
Sebelum acara...
Sore itu Fani sedang membantu ibu nya yang sedang berberes warung.
"ibuk.. istirahat aja sana, biar Fani yang lanjutin berberes." ujar Fani meminta Nita untuk berhenti,Fani mengamati wajah ibu nya yang terlihat pucat tidak seperti biasa nya.
"ibuk sakit lagi ya??" Fani memandang wajah Nita dengan seksama.
"ibuk cuma meriang sedikit mungkin karena minum es tadi." jawab Nita tersenyum lembut.
"udah ibuk istirahat aja..." bujuk Fani.
"ibuk nggak apa apa nak.. " Nita tidak mau mendengarkan Fani,karena ia merasa masih kuat kalau hanya sekedar berberes.
" nak,, om Dimas itu orang nya baik banget. ibuk yakin dia bisa bimbing dan jaga kamu." ujar Nita tiba tiba.
"ibuk harap kamu bisa menerima om Dimas apa ada nya." sambung nya lagi.
Fani tak mengerti kenapa tiba tiba ibu nya berkata demikian.ia merasa kalau ibu nya sedang berusaha menerima lamaran Dimas secepat nya.
"ibuk apaan sih.. Fani tau kok kalau om Dimas baik."
"ibuk yakin om Dimas bisa bahagiain kamu, bisa menggantikan masa muda mu yang sia sia terbuang karena membantu ibuk cari uang."
ujar Nita sambil menggenggam tangan Fani,air di pelupuk mata nya juga menetes perlahan saat menatap wajah putri sulung nya itu.
Fani hanya memeluk ibu nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pedih rasa hati nya melihat wanita tangguh yang sudah berjuang mati matian selama ini meneteskan air mata.
"ibuk..Fani bahagia kok, Fani nggak ngerasa buang buang waktu,Fani bangga malah bisa bantu ibuk. bisa meringankan beban yang ibuk pikul sendirian selama bertahun tahun." ucap Fani lirih seraya menyeka buliran air yang mengalir di pipi ibu nya tercinta.
"ibuk jangan nangis lagi ya.. Fani nggak mau ibuk sedih." imbuh nya lagi sambil tersenyum lebar ke ibu nya.
***flashback off..
Kembali ke acara ....
Semua orang yang ada di pesta itu terperangah dengan tampil nya Dimas di atas panggung tanpa di dampingi sekertaris atau pemimpin lain nya.
mereka menduga kalau naik nya Dimas bukan sebagai Presdir perusahaan, melainkan ada alasan tertentu.
Para karyawan khusus nya kaum hawa tak henti henti nya berdecak kagum karena banyak dari mereka yang tidak pernah melihat Dimas secara langsung.
"waawwww...beneran pak Dimas??"
"uuuhhh.. ganteng nyaa..."
ujar mereka bergantian sambil terperangah.
Dimas pun memberi kode kepada band pengiring di sisi panggung untuk memainkan irama akustik yang telah ia siapkan sebelum nya.
Irama pun di mainkan dengan sangat apik sehingga para tamu dan karyawan di sana terbawa perasaan oleh melodi yang sangat romantis itu.
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
Dimas meraih tangan Fani dan meletakkan nya di bahu nya.
๐ถ๐ถ
" wuuuuhuuuuuuu...!!!!!"
seisi ruangan pun langsung bersorak sambil memberikan tepuk tangan.
๐ถ๐ถ๐ถ
Lalu Dimas menggenggam tangan kanan Fani,
ia memandang Fani dengan lembut dan penuh cinta lalu mereka berdansa dengan sangat romantis dan di saksikan jutaan pasang mata.
Tak sampai di situ saja,dengan microphone yang menempel di pipi nya,Dimas menyanyikan sebuah lagu romantis sambil berdansa mesra dengan Fani.
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
...Indah nya bulan tak seindah wajah mu...
...pandangan mu~~ menembus jantung ku...
...belaian mu~~ menghangatkan tubuh ku...
...bersama mu kasih..ku bahagiaa...
...bersama mu kasih aku damai...
...hanya dirimu di hati ini.....
...engkau lah sayang ku......
...engkau lah cinta ku.....
...engkau lah sayang ku.....
...engkau lah cintaku......
...Dekap lah aku duhai sayang ku~~.....
...peluk lah aku duhai kasih ku~~.....
...aku rindu kehangatan mu~~.....
...aku rindu belai tangan mu~~.....
...Ku mencintai muu......
...ku sayang pada mu.....
...kau idaman hati kuu~~.....
Selesai berdansa dan menyanyikan lagu
Dimas langsung berlutut di hadapan Fani dengan kotak cincin berwarna silver berkilau di tangan nya.
Fani tidak mengerti lagi harus apa.. sungguh malam yang indah dan mendebarkan bagi nya, ia tersipu malu sambil menutup mulut nya karena terkejut Dimas akan melamar nya di depan banyak orang.
"kalau ku tolak..." batin Fani ragu ragu.
"wwuuuuuwww....!!"
"kyaaaaaa..!!!!!"
seisi ruangan bersorak heboh melihat adegan romantis tersebut.
Mila pun jingkrak jingkrak kegirangan sambil meremas kuat lengan orang di sebelah nya
yang tanpa ia sadari orang itu adalah Riko.
sementara wajah Riko sudah seperti orang menahan BAB karena kelakuan Mila.
"terimaa..! terima..! terimaa..!"
sorak mereka serempak sambil bertepuk tangan.
Baru akan membuka bibir nya untuk bicara, seorang pengawal naik ke atas panggung dan membisikkan sesuatu yang serius kepada Dimas dan Fani.
"apa??!!" Fani dan Dimas sama sama terkejut dan langsung berlari menuruni panggung sambil bergandengan tangan.
Adit dan rianti pun langsung menyusul mobil Dimas yang sudah melesat laju membelah jalanan yang cukup ramai.
...*********...
## *lagu cover by: Reza priyanayoga
otor saranin ini versi akustik nya,karena kalau versi dangdut nggak dapet fell nya.
pake headset dan bayangin deh Dimas&Fani lagi dansa mesra sambil tatap2 an. behhh baper bangettt...!๐
*alumni ikan terbang ngacung๐๐*.