Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 21: Festival


drrtt..drrrt...


Nurul membuka pesan masuk nya.


"Ran.. saya minta maaf..


saya tidak berniat menyelakai kamu.."


"hh..! dasar katak tua nggak beradab!


dia nggak tau apa takut nya aku tadi gimana?


ku kira aku akan mati di sana karena kehabisan


oksigen.!" gerutu Nurul. ia mematikan layar


ponsel nya lalu lanjut berbaring.


*drrtt..drtt....


"Ran...."


drrt..drtt..


"bunda..."


drrrt..drttt..


"bunda.. maafin ayah yaa..๐Ÿ˜ฟ๐Ÿ˜ฟ*"


Pesan terakhir Vino membuat Nurul


tersenyum kecil.


"hhhh.. kenapa pakai emot kucing?


karakter nya bertolak belakang banget.."


"jangan ganggu.."


baru hendak mengetik balasan. telepon


dari Bian masuk.


"hallo bang..?"


ia langsung terduduk dari ranjang.


"dek.. saya di bawah.."


"Nur di atas bang.."


"jadi.. adek yang turun, atau saya yang naik?"


"ohh.. abang di bawah. di rumah Nur maksut nya?" Nurul baru menyadari maksut Bian.


"iya sayang.. turun yaa..."


"oke bang... bentar ya.."


Nurul langsung menyisir rambut dan


mengoleskan sedikit lipblam di bibir nya agar kelihatan fresh di mata babang pacar.


...-...


...-...


"tadaaa....."


Bian memberikan buket coklat mini kesukaan


Nurul.


"wahhh... makasih bang.."


ujar Nurul berbinar kegirangan.


"oh iya. abang kenapa sih seharian kemarin


nggak ngabarin Nur?"


"ponsel saya rusak dek, pas nelpon kamu itu.


maka nya saya itu rindu banget sama kamu"


Bian mengecup pucuk kepala Nurul.


"oalah.. kirain abang marah sama Nur.."


"marah?? kenapa? memang nya


kamu buat kesalahan?"


Nurul bingung menjawab nya, lagian ngapain


sih pake acara bilang marah.


"nggak bang.."


"jalan yuk.."


ajak Bian.


"mm.. Nur ganti baju dulu deh ya.."


"nggak usah.. bentar aja kok..


yuk.." Bian langsung menggandeng tangan


Nurul.


...~~~~...


Sampai lah mereka ke pinggir pantai yang


sedang mengadakan festival kembang api.


Bian tampil gagah menawan dengan setelan


jas nya, sementara Nurul hanya memakai


kaos oblong berwarna merah muda dan


Rok jeans di bawah lutut. rambut nya pun


tergerai tanpa riasan, bertambah minder


lah Nurul dengan orang orang yang berpenampilan modis di sana.


namun Bian dengan bangga nya menggandeng tangan Nurul dengan senyum lebar nya.


"bang.. kita ngapain sih kesini?


Nur malu banget ini baju nya compang


camping kaya gembel."


"cantik kok.. sayang ku ini cantik banget


mau gimanapun pakaian nya."


ia menyentuh pucuk hidung Nurul.


Bian melihat permainan menembak di


arena festival itu.


"dek.. kita main itu yuk..


yang kalah harus jujur dan ceritain semua


yang kita nggak tau. gimana?"


"hah?? oke ayuk.."


Nurul terheran dengan konsekuensi kekalahan


yang di buat Bian, kalau dia kalah.


apa yang harus di beritahu?


soal kebersamaan nya dengan Vino?


atau soal diri nya yang .....


Proses menembak berlangsung sengit


dengan skor 9-8.


dengan sangat gigih, akhirnya Nurul berhasil


memenangkan permainan itu.


"yesss... hayo abang.."


ia santai saja, karena sudah pasti tak ada hal


yang di tutupi Bian. karena Bian selalu jujur


dan apa ada nya di depan Nurul.


"karena saya kalah, saya akan jujur sama


kamu.." tatapan Bian tampak sangat serius.


".. soal apa bang??"


"soal Viona..."


"hhmm??"


"sebenarnya dulu kami hampir bertunangan,


tapi saya membatalkan nya karena saya suka


sama kamu, saya memutuskan pertunangan


itu dan menjalin hubungan dengan mu."


mengatakan itu seperti melepaskan kยฃntut


yang berhari hari di tahan, sangat lega namun


meninggalkan kekhawatiran.


Ekpresi Nurul tentu saja terkejut, ia ingin


sekali marah. namun untuk apa?


toh semua nya sudah berlalu.


"mmm.. pantas dia memandang abang seperti


ada sesuatu.."


"adek nggak marah?"


"entah lah.. semua nya masa lalu.


tujuan abang cerita apa?"


"saya cuma mau jujur aja, saya takut kamu


mendengar ini dari orang lain."


"dia masih cinta sama abang kan?"


tanya Nurul lagi.


"iya dek.. tapi saya sudah memberi nya


pengertian bahwa saya sampai saat


ini tidak mencintai nya."


Nurul hanya mengangguk, batin nya terusik.


bukan karena Viona, melainkan karena diri


nya sendiri yang sampai saat ini masih


sering dekat dengan Vino.


"kami sama sama di cintai orang yang


salah. apa sebenernya kami juga salah


saling mencintai dan menjalin hubungan?"


"saya sudah jujur sama kamu.


adakah yang mau kamu sampai kan juga?


tentang Vino.."


laki laki satu ini memang sangat tak pandai


berbasa basi. tentu saja itu membuat Nurul


terkejut. ini lah yang dari tadi di takut takutkan Nurul.


"dia juga masih cinta kan sama kamu.."


"hhhfff ... entah lah bang.


apa pembahasan ini hal wajar jika


kita bicarakan sementara kita sepasang


kekasih?"


"lalu, apakah hal wajar jika kamu terus


bersama nya sementara kamu punya


kekasih?"


Sekarang Nurul tau kemana sebenar nya


arah pembicaraan Bian hari ini.


ya, sudah pasti untuk meminta penjelasan


atas kejadian kemarin, kemarin, dan


kemarin karena ia dan Vino selalu bersama.


"bang.. Nur nggak tau apa yang ada


di pikiran abang. yang pasti sejauh ini


Nur masih sadar akan batasan kami."


"batasan apa? batasan antara kamu


dan dia yang belum selesai dengan kenangan


masa lalu?"


"oke..


iya Nur juga masih cinta sama dia..


Nur masih sayang sama dia..


apa itu yang mau abang dengar?"


mata Nurul mulai berkaca kaca.


tangan nya pun gemetar karena ini kali


pertama mereka bertengkar.


"dek..? saya tau kamu juga sayang sama


saya.dan saya tau,kamu masih cinta sama dia.


tapi saya cuma minta kamu ngerti posisi kita.


tolong...


jangan tempat kan dia di posisi pertama.


kamu sadar nggak sih, senyum mu,


pandangan mu, semua nya hanya ada Vino.


Vino dan Vino.


saya ini pacar kamu dek, saya yang berhak


di posisi itu."


"apa beda nya kita?


karena abang mengungkit ini.


Nur juga akan jujur!


kemana kita waktu jalan jalan?


taman? pantai? restaurant? Mall?


bioskop? semua nya rekomendasi Viona.


semua tempat yang kita datangi tak lepas


dari campur tangan Viona.!


Viona dan saya pernah kesini..


ini rekomendasi dari Viona...


Viona bilang tempat nya nyaman..


makanan ini kesukaan Viona..


semua tentang Viona!!


abang sadar nggak?! isi kepala abang


juga Viona,Viona dan VIONA!!!!"


Nurul benar benar tak bisa membendung


unek unek yang bersarang selama 2 tahun


di dada nya.


"kenapa kamu nggak jujur sama saya


dari awal kalau kamu nggak nyaman?"


"hmm.. memang Nur yang salah di sini.


seharus nya Nur jujur dari awal.."


ia pergi meninggalkan Bian sambil


menangis sesenggukan.


awal nya ia tak ingin mengungkit itu, tapi


jiwa wanita yang sejati nya tak mau di salahkan


terpaksa membuat persoalan banding agar


perseteruan seimbang.


Tanpa ponsel, tanpa tas, Nurul berjalan kaki


pulang kerumah nya. air mata tak henti hentinya


mengalir deras hingga mata nya terasa rimang.


Sedangkan Bian memalingkan wajah nya dari


keramaian agar tak ada yang melihat nya


menangis.


perih, tentu saja. hal yang ia takutkan ternyata


benar terjadi,yakni cinta Nurul yang belum


lepas untuk Vino.


Sementara Nurul berjongkok sebentar di pinggir


jalan karena merasa tak sanggup berdiri.


kenapa itu menjadi kesalahan nya?


ia menahan semua rasa cemburu nya


tentang hal yang berkaitan dengan Viona


agar hubungan nya tentram. namun kini


ia merasa diri nya lah yang paling di salahkan


oleh keadaan karena tak bisa terbuka


dan berterus terang.


Di tengah hingar bingar nya kendaraan yang


berlalu lalang, Nurul membenamkan wajah


nya sejenak untuk melepaskan semua


kesedihan nya.


para pejalan kaki yang lewat sampai terheran


melihat Nurul menangis tersedu sedu seperti


itu.


...********...


Maaf ya beb.. Up nya masih bolong2๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


soal nya otor belum sehat beber๐Ÿ™๐Ÿ˜


terimakasih untuk doa kalian semua..


love uuu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜