
"eh..maaf.."
"jangan macem macem ya pak.."
Nurul melebarkan mata nya.
"dasar aki aki bau tanah! nggak inget umur apa?" rutuk Nurul sinis.
Bukan nya menunjukkan raut wajah penyesalan,Vino malah menatap Nurul dengan tatapan nakal nya.
"saya nggak macam macam kok.. cuma satu macam saja"
Nurul langsung mengalihkan pandangannya dari wajah Vino.
"yang bener nyetir nya pak. ntar nabrak lo"
ujar nya sedikit merinding. jika dia tau akan seperti ini keadaan nya,maka ia tidak akan mau pergi dengan Vino.
"kok kamu bisa cantik sih.."
mulut buaya Vino mulai beraksi.
"mana ada perempuan ganteng pak"
sahut Nurul sewot.
"tapi kamu beda gitu cantik nya.."
Vino tetap meluncurkan rayuan buaya nya.
"ya nama nya manusia wajar berbeda beda pak"
level sewot nya Nurul makin bertambah.
"iya juga ya.."
sahut Vino mati kutu. lagi lagi Nurul membuat suasana obrolan menjadi buntu.
"kamu sudah punya pacar?"
tanya Vino tanpa ragu.
"masih kecil pak.. nggak boleh pacar pacaran!"
"iya bagus itu...."
sssrrrtttt......
mobil Vino tiba tiba oleng ke bahu jalan karena mata nya di tabrak hewan kecil.
mobil Vino jenis convertible (atap terbuka) jadi tidak menutup kemungkinan hal seperti itu terjadi.
"ya ampun pak!! kan udah Nur bilang fokus.. untung kita nggak nyungsang ke truk itu"
badan Nurul langsung lemas,ia membayangkan bagaimana jadi nya kalau sampai mereka nyusruk ke truk besar di depan.
"maaf..maaf.. aduh mata saya perih banget ini"
Vino mengucek mata nya, seperti nya hewan itu terjebak di dalam mata Vino.
"di basuh pak.." Nuruk menyodorkan sebotol air.
Vino pun membasuh mata nya,tapi seperti nya tak berhasil.
"bisa tolong keluarkan hewan nya?"
Vino mendekatkan wajah nya ke Nurul.
"hah.. iya bisa.."
dengan berat hati Nurul pun membantu Vino mengeluarkan hewan sialan itu, ia membasahi tangan nya lalu menyongkel/menyodek/mencolok/apalah itu nama nya.
butuh waktu sedikit lama,karena netra Vino yang basah membuat hewan itu jadi licin hingga terus bergeser saat hendak di keluarkan.
"hih.! akhir nya dapat juga.."
ujar Nurul gemas.
Vino pun mulai bisa melihat dengan jelas,walaupun masih sedikit perih.
dan.. ntah bagaimana tatapan mereka jadi saling beradu dengan jarak yang cukup tipis.
Si Vino yang tipis iman pun tergoda oleh pemandangan bibir yang ranum nan indah milik Nurul.
tanpa pikir panjang,ia mendaratkan ciuman nya di bibir Nurul sambil sedikit menghisap nya.
Nurul pun seketika syok,tubuh nya menjadi panas dingin tak bertenaga dan akhirnya...ia pun pingsan di tempat.
(berdosa banget kamu Vin๐)
"sshh... barang ori memang beda..
baru di cium udah pingsan.."
gumam Vino sambil tersenyum tipis.
dada nya hampir meledak karena terlalu laju berdetak.
"hishhh!! harus nya kau tahan diri mu! apa yang akan kau lakukan kalau dia terbangun nanti"
Vino pun melanjutkan perjalanan nya,otak nya berputar keras mencari jawaban yang akan ia siapkan saat Nurul terbangun nanti.
...~~~~...
Di sisi lain...
ya,alasan. selama ini hal yang tidak bisa ia lakukan di rumah seperti kran air rusak,lupa kata sandi hingga ban mobil bocor hanya lah modus belaka.
"aku numpang merebus mie. gas ku habis"
ujar Riko dengan santai nya.
"hmm.." sahut Mila kalem,ia sedang terbaring lemas di atas tempat tidur nya.
tiba tiba saja badan nya demam menggigil saat pulang kerja tadi, mungkin karena akhir akhir ini dia stress dan banyak pikiran.
jadi daya tahan tubuh nya melemah.
"aku tidak salah dengar?"
guman Riko,tumben suara Mila kalem.
biasa nya menggelegar kaya petir di siang bolong.
"kau mau? akan ku buatkan sekalian"
seru Riko dari dapur.
"tidak.." sahut Mila lebih lembut lagi dari sebelumnya.
Riko semakin terheran lagi..
"hah?!! jangan jangan..."
ia segera mematikan kompor nya dan berlari ke kamar Mila.
"hei.. jangan bilang kau coba melakukan hal bodoh!" ujar Riko panik.
"bisa kah kau diam.. kepala ku sakit!!"
gerutu Mila kesal. siapa yang tidak jengkel,lagi sakit eh malah di recokin.
Riko mendekati Mila yang tengah terbaring dengan selimut berlapis lapis di tubuh nya.
"kau sakit?"
"hm..."
Riko menyentuh dahi Mila untuk memastikan keadaan nya.
"astaga..! badan mu panas sekali, ayo kita ke rumah sakit"
"sshh!! pergilah.. kau membuat ku semakin sakit kepala" sahut Mila kesal
Karena tak mau di bawa ke rumah sakit,Riko pun langsung berlari mengambil obat di rumah nya.
...-...
Beberapa saat kemudian,Riko kembali lagi dengan obat penurun demam beserta semangkuk air dan handuk kecil untuk mengompres Mila.
"mari ku bantu minum obat"
Riko memapah tubuh Mila perlahan agar duduk dan meminum obat, setelah itu ia mengompres dahi nya.
Untuk kali pertama,Mila melihat sisi baik nya Riko yang sangat perhatian.
mungkin ini hidayah tuhan agar Mila membuka mata nya dan melihat sisi baik Riko.
"ck.. bisa lembut juga ternyata sunggokong ini"
batin Mila sambil terus menatap Riko dengan mata merah nya.
" kau terpesona dengan ku?"
ujar Riko dengan pede nya.
baru di puji,eh keluar lagi kelakuan songong nya.
Mila pun mencubit lengan Riko,tapi kali ini tak berasa karena tenaga Mila sedang lemah.
"tidur lah..." ujar Riko sambil tersenyum lembut.
kali pertama juga Riko tersenyum lembut seperti itu pada Mila.
"apa itu? dia senyum pada ku?"
Mila langsung meelting seketika,siapa coba yang nggak meleleh kalau di senyumin kaya gitu.
entah karena Mila sakit,atau karena yang lain tapi hari ini hari paling bersejarah karena baru kali ini mereka bertemu tapi tidak saling cekcok.
"undangan kita sudah selesai, kapan kita bagikan?" tanya Riko.
Mila: "aishh.. berhentilah membahas itu. biarkan aku istirahat hari ini"
Riko: "pernikahan kita tinggal 10 hari lagi.."
Mila: "diam!!"
Riko: "setelah menikah aku yang pindah kesini,atau kau pindah ke tempat ku? atau haruskah kita membeli rumah baru?"
"diam!! aku bilang diam sialan!"
Mila menendang Riko dengan sisa tenaga yang ada hingga perdebatan pun berlanjut.
seperti nya hari ini gagal mencetak sejarah ke akuran mereka.
...********...
maaf gaes telat Up karena otak lagi mode lemot ๐ญ