Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 59: Mirip


"hah... bukan kak.


saya minta atas nama Gaby.."


sahut Gaby heran.


"saya Dita kak.."


sahut seorang ibu muda sambil


menggendong anak nya.


"ohh.. maaf, soal nya nama nya


ada kemiripan."


ujar resepsionis, wajar ia bingung


sebab satu kertas tertulis


Gabriella Arandita, dan satu lagi


Tasya Andita.


"chh.. mirip apa nya.


Gaby dan Dita. jelas jelas nama itu


sangat berbeda."


batin Dika, sebenarnya ia sedikit


kecewa karena berharap Dita kecil nya


ada di sana.


"tunggu.. apa itu Dita ku?


dia sudah punya anak?


nggak nggak.. Dita ku mempunyai


tahi lalat di dekat hidung nya."


gumamnya dalam hati sambil


memperhatikan ibu muda tersebut.


ya, dia masih ingat persis tahi lalat


sebesar merica atas bibir sebelah kiri Dita.


"ayo kak..."


ajak Gaby membuat lamunan Dika


buyar seketika.


"eh.. tunggu, bukan nya kakak


masuk siang? Aku pulang naik


taksi aja kalau gitu deh.."


"bareng aja, lagian aku belum


membawa seragam dan tas ku."


seperti biasa, Dika menjawab dingin.


padahal seragam dan tas nya sudah


ready di bagasi. akan tetapi hati nya


kok kaya ngganjel membiarkan


Gaby pulang sendiri.


...~~~~...


"bundaa......"


panggil El mengetuk kamar Nurul.


Tak lama Nurul membukakan pintu nya.


"iyaa... ada apa anak bunda😚😚"


"hehehe.. El mau tidur sama bunda.."


"mm.. tapi nggak sama Ayah kamu kan?"


"nggak kok Bunda..


Ayah sudah tidur duluan."


sahut nya, tampak nya ia sedikit kesal


karena di tinggal tidur oleh Vino.


Nurul pun membawa El masuk,


sebelum tidur mereka bercerita


sambil menonton video kartun


di laptop Nurul.


"Bunda..


kalau orang meninggal itu kemana sih?"


entah kenapa pikiran itu terlintas


di benak El.


"kalau orang baik ke surga..


kalau yang jahat ke neraka.."


sahut Nurul tersenyum.


"apa itu surga neraka??"


El memang cerdas, namun untuk


hal seperti itu tampak nya ia


belum pernah mendengar, maka nya


ia tidak paham.


"surga itu tempat yang sangat indah..


di dalam nya ada istana, taman,


serta sungai yang sangat cantik.


orang orang baik akan abadi di sana.


sedangkan neraka itu seperti


lembah api yang amat panas.


orang orang jahat akan di hukum di sana


sesuai dosa masing masing."


Nurul berusaha menjelaskan serinci


mungkin agar masuk di pikiran El.


Mendengar jawaban Nurul,


mata El langsung berkaca kaca.


"berarti mama El masuk neraka?😟"


deg...


Jantung Nurul seakan berhenti


mendengar pertanyaan itu.


"nggak sayang, mama El itu


orang baik. jadi mama El pasti


di surga.."


"tapi orang orang mengatakan


kalau mama El itu seperti iblis.


dia jahat, dan pernah memakai


narkoba. maka nya Ayah tidak


menikahi mama karena mama


wanita jahat."


air mata yang tadi tertahan lepas


membasahi pipi El.


Selama ini El selalu diam dan memendam


semua itu. sewaktu di London,


orang orang akan mengatakan


keburukan Zey di mana mana.


surat kabar, bahkan internet, semua


memberitakan keburukan Zey.


"El... Bunda nggak tau El dengar itu


dari mana. tapi percaya bunda ya..


Bunda juga kenal betul siapa mama


El, seperti apa dia, bagaimana sifat nya.


semua orang punya dosa masing masing.


entah itu mama, bunda, ayah bahkan


El. semua mempunyai sisi kelam.


tapi berdosa di mata manusia belum


tentu berdosa di mata Tuhan nak..


El tau kan mama meninggal karena apa?"


"karena melahirkan El.."


sahut nya terisak.


"iya sayang..


mama kamu mengorbankan nyawa nya


demi kamu, dia rela meninggalkan


Ayah kamu, keluarganya demi melahirkan


kamu ke dunia ini.


dia itu pahlawan yang sebenar nya..


orang orang yang meninggal dalam


keadaan berjuang akan abadi di surga.


mama itu jahat ya nak.."


"iya bunda..hiks...hiks...😭


tapi kenapa Ayah dan Mama tidak


menikah..?"


"karena..."


"karena Ayah egois.."


sahut Vino tiba tiba dari depan pintu.


"karena ke egoisan Ayah semua


ini terjadi.."


ia berlutut di hadapan El yang


tengah duduk di atas kasur.


"jadi El jangan berpikiran kalau


mama jahat ya, semua ini salah Ayah..


salah Ayah nak..


El mau kan memaafkan Ayah?"


tak terasa air mata juga menggenang


di pelupuk mata Vino.


El mengangguk sembari menyeka


air mata Ayah nya.


"iya..."


mereka langsung berpelukan sambil


menumpahkan tangis haru.


"Bunda nggak di peluk juga?"


sempat sempat nya El bicara begitu


padahal nafas nya terisak isak.


...~~~~...


Jam 03:30 pagi...


"gempa...?"


batin Nurul masih terpejam


Perlahan ia membuka mata nya


dan di dapati El tertidur di kasur


bawah. entah bagaimana mereka


tertidur, yang Nurul ingat terakhir


mereka menangis sambil berpelukan.


Guncangan yang di rasakan Nurul


semakin jelas dan kencang sekitar


8 hentakan perdetik.


ia perlahan membalikkan badan


dan....


"hahhhhh!!!!"


gubrakk!!


Nurul sampai terjatuh saking kaget nya


saat melihat Vino sedang memanjakan


si alex dengan khidmat nya di balik selimut.


untung jatuh nya tidak menimpah El.


"Rann?? kenapa kamu?"


Vino malah ikut terkejut karena


Nurul jatuh nya sangat spontan.


"Bapak yang kenapa?


ngapain coba begitu di sana?!!"


rutuk nya setengah berbisik agar El


tak terbangun. bahkan ia sampai


menyebut Vino bapak karena syok.


"Bapak...?πŸ™


karena kita tidur bersama saya jadi anu..


dan kita belum menikah ya saya


selesaikan saja sendiri.."


sahut Vino santai.


"ya kenapa di situ cobak?!!


kan bisa ke kamar mandi kek.


atau kemana..!"


"mager ah.. di sini aja sambil lihat kamu


biar semangat.."


senyum tipis di sertai alis naik


turun semakin mempertegas kesan


badboy nya.


"terus kenapa ini El tidur di bawah.


kenapa nggak Mas yang di bawah?!"


"mana saya tau.."


sahut Vino enteng sambil mengangkat


bahu nya.


"ishh!!!"


Nurul terpaksa pindah ke kamar


lain demi kenyamanan dan keamanan


bersama.


"Ran.. mau kemana sayang..?


saya belum selesai.."


seru Vino pelan.


"bodo amat..!"


rutuk Nurul kesal.


...~~~~...


Di kursi taman, Dika sedang melamun


sambil membayangkan senyum


seseorang yang belakangan ini


mengisi pikiran nya.


Kemudian ia mengeluarkan gantungan


kunci kenangan dari saku nya.


"di mana kamu Dita??


apa kamu masih mengingat ku??"


Memang tampak bodoh mengingat


pernikahan itu hanya main main.


di tambah kejadian itu sudah sangat


lama, bisa saja Dita yang dicintai Dika


sekarang sudah punya kekasih.


kalaupun belum, apa iya rasa yang


selama ini di simpan Dika akan terbalas?


Walaupun kecil kemungkinan mereka


bertemu lagi, Dika percaya bahwa takdir


akan mempertemukan mereka kembali.


"kalau sudah besar nanti..


menikahlah dengan ku.."


Kata kata itu masih di ingat Dika


sangat jelas, siapa yang menyangka


cinta itu ternyata benar benar tumbuh


bahkan setelah bertahun tahun lama nya.


"Kak..... cantik kan?"


panggil Nurul dari atas balkon


saat menjajal gaun pengantin nya.


Namun bukan wajah Nurul, ia malah


melihat Gaby yang ada di sana sambil


berputar putar dengan gaun pengantin


itu.


"aishh!!! entah lah..!"


rutuk nya lalu beranjak dari sana.


"lah?? kenapa dia?


padahal aku serius nanya."


gumam Nurul kesal.


...*********...