Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 69: Privasi


Melihat raut sedih Nurul, Vino jadi


merasa bersalah karena mungkin


kata kata nya barusan menyinggung


perasaan nya.


"khm... maafin Saya ya,


tidak seharus nya Saya berkata begitu."


ia menarik tubuh mungil Nurul kedalam


dekapan nya.


"nggak Mas, harus nya Nur yang minta


maaf karena belum bisa jadi istri yang


sempurna.."


"hei.. jangan ngomong gitu ah.


kamu itu sempurna, sangat sempurna..


maaf karena memaksamu dalam hal ini."


Lagi pula sudah perjanjian dari awal


kalau Nurul ingin fokus dulu untuk


mengejar cita-cita nya.


Kecupan hangat di layangkan Vino


ke kening Nurul.


"kamu jangan berfikiran negatif ya


karena ucapan Saya tadi.


kamu fokus saja dengan kuliah mu,


jadi lah wanita hebat, tangguh, dan


bersinar. kamu bebas melakukan apapun


selama kamu ada dalam genggaman


Saya."


"makasih Mas.."


sahutnya tersenyum manis sembari


meresapi kehangatan yang di berikan Vino.


...~~~~...


Di garasi depan, Ayu dengan seragam


sekolah nya mondar mandir karena


ia tak mendapati seorang supir pun di sana.


"isss!! ini pada kemana sih??


ada urgent apaan coba sampe pak supir


pergi semua. mana kak Dika udah berangkat lagi." rutuk nya kesal.


"loh.. Yu, kok belum berangkat?"


tanya Adit yang habis joging mengelilingi


halaman rumah.


"Pak supir nya pada kemana ya Pa?


Ayu kok di tinggal.."


"Pak Budi sih nganter mama ke rumah


tante Gita tadi, dia udah lahiran kata nya.


kalau Pak Rizal jemput si kembar sama kak


Fani tadi, kata nya Mas mu mendadak ada


meeting luar kota."


"Pak Anto?"


tanya Ayu lagi.


"mmm.. dia Papa suruh antar berkas


ke kantor, soal nya ada klien penting


yang nunggu."


"laah.. terus Ayu sekolah nya gimana Pah.."


rengek nya, bisa saja sih naik taksi.


cuma jam segini biasa nya jarang ada


taksi yang lewat.


"Vino? udah berangkat dia?"


"udah Pa.. Papa yang anterin Ayu ya..


pliss...πŸ™πŸ˜”


Ayu ada tugas penting yang harus


di kumpul Pa.."


"hmm.. iya iya.. tapi naik motor ya.


Papa lagi pengen motoran heheh.."


perut buncit Adit ikut goyang kala ia


menunjukkan tawa kepada anak bontot nya.


"Sippp.. yang penting nyampe.."


sahut Ayu girang sambil mengikuti langkah


Papa nya.


ZZZRTTTTT!!!


Hampir saja Adit jantungan karena sebuah


mobil sedan hitam ngerem mendadak di


depan rumah nya.


Si pengemudi yang tak lain adalah Rey pun


turun tergesa gesa sampai


lupa menutup pintu mobil nya.


"Pak. Saya mau ambil dokumen kontrak


yang..."


"saya suruh Anto antar ke kantor."


potong Adit cepat.


"lah? kapan?"


"baru 15 menit yang lalu.."


Rey hanya bisa garuk kepala, udah ugal ugalan


ngalahin valentino rosi, eh malah Zonk.


"memang nya siapa yang handle?"


Adit tampak khawatir, karena biasa nya


hanya Dimas yang bisa meyakinkan klien


untuk tekan kontrak.


"Pak Riko Pak.."


"ohhw.. syukur lah.."


ia langsung lega saat mendengar nama Riko.


ya, Direktur paling kompeten yang terkenal


seantero gedung kantor.


Baru hendak pamit undur diri, tiba tiba


Adit menarik lengan Jas Rey.


"kamu ada kerjaan?sibuk nggak?"


"e.. tidak Pak.."


"jangan bilang Papa nyuruh si luwak itu


untuk nganterin aku."


batin Ayu sudah mulai tak enak.


"anterin anak Saya ya.. supir pada pergi.


searah kan? bisa?"


Di tolak nggak enak, di terima ya ogah..


"t..tapi Pak.."


"tuh, sama Rey aja ya. Papa gerah mau mandi."


"ih.. Papa..! sama Papa aja looh.. plisss..


kata nya mau motoran gimana sih.


nanti kena angin motor seger tuh Pa.."


bujuk Ayu bersikeras.


"Papa tiba tiba nggak mood."


ucap nya enteng.


"hhhhfff..."


Ayu hanya mendengus kesal sembari


memutar bola mata nya.


"hiss! Ayo buruan.."


ketus Ayu memasuki mobil Rey.


"eh.. nggak sopan kamu, Saya bukan


supir kamu." balas Rey tak kalah ketus.


"nyenyenyii...."


ledek Ayu jengkel.


Mereka berdua memang terbilang labil.


kadang adem, kadang kisruh seperti sekarang


ini. adakalanya sikap Rey yang sangat peka


membuat Ayu lembut. ada pula waktu dimana


Ayu jengkel karena Rey selalu mengucapkan


apa yang ia ketahui walau di depan orang orang.


Misal nya Ayu sedang berusaha menahan


kentut. maka Rey yang bisa membaca


ekpresi Ayu langsung saja nyeletuk


siapa coba yang tidak malu?


"loh kok belok ke sini?"


Ayu heran saat Rey berbelok ke arah lain.


"rumah Saya nggak jauh dari sini."


sahut nya dingin.


"jangan macem macem ya Pak!"


Ayu jadi sedikit panik,


siapa yang tau kalau Rey ternyata


punya niat terselubung. tengil tengil gini juga


bodi Ayu bisa buat para Buaya klepek klepek.


"nggak usah ge'er deh kamu.


Saya cuma mau ambil laptop.


lagian kamu bukan tipe Saya."


Ayu nggak berharap lebih sih, tapi mendengar


ucapan Rey barusan kok nyelekit ya di hati.


Sampai lah mereka di rumah Rey, rumah


bergaya minimalis yang terletak di tengah


pepohonan rindang. bisa di bilang perumahan


komplek sih, cuma jarak nya cukup jauh dari


satu rumah ke rumah lainnya.


Ayu menunggu di mobil sambil mengunyah


permen karet.


"rumah sama orang nya sama aja.


sama sama angker.."


ia bergidik saat mengamati sekeliling yang


sedikit gelap karena rindang nya pepohonan.


"omong omong lama banget sih?


pingsan apa tu orang?"


Ayu pun turun karena sudah hampir 20 menit


Rey di dalam rumah.


"Pak...?


waaahhhhh....."


Ayu di buat takjub dengan pemandangan


interior di sana.


"tunggu aja di mobil. Saya bentar lagi ke sana."


seru Rey dari kamar nya.


Ayu mengernyit heran, kok sedikit mencurigakan?? ia pun memutuskan untuk


melihat sebenar nya sedang apa Rey di dalam sana.


"ambil laptop atau buat laptop? lama amat."


gumam nya heran sekaligus jengkel.


Sesampai nya di depan kamar Rey, ia lebih


tercengang lagi saat melihat desain yang amat mewah di kamar Rey.


Nuansa Hitam dan Abu-abu yang membalut


menimbulkan kesan mewah di setiap inci


ruangan itu. di tambah susunan rak yang


amat rapih di penuhi buku buku, membuat


Ayu insecure. ya jika di bandingkan dengan


susunan kamar nya jauh banget..


bagaikan pinang di belah petir.


Rey yang tengah merapikan sesuatu


menyadari kehadiran Ayu di sana.


ia langsung berdiri menghampiri Ayu.


"apa yang kamu lakukan hah?


bukankah sudah kubilang tunggu saja


di luar?!" hardik nya sembari mendorong


bahu Ayu untuk menjauhi kamar nya.


Mungkin Rey tipe orang yang introvet,


sehingga ia sangat marah jika ada orang yang


mengganggu privasi nya.


Sementara Ayu tak bergeming, ia menatap


dalam wajah Rey yang kelihatan sangat


marah atas tindakan nya.


"m..maaf.. Ayu cuma.."


"lain kali jangan merusak privasi orang lain.!"


Rey mencengkram bahu Ayu.


Ayu yang ketakutan pun hanya bisa menunduk


sembari mengatakan "i..iya maaf..."


Rey kembali masuk ke kamar untuk


membereskan barang nya. maksut hati ia


akan segera kembali dan melanjutkan


untuk mengantar Ayu, namun ia lupa


mengatakan tunggu.


Sedangkan Ayu yang merasa tak enak,


memilih untuk segera keluar dari sana.


ia merasa sangat bersalah karena membuat


Rey marah.


Ia melangkah cepat keluar menuju jalan lintas


dan mencari angkutan umum yang bisa di


tumpangi, lagi pula untuk apa dia tetap di sana?


toh Rey tak menyuruhnya menunggu tadi,


bukan kah itu sama saja dengan mengusir nya.


batin Ayu kesal bercampur sedih.


...~~~~...


Di kampus...


Jam pelajaran terakhir telah usai.


tampak Gaby dan Nurul bergandengan


untuk mampir sebentar ke kantin.


"gimana? udah jadian kalian?"


goda Nurul pada sahabat nya itu.


Mendengar pertanyaan itu, Gaby tersipu malu.


"heheh.. belum Na.."


"serius? kirain kalian langsung jadian


begitu tau satu sama lain."


"emang belum sih, tapi tau nggak kak Dika


bilang apa? dia bilang mau langsung ngelamar


dong kalau aku udah wisuda. so sweet kan??


😍😍😍"


"ya ampun... masih lama kali By..


keburu di srebet orang kamu nya hahahah.."


"aku? nggak kebalik? aku malah khawatir


kak Dika yang di srebet. abis ganteng banget."


kalau sudah membahas Dika, keluar dah tu


moyang bucin yang bersemayam di tubuh nya.


"nggak bakal By.. tenang aja kamu.


dia kalau di luar rumah dingin nya beeehhh


ngelebihin frezeer nugget hahahah.."


ttttzzzc...tttiiiiitttt...


(suara mic berdengung)


Tes..tes...tes...


untuk mahasiswi bernama Alisha Kirana.


mohon segera ke parkiran karena Saya sudah


40 menit menunggu.


Sekali lagi... untuk mahasiswi


bernama Alisha Kirana, mohon segera...


"udah udah! ganggu ketertiban kampus aja..!"


(ketus Bian yang tak sengaja suara nya masuk


kedalam pengeras suara)


V: "kalau bantu yang niat dong..!"


B: "matiin nggak? atau kau yang ku Off kan!"


V: "tunggu..sayangjsbgsjdkbbbbgsgegff"


Suara mic terputus karena di rebut paksa.


"By.. aku duluan ya...."


Nurul langsung berlari meninggalkan Gaby.


entah apa yang akan terjadi jika ia telat sedikit


saja.


...**********...