Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 29 : Wedding day..


Pukul 17:00


Hari yang di nantikan semua orang (Adimas khusus nya) pun tiba.


Tampak para tamu kelas atas dan konglomerat ternama di dalam dan luar Negeri berdatangan secara bergantian.


Suasana Gedung yang sangat mewah dengan nuansa biru putih itu pun tak lepas dari kilatan cahaya kamera dari berbagai stasiun televisi.


Di kamar nya,Fani terlihat sedang duduk melamun di depan cermin.


ia memandangi wajah nya yang sudah di balut oleh make up pengantin.


" buk.. Fani memenuhi permintaan ibuk..


doakan Fani ya buk agar bisa menjadi istri yang baik untuk om Dimas."


ujar Fani sambil meremas kedua tangan nya.


air mata nya juga menetes perlahan menuruni pipi nya membentuk aliran kecil.


ia sangat merasa sedih hingga dada nya sesak, hari pernikahan harus nya menjadi hari yang paling membahagiakan bagi semua wanita.


namun tidak bagi Fani, ia tidak menyangka di hari pernikahan nya tidak ada orang tua yang mendampingi.


di tambah diri nya yang masih belum mencintai Dimas, semakin membuat nya merasa kalau pernikahan ini seperti cobaan,bukan kebahagiaan.


"kak..?? udah siap?" tanya Dika dan Nurul dari luar kamar.


mereka berdualah yang akan mengantarkan kakak sulung nya ke altar pernikahan.


" iyaa..." jawab Fani sambil menyeka air mata nya. ia tidak ingin adik nya mengetahui kalau diri nya habis menangis.


Dika dan Nurul pun masuk,lalu mereka menggandeng Fani dari kedua sisi dan berlajan perlahan ke luar kamar.


Sementara itu Dimas dan orang tua nya sudah berdiri di atas pelaminan.


Dimas langsung terperangah ketika melihat Fani dengan gaun pengantin,ia merasa seperti sedang melihat putri kahyangan.


"benarkah dia akan menjadi istri ku?"


batin Dimas dengan jantung yang hampir melompat.


Fani tersenyum lembut ke arah Dimas, ia juga takjub dengan penampilannya Dimas lebih bersahaja dan menawan dari pada biasa nya.


" hhh... aku nggak nyangka om Dimas akan menjadi suami ku." batin Fani sambil menaikkan garis bibir nya.


...~...


Di sisi lain..


Mila sedang sibuk memilih baju untuk menghadiri pernikahan Dimas dan Fani, ia hampir mengeluarkan seisi lemari nya namun tak kunjung menemukan yang pas di hati nya.


Tak mau pusing,Mila pun akhir nya memakai dress berwarna merah terang dengan panjang hanya di atas lutut.


lalu ia terburu buru mengambil tas jinjing nya dan segera berlari menuju pintu.


"turunkan rok mu..!!"


tiba tiba kalimat itu muncul di kepala nya entah dari mana.


Lalu Mila berbalik lagi ke depan lemari nya,


ia segera mengganti pakaian nya dengan gaun yang lebih panjang serta warna yang tidak terlalu mencolok.


setelah itu ia pun terburu buru lagi berjalan ke menuju pintu.


" hhaiishh...! apa yang ku lakukan. kenapa aku mendengarkan kata kata anak itu!!"


ujar nya kesal, ia baru saja tersadar bahwa Riko lah yang mengatakan kalimat itu.


"ahh sudah lah.. tidak ada waktu lagi.


aku harus cepat agar tidak ketinggalan sesi melempar bunga pengantin."


Mila memang sangat menantikan momen itu, sebelum nya ia selalu tidak bisa mendapatkan bunga pengantin.


kali ini ia akan berusaha mendapatkan nya,karena ia percaya jika menangkap bunga pengantin akan membuat nya bertemu dengan jodoh nya.


" ASTAGA!!!.ngapain bapak di sini??"


Mila sangat terkejut saat membuka pintu nya dan Riko sudah berdiri di sana.


Riko: "lama banget sih.. saya udah 38 menit berdiri di sini tau?!"


"mana kunci mobil kamu??"


tanya Riko dengan wajah angkuh nya.


Mila mengeryitkan alis nya,ia tidak mengerti kenapa Riko menanyakan itu.


Riko melihat ketangan kanan Mila dan langsung merebut kunci mobil nya lalu berjalan meninggalkan Mila.


"hehh mau ngapain pak??" Mila langsung berlari mengejar Riko.


"mobil saya bocor. jadi saya butuh tumpangan.


kalau kamu keberatan pesan saja taksi."


Jawab Riko ketus.


"kenapa nggak bapak aja yang pesan taksi..!"


"nggak sempat."


jawan Riko datar.


Mila pun mengikuti langkah Riko dengan cepat sambil menggerutu,mengumpat,dan menyumpahi Riko saking kesalnya.


Mila dan Riko tinggal di apartemen yang sama,jua mereka bersebelahan.


namun tak ada satu orang pun di kantor yang tau kalau mereka sebenar nya sudah lama bertetangga.


...~~~~...


Kembali ke pernikahan Dimas&Fani..


Di depan para tamu dan keluarga, Dimas dan Fani bergantian mengucapkan janji pernikahan mereka secara resmi.


setelah itu Dimas pun memakai kan cincin pernikahan ke tangan Fani dan gantian Fani yang memakai kan cincin ke jari manis Dimas.


Para tamu bersorak serempak mengatakan


"ciumm....!! cium..!! ciumm...!! ciumm..!!"


Wajah Fani pun seketika merah padam saat mendengarkan sorakan mereka.


Dimas menatap Fani seakan memberikan kode


"ayo kita lakukan."


sehingga membuat tubuh Fani menjadi panas dingin tak karuan.


"Ayoo ciummm!!!!!"


teriak Mila dan rekan yang lainnya.


"boleh kah??" tanya Dimas berbisik kepada Fani.


Fani hanya mengangguk dengan senyum keraguan di wajah nya.


Dimas menarik kepala Fani lalu ia mengecup lembut kening Fani.


dengan berat Fani pun menggerakkan bibir nya untuk tersenyum,karena ia tidak mau merusak suasana bahagia ini, terutama kebahagiaan yang terpancar di wajah Dimas.


Momen yang di nantikan oleh Mila pun tiba.


Dimas dan Fani membelakangi para tamu dan bersiap untuk melemparkan buket di tangan Fani.


para karyawan yang masih single pun segera merapat ke depan pelaminan.


Dimas: "satu..."


Fani: "dua.."


Dimas~Fani: " tigaaaa...."


Mila melompat sekuat tenaga nya untuk meraih bunga tersebut.


Mila berhasil meraih nya namun di saat yang bersamaan tangan jenjang milik seorang lelaki juga menangkap bunga tersebut.


" ya ampun.. secepat ini kah aku bertemu jodoh ku??" batin Mila sambil tersenyum girang. ia pun menoleh perlahan.


"Amit Amit.!!!!!" tiba tiba wajah Mila berubah menjadi sangar ketika melihat lelaki yang menangkap bunga itu ternyata Riko.


"sini bunga nyaa!!!!" Mila berusaha menarik bunga itu dari tangan Riko.


"kenapa?? memang nya cuma kamu yang mau menikah??." Riko tetap meluruskan tangan nya ke atas sambil memandangi Mila sangat sinis.


Mila pun berusaha merebut bunga itu dari tangan Riko.


orang orang dari kantor mereka pun menertawakan mereka, sudah makanan sehari-hari bagi mereka melihat Riko dan Mila seperti itu.


Kini tiba saat nya para tamu menyalami Dimas dan Fani ke atas pelaminan.


"selamat pak Dimas.."


ucap para rekan bisnis Adimas bergantian.


"semoga cepat dapat momongan ya.."


Fani tersenyum kecut mendengar ucapan itu.


Para tamu juga menyalami orang tua Dimas serta Dika dan Nurul yang berdiri di kedua sisi pengantin.


(Ayu duduk di kursi dengan Adit&Rianti)


Setelah tamu jauh selesai memberikan ucapan selamat, kini saat nya orang orang di kantor dan teman teman Dimas yang menyalami mereka.


" om,tantee.... heheheh selamat yaa.. akhir nya kesampaian juga punya menantu lokal." ujar Vino menggoda Rianti.


" hahaha..kamu ini... cepat nyusul yaa."


balas Rianti sambil menepuk bahu Vino.


"selamat ya bos.. jangan lupa pelan pelan buka segel nya." bisik Vino terkekeh.


"mau ku robek bibir mu??!" Dimas menekan suara nya di telinga Vino.


Vino merupakan anak dari adik kandung nya Rianti, ya tak salah lagi.


Dimas dan Vino adalah sepupu tapi hubungan mereka tidak seakrab saudara sepupu pada umum nya.tak jarang mereka bertengkar hanya karena hal hal sepele,bahkan dulu saat kuliah mereka sering terlibat asmara dengan gadis yang sama.


...~~...


Malam pun larut.


Kini resepsi Dimas dan Fani sudah di penghujung acara, para tamu yang masih di sana asyik menikmati hidangan dan juga Wine yang di sediakan.


tak sedikit juga dari mereka yang mabuk dan menari nari tak jelas di atas panggung hiburan.


Sementara Dimas dan Fani terlihat sedang duduk di singgasana sehari mereka sembari saling menatap malu malu.


...***********...



mohon doa dan restu nya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿคญ


maafkeun editan otor yang semrawut ini๐Ÿ˜