Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 Episode 52: Susu El


Sementara itu di kamar nya, Nurul baru


selesai mandi.


El terbangun dari tidur nya saat mendengar


suara hairdryer nya Nurul.


"bunda... mau susu.."


rengek nya terduduk dengan mata


sayup sayup.


"eh.. iya nak.. bentar ya.."


Nurul langsung bergegas menuju kamar


Vino karena barang barang El di sana semua.


...-...


...-...


"Pak.. Eh Mas... Mas.."


panggil Nurul sambil mengetuk ngetuk


pintu kamar Vino.


"iya..."


sahut Vino sambil beranjak


menuju pintu.


krieett....


pintu di buka perlahan oleh Vino.


ia sudah mengenakan baju, namun


belum mengenakan celana, kaki nya


hanya di balut handuk berwarna abu abu


terang yang menampakkan tekstur


menonjol di balik handuk itu.


"kenapa?? El bangun?"


Wajah Nurul langsung panas dingin


karena salah fokus kesana.


"iya.. dia minta susu nya.."


ucap nya gugup.


"ohh.. sebentar.."


Vino masuk dan mengambilkan


kaleng susu El di atas koper nya.


"ini.. bunda..."


goda Vino dengan senyum nakal


khas nya.


Saat memberikan kaleng susu berukuran


sedang itu, tangan Vino meraba halus


jemari Nurul sambil mengedipkan


mata genit nya.


"eh.. kok..?"


Nurul terkejut saat cairan putih


bertekstur sedikit lengket hinggap


di jari jari nya.


"apa ini?"


ia mencium cairan itu untuk


mendeteksi kira kira dari mana itu berasal.


๐Ÿ˜ณ


Vino langsung panik dan mencari jawaban


yang masuk di akal.


"itu.. susu nya El, mungkin tumpah


waktu di dalam koper tadi.."


"ohh..


tapi kok bau nya aneh ya?


kaya bau pandan campur.hhffzz. apa ya..


jangan jangan udah kadaluarsa Mas


susu nya??"


"e.. enggak kok, itu.. mungkin karena


campur sama baju baju tadi..


jadi bau nya aneh.."


elak Vino, raut wajah nya terlihat


tegang seperti sedang di selidiki


intel.


"iya juga sih.. ya udah Nur balik


ke kamar dulu ya.. kasian El.."


"iya iya.."


sahut Vino.


"aishh!! ngelap nya gimana sih


tadi? untung dia nggak tau."


gumam Vino sambil menghela nafas lega.


Dalam perjalanan menuju kamar nya.


Nurul membolak-balik kan kaleng susu


itu untuk mencari dimana kira nya


yang bocor.


"loh?? susu bubuk kok bocor nya


jadi susu kental manis??"


ia bingung saat mendapati tulisan


bahwa susu itu susu bubuk.


"apa karena terlalu lama kena angin ya?


atau kepanasan waktu di bagasi mobil.


iya kaya nya, gara gara di bagasi mobil


pasti nih, maka nya bau nya aneh."


gumam nya. ini lah Nurul dengan segala


ke positif thinking an'nya.


...~~~~...


Hari ini Nurul sudah masuk kembali


ke kampus nya. dan ia langsung di sambut


hangat oleh Gaby.


"hai beby kuuu....."


Gaby memeluk manja Nurul.


"mana oleh oleh untuk ku?"


"hehehhe....


tadaa...."


Nurul memberikan miniatur Eiffel tower


yang ia beli waktu itu.


Mata Gaby langsung berbinar terang


melihat itu.


"wahhh... aku udah lama banget


pingin beli ini. kamu memang the best


banget uuuhhhh๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š"


"iya dong... siapa dulu..."


ucap Nurul berbangga diri.


Mereka berjalan masuk ke kelas


sambil berbagi cerita.


di mulai dengan Gaby yang membuka


topik breaking hot minggu ini.


"kamu udah tau belum trending topik


di kampus kita?"


Nurul menggeleng.


"belum.. apa emang nya?"


Gaby menunjukkan ponsel nya.


"nih... di urutan kedua 'Rektor labil'


yang tarik ulur jadwal UTS."


"loh berubah lagi?"


tanya Nurul.


"iya.. tadi nya kan akhir bulan..


trus di ubah ke tengah bulan.


eh tadi pagi dia keluarin pengumuman lagi


kalau UTS nya di tunda ke awal bulan depan.


gesrek nggak tuh?


udah capek capek belajar, tau nya


di tarik ulur."


"wahh.. berarti Papa benar benar


berhasil menggeser UTS nya?"


batin Nurul sangat gembira.


"terus.. yang pertama apa?"


tanya Nurul lagi.


"yang pertama....


'Mei si malin kundang modern'


gila nggak sih? semua orang tau kalau


ternyata keluarga nya misquen.


dan lebih parah nya lagi, ada beberapa


video yang di ambil anak anak lain


waktu dia marah marah ke ortu nya.


inget kan kamu? ortu nya sering banget


kesini terus di marah marah sama dia..


eh.. maaf.."


Seketika Gaby terdiam saat mengingat


fakta bahwa ayah kandung nya Nurul


adalah Bapak tiri Mei.


"haha.. santai aja kali..


Papa ku Papa Adit.. dan akan terus


begitu."


"hehhe.. maaf banget ya beb.."


"iya tayang kuh... santai aja loh.."


Nurul tersenyum lebar.


brukkk!!!


Tak sengaja Mei yang sedang berlari


menabrak bahu Nurul.


namun bukan nya berhenti dan meminta


maaf, ia malah terus berlari sambil


menangis.


Rambut nya berantakan, baju lusuh


bahkan ada beberapa kertas di tempel


di punggungnya.


maka tak salah lagi ia habis di bully,


bukan dengan orang yang pernah


ia sakiti, melainkan dengan teman satu


geng nya sendiri.


"Hei... malin kundang!!


jangan lari kamu!!!"


teriak beberapa pembully sambil


mengejar Mei.


Walaupun tau apa yang terjadi,


Nurul pura pura tak perduli karena


ia merasa Mei pantas mendapatkan itu.


"kamu kenapa lihatin dia kaya gitu?


kasihan??"


Gaby seperti nya tak terima


Nurul menatap Mei dengan belas kasih.


"nggak ah.. "


baru hendak melanjutkan langkah nya


mereka di kejutkan dengan bunyi benturan


keras yang berasal dari kaca balkon


koridor.


ccccttaaarrrrr!!!!!!!!๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข


Sesaat Nurul dan Gaby saling menatap syok,


kemudian berlari menghampiri sumber


suara yang tak jauh dari sana.


...~~~~...


Di kantor, Keenan dan Ica tengah bermain


di meja Dimas sambil menunggu Papa nya


selesai meeting. tak lupa ada si Ayu di sana


yang masih memakai seragam sekolah nya,


ia di jemput oleh Fani tadi.


kebetulan ia ingin mengembalikan


jaket Rey yang waktu itu tak sengaja


terkena muntahan nya.


sedangkan Fani menunggu di dekat


meja kerja Mila sambil....biasalah๐Ÿ˜Œ


Sambil nggosip, Fani membantu Mila


memisahkan berkas yang akan di salin


ke komputer.


"wahhh... cuma divisi kita nih yang


beruntung karena sering di bantu Bu presdir."


ucap salah satu karyawan di sana.


"hahaha.. bantu apaan, orang sambil


gosip gini.."


sahut Fani tertawa.


Di iringi ketikan keyboard komputer,


bisik bisik hangat mereka mulai menyerbak


lagi tentang rumor si Luwak dan barbie.


"tau nggak sih..


tadi saya lihat si Luwak lagi pelukan


hangat banget di tangga darurat."


"iya...saya juga lihat si Barbie mencium


lehernya Luwak waktu lewat tadi."


tambah karyawan yang lain.


"nah kan Fan..


makin tidak yakin aku kalau


si Luwak dan Barbie itu sepupu.


mereka pasti pacaran, yakan..


mana mungkin sepupu sampe cium ciuman


begitu.."


imbuh Mila tak kalah yakin nya.


Ayu yang kebetulan keluar untuk


ke toilet membuka telinga nya lebar


lebar untuk memastikan siapa sebenarnya


si Luwak ini.


"tapi mereka punya nama keluarga


yang sama.. apa mungkin mereka


memang sepupu, tapi pacaran.


eh gimana sih.."


Fani jadi bingung sendiri.


"ihhh... masa saudara pacaran.


aneh banget sih.."


ujar si A.


"iya.. mana panas banget lagi pacaran nya.


saya lihat sendiri tadi si Barbie narik


kerah baju si Luwak sampai


kancing nya lepas woy..."


timpal si saksi pergulatan.


Ayu semakin bingung dalam benak nya.


"wihh... ngawur banget pembahasan


mereka. tapi.. masa iya sih Luwak itu.."


Sttt!!


Jidat Ayu hampir saja menabrak tubuh


Rey, namun jari telunjuk Rey berhasil


mencegah itu dengan mendorong kening


Ayu.


"kalau jalan lihat ke depan.."


ucap Rey dengan tatapan tajam nya.


...********...