
Keluarga Dimas tampak sedang berkumpul di meja makan,tak lupa Vino masih dengan rambut basah nya karena habis di siram hanya cengar cengir.
Dimas dan Fani yang sudah selesai sarapan tengah bersiap kerumah sakit karena hari ini jadwal USG trimester pertama Fani.
"Vino,nanti periksa lagi berkas yang ada di meja ku , kau mulai saja meeting nya tanpa aku."
ucap Dimas.
"hmm.." Vino hanya mengangguk sambil terus mengunyah makanan nya.
Dimas dan Fani pun berpamitan kepada orang tua mereka. sebenar nya Fani sangat mual saat ini, tapi ia sangat penasaran dengan keadaan buah hati nya yang masih di dalam perut itu.
jadi ia tak ingin menunda hari spesial ini.
"apa kita sudah bisa melihat jenis kelamin nya sayang?" tanya Dimas antusias.
"ya belum lah Mas.. 15 minggu itu masih janin muda.. nanti kalau udah 6 bulan ke atas baru bisa di lihat jenis kelamin nya"
"waahh.. kok bisa tau detail gitu kamu sayang?
pinter banget istri ku ini.."
"karena Fani mempelajari perkembangan janin.. emang nya Mas cuma tau buat nya doang.." ledek Fani sambil tersenyum tipis.
"ya memang harus gitu sayang...yang penting bibit nya unggul tuh.. langsung jadi kan.."
"nggak sepenuh nya Mas dong, Fani juga mantep bibit nya.
bukti nya Mas dulu nikah 2 kali belum Gol"
Walaupun Fani sambil tertawa mengatakan nya, tapi ntah kenapa perkataan Fani itu terasa mengusik hati Dimas yang sedang tentram dan damai.
"Sayang..? jangan bahas mantan bisa?"
ucap Dimas menatap datar istri nya.
Senyum Fani langsung mengatup seketika melihat Dimas yang terbawa perasaan karena dia menyinggung masa lalu nya.
"iya mas.."
......~~~~......
Di rumah sakit....
Dokter sedang mengoleskan Gel ke perut Fani.
di sebelah nya Dimas memegangi tangan Fani dengan pandangan tak lepas dari layar kontrol USG.
"kondisi janin nya sehat,, semua nya normal tapi..."
Dokter kembali memastikan sekali lagi ke layar kontrol nya.
"wahh.. saya melihat ada dua kantong janin"
ya,tak salah lagi benar benar ada dua kantong janin di rahim Fani.
Ekpresi wajah Fani tak bisa di gambarkan lagi,antara terkejut,senang dan panik.
ia membayangkan seberapa besar perut nya nanti saat hamil tua. apa masih bisa berdiri?
Lain dengan Fani, Dimas yang tak mengerti perkataan sang Dokter langsung panik.
"dua kantong? apa maksut nya Dok? anak saya kebelah dua gitu? nanti bisa menyatu lagi kan?"
"Kembar Pak, dua kantong janin berarti anak bapak kembar" terang sang Dokter.
"k...kembar??"
Dimas langsung terkejut bukan main.
tentu saja,dua kali pernikahan sebelum nya seorang anak lah yang sangat di dambakan oleh Dimas.
dan sekarang Fani mewujudkan impian nya itu bahkan dua sekaligus.
"terimakasih sayangg.. terimakasih..."
ia menciumi tangan dan kening Fani berulang sambil meneteskan air mata bahagia.
"Mas.. malu di liat pak Dokter.."
bisik Fani agar Dimas menghentikan ciuman nya.
"Asupan gizi nya di tambah ya Bu.. dan yang paling penting jangan sampai kelelahan apalagi stres.."
"Baik pak. saya akan membuat istri saya bahagia selalu agar tidak stress." sahut Dimas cepat dan
semangat. air mata kebahagiaan tak henti henti nya menggenang di ujung kelopak mata nya, sungguh anugrah yang sangat besar bagi nya.
lagi lagi ia menciumi tangan Fani sambil terus mengucapkan terimakasih.
...~~~~...
Sesampai nya di rumah, Dimas langsung menghampiri Rianti.
"Maa... lihat nih.."
Dimas memampangkan hasil usg nga di depan wajah Rianti.
"uluululu.... cucu oma... muuuaahhhh"
Rianti mencium gambar 4D itu saking gemas nya.
lalu ia membaca semua keterangan yang tertulis di pojok atas nya.
"eh.. ini?? beneran?? ada dua? cucu mama kembar??" Rianti melihat ke arah Dimas dan Fani bergantian.
"iya Ma.. Dimas junior mama kembar.." sahut Fani sambil tersenyum hangat.
"Fani... ya ampun... terimakasih ya nak."
ujar nya memeluk Fani sambil meneteskan air mata bahagia nya.
karena akhir nya si anak duda tua nya menunjukkan perkembangan biakan yang pesat.
"pinter banget sih kalian bikin nya..."
celetuk Rianti.
"iya dong ma.. siapa dulu penanam sahan nya..."
sahut Dimas membanggakan diri.
mama mau kasih tau papa dulu,pasti dia juga akan jingkrak jingkrak nih"
Rianti pun berlalu dari sana sambil berjalan bak seorang anak kecil yang baru mendapatkan uang jajan. kegirangan pasti nya.
Dimas hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mama nya.
"ishh...mama nggak malu banget sih"
"ffftt... ngatain mama, Mas bahkan lebih parah dari mama lincah nya melebihi cacing kepanasan.."
"justru karena kelincahan Mas maka nya kita dapet double Dimdim nya" goda Dimas, pikiran nya mengarah ke kegiatan baku hantam.
Fani sudah mulai tau kemana arah nya.
"hahaha.. iya iya.. Mas emang paling mantapp.."
Dimas mendekatkan wajah nya ke Fani lalu melonggarkan ikatan dasi nya.
seperti nya sang tentara sudah mulai berdiri kokoh lagi hingga membuat tubuh Dimas gerah.
"Mau yang lebih mantap nggak?? Mas punya gaya baru.." bisik nya pelan di telinga Fani.
Baru akan membuka mulut nya,telepon Fani berdering.
"Buk Mila Mas.."
"kenapa dia menelpon kamu jam segini?"
Dimas melihat arloji nya yang masih menunjukkan pukul 10 pagi.
Fani yang tak tau pun hanya menaikkan kedua bahu nya.
"hallo buk??"
Mila: "..........." (mila curhat sambil nangis)
"APA?!!!!! SERIUS BUK?"
Dimas: "....??..??"
...~~~~...
Dimas baru saja tiba di kantor dan langsung menghampiri Riko.
"hei? kau benar akan menikah dengan Mila? bukan nya kalian..."
"Jangan sampai orang kantor tau,Mila ingin merahasiakan nya sampai waktu yang tepat.."
sahut Riko tersenyum tipis.
Riko pun menceritakan kronologi kejadian pagi ini, orang tua Mila juga masih ada di sana dan mereka baru akan pulang kalau sudah bertemu dengan orang tua Riko dan tanggal pernikahan sudah di tetapkan.
"grhh... aku tidak bisa bayangkan kalau kalian menikah pasti seriap hari kalian cakar cakaran."
Dimas bergidik ngeri membayangkan Kucing dan tikus yang akan tinggal satu kandang.
"chh.. ku akui menaklukan nya bukan perkara mudah" timpal Riko.
"hei.. mau ku ajari cara melakukan nya.." ledek Dimas sambil memasang wajah nakal.
dia berkata begitu karena Riko merupakan tipe yang tak pernah tertarik pada wanita apalagi hanya untuk urusan ****.
"ck...untuk apa aku berguru pada mu.. kalau kau hebat tentu nya kau tidak akan gagal 2 kali kan?"
tukas Riko datar.
JLEBBB!!!๐ก๏ธ๐ก๏ธ๐ก๏ธ
Kata kata Riko membuat Dimas diam tak berkutik.
wajah Dimas yang tadi nya meledek kini berubah menjadi jengah dan pasrah.
karena kata kata Riko juga tidak salah.
tapi kan dia gagal bukan karena masalah ranjang,ingin rasa nya Dimas menikam balik Riko.
tapi otak nya terlanjur konslet karena SAVAGE nya Riko.
...~~~~...
Di studio,Vino sedang melihat Zey melakukan syuting iklan.
"cut.." ucap sutradara dengan suara lantang.
Zey pun melenggang dari studio green screen itu menghampiri Vino.
"kau mau makan??" tanya Vino penuh perhatian membuat hati Zey semakin luluh.
"aku ingin sop kerang" ujar Zey manja.
"benarkah? kalau begitu ayo kita keluar makan sop kerang"
Zey pun menurut dan mengikuti Vino.
kebetulan tak jauh dari kantor ada sebuah restautant seafood.
"Persidangan nya 2 hari lagi, apa kau siap?"
tanya Vino.
Zey: "sejujur nya aku sedikit takut.."
Vino mengenggam tangan Zey untuk menepis ketakutan nya.
"jangan takut..aku akan membantu mu sebisa mungkin, oke.."
"oh iya.. nanti sore kita temui pengacara kenalan ku, dia pasti bisa membantu mu" tambah nya lagi sambil tersenyum manis.
ia tak menyadari bahwa perhatian nya semakin membuat hati Zey berbunga bunga.
"terimakasih Vino... aku tidak tau akan jadi apa tanpa mu.."
"kau tetap akan jadi wanita hebat walaupun tanpa ku.." kali ini Vino menepuk lembut bahu Zey.
Zey mengangguk pelan sambil tersenyum penuh cinta ke arah Vino,mata yang berbinar terus saja memandangi Vino tanpa henti.
di tambah sikap Vino yang sangat lembut terhadap nya,membuat Zey semakin tergila gila dengan Vino.
...*********...