Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 39 : Dimas traveling


Fani mengantarkan Dimas yang hendak ke kantor sampai depan pintu,tak lupa Dimas mengecup mesra kening Fani.


"hati hati mas..." ujar Fani sambil melambaikan tangan nya,tak lupa senyum manis bak madu di lemparkan kepada Dimas. membuat Dimas merasa dapat Vitamin hingga tubuh nya menjadi lebih bugar.


"Love u....." ujar Dimas dengan senyuman tak kalah manis nya sambil memainkan sebelah mata.


pandangan Fani pun tak lepas mengikuti keberangkatan Dimas.


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan seseorang tengah berdiri di atas balkon sembari memperhatikan gerak gerik mereka. siapa lagi kalau bukan Sean, ia sembunyi di balik tanaman hias nya dengan wajah emosi karena melihat Dimas yang sangat bahagia dengan kehidupan baru nya.


semakin jengkel lagi ia ketika mengingat respon Fani yang sepertinya susah untuk di kuasai apalagi dengan uang.


Tiba tiba Sean teringat dengan kenalan nya yang seorang model cantik dan terkenal di luar Negeri,dan ia merupakan Cinta pertama Dimas saat masih kuliah dulu. ide iblis pun seketika muncul di kepala nya untuk menghancurkan kepercayaan Fani pada Dimas.


...~~~~...


Siang hari nya seperti biasa Fani mengantarkan makan siang Dimas kekantor sekalian melepas rindu dengan rekan rekan kerja nya.


"Aaaaak....." Dimas membuka mulutnya dengan manja agar di suapi oleh Fani.


"hahaha... Mas ini kaya bayi gede" Fani cengengesan melihat tingkah manja Suami nya itu.


Dimas kembali menggoda Fani dengan tatapan nya.


"kenapa?? apa karena Mas menghidap ++ semalam maka nya kamu bilang Mas bayi?"


"ssstttttt....Mas.. kedengeran nanti loh."


Fani seketika kaget dan langsung menepuk bahu Dimas.


Dimas: "hahahahahha.....nggak ada siapa siapa di sini sayang.."


"udah udah.. makan dulu nih." Fani menyodorkan sesendok nasi kepada Dimas.


"mmmm... masakan istri ku emang paling the best..."


"Fani senang liat Mas lahap makan nya,Fani pikir mas nggak bakalan doyan karena ini pertama kali nya Fani coba coba masak"


"sayang.. semua tentang diri mu itu selalu enak,apalagi semua nya pertama kali semakin nikmat rasa nya." lagi lagi Dimas memandangi Fani dengan tatapan nakal nya.


Fani yang paham kemana arah pembicaraan Dimas pun jadi salah tingkah sendiri.


"Mas.. Fani cubit loh kalau bahas aneh aneh lagi"


"hahaha..kan bahas masakan sayang. dimana aneh nya coba, atau pikiran kamu nih yang aneh aneh?? hayoo.. pingin lagi kan,ngaku.."


goda Dimas sambil mencolek colek pipi Fani yang sudah panas dan merah merona.


"Mass...." Fani melayangkan cubitan kecil ke perut Dimas.


"ahhhh... iya iya..ampun sayang.."


Dimas meringis pedih karena cubitan Fani terasa menusuk sampai ke tulang rusuk.


"udah makan dulu Mas,keburu dingin nih nasi nya"


ujar Fani sambil menyodorkan sesuap nasi lagi.


Pluk,,


Nasi yang si sendok Fani terjatuh di lantai karena tersenggol oleh Dimas yang asik bercanda.


"kan.. Mas sayang tu nasi nya jatuh"


"yaa maaf sayang.. Mas nggak sengaja"


"hhmm...,, ya udah deh Fani bersihin bentar,keburu lengket di lantai" ujar nya sembari berjongkok tepat di depan Dimas,karena nasi nya jatuh di dekat sepatu nya Dimas.


Melihat Fani berjongkok di depannya,Dimas sampai menelan ludah karena membayangkan sesuatu yang membangkitkan pusaka nya.


air liur Dimas sampai mau menetes melihat Fani yang sedang menunduk khidmat di hadapan nya.


Ceklek.....


"ekhmm..hmm.."


Vino seketika menjadi panas dingin melihat itu.


Dimas dan Fani yang tidak melakukan apa apa pun menoleh dengan wajah santuy.


"aku tau sih kalian pengantin baru,tapi nggak di kantor juga kali." batin Vino sambil mengipasi wajah nya dengan selembar Map.


"ada apa??" tanya Dimas.


"ini pak...anu,, tolong di periksa dan tanda tangani pak." ujar Vino terlihat gugup.


Sementara Fani hanya memandangi Vino dengan tatapan heran.


setelah menyerah kan berkas tersebut,Vino segera beranjak dari sana agar tak menganggu Fani yang sedang sungkeman dengan Dimas.


...~~~~...


Dibandara tampak seorang model seksi dengan bodi aduhai bak gitar spanyol, berkulit putih dan memiliki pahatan wajah yang amat sempurna sedang berjalan menuju jemputan pribadi nya.


Di kelilingi bodyguard dan wartawan wanita itu tampak menyeringaikan bibir nya yang tipis hingga memancarkan aura kecantikan nya.


dia lah Shu Zeyra atau lebih akrab di sapa Zey model cantik blasteran Cina-indo yang sudah lama kenal dengan Sean dan dialah cinta pertama Dimas saat masih kuliah dulu.


tapi asal kalian tau,hati nya tak secantik rupa nya yang menawan. itulah yang membuat Dimas memutuskan nya,tapi ia bercerita kepada Sean kalau dirinya belum bisa move on dari Dimas.


Kedatangan nya kesini tak lain karena Sean lah yang menyuruh nya. btw Sean merupakan CEO agensi di tempat Zey bekerja sebagai model internasinal.maka dari itu ia bisa dengan mudah menyuruh Zey terbang ke indonesia hari ini juga.


"kau sudah sampai??" Sean menelpon dari dalam mobil yang siap menjemput Zey.


"hmm... mungkin aku sedikit terlambat karena wartawan di sini sangat heboh." ujar Zey kesal sambil terus berpura pura tersenyum manis.


"hahah.. baik lah,aku mengerti karena tak ada yang bisa mengabaikan kecantikan mu." sahut Sean sambil menyeringai licik. ia sudah merencakan akan memporak porandakan kebahagiaan Dimas dengan mendatangkan Zey sebagai umpan.


...~~~~...


Kembali ke Dimas....


Fani heran melihat wajah Dimas yang berkeringat perasaan AC hidup,cuaca juga dingin.


"Mas kenapa kok keringetan?"


"ahh.. ini sayur nya pedes" sahut Dimas sambil memalingkan wajah nya.


Fani: "masa sih.. perasaan nggak pakai cabe lauk nya."


Dimas langsung kikuk saat sadar alasan nya tak masuk akal.


tanpa sengaja Fani kembali menjatuhkan sedikit nasi yang hendak di bereskan nya. ia pun langsung menunduk lagi hendak membersihkan nasi itu.


"jangann!!! biar aja.." Dimas menarik tubuh Fani keatas agar tidak berjongkok lagi.


ia tak mau benda pusaka nya terbangun lagi karena melihat Fani berjongkok di hadapan nya.


"jorok loh Mas.. nanti di rubungi lalat kalau nggak di bersihkan."


"biar aja. nanti OB yang bersihkan."


Dimas berusaha menahan diri agar tak berpikiran yang aneh aneh.


Fani pun menurut saja,ia tak tahu kalau kelakuan nya membuat sang Suami menjadi panas dingin tak karuan.


...******...


Maaf ya beb kuh...maafin otor telat update karena lagi berkunjung ke rumah mertuaπŸ™ƒ disini ruameee banget jadi nggak bisa konsentrasi dapetin feel nyaπŸ’† sekali lagi maaf ya bebπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™



Shu Zeyra.