
Orang orang di kantor tengah menyiapkan persiapan syuting iklan yang akan di lakoni Zey.
walaupun baru beberapa kali menjalani rehabilitasi,kini Zey sudah tampak lebih segar dari sebelum nya.
Seperti biasa Fani juga ada di sana untuk menghilangkan kejenuhan nya di rumah.
ia duduk bersama para staf agensi juga beberapa karyawan kantor.
Tampak Zey tengah bersiap keluar dari ruangan make up nya,tapi tiba tiba Sean masuk.
"Sean? kau disini?"
Sean tersenyum licik.
"kau akan melakukan nya kan?" ujar Sean menaikkan sebelah alis nya.
"Sean, kau gila? aku tidak akan melakukan hal itu!!" tegas Zey menolak.
"jika kau tidak bisa. aku yang akan melakukan nya!" tegas Sean lalu meninggalkan Zey dengan wajah iblis nya.
Tubuh Zey langsung bergetar melihat tekad Sean yang sudah di luar batas.
Sean menyuruh Zey untuk mencelakai janin yang sedang di kandung Fani. ia benar benar sudah tak tahan karena Zey belum berhasil menggoyah kan Dimas.
tentu saja,karena Zey mengelabui Sean.
Zey langsung memberitahu kepada Vino karena kalau Sean sudah turun tangan pasti akan sangat nekat.
"Vino...Vino...!!!" teriak Zey sambil berlari.
Vino pun langsung menghentikan langkah nya.
"ya Zey?"
Zey berusaha mengatur nafas nya lebih dulu.
"itu.. Sean....."
Vino pun langsung berlari dan mencari keberadaan Fani,ia bisa saja memberitahu Dimas kalau Sean punya niat jahat,tapi itu akan membuat Dimas sangat marah membabi buta.
kita sama sama tau Dimas kalau sudah emosi tak mau mendengar penjelasan orang lain lebih dulu.
Di studio..
Proses syuting pun di mulai,Dimas tampak sibuk mengatur penampilan Zey dari layar kamera. sementara Fani asik mengobrol dengan salah satu staf agensi.
"Fani, bisakah kau duduk di dekat Dimas saja?"
ucap Vino setengah berbisik.
"kenapa??" Fani balik bertanya dengan nada yang juga berbisik.
Vino bingung harus menjelaskan apa kepada Fani.
"aku tidak bisa menjelaskan nya,tolong kau duduk di dekat Dimas saja ya.. aku punya firasat buruk saat ini"
"baiklah.. aku akan pindah"
Fani pun pindah ke sebelah Dimas.
"kamu nggak lelah sayang?"
Dimas menatap teduh Fani sembari tersenyum.
"nggak Mas, nanti habis jam makan Siang Fani pulang" Fani sudah janjian di lapak gosip nya bersama teman teman yang lain.
"kenapa kamu nggak di rumah aja sayang?? Mas takut kamu kelelahan lagi..."
"Mas,kan dokter bilang Fani nggak boleh stres,nah kalau di rumah itu Fani bosen Mas,jenuh suntuk"
"iya deh iya.. yang penting kamu jangan sampai kelelahan,dan kalau ada apa apa segera kabari Mas... inget,!" Dimas menyolek manja hidung Fani.
"Mas juga tuh jaga kesehatan.."
Fani membalas tatapan Dimas sambil tersenyum manis.
Proses take video sudah berlangsung selama 2 jam, namun belum juga rampung karena Zey tidak bisa berkonsentrasi. ia terus saja celingukan khawatir jika Sean benar benar nekat mencelakai Fani.
Dimas pun tampak kesal karena pengambilan Video tak kunjung selesai. lalu ia menyuruh mereka beristirahat sebentar sambil makan siang.
sedangkan Fani sudah keluar setengah jam yang lalu karena Mila and geng sudah di kantin lebih dulu.
Zey langsung berlari menghampiri Vino karena tak melihat Fani.
"Vino? Fani di mana??"
wajah nya terlihat sangat panik.
"dia di kantin.."
"hei.? bukankah sudah ku bilang jangan membiarkan nya sendiri??" Zey semakin panik karena pikiran nya sudah kemana mana.
Vino malah tersenyum,ia terlihat lebih tenang di bandingkan Zey.
"Zey,, dia bersama Mila dan yang lain nya. tidak mungkin Sean bisa mendekati nya"
"perasaan ku tidak enak. ayo kita cari sekarang!"
Zey langsung bergegas menuju kantin di ikuti oleh Vino yang setengah berlari.
...~~~...
Di kantin Mila dan yang lain nya sudah berkumpul di meja lapak pergosipan mereka sambil menunggu Fani.
brakk..
Riko menghentakkan piring nya tepat di depan Mila lalu duduk di sebelahnya.
karyawan yang lain hanya bisa menahan tawa kala mengingat kelakuan mereka berdua di pesta ulang tahun Nurul kemarin.
"kau tidak makan?" wajah sangar Riko benar benar tak bisa berubah, padahal niat hati nya ingin bertanya lembut sambil tersenyum manis kepada Mila,tapi banyak nya orang membuat Riko susah mengekspresikan isi hati nya.
"kalau bapak ingin saya makan maka pergi lah! selera makan saya hilang karena ada bapak!" tukas Mila dengan tatapan kejam nya.
"Braaakk!!! Berhentilah bicara dan pergi dari hadapanku!!!" Mila menggebrak meja dengan kedua tangan nya hingga membuat semua orang di sana terkejut.
"hhh..bibir mu semakin menggoda jika kau sedang marah" ucap Riko setengah berbisik sambil tersenyum tipis.
"shh.. awhh.." desis Riko kesakitan karena Mila menendang kaki nya dari samping.
Mila balik berbisik sambil menekan kata kata nya.
"jaga bicara mu atau ku robek bibir mu!!"
"hmm.. akan ku jaga bibir ku untuk mu"
lagi lagi jawaban Riko membuat Mila semakin kesal.
Tiba tiba Zey datang dengan nafas tersengal habis berlari.
"hei.. di mana Fani?!"
"kami sedang menunggu nya."
"bukan nya dia bersama kalian di studio?"
dua orang karyawan bersahutan terheran.
"tolong cari Fani sekarang!! cepat!!"
pinta Zey dengan wajah tegang.
"ada apa??"
"kenapa?"
"apa yang terjadi?"
para karyawan menjadi bingung dan panik karena Zey terlihat serius.
begitu juga dengan Mila dan Riko.
Pranggggggggg!!!!!!
tiba tiba terdengar suara bising nan keras dari arah gudang dapur kantin.
Semua yang ada di sana pun langsung terdiam dan saling menatap.
"Fani!!" Zey langsung berlari ke arah sumber suara itu dengan cepat di susul oleh Vino dan yang lain nya.
Benar saja,di dalam gudang itu ada Sean yang sedang menodong Fani dengan pisau berukuran 10 cm sambil mengancam agar dia meninggalkan Dimas atau ia akan kehilangan anak nya.
ternyata Sean menyekap Fani saat sedang menuju ke kantin.
"Kau turuti perkataan ku maka anak mu akan baik baik saja.." ujar Sean sambil melepas kacamata nya.
"cuihhh... " Fani meludah keras tepat di mata Sean hingga membuat nya kelabakan karena mata nya menjadi perih.
(rasain tuh jigong keramat makbun🤣)
Saat Sean sedang kelabakan mengucek mata nya,Fani menendang titid Sean dengan sekuat tenaga
duuarrrr.....! petcah gak tuh.
"AAAAKKKK!!!!!!" Sean langsung kehilangan separuh nyawa nya lalu terhuyung kiri dan kanan sebelum akhirnya menyenggol sususan piring dan membuat semua piring itu pecah.
"wahh.. sejak kapan tendangan ku bisa melumpuhkan orang?" batin Fani sambil berlari menuju pintu.
(bukan tendangan ibuk yang hebat. hanya saja ibuk menendang di wilayah terlarang😹)
tetapi belum sampai ke daun pintu,tiba tiba pintu nya di dobrak oleh Riko dan Vino dengan sangat keras. tampak di belakang mereka berdua para karyawan berkerumun dengan wajah panik penasaran.
sementara Zey langsung masuk dan mencari Sean.
Vino langsung menghampiri Fani dengan wajah panik.
"Fani?? kau tidak apa apa?!"
"Sayang kamu nggak apa apa kan??"
Dimas baru muncul dan tak kalah panik nya.
Fani hanya mengangguk sambil mengatur nafas nya yang masih syok karena Sean.
"Sean!? kau gila hah?? kau sadar perbuatan mu membahayakan nyawa Fani dan bayi nya?!"
Zey memaki Sean dengan semua umpatan yang selama ini sudah ia simpan dengan baik.
"Kau yang gila!! kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan di belakang ku hah?!" Sean balik memaki Zey. ia mendorong Zey dan langsung berlari menuju Fani masih dengan pisau di tangan nya.
Dimas memapah Fani dan hendak keluar dari sana,di ikuti oleh karyawan yang membubarkan diri.
tanpa sepengetahuan mereka Sean sedang berlari ke arah Fani.
Zey berlari sebisa nya untuk menghalangi Sean.
sementara dari depan Mila tak sengaja melihat Sean dan ia pun langsung berlari ke arah Fani.
"Awas....!!" ujar Mila dan Zey berbarengan.
Mila dan Zey mendorong Fani dan Dimas bersamaan hingga melesatlah pisau Sean menyayat punggung Mila dan juga lengan nya Zey.
"MILA!!!!!" Riko dan Vino langsung berlari lalu menghajar Sean dengan jurus seribu bayangan hingga babak belur bundas bundas biru biru benjut benjut dah tu kepala Sean.
Karyawan yang lain langsung membantu Mila dan Zey.
beruntung Mila dan Zey bergerak cepat,kalau tidak pastilah nyawa Fani dan janin nya dalam bahaya.
...*********...
Terimakasih buat doa kakak kakak readers semua♥️
terimakasih juga buat suport nya♥️
semoga kita semua selalu sehat panjang umur dan di limpahi rezeki🤗