Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episoe 38 : Tetangga baru


Fani tampak sedang menyiapkan sarapan, lalu tiba tiba ia di buat terkejut oleh Dimas yang memeluk nya dari belakang.


deg...


Seketia Fani menghentikan aktivitas nya karena merasa sekujur tubuh nya mendadak merinding disko.ia langsung terbayang bagaimana ganas nya Dimas saat baku hantam tadi malam.


"masak apa hari ini sayang??"


bisik Dimas genit.


"Mas... ntar nampak sama bibik malu ih.."


Fani berusaha melepaskan lengan Dimas dari tubuhnya.


"hhhmmmmm.... iya iya..."


ujar Dimas lesu,ia lalu menarik salah satu kursi dan menduduki nya.


"kamu nggak pingin bulan madu sayang??"


ujar Dimas ragu ragu, sebenarnya itu ajakan. tapi Dimas tak berani langsung mengajak Fani karena pasti akan canggung nanti nya.


"bulan madu??"


Fani mengernyitkan alis nya.


Dimas: "iyaa.. biasa nya pengantin baru menginginkan itu"


Fani: "nggak ah Mas.. sayang uang nya."


"hhh... sudah kuduga pasti itu jawaban nya"


batin Dimas sambil menaikkan sebelah garis bibir nya. Walaupun Dimas sedikit kecewa karena Fani tak menginginkan bulan madu,tapi ntah kenapa Dimas merasa senang melihat sifat Fani yang tak mau menghamburkan uang begitu saja.


padahal seperti yang kita tahu,kalau Fani meminta apapun pasti bisa di wujudkan oleh Dimas,namun Fani tak bersikap demikian. karena yang tertanam di dalam diri nya adalah


*cari uang tidak mudah,jadi jangan mudah menghamburkan nya.*


"maaf tuan, ada tamu di depan." ujar bik ita dengan wajah sungkan,sebab ia tak enak mengganggu majikan nya yang sedang sarapan.


"pagi pagi begini??" Dimas terheran,siapa kiranya orang yang bertamu di akhir pekan begini,pagi hari pula.


Dimas pun beranjak dari meja makan dan berjalan keluar dengan wajah penasaran.


dan betapa geram nya Dimas ketika melihat Sean lah tamu yang tentu saja sangat menganggu itu.


"hai..." sapa Sean sok akrab dengan sekotak manisan di tangan nya.


Dimas terlihat tak senang dan emosi nya hampir tersulut.


"apa yang kau lakukan di sini?!"


"apa salah jika aku ingin menyapa para tetangga?? oh iya.. aku belum memberitahu mu bahwa aku membeli rumah di sebelah sana,jadi kita bertetangga mulai hari ini."


ujar Sean sambil menunjuk rumah yang baru di beli nya,tentu saja perumahan itu masih di bawa nama perusahaan Dimas.


"aku langsung kesini saat para tetangga bilang bahwa yang mempunyai kompleks elit ini juga tinggal disini, ternyata itu kau. " Sean berpura pura takjub dan kagum kepada Dimas.


Tentu saja Dimas tau bahwa tidak mungkin Sean kebetulan pindah kesana,pasti dia sudah mencari tahu sebelum nya kalau Dimas tinggal di sana.


"kemasi barang barang mu! aku akan membatalkan transaksi mu untuk rumah itu,kalau perlu ku kembalikan 5 kali lipat." tukas Dimas tak senang.


Mendengar sang Suami seperti sedang adu argumen,Fani pun memeriksa ke depan ada apa sebenar nya.


"kau tidak mau kan aku membuat artikel buruk tentang perusahaan mu. bayangkan,Presdir BRAM'S property berbuat hal tak menyenangkan pada konsumen nya.aku rasa judul itu akan menarik perhatian para wartawan. dan pasti itu akan berdampak negatif pada saham perusahaan mu." Sean mengancam akan membuat perusahaan jatuh jika Dimas mengusir nya.


Tapi Dimas tak menyerah,ia pasti akan menemukan cara agar Sean angkat kaki dari sana secara suka rela.


"siapa Mas??" Fani terlihat sangat penasaran.


"hai..saya tetangga baru kalian, ini ada manisan mohon di terima." Sean menyodorkan sekotak manisan itu kepada Fani.


Fani langsung tak senang saat melihat ternyata Sean yang datang bertamu.


Senyuman palsu yang sedari tadi di tunjukkan Sean pun berubah menjadi masam seketika karena kata kata Fani.


"wanita ini seperti nya lebih menarik dari yang kuduga." batin nya sambil terus memandangi Fani dengan tatapan busuk nya.


"ayo sayang.. kita lanjutkan sarapan nya.."


Dimas merangkul Fani dengan romantis dan menutup pintu nya.


Sean hanya bisa menghela nafas kepanasan saat melihat senyuman di wajah Adimas.


...~~~~...


Di tempat lain...


Riko dan tim nya terpaksa menginap semalaman di basecamp proyek yang berada di luar kota,mereka berniat melakukan kunjungan tim kantor karena pembangunan akan segera di mulai.


mereka berangkat menggunakan mobil mini bus perusahaan.namun karena mogok dan sudah larut malam,mereka tak bisa meneruskan perjalanan. di tambah lokasi nya berada jauh dari kota (karena konsep kali ini adalah hunian asri) semakin membuat mereka sulit untuk memanggil montir di jam itu.


Pagi ini para karyawan yang lain sedang berjalan jalan di sekitar lahan,mereka tampak menikmati suasana asri di sana.


sementara Mila masih tertidur pulas di atas tumpukan semen beralaskan terpal biru.


dari kejauhan,Riko tampak memandangi Mila dengan seksama.


ia pun berniat membangunkan Mila dan memberi nya air mineral agar tubuh Mila tetap fit.karena mereka bekerja lembur selama akhir pekan.


Riko mendekat ke arah Mila dengan sebotol air di tangan nya,perlahan ia membelai lembut rambut Mila rasa nya ia tak tega ingin menganggu tidur nyenyak nya.


saat sedang khusyuk memandangi wajah Mila untuk pertama kali nya Riko tersadar bahwa Mila memiliki wajah yang indah. ia pun tersenyum tipis seketika,ntah apa yang ada di pikiran nya saat itu.


Tiba tiba beberapa karyawan tak sengaja melihat Riko.menyadari hal itu,Riko pun langsung menyiram Mila dengan air mineral yang tadi nya hendak ia berikan pada nya.


"bangun..!!! kita sudah mau pulang." wajah Riko langsung berubah menjadi suram lagi.


Mila: "Hhiiissss!!!!! nggak usah di siram juga kali pak. nggak bisa apa bangunkan baik baik?"


"Saya sudah bangunin kamu dari tadi. tapi kamu tidur kaya babi mati.!" tukas Riko dengan wajah songong nya.


"Setidak nya saya nggak menganggu orang kan?!! nggak kaya bapak." sahut Mila kesal sambil menaikkan sebelah bibir nya.


Riko: "kamu yakin mau membahas itu sekarang hah??"


Nyali Mila pun langsung ciut saat di gertak oleh Riko,apalagi melihat mata nya yang tajam bak mata pedang pasukan kurawa membuat Mila tak berani lagi membuka mulut nya.


"berani nya anak kecil itu menggertakku.


awas aja kau.. ku sumpahin dapet istri galak kaya mak lampir,nenek peot,kalong wewe sundel bolong!!!! " rutuk Mila kesal dalam hati sambil beranjak pergi dari sana.


Sementara Riko hanya memandangi Mila dari kejauhan dengan wajah puas karena mengerjai Mila terasa kebanggan tersendiri bagi nya.


...~~~~...


Sore menjelang..


Fani hendak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,namun saat hendak menutup pintu tiba tiba Dimas mengganjalkan kaki nya di sela pintu.


"ayo kita ulangi adegan kemarin..." ujar Dimas dengan tatapan sensual nya.


"hahh??" wajah Fani seketika panik dan tegang.


"bukannya kamu yang bilang sendiri kalau itu hal wajar, jadi ayo kita ulangi kewajaran itu." Dimas menerobos masuk kekamar mandi sambil menatap Fani penuh cinta.


Fani tak bisa berkata kata,jantung nya pun tak bisa di ajak kompromi untuk tetap tenang saat Dimas mulai menggerayangi tubuh nya dengan penuh gairah.


"tenangkan diri mu Fani.. dia suami mu.."


batin nya dengan wajah merah padam bak kepiting rebus.


...~~~~...