
"hah... bukan kak.
saya minta atas nama Gaby.."
sahut Gaby heran.
"saya Dita kak.."
sahut seorang ibu muda sambil
menggendong anak nya.
"ohh.. maaf, soal nya nama nya
ada kemiripan."
ujar resepsionis, wajar ia bingung
sebab satu kertas tertulis
Gabriella Arandita, dan satu lagi
Tasya Andita.
"chh.. mirip apa nya.
Gaby dan Dita. jelas jelas nama itu
sangat berbeda."
batin Dika, sebenarnya ia sedikit
kecewa karena berharap Dita kecil nya
ada di sana.
"tunggu.. apa itu Dita ku?
dia sudah punya anak?
nggak nggak.. Dita ku mempunyai
tahi lalat di dekat hidung nya."
gumamnya dalam hati sambil
memperhatikan ibu muda tersebut.
ya, dia masih ingat persis tahi lalat
sebesar merica atas bibir sebelah kiri Dita.
"ayo kak..."
ajak Gaby membuat lamunan Dika
buyar seketika.
"eh.. tunggu, bukan nya kakak
masuk siang? Aku pulang naik
taksi aja kalau gitu deh.."
"bareng aja, lagian aku belum
membawa seragam dan tas ku."
seperti biasa, Dika menjawab dingin.
padahal seragam dan tas nya sudah
ready di bagasi. akan tetapi hati nya
kok kaya ngganjel membiarkan
Gaby pulang sendiri.
...~~~~...
"bundaa......"
panggil El mengetuk kamar Nurul.
Tak lama Nurul membukakan pintu nya.
"iyaa... ada apa anak bundaππ"
"hehehe.. El mau tidur sama bunda.."
"mm.. tapi nggak sama Ayah kamu kan?"
"nggak kok Bunda..
Ayah sudah tidur duluan."
sahut nya, tampak nya ia sedikit kesal
karena di tinggal tidur oleh Vino.
Nurul pun membawa El masuk,
sebelum tidur mereka bercerita
sambil menonton video kartun
di laptop Nurul.
"Bunda..
kalau orang meninggal itu kemana sih?"
entah kenapa pikiran itu terlintas
di benak El.
"kalau orang baik ke surga..
kalau yang jahat ke neraka.."
sahut Nurul tersenyum.
"apa itu surga neraka??"
El memang cerdas, namun untuk
hal seperti itu tampak nya ia
belum pernah mendengar, maka nya
ia tidak paham.
"surga itu tempat yang sangat indah..
di dalam nya ada istana, taman,
serta sungai yang sangat cantik.
orang orang baik akan abadi di sana.
sedangkan neraka itu seperti
lembah api yang amat panas.
orang orang jahat akan di hukum di sana
sesuai dosa masing masing."
Nurul berusaha menjelaskan serinci
mungkin agar masuk di pikiran El.
Mendengar jawaban Nurul,
mata El langsung berkaca kaca.
"berarti mama El masuk neraka?π"
deg...
Jantung Nurul seakan berhenti
mendengar pertanyaan itu.
"nggak sayang, mama El itu
orang baik. jadi mama El pasti
di surga.."
"tapi orang orang mengatakan
kalau mama El itu seperti iblis.
dia jahat, dan pernah memakai
narkoba. maka nya Ayah tidak
menikahi mama karena mama
wanita jahat."
air mata yang tadi tertahan lepas
membasahi pipi El.
Selama ini El selalu diam dan memendam
semua itu. sewaktu di London,
orang orang akan mengatakan
keburukan Zey di mana mana.
surat kabar, bahkan internet, semua
memberitakan keburukan Zey.
"El... Bunda nggak tau El dengar itu
dari mana. tapi percaya bunda ya..
Bunda juga kenal betul siapa mama
El, seperti apa dia, bagaimana sifat nya.
semua orang punya dosa masing masing.
entah itu mama, bunda, ayah bahkan
El. semua mempunyai sisi kelam.
tapi berdosa di mata manusia belum
tentu berdosa di mata Tuhan nak..
El tau kan mama meninggal karena apa?"
"karena melahirkan El.."
sahut nya terisak.
"iya sayang..
mama kamu mengorbankan nyawa nya
demi kamu, dia rela meninggalkan
Ayah kamu, keluarganya demi melahirkan
kamu ke dunia ini.
dia itu pahlawan yang sebenar nya..
orang orang yang meninggal dalam
keadaan berjuang akan abadi di surga.
mama itu jahat ya nak.."
"iya bunda..hiks...hiks...π
tapi kenapa Ayah dan Mama tidak
menikah..?"
"karena..."
"karena Ayah egois.."
sahut Vino tiba tiba dari depan pintu.
"karena ke egoisan Ayah semua
ini terjadi.."
ia berlutut di hadapan El yang
tengah duduk di atas kasur.
"jadi El jangan berpikiran kalau
mama jahat ya, semua ini salah Ayah..
salah Ayah nak..
El mau kan memaafkan Ayah?"
tak terasa air mata juga menggenang
di pelupuk mata Vino.
El mengangguk sembari menyeka
air mata Ayah nya.
"iya..."
mereka langsung berpelukan sambil
menumpahkan tangis haru.
"Bunda nggak di peluk juga?"
sempat sempat nya El bicara begitu
padahal nafas nya terisak isak.
...~~~~...
Jam 03:30 pagi...
"gempa...?"
batin Nurul masih terpejam
Perlahan ia membuka mata nya
dan di dapati El tertidur di kasur
bawah. entah bagaimana mereka
tertidur, yang Nurul ingat terakhir
mereka menangis sambil berpelukan.
Guncangan yang di rasakan Nurul
semakin jelas dan kencang sekitar
8 hentakan perdetik.
ia perlahan membalikkan badan
dan....
"hahhhhh!!!!"
gubrakk!!
Nurul sampai terjatuh saking kaget nya
saat melihat Vino sedang memanjakan
si alex dengan khidmat nya di balik selimut.
untung jatuh nya tidak menimpah El.
"Rann?? kenapa kamu?"
Vino malah ikut terkejut karena
Nurul jatuh nya sangat spontan.
"Bapak yang kenapa?
ngapain coba begitu di sana?!!"
rutuk nya setengah berbisik agar El
tak terbangun. bahkan ia sampai
menyebut Vino bapak karena syok.
"Bapak...?π
karena kita tidur bersama saya jadi anu..
dan kita belum menikah ya saya
selesaikan saja sendiri.."
sahut Vino santai.
"ya kenapa di situ cobak?!!
kan bisa ke kamar mandi kek.
atau kemana..!"
"mager ah.. di sini aja sambil lihat kamu
biar semangat.."
senyum tipis di sertai alis naik
turun semakin mempertegas kesan
badboy nya.
"terus kenapa ini El tidur di bawah.
kenapa nggak Mas yang di bawah?!"
"mana saya tau.."
sahut Vino enteng sambil mengangkat
bahu nya.
"ishh!!!"
Nurul terpaksa pindah ke kamar
lain demi kenyamanan dan keamanan
bersama.
"Ran.. mau kemana sayang..?
saya belum selesai.."
seru Vino pelan.
"bodo amat..!"
rutuk Nurul kesal.
...~~~~...
Di kursi taman, Dika sedang melamun
sambil membayangkan senyum
seseorang yang belakangan ini
mengisi pikiran nya.
Kemudian ia mengeluarkan gantungan
kunci kenangan dari saku nya.
"di mana kamu Dita??
apa kamu masih mengingat ku??"
Memang tampak bodoh mengingat
pernikahan itu hanya main main.
di tambah kejadian itu sudah sangat
lama, bisa saja Dita yang dicintai Dika
sekarang sudah punya kekasih.
kalaupun belum, apa iya rasa yang
selama ini di simpan Dika akan terbalas?
Walaupun kecil kemungkinan mereka
bertemu lagi, Dika percaya bahwa takdir
akan mempertemukan mereka kembali.
"kalau sudah besar nanti..
menikahlah dengan ku.."
Kata kata itu masih di ingat Dika
sangat jelas, siapa yang menyangka
cinta itu ternyata benar benar tumbuh
bahkan setelah bertahun tahun lama nya.
"Kak..... cantik kan?"
panggil Nurul dari atas balkon
saat menjajal gaun pengantin nya.
Namun bukan wajah Nurul, ia malah
melihat Gaby yang ada di sana sambil
berputar putar dengan gaun pengantin
itu.
"aishh!!! entah lah..!"
rutuk nya lalu beranjak dari sana.
"lah?? kenapa dia?
padahal aku serius nanya."
gumam Nurul kesal.
...*********...