Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 43 : Dendam yang salah


Setelah selesai makan malam,Fani mencuci piring karena para Art sudah pulang.


"sini Mas bantu.." Dimas menghampiri Fani dan merebut spons cuci piring nya.


"nggak usah Mas, cuma dikit kok. mendingan mas mandi aja sana..."


Seketika Fani dan Dimas saling bertatapan hening sambil tersenyum kecil,ya mereka teringat saat mereka mencuci piring berdua di warung Fani.


"wajah mu merah lagi sayang.." celetuk Dimas sambil menundukkan wajah nya ke arah Fani.


"kenapa hmm..??" tanya Dimas.


"Fani jadi ingat waktu kita nyuci piring di warung ibuk." sahut Fani tersipu.


"iyaa waktu itu wajah kamu juga merah.. sama kaya sekarang,cuma beda nya sekarang Mas bisa mencium mu muuaah muacch .." Dimas mengecup bibir Fani berkali kali hingga Fani kelabakan.


"Mas..mas... udah ah,kata nya mau bantuin.."


ujar Fani manja sambil menutup bibir Dimas dengan tangan nya.


"iya iya.. habis kamu gemesin banget, bawaan nya pingin Mas angkat ke kasur.."


ujar Dimas sambil tertawa gemas.


Mereka pun mulai mencuci piring,tiba tiba Fani terpikirkan untuk bertanya kepada Dimas.


"Mas... sejak kapan Mas ada rasa untuk Fani?"


"sejak pertama kita jumpa.." jawab Dimas cepat,tak lupa senyum manis nya juga di lemparkan pada Fani.


"di bandara??"


"di jalan" sahut Dimas singkat.


"di jalan?? kapan??" Fani tak mengerti dengan jawaban Dimas, karena mereka banyak juga menghabiskan waktu di jalan dulu.


"waktu kamu Mas tabrak.." sahut Dimas mantap sambil melirik ke arah Fani.


Fani langsung terbelalak mendengar jawaban Dimas.


"apaa?!! waktu itu kan Fani masih ingusan. sedangkan Mas udah om om.."


"ya Mas juga nggak tau sayang.. Mas pikir juga waktu itu Mas udah gila,karena Jantung Mas nggak bisa tenang kalau dekat kamu.terutama saat melihat mata kamu,Mas merasa kita akan punya ikatan kedepan nya." tutur Dimas.


ia ada rasa sejak dulu,namun karena Fani masih kecil Dimas menepis perasaan itu dan menganggap rasa itu hanyalah rasa kepedulian terhadap Fani sebagai keponakan.


Fani semakin tercengang lagi mendengar penuturan Dimas,ia tak menyangka ternyata Dimas sudah mencintai nya sejak lama.


"waahhh.."


"kalau kamu?? sudah mencintai Mas?" Dimas balik bertanya kepada Fani.


"mm,, kita bahkan udah melakukan hubungan suami istri apa itu bukan cinta?" tanya Fani dengan wajah polos nya.ia benar benar belum bisa mengerti seperti apa itu cinta yang sesungguh nya.


"baik lah.. Mas anggap kamu sudah mencintai Mas,tapi ingat. kamu hanya boleh mencintai Mas! cuma Mas!" Dimas menekan kata kata nya,agar Fani tidak punya pikiran untuk mencintai lelaki lain.


"iyaa Sayang..." jawab Fani sambil melihat Dimas dengan tatapan yang sangat indah.


"apaa,,Sa..yang..? Mas nggak salah denger? coba ulangi.." Dimas terlihat salah tingkah mendengar Fani pertama kali memanggil nya begitu.


"Sayaaang...." ujar Fani lagi namun dengan setengah berbisik,dan itu membuat jantung Dimas semakin melayang dan ia pun seketika jadi kegirangan.


"Mas sayang.... Mas sayang... Fani sayang Mas.. Mas ku saayang..." Fani semakin menggoda Dimas yang sedang salah tingkah.


"hentikan sayang.. jangan buat Mas..."


"aahhh... sudah cukup. Mas nggak tahan lagi, ayo kita mandi sekarang.." Dimas segera membilas tangan nya dan langsung menggendong Fani menuju ke kamar.


"Mas....Fani nggak mau mandi bareng.."


"kamu yang pancing pancing Mas.. jadi kamu harus tanggung jawab."


Dimas tak mendengarkan Fani karena seluruh tubuh nya seperti sudah di jalari oleh sengatan listrik. sementara Fani hanya bisa pasrah dan menuruti ajakan Dimas untuk pemanasan di kamar mandi,sebab acara inti akan di teruskan setelah selesai mandi.


...~~~~...


Di tempat lain...


Zey sedang menghisap barang haram favorit nya di dalam kamar hotel. ia tampak sangat menikmati hisapan demi hisapan di temani Wine yang semakin membuat kepala nya melayang.


ya.. itu lah kebiasaan Zey, ia merupakan pemakai aktif narkotika jenis sabu.


**Kita flashback ke masa lalu antara Zey,Sean,Dimas.


Mereka bertiga dulu satu kampus.


Sean dan Dimas mulai akrab ketika menjelang semester pertama,di karenakan Dimas sering membantu Sean dalam pelajaran yang menurut nya susah.


Sean merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya yang bergerak di bidang entertainment,ayah nya seorang CEO salah satu agensi terbesar kala itu.sedangkan ibu nya adalah seorang aktris terkenal yang sangat di gandrungi berbagai kalangan masyarakat.


Mempunyai kehidupan yang sempurna,namun Sean tidak menggunakan nya dengan baik.


ia malah salah memilih pergaulan dan bergabung ke club para penikmat narkotika.


Sedangkan Zey,kehidupan nya juga berkecukupan. namun karena orang tua nya tak pernah memberikan perhatian pada nya dan hanya sibuk dengan pekerjaan,Zey jadi merasa frustasi hingga terjerumus ke pergaulan bebas.


ia mulai berpacaran dengan Dimas saat memasuki semester ke tiga.


mereka berpacaran selama 1 tahun,dan selama itu Zey tak pernah terbuka pada Dimas padahal Dimas sangat tulus mencintai nya.(Dimas itu walaupun gonta ganti pacar tapi sudah bucin sejak dini bun)


Hingga suatu hari,Dimas mengetahui kalau Zey dan Sean bertemu di club yang sama dan Dimas mendapati mereka sedang berpesta menggunakan obat obatan haram.


Dimas marah kepada Sean dan Zey, namun mereka berjanji pada Dimas untuk tidak mengulangi nya lagi asalkan Dimas tidak melaporkan mereka.


Namun tak lama berselang,Sean dan Zey kembali terjun menggunakan obat obatan haram tersebut. Dimas sangat kecewa dan merasa iba kepada mereka,dan untuk yang kesekian kali nya.


Sean berjanji akan berhenti,dan ia meminta Dimas untuk tak melaporkan kasus tersebut.


Sementara Zey malah marah kepada Dimas dan menganggap Dimas terlalu ikut campur dalam kehidupan nya.sejak saat itu Dimas memutuskan hubungan mereka,dan Zey pindah ke luar Negeri bersama orang tua nya.


Di belakang Dimas,Sean masih tetap memakai obat obatan haram itu bahkan ia juga mengedarkan nya ke berbagai club malam.


Namun Dimas tidak tau, yang ia tau Sean sudah bertaubat dan tidak melakukan itu lagi.


Hingga sampai saat berita itu bocor ke seluruh media,Dimas pun terkejut saat mendengar berita heboh tersebut.


Media menyoroti keluarga Sean yang merupakan orang terpandang.hingga keluarga Sean bangkrut,Sean masuk penjara,dan Ibu nya bunuh diri karena depresi setelah di kucilkan oleh masyarakat dan penggemar nya.


Sean mengira kalau Dimas lah yang membocorkan berita tersebut,hingga membuat keluarga nya di hujat dan mengalami kehancuran.


karena hanya Dimas satu satu nya yang tau.


Sean di penjara selama 5 tahun,dan ia merasa semakin hancur ketika menerima kenyataan kalau ibu nya bunuh diri.


sejak saat itu,Sean menyimpan dendam yang amat besar kepada Dimas karena ia mengira semua kehancuran yang ia dapat si sebabkan Dimas.


...********...