
Sementara itu di kamar nya, Nurul baru
selesai mandi.
El terbangun dari tidur nya saat mendengar
suara hairdryer nya Nurul.
"bunda... mau susu.."
rengek nya terduduk dengan mata
sayup sayup.
"eh.. iya nak.. bentar ya.."
Nurul langsung bergegas menuju kamar
Vino karena barang barang El di sana semua.
...-...
...-...
"Pak.. Eh Mas... Mas.."
panggil Nurul sambil mengetuk ngetuk
pintu kamar Vino.
"iya..."
sahut Vino sambil beranjak
menuju pintu.
krieett....
pintu di buka perlahan oleh Vino.
ia sudah mengenakan baju, namun
belum mengenakan celana, kaki nya
hanya di balut handuk berwarna abu abu
terang yang menampakkan tekstur
menonjol di balik handuk itu.
"kenapa?? El bangun?"
Wajah Nurul langsung panas dingin
karena salah fokus kesana.
"iya.. dia minta susu nya.."
ucap nya gugup.
"ohh.. sebentar.."
Vino masuk dan mengambilkan
kaleng susu El di atas koper nya.
"ini.. bunda..."
goda Vino dengan senyum nakal
khas nya.
Saat memberikan kaleng susu berukuran
sedang itu, tangan Vino meraba halus
jemari Nurul sambil mengedipkan
mata genit nya.
"eh.. kok..?"
Nurul terkejut saat cairan putih
bertekstur sedikit lengket hinggap
di jari jari nya.
"apa ini?"
ia mencium cairan itu untuk
mendeteksi kira kira dari mana itu berasal.
๐ณ
Vino langsung panik dan mencari jawaban
yang masuk di akal.
"itu.. susu nya El, mungkin tumpah
waktu di dalam koper tadi.."
"ohh..
tapi kok bau nya aneh ya?
kaya bau pandan campur.hhffzz. apa ya..
jangan jangan udah kadaluarsa Mas
susu nya??"
"e.. enggak kok, itu.. mungkin karena
campur sama baju baju tadi..
jadi bau nya aneh.."
elak Vino, raut wajah nya terlihat
tegang seperti sedang di selidiki
intel.
"iya juga sih.. ya udah Nur balik
ke kamar dulu ya.. kasian El.."
"iya iya.."
sahut Vino.
"aishh!! ngelap nya gimana sih
tadi? untung dia nggak tau."
gumam Vino sambil menghela nafas lega.
Dalam perjalanan menuju kamar nya.
Nurul membolak-balik kan kaleng susu
itu untuk mencari dimana kira nya
yang bocor.
"loh?? susu bubuk kok bocor nya
jadi susu kental manis??"
ia bingung saat mendapati tulisan
bahwa susu itu susu bubuk.
"apa karena terlalu lama kena angin ya?
atau kepanasan waktu di bagasi mobil.
iya kaya nya, gara gara di bagasi mobil
pasti nih, maka nya bau nya aneh."
gumam nya. ini lah Nurul dengan segala
ke positif thinking an'nya.
...~~~~...
Hari ini Nurul sudah masuk kembali
ke kampus nya. dan ia langsung di sambut
hangat oleh Gaby.
"hai beby kuuu....."
Gaby memeluk manja Nurul.
"mana oleh oleh untuk ku?"
"hehehhe....
tadaa...."
Nurul memberikan miniatur Eiffel tower
yang ia beli waktu itu.
Mata Gaby langsung berbinar terang
melihat itu.
"wahhh... aku udah lama banget
pingin beli ini. kamu memang the best
banget uuuhhhh๐๐๐๐"
"iya dong... siapa dulu..."
ucap Nurul berbangga diri.
Mereka berjalan masuk ke kelas
sambil berbagi cerita.
di mulai dengan Gaby yang membuka
topik breaking hot minggu ini.
"kamu udah tau belum trending topik
di kampus kita?"
Nurul menggeleng.
"belum.. apa emang nya?"
Gaby menunjukkan ponsel nya.
"nih... di urutan kedua 'Rektor labil'
yang tarik ulur jadwal UTS."
"loh berubah lagi?"
tanya Nurul.
"iya.. tadi nya kan akhir bulan..
trus di ubah ke tengah bulan.
eh tadi pagi dia keluarin pengumuman lagi
kalau UTS nya di tunda ke awal bulan depan.
gesrek nggak tuh?
udah capek capek belajar, tau nya
di tarik ulur."
"wahh.. berarti Papa benar benar
berhasil menggeser UTS nya?"
batin Nurul sangat gembira.
"terus.. yang pertama apa?"
tanya Nurul lagi.
"yang pertama....
'Mei si malin kundang modern'
gila nggak sih? semua orang tau kalau
ternyata keluarga nya misquen.
dan lebih parah nya lagi, ada beberapa
video yang di ambil anak anak lain
waktu dia marah marah ke ortu nya.
inget kan kamu? ortu nya sering banget
kesini terus di marah marah sama dia..
eh.. maaf.."
Seketika Gaby terdiam saat mengingat
fakta bahwa ayah kandung nya Nurul
adalah Bapak tiri Mei.
"haha.. santai aja kali..
Papa ku Papa Adit.. dan akan terus
begitu."
"hehhe.. maaf banget ya beb.."
"iya tayang kuh... santai aja loh.."
Nurul tersenyum lebar.
brukkk!!!
Tak sengaja Mei yang sedang berlari
menabrak bahu Nurul.
namun bukan nya berhenti dan meminta
maaf, ia malah terus berlari sambil
menangis.
Rambut nya berantakan, baju lusuh
bahkan ada beberapa kertas di tempel
di punggungnya.
maka tak salah lagi ia habis di bully,
bukan dengan orang yang pernah
ia sakiti, melainkan dengan teman satu
geng nya sendiri.
"Hei... malin kundang!!
jangan lari kamu!!!"
teriak beberapa pembully sambil
mengejar Mei.
Walaupun tau apa yang terjadi,
Nurul pura pura tak perduli karena
ia merasa Mei pantas mendapatkan itu.
"kamu kenapa lihatin dia kaya gitu?
kasihan??"
Gaby seperti nya tak terima
Nurul menatap Mei dengan belas kasih.
"nggak ah.. "
baru hendak melanjutkan langkah nya
mereka di kejutkan dengan bunyi benturan
keras yang berasal dari kaca balkon
koridor.
ccccttaaarrrrr!!!!!!!!๐ข๐ข
Sesaat Nurul dan Gaby saling menatap syok,
kemudian berlari menghampiri sumber
suara yang tak jauh dari sana.
...~~~~...
Di kantor, Keenan dan Ica tengah bermain
di meja Dimas sambil menunggu Papa nya
selesai meeting. tak lupa ada si Ayu di sana
yang masih memakai seragam sekolah nya,
ia di jemput oleh Fani tadi.
kebetulan ia ingin mengembalikan
jaket Rey yang waktu itu tak sengaja
terkena muntahan nya.
sedangkan Fani menunggu di dekat
meja kerja Mila sambil....biasalah๐
Sambil nggosip, Fani membantu Mila
memisahkan berkas yang akan di salin
ke komputer.
"wahhh... cuma divisi kita nih yang
beruntung karena sering di bantu Bu presdir."
ucap salah satu karyawan di sana.
"hahaha.. bantu apaan, orang sambil
gosip gini.."
sahut Fani tertawa.
Di iringi ketikan keyboard komputer,
bisik bisik hangat mereka mulai menyerbak
lagi tentang rumor si Luwak dan barbie.
"tau nggak sih..
tadi saya lihat si Luwak lagi pelukan
hangat banget di tangga darurat."
"iya...saya juga lihat si Barbie mencium
lehernya Luwak waktu lewat tadi."
tambah karyawan yang lain.
"nah kan Fan..
makin tidak yakin aku kalau
si Luwak dan Barbie itu sepupu.
mereka pasti pacaran, yakan..
mana mungkin sepupu sampe cium ciuman
begitu.."
imbuh Mila tak kalah yakin nya.
Ayu yang kebetulan keluar untuk
ke toilet membuka telinga nya lebar
lebar untuk memastikan siapa sebenarnya
si Luwak ini.
"tapi mereka punya nama keluarga
yang sama.. apa mungkin mereka
memang sepupu, tapi pacaran.
eh gimana sih.."
Fani jadi bingung sendiri.
"ihhh... masa saudara pacaran.
aneh banget sih.."
ujar si A.
"iya.. mana panas banget lagi pacaran nya.
saya lihat sendiri tadi si Barbie narik
kerah baju si Luwak sampai
kancing nya lepas woy..."
timpal si saksi pergulatan.
Ayu semakin bingung dalam benak nya.
"wihh... ngawur banget pembahasan
mereka. tapi.. masa iya sih Luwak itu.."
Sttt!!
Jidat Ayu hampir saja menabrak tubuh
Rey, namun jari telunjuk Rey berhasil
mencegah itu dengan mendorong kening
Ayu.
"kalau jalan lihat ke depan.."
ucap Rey dengan tatapan tajam nya.
...********...