
Setelah selesai makan siang,Fani di antar pulang lalu Dimas kembali ke kantor nya karena masih banyak hal yang harus ia kerjakan.
Baru beberapa langkah masuk ke rumah,tiba tiba perut Fani terasa mual dan ingin muntah.
"hhwuueekk.... " Fani langsung berlari ke kamar mandi dan berusaha memuntahkan isi perut nya agar terasa lega. tapi beberapa kali ia berusaha mengeluarkan tetap saja tidak bisa, hingga seluruh tubuh nya terasa lemas.
"aduuhh... mana bibik udah pada pulang lagi.."
rintih nya sambil berusaha melangkahkan kaki ke sofa.
Fani pun terbaring lemas di sofa dengan kaki dan tangan gemetaran.
"apa gara gara makan sushi ya,jadi mual banget.." gumam nya sambil memijat pelan pelipis nya.
Ia lalu membuka ponsel nya dan ingin mencari tahu di internet bagaimana cara mengatasi mual.
tapi tiba tiba mata nya tertegun pada tanggal yang tersemat di atas layar.
"tanggal 18??"
"terakhir aku datang bulan tanggal..."
ia pun membuka catatan pribadi di ponsel nya,dan langsung terkejut ketika mengetahui diri nya sudah telat datang bulan 2 minggu.
"apa mungkin aku...??" batin Fani seyara menelan ludah nya karena tak percaya.
ia pun segera bangkit dengan wajah gugup lalu ia meminta pak supir mengantar kan nya ke rumah sakit terdekat.
"apakah benar aku hamil? apa aku akan punya anak ?" Fani masih tak percaya,namun ia juga sangat senang dan mengharapkan diri nya benar benar hamil.
...~~~~...
Di rumah sakit....
"Selamat ya Bu.. hasil nya positif ibu hamil 6 minggu." ujar Dokter tersebut sambil menuliskan hasil tes di selembar kertas.
"beneran buk??" Fani tersenyum lebar dengan mata berbinar dan hampir menangis saat itu, ia tak sabar memberitahu kabar bahagia ini kepada Dimas.
"jangan sampai kelelahan ya Bu, hindari stres dan makan makanan bergizi. " ujar Dokter tersebut dengan senyuman lembut nya,ia juga menyerahkan beberapa Vitamin dan pereda mual serta tak lupa buku panduan ibu hamil.
"iyaa buk,pasti akan saya lakukan semua saran ibuk... terimakasih ya buk.."
"iya sama sama.. sekali lagi selamat yaa.." balas bu Dokter sambil mengantarkan Fani keluar ruangan.
"ya ampun..beneran ada bayi di perut ku..? anak ku..?" ujar Fani senang sambil mengelus elus perut nya,ia berencana memberitahu Dimas nanti di rumah agar menjadi kejutan.
Saat dalam perjalanan ke rumah Fani terjebak macet sudah lebih dari 1 jam.
tiba tiba mata nya tertuju pada seorang wanita yang tengah hamil kira kira 6 bulan sedang duduk di halte dengan wajah pucat dan berkeringat.
kira kira sudah setengah jam wanita itu di sana, seperti nya ia sedang menunggu seseorang.
Fani yang tidak tega pun turun dari mobil dan menghampiri wanita tersebut.
"permisi.. apa mbak perlu bantuan?"
"saya lagi nunggu taksi tapi belum dapat" sahut wanita itu dengan wajah lemas.
dia dan suami nya datang dari luar kota dan sedang liburan maternity di sebuah hotel mewah yang ada di sini,namun karena mereka parkir sembarangan mobil mereka pun di derek dan si suami ikut ke kantor polisi untuk mengurus itu.
sedangkan dia di suruh kembali dulu ke hotel menggunakan taksi agar tidak kelelahan.
"mau saya antar mbak? atau kita ke rumah sakit sebentar memerika kondisi mbak, soal nya mbak keliatan pucat." ujar Fani menawarkan bantuan.
"beneran kakak mau anter saya?? tapi anterin saya ke hotel aja ya,soal nya saya pengen istirahat." sahut wanita itu.
Fani pun mengiyakan permintaan wanita itu.
"ya udah kalau gitu ayo saya bantu.."
Fani membantu wanita tersebut berdiri dan menuntun nya ke dalam mobil.
Si wanita tak lupa mengabari suami nya agar cepat kembali ke hotel karena diri nya sedang dalam kondisi tidak baik.
...~~~~...
Setelah sampai di hotel,Fani mengantar kan wanita itu dan beberapa barang ke kamar nya.
karena wanita itu tampak sangat lemas jadi Fani tidak tega melihat nya.
"nggak apa apa kak, biar saya aja." ujar wanita itu segan.
tapi Fani tidak tega dan tetap ingin memastikan wanita itu sampai ke kamar nya dengan aman.
"nggak apa apa mbak saya senang bisa membantu mbak." sahut Fani sambil tersenyum lembut.
Sesampai nya di kamar hotel,Fani juga membantu wanita itu berbaring di ranjang dan memberi nya air minum.
tak lama kemudian suami nya datang tergesa gesa, ia sangat berterimakasih kepada Fani karena sudah menolong istri nya.
"Terimakasih banyak ya kak sudah membantu istri saya.. terimakasih banyak..." ujar Suami wanita itu sambil menundukkan badan nya.
Fani: "iya pak sama sama... kalau gitu saya pamit dulu ya"
"saya antar ke bawah ya kak..."
"nggak usah pak, nggak apa apa.."
"tolong biarkan saya mengantar kakak sampai ke lobi,sebagai ungkapan terimakasih saya kak." pinta lelaki itu,ia sungguh merasa hanya cara itu yang pantas ia lakukan untuk membalas kebaikan Fani.
"iyaa kak.. tolong terima tawaran suami saya sebagai ungkapan terimakasih kami" imbuh wanita itu dengan wajah penuh harap.
"baiklah kalau begitu.." Fani akhirnya mengiyakan permintaan mereka.
"sebentar ya sayang..." ucap lelaki itu kepada istri nya,di sahuti dengan anggukan sang istri.
Fani pun keluar di antar oleh lelaki itu,namun Fani melupakan sesuatu. yaitu tas dari rumah sakit yang berisi hasil test kehamilan nya.
...~~~~...
"Sayang.. ini sepertinya barang kakak tadi ketinggalan.." ujar wanita itu pada suami nya.
"benarkah?? "
Mereka pun memeriksa isi kantong tersebut untuk menemukan siapa tau ada nomor telepon atau alamat Fani,karena mereka mengira pasti kantong tersebut sangat penting.
"ya ampun.. ternyata kakak tadi sedang hamil juga sayang... " wanita itu turut senang saat melihat hasil test Fani.
"ada alamat nya sayang.. " wanita itu tambah senang ketika melihat alamat rumah Fani tertera di sana.
"wahh.. kalau gitu besok kita antarkan saja ya sayang.. kelihatan nya itu sangat penting." sahut sang Suami.
Mereka pun sepakat untuk mengantarkan tas tersebut besok setelah kondisi si istri membaik.
...~~~~...
Sesampai nya di rumah,Fani yang senang senang gembira malah di kejutkan oleh kondisi rumah yang porak poranda.
beberapa guci pecah,bantal di sofa juga berserakan di mana mana.
"AAAAAAAA!!!!!!"
Fani langsung tersentak ketika mendengar teriakan Dimas dari dalam kamar.
ia pun segera berlari ke arah kamar dengan wajah yang sangat takut.
"Mas???" Fani tertegun ketika mendapati Dimas sedang meringkuk sambil menangis memegangi kepala nya.
Dimas tak menjawab dan hanya menatap Fani dengan mata yang meluapkan emosi dan kemarahan yang sangat besar.
Ternyata ia melihat Fani tadi keluar dari hotel di antar oleh lelaki itu, kebetulan ia sedang mengadakan pertemuan di sana. sebenarnya Dimas ingin menghampiri Fani dan melabrak laki laki itu saat itu juga,namun ia tidak ingim mempermalukan Fani dan juga dirinya sendiri di depan para kolega nya.
"Mas kenapa???" Fani duduk di depan Dimas sambil menatap nya dengan mata berkaca kaca. ia merasa hati nya sangat perih melihat Dimas seperti itu sangat hancur seperti itu.
"dari mana kamu??!!" suara Dimas terdengar berat dan tertahan karena berusaha menahan amarah nya.
"Fani dari rumah sakit Mas.. mas kenapa nangis? Mas ada masalah??" tanya Fani lembut dan khawatir.
"Jangan bohong!!! kamu kira Mas nggak tau kalau kamu habis dari hotel dengan laki laki hah??" dada Dimas seketika sesak dan wajah nya memanas,bagaimana tidak. ia sungguh tak menyangka luka lama yang berusaha ia tutupi kini malah di sayat lagi oleh Fani.
"Mas ??" Fani terkejut karena di sentak oleh Dimas. karena ini pertama kali nya Dimas bersikap sangat kasar terhadap nya.
"itu nggak seperti yang Mas pikir kan.. Fani tadi menolong..."
"Menolong siapa Fani?? pertolongan apa yang kamu berikan pada laki laki itu hah?? pertolongan apa yang kalian lakukan di hotel berdua!!!"
"praaangggggg!!!!!!!"
Dimas membating lampu tidur di atas meja dengan sangat kuat karena emosi,hingga membuat Fani ketakutan dan menangis.
"Mas laki laki itu..."
"Selingkuhan kamu kan?!!" Dimas menekan kata kata nya lagi sambil menatap Fani dengan mata tajam dan amarah yang memuncak.
...*********...