Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 53: Permen


Rianti sedang membantu Ayu membereskan kamar nya. lalu ia menemukan buku dongeng yang menceritakan seorang princess yang merayakan pesta ulang tahun nya,buku itu sudah tampak usang dan di penuhi coretan


wahh cantik nya.. andai aku menjadi putri.. aku ingin memotong kue ulang tahun.. aku ingin merayakan ulang tahun ku bersama teman teman..


dan khayalan yang lain nya.


" Ayu?? ini buku kamu nak?"


Ayu mendekati Rianti dan melihat buku yang di maksud.


"bukan ma...itu punya kak Nurul waktu masih kecil. tapi sekarang udah di kasih ke Ayu"


"terus yang nulis ini kamu??" tanya Rianti lagi sambil menunjukkan coretan pena di buku itu.


"kak Nurul ma.." jawab Ayu polos.


Dari kecil Nurul memang sangat mengidolakan sosok princess. gaun nya yang cantik, sepatu yang bagus,rumah yang mewah bahkan punya banyak uang. Nurul selalu mengidolakan kehidupan seperti itu saat masih kecil dulu.


Rianti pun paham,karena mereka tumbuh dan hidup sederhana jadi wajar kalau anak anak memimpikam hal itu.


"ulang tahun kak Nurul kapan?"


" tanggal --- ++ ma.."


"hah,seminggu lagi dong.. gimana kalau kita buat perayaan ulang tahun kak Nurul seperti yang ada di buku ini" ujar Rianti berbinar.


"waahh.. beneran ma?? pasti kak Nurul suka banget"


"tapi Ayu jangan bilang bilang yaa. ini rahasia kitaa" bisik Rianti sambil mengajukan jari kelingking nya tanda kesepakatan.


Ayu pun menyambut jari Rianti sambil tersenyum lebar.ia sangat senang saat mendengar kata pesta bak princess itu, tentu saja ia juga ingin hadir di acara spesial seperti yang ada di film-film barbie kesukaan nya.


Setelah itu Rianti juga memberitahu Fani kalau mereka akan membuat kejutan untuk Nurul, ia pun meminta semua orang di rumah merahasiakan ini dari Nurul.


...~~~~...


"apa?!! kau gila hah?!! aku tidak akan melakukan hal sekeji itu!" Zey memekik dengan orang di seberang telepon yang tak lain adalah Sean.


Zey langsung mematikan sambungan telepon nya lalu terduduk lemas di atas kasur nya. mata nya melirik ke arah barang haram favorit nya,tangan nya pun meraih barang itu.


tapi tiba tiba ia teringat pada pesan Vino bahwa dia harus menghentikan itu mulai sekarang.


Zey langsung mengumpul kan semua koleksi nya lalu membakar nya di balkon hotel.


namun karena ini kali pertama ia berhenti,tubuh nya pun mulai terasa lemas dan gemetar seperti orang yang sedang kelaparan.


bibir nya menggigil,namun ia menahan nya sekuat mungkin. ya dia akan memulai langkah nya untuk kehidupan yang lebih baik.


...-...


...-...


Di sisi lain,Dimas dan Fani sedang memeriksakan keadaan janin nya ke rumah sakit.


Dimas juga menanyakan kepada Dokter cara nya bercocok tanam kemarin,sebab Fani selalu saja bilang kalau dia khawatir dengan keadaan si utun.


"ohh ya benar itu.. cara tersebut memang yang terbaik untuk kandungan yang masih muda seperti ibu Fani ini.." ujar sang dokter.


"tu kan sayang...jadi kamu nggak perlu khawatir lagi soal itu. Mas mu ini sudah sangat lihai jadi jangan takut.." bisik Dimas sambil memegangi tangan Fani.


"heheh..iya Mas" sahut Fani memaksakan senyuman nya.


Setelah memastikan kondisi si utun baik baik saja,mereka pun pulang.


tapi Fani minta mampir ke supermarket karena ada beberapa benda yang ingin dia beli.


40 menit mereka berputar putar,akhir nya sesi belanja pun selesai walaupun hanya sedikit yang di beli setelah sekian purnama berputar putar.


Dimas sampai menguap berkali kali saking boring nya.


...~~~~...


Di rumah..


Fani membawa dua toples permen kaki ke dalam kamar nya,rasa asam dan manis permen itu membuat Fani ketagihan. jadi dia membeli banyak agar mulut nya berhenti membuang ludah terus terusan.


"ya ampun sayang...banyak banget itu buat apa?" Dimas geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya.


"kamu makan permen sebanyak itu??"


"nggak sekali makan juga Mas.. kan buat cadangan soal nya mulut Fani pengen nya ngeludah mulu kalau nggak ngemut permen"


"ohhww.. kamu mau coba permen Mas nggak? di jamin bikin nagih dan menghilangkan Mual" ujar Dimas dengan wajah mesum nya.


"hahh? beneran Mas bisa menghilangkan mual?? mana sini.." sahut Fani dengan mata berbinar.


"mana permen nya??" Fani heran karena bukan nya mengeluarkan permen Dimas malah menurunkan resleting celana nya.


Mata Fani pun langsung melotot kala melihat ular kadut nya Dimas menjuntai keluar dengan posisi tegap lurus.


Fani tak mengerti dan hanya melihat ular kadut itu sambil terus mengunyah permen di mulut nya.


"krraukk..krraukk.."


permen itu di kunyah seperti kerupuk oleh Fani.


"kamu makan permen di kunyah gitu?"


tiba tiba Dimas merasa ngilu.


"enak di kunyah Mas,lebih terasa"


"gleekk" Dimas menelan ludah nya.


"mana permen nya M...??"


Dimas menempelkan kepala ular kadut nya di bibir Fani.


"ini permen Mas.. cobain deh pasti nagih.. nikmati aja seperti kamu menikmati permen"


ujar Dimas sambil membelai rambut Fani yang menjuntai menutupi telinga.


Dengan wajah tanpa dosa Fani pun membuka mulut nya lalu menggigit kepala ular kadut nya Dimas.


"AAAAAkkkkk..... " pekik Dimas membuat Fani langsung menjauh kan wajah nya.


"ya jangan di gigit donggg..... aaahhhwww"


rintih Dimas sambil memegangi peliharaan nya itu.


"ya...kan kata Mas nikmatin aja kaya permen. ya Fani nikmati permen di gigit biar lebih terasa...


salah kah??" ujar Fani menyeringaikan gigi nya.


"nggak kok kamu nggak salah.. "


Dimas meringis sambil tersenyum kecut.


"sini Mas ajarin cara yang baik dan benar."


mereka pun mengulagi adegan itu tapi kali ini Dimas memberikan arahan yang sangat ketat. kalau tidak bisa putus tuh kepala ular kadut di gigit Fani lagi.


"nahh iyaa begitu.. pelan pelan aja sayang.."


ujar Dimas mengarahkan. sementara Fani kesulitan menyesuaikan mulut nya yang terlalu kecil untuk ukuran peliharaan Dimas.


...~~~~...


Hari berikut nya Vino menemani Zey ke tempat rehabilitasi tanpa sepengetahuan siapapun. karena media pasti akan gempar jika sampai tau hal ini,apalagi Sean. dia pasti tak akan tinggal diam.


Dengan sabar Vino menuntun Zey yang sedang kehilangan keseimbangan terhadap tubuh nya karena sudah 1 hari ia tidak menghisap barang haram nya.


Dokter dan psikolog lebih dulu menyambut mereka untuk memeriksa keadaan fisik dan mental Zey. agar memudahkan proses rehabilitas yang akan di lakukam Zey.


Zey terus saja menangis,mata nya merah seperti orang yang tidak tidur semalaman. tubuh nya mengambang seperti kehilangan separuh nyawa serta kepala nya sakit.


"Kau pasti bisa..." ujar Vino menyemangati.


namun Zey tak lagi mendengarkan Vino,pikiran nya sedang berperang antara keinginan nya yang sangat kuat untuk berhenti,dan rasa candu yang tak bisa pergi begitu saja dari otak nya.


Kebetulan syuting selanjut nya dengan perusahaan masih 10 hari lagi, jadi selama menunggu itu Zey akan melakukan konseling rutin agar gejala nya mulai menghilang. karena butuh waktu lama untuk memulihkan pecandu berat seperti Zey jadi Vino harus memastikan kalau pekerjaan nya tidak akan terganggu agar Sean tidak curiga.


...*********...