Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 94: Wedding Mi-ko


Dua hari berselang, setelah perjuangan Dimas siang dan malam memohon ampun pada kanjeng ratu Alisha Fania akhir nya ia di beri kelonggaran.


Fani sudah mulai mau tersenyum lagi kepada Dimas,tampak nya hari ini mood nya membaik.


"uhh.. cantik banget sih sayang ku.."


puji Dimas pada sang istri yang mengenakan gaun berwarna navy dengan taburan svaroski di dada nya yang menambah kesan mewah.


"iya suami ku juga ganteng banget sampe banyak yang ngejer minta di nikahin" balas Fani tersenyum suram.


ia melirik dari cermin ke arah Dimas yang sudah rapi dengan setelan abu abu nya.


ya.. mereka hendak menghadiri acara persatuan kedua elemen api dan tanah yang akan menikah hari ini siapa lagi kalau bukan mi-ko cuople.


"jangan cantik cantik.. Mas nggak mau orang lain menikmati kecantikan kamu" ucap Dimas.


"berbagi itu indah Mas.." Fani menaik turunkan alis nya sambil menatap nakal ke Dimas.


"ohhh.. udah pinter sekarang ya..


nih.. hmm tau rasa kamu.. mmmm,,"


Dimas mengusap usapkan pipi nya ke wajah Fani lalu menghisap bibir nya membuat make up Fani jadi menipis.


"Mas.. mas.. ihh Fani susah payah loh make up begini"


"hahhahaha....


udah gitu aja cantik kok.. yuk berangkat..."


mereka pun bergandengan tangan dan keluar kamar dengan make up Fani yang seadanya namun aura nya tetap memancarkan kecantikan.


"bibir Mas jadi ada lipstik nya tu.."


"biarin.. biar orang tau kalau kamu habis Mas cium"


"hahahha.. yang ada di ledekin tau"


Fani tertawa geli melihat bibir Dimas yang merah merona akibat lipstik Fani.


...~~~~...


Di kamar nya Mila baru selesai di rias, ia memandangi diri nya sendiri di depan cermin.


"ya tuhan.. jika kau bermurah hati.."


baru hendak berdoa meminta pembatalan nikah,tiba tiba bayang bayang roti sobek Riko lewat di pikiran nya,tak lupa senyum manis dengan lesung pipi itu pun menari nari di kepala Mila.


"buatlah aku jatuh cinta pada pilihan mu tuhan"


seketika doa Mila berbelok arah.


lagi pula tinggal menghitung menit ia akan menjadi istri nya Riko,jadi tidak ada harapan lagi.


"aku tak pasrah tapi rela ya tuhan jika harus menikah dengan dia"


doa doa nya semakin kacau kala bayang bayang Riko terus menari nari di pikiran nya.


...-...


...-...


Di sisi lain Riko yang sudah siap menunggu sang pengantin wanita tampak dag dig dug serrr.


akhir nya hal yang di bayang bayangkan menjadi kenyataan.


"tenang lah Riko.. malam ini kau yang berkuasa"


batin Riko menenangkan diri nya,seperti nya ia mengingat betul kesepakatan Mila kemarin.


Para tamu undangan pun sudah mulai memenuhi gedung,di sisi paling depan ada tempat spesial untuk keluarga besar Dimas sebagai atasan sekaligus teman dekat nya.


Di bawah jutaan bunga dan lampu yang menghiasi gedung megah itu keluarlah si ratu sehari Mila dengan gaun princess nya berjalan memasuki altar pernikahan.


seluruh mata di buat pangling oleh penampilan Mila yang sangat cetar membahana bak ratu negeri dongeng itu.


tak pelak Riko pun terjungkal, terguling,dan tercengang melihat penampilan Mila yang berubah dari Mak lampir si penunggu gua hantu menjadi seorang ratu kahyangan.


"iiihww..Bu Mila cantik banget.." Fani gemas sendiri melihat kecantikan Mila.


"sumpah Bu Mila cetar abis..."


"ini pernikahan alam goib nih.. nggak nyata pasti nih"


"aaahh nggak nyangka aku Bu Mila yang selalu bilang amit amit bahkan nyumpahin Pak Riko sekarang malah jadi istri nya"


"the real benci jadi cinta ini mah..."


para karyawan kantor masih saja sulit percaya dengan pernikahan fenomenal ini.


jangankan kalian.. aku juga masih nggak percaya


begitu kira kira suara hati Mila.


Setelah saling mengucapkan janji pernikahan suami dan istri,mereka pun bertukar cincin pernikahan.


Setelah itu mereka semua berdoa untuk kerukunan dan keharmonisan pernikahan ini di pimpin oleh pemuka agama di sana.


Mikhayla adjipratama RESMI menjadi pasangan suami istri"


"wwwuuuuuhuuuuuuuuu....."


"yyeeayyy......"


"selamat Bu Mila....."


"cium..cium.. cium...cium"


para tamu undangan sangat bersemangat,sorakan dan tepuk tangan pun menggema memenuhi gedung tersebut.


"Jangan coba coba !!" Mila mengancam Riko dengan tatapan nya agar tidak mencium nya.


Tapi seperti yang kita tau,bukan Riko nama nya kalau belum membuat Mila naik darah.


tanpa menghiraukan wajah Mila yang hampir mengeluarkan tanduk,Riko menarik leher Mila lalu mencium nya.


"wwuuuuuwwwwwww...."


"kyaaaaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜"


para tamu khsusus nya kaum jomblo ngenes sangat heboh karena menyaksikan adegan itu.


Sementara api yang tadi nya sudah di tahan dalam ubun ubun kini berkobar di kepala Mila.


"woyyy!!" teriak Mila,ia mendorong tubuh Riko dan memukul nya dengan buket bunga hingga menyebabkan beberapa kelopak nya rontok.


Semua pasang mata yang ada di sana langsung membelalakkan mata nya tapi tetap tersenyum.


"ohh tidak.. ku harap kalian tidak bertengkar di sana" gumam rekan rekan nya Mila cekikikan.


"apa? kurang? kemarilah aku akan memberi mu satu lagi" ledek Riko tersenyum lebar.


"ya.. kemari lah jika kau sudah bosan hidup!" Mila menekan gigi nya,ingin sekali dia memukul Riko saat itu juga.


"husstt,,jangan berkelahi simpan tenaga kaian untuk membuatkan kami cucu" celah papa nya Riko di iringi tawa kecil kedua orang tua Mila.


"haishhh!! semua orang sudah gila di sini"


gerutu Mila.


Photografer langsung ambil posisi untuk mengabadikan momen ini.


asisten PG mengarahkan Mila dan Riko untuk berpose seromantis mungkin untuk menunjukkan simbol bahwa mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


"tangan nya pak Riko di pinggang...


mbak Mila agak miring sedikit wajah nya kesini..


nah iya begitu...


senyum tahan...satu,,dua..."


๐Ÿ“ธ๐Ÿ“ธ๐Ÿ“ธ cekrek.....



(anggap aja ni Mi-ko couple,otor lagi males ngedit๐Ÿ˜‚.. sippp?.. sipp๐Ÿ‘๐Ÿ‘)


Setelah itu pemandu acara pun mengumumkan acara selanjut nya.


"baiklah sekarang kita melanjutkan sesi lempar bunga pengantin. bagi para tamu yang belum menikah silahkan merapat kedepan,bagi yang sudah menikah boleh juga kalau mau tambah lagi hahahah.."


Seketika kaum kaum jomblo maju memenuhi lokasi pelemparan buket,mereka sampai berdesak desakan untuk mendapatkan posisi paling depan.


"chh.. dasar norak,hari gini masih aja percaya mitos kuno begitu" ujar Vino tertawa geli,ia menganggap bahwa yang mendapat bunga pengantin akan menemukan jodoh nya hanya lah mitos.


"itu bukan mitos pak, tuh pak Riko dan Bu Mila bukti nyatanya. inget nggak mereka yang dapetin bunga pengantin pak Dimas dan Bu Fani dulu walaupun ujung ujung nya ribut" timpal salah satu rekan nya Mila.


"iya pak.. maju gih sapa tau ketemu jodoh nya" imbuh yang lain nya.


"aakhhh! aku nggak pernah percaya sama mitos kuno begitu,Mila dan Riko itu kebetulan saja jadi jangan ngarang.." bantah Vino,ia pun berdiri meninggalkan kursi nya untuk mengambil makanan ringan di meja prasmanan.


Mila dan Riko sama sama memegang buket pengantin itu,Riko tersenyum tipis dengan tatapan bahagia nya,sementara tatapan Mila penuh dendam seperti orang yang hendak melemparkan bom atom.


"argghh... aku tak percaya menikah dengan makhluk ini gara gara bunga nya Pak Dimas"


batin Mila,tiba tiba saja ia teringat kejadian itu.


para jones yang mengharapkan bunga itu pun menghitung bersama.


"satu....dua...tiga.."


Sssaaatttt...


Mila mengeluarkan semua tenaga nya untuk melempar bunga itu sampai sampai Riko terkejut.


buket yang sudah sedikit berantakan itu pun melayang jauh lalu terjatuh tepat di hadapan tiga orang yang sedang memegang piring snack di tangan masing masing.


buket itu mendarat berserak di hadapan mereka karena tali nya terlepas.


...*******...