nungguin Meka?" tanya Mamanya Meka basa basi.
"Gak apa Tante," jawab Pak Zain.
"Meka belom selesai. Tapi bentar lagi juga dia kelar mandinya. Nak Zain mau minum apa nih?" tanya Mamanya Meka lagi.
"Gak usah Tante, nanti aja nungguin Meka selesai aja," jawab Zain yang merasa sungkan.
Tak berselang lama, Meka keluar dari dalam kamar menghampiri mereka.
"Nah.., nih dia orangnya akhirnya muncul juga. Ayo buruan biar makan bareng. Siapin semuanya," suruh Mamanya.
"Iya Ma," Meka menyiapkan piring dan yang lainnya di meja ruang tamu.
Asih juga membantu Meka untuk menyiapkan air minumnya. Lalu mereka makan bersama malam ini dikost Meka. Ini pertama kali Zain makan malam bareng Meka dan Mamanya. Meka merasa senang dan bahagia, Zain bisa mengambil hati Mamanya.
Meka senyum-senyum melihat tingkah Zain yang jaim dihadapan Mamanya. Zain juga sesekali melirik kearah Meka. Mereka saling mencuri-curi pandang saat makan. Tanpa mereka sadari ternyata, Mamanya Meka melihat aksi keduanya.