Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 109: Guru senior


Mila salah tingkah saat Riko membolak balik lingerie itu.


"itu kain lap.." sahut Mila.


"kok bentukan nya kaya semvak?"


ucap Riko heran.


"oh mungkin memang ****** *****.."


"untuk siapa??" Riko heran, ya walaupun otak nya full ngeres dan doyan nonton video anu anu. tapi dia belum pernah lihat aktris di video memakai itu, kalau langsung? belum pernah! ngeres ngeres gitu si Riko lelaki baik baik yang sangat menjaga harga diri nya.


ia membolak balik cd lingerie itu sambil mengangkat nya ke atas, warna nya hitam polos. untuk perempuan kok tali nya tipis.. apa nggak nyelip pikir Riko. untuk laki laki pun kok kaya nya aneh, sudah pasti kecekik nanti si anaconda.


karena penasaran Riko pun berdiri lalu mencoba nya.


"fffftttt..... hahhahahahahah" gelak tawa Mila pecah saat melihat Riko seperti superman dengan ****** ***** super seksi di luar.


"kenapa ini kecil banget? sempit haduh.. mana bisa nafas nanti tongkat ku" Riko langsung melepaskan cd lingerie itu.


"itu untuk perempuan, untuk ku. kau tidak lihat dia satu setel dengan baju itu? dasar bodoh"


Mila mengumpat Riko sambil terkekeh.


"bodoh kata mu?" Riko melemparkan cd itu ke wajah Mila.


"jadi satu kotak penuh itu hanya kado untuk mu? tidak ada untuk ku?" ucap Riko lagi.


"ini punya mu!" Mila melempar beberapa kotak kond*m dan obat kuat itu pada Riko.


"kau tidak mencoba nya?" tanya Riko melirik ke setelan hot itu.


"tidak perlu, aku tidak akan memakai nya"


"kau tidak boleh begitu, itu tanda nya kau tidak menghargai pemberian orang lain"


"aishh!! jangan banyak bicara, cepat lah kata mu akan menjenguk Fani!"


"coba lah.. aku ingin melihat mu memakai itu.."


"kau gila?!" Mila menggeratkan gigi nya, enak nya di apakan si Riko ini, pikir Mila.


...~~~~...


Di jam istirahat pertama nya, Nurul pergi ke kantin tanpa seorang teman pun. karena penampilan nya yang di nilai amat kampungan para murid lain jadi enggan untuk sekedar menyapa nya.


"hei.. kamu yang di rumah sakit kemarin kan?"


Mei mencegat Nurul bersama empat orang lainnya.


"ohh..kamu" Nurul teringat siapa si Mei ini.


"cihh! kemarin gaya nya sok modis, ternyata cuma anak kampung!" Mei mencibir penampilan Nurul dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Alisha kirana.. nama mu tidak ada di daftar murid beasiswa,dan penampilan mu iuuuhhh..


cuma orang miskin yang menjadi sampah di sekolahan ini!" tukas yang lain nya.


"walapun aku kampungan, setidak nya mulut ku bersih" sahut Nurul sambil tersenyum smirk ke arah mereka, lalu ia pergi dari sana sembari menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam.


"ihh.. anak itu benar benar nggak tau malu!"


rutuk Mei kesal. Mei adalah siswi kelas 11 dan merupakan salah satu siswi yang mendapatkan beasiswa di sana. ya gadis 17 tahun itu tak lain adalah saudari tiri Nurul, namun mereka sama sama tak mengetahui itu.


Sebenar nya nyali Nurul agak menciut tadi, tapi ia melihat sekeliling gedung ada pengawal yang memperhatikan nya diam diam,atas permintaan Rianti. jadi Nurul sedikit berani melawan mereka. ia sangat syok dengan murid murid di sekolah ini, ntah karena mereka semua anak orang kaya atau memang tabiat mereka semua begitu.


yang jelas sekolah ini benar benar beda dari sekolahan sebelum nya.


...~~~~...


Di rumah sakit..


"Fani....."


Mila sangat antusias dan senang bisa bertemu lagi dengan Fani. ia langsung memeluk Fani yang masih terbaring.


"sudah membaik? tidak terjadi masalah besar kan?" tanya Mila.


"baik Bu, ibu apa apa kabar?"


"huh.. jangan tanya kabar ku, setiap hari seperti sedang berperang kami.."


Mila dan Fani mengobrol sambil membahas kesana sini,biasa lah ibuk ibuk.


Sementata itu Dimas dan Riko mengobrol tentang ilmu sanubari sambil berbisik bisik.


"bagaimana? berhasil saran dari ku?"


Dimas membahas tentang ilmu yang ia ajarkan, yaitu melepaskan handuk di depan istri nya.


"hh! saran mu benar benar kacau. alih alih terpana Mila malah selalu kabur atau bahkan ingin melemparku. aku seperti sedang uji nyali jika melakukan itu"


"apa kau melakukan nya saat si jeki berdiri?"


tanya Dimas lagi.


"pantas saja dia ingin melempar mu! bodoh sekali kau ini. lakukan di saat si jeki sudah berdiri tegak agar dia menyaksikan kehebatan dan sensasi nya. buat pesona semenarik mungkin.


percaya lah,cara ini ampuh meluruhkan mereka yang malu malu mau" Dimas seperti seorang sesepuh yang sedang memberikan wejangan kepada murid nya.


memang kalau soal ini Dimas jago nya, tapi kalau mau yang lebih pro lagi,maka Vino jawaban nya.🤭


Mila dan Fani menoleh secara bersamaan dan menatap mereka dengan tajam, mereka berdua curiga dengan apa yang di bicarakan oleh Dimas dan Riko dengan sangat rahasia itu.


"bahas apa sih Mas? jangan bilang kalian berdua mau kencan di belakang kami?" ujar si bumil overthingking.


"nggak sayang.. Mas lagi bahas mengerjakan proyek kilat, agar cepat berkembang" sahut sang guru mantab mantab.


"kok bisik bisik?" tanya si bumil lagi.


"nanti di dengar anak kita gimana? kamu mau anak kita pusing di dalam karena mendengar pembahasan proyek ini?"


"ohh.. gitu, ya udah lanjut deh bahas nya.."


Fani mengangguk polos sambil mengunyah buah yang di bawakan Mila.


"Fani.. saya mau cerita,tapi rahasiakan ya.."


kini giliran Mila yang berbisik bisik.


"apa Bu?"


Mila melihat dulu ke arah Riko sebelum berbicara untuk memastikan Riko tak kan mendengar nya.


"waktu kamu menikah ada yang ngasih kado aneh aneh nggak? semacam baju baju seksi,kond*om dan lain nya?"


"ada Bu.. banyak banget malah,apalagi teman teman nya Mas"


"terus semua di pakai? kapan kamu mulai pakai?"


"hmm.. baju seksi nya Fani pakai sebulan sesudah menikah,karena awal awal masih malu heheh..


tapi kalau kond*m kami nggak pernah pakai maka nya langsung jadi" Fani menepuk nepuk pelan perut buncit nya yang menunjukkan hasil kerja keras mereka bedua.


"apa Pak Dimas yang meminta baru kamu mulai pakai?"


"tadi nya iya Bu, kalau nggak di minta Mas untuk pakai Fani nggak pakai. tapi lama kelamaan pede aja Fani toh kalau pas nganu keliatan juga semua nya" seperti nya kali ini Fani yang menjadi supervisor nya Mila dalam hal 'nganu'.


"begitu ya..." Mila menyimak betul jawab jawaban Fani, walaupun belum tau kapan ia akan mencintai Riko. tapi berencana untuk menjadi istri yang baik karena bagaimana pun juga Riko itu suami nya dan ia sadar Riko berhak atas diri nya.


...~~~~...


Bian mengirimkan pesan teks kepada Nurul.


jam menunjukkan pukul 15:30 dan Bian sudah memastikan ajakan nya tidak menganggu jam sekolah Nurul.


"dek.. saya hari ini libur, mau saya ajak jalan nggak?"


Belum sampai lima menit Nurul sudah membalas pesan nya.


"kemana pak?"


"*ke kampus rencana.. kamu kan suka dengan barang barang antik, kebetulan di sana ada pameran dari mahasiswa Seni hari ini"


"boleh deh kalau gitu pak*.."


Nurul menyetujui nya, ntah dari mana para lelaki itu mengetahui kalau Nurul menyukai sesuatu yang berbau seni. ia kembali memasukkan ponsel nya ke saku dan melanjutkan kegiatan kesukaan nya yaitu menyirami bunga bunga di taman.


Dari dalam rumah,Rianti menghampiri Nurul karena dari tadi di panggil tidak dengar.


"nak.. nanti jam lima tante Duma mau meresmikan peluasan klinik nya. kamu ikut ya,kita bareng bareng ke sana"


Nurul specless sesaat karena jam itu dia sudah berjanji pada Bian akan pergi bersama.


"oh. iya ma.." jawab nya gugup.


Tanpa basa basi ia pun mengirimkan pesan lagi kepada Bian agar pergi tanpa nya karena ia akan pergi bersama keluarga nya.


"pak maaf sebelum nya, barusan mama bilang kalau nanti sore ada acara di klinik tante Duma. jadi kami mau pergi kesana. maaf ya pak, bapak ajak temen lain aja nggak apa apa kan?"


Bian sedikit kecewa membaca pesan itu, karena bukan pameran nya yang penting. tapi moment bersama Nurul lah yang ia nanti nanti.


dasar bujang kurang di belai ya begini ni.


Tapi tiba tiba otak emas nya memunculkan ide yang sangat waw..


ia pun membalas pesan Nurul.


"Bu duma? kebetulan saya juga di undang kesana kalau kamu tidak keberatan kita bisa pergi bersama sama nanti bareng keluarga kamu"


yaps.. karena Duma senior nya saat masih di rumah sakit, tentu saja Bian juga mendapatkan undangan itu.


Nurul pun menyetujui Bian atas izin Rianti yang memperbolehkan nya bergabung. itung itung balas budi karena sudah bekerja keras menolong cucu dan menantu nya.


"oke pak.. Nur tunggu ya.."


balas nya kepada Bian.


...********...