Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 48: Sepatu


Tak butuh waktu lama untuk Rey belanja,


mereka langsung menuju kembali ke Villa


mengingat hari sudah hampir gelap.


"ini.. untuk mu.."


Rey memberikan sepasang sepatu


berwarna putih kepada Ayu.


"apa ini..?"


tanya Ayu bingung.


"kalau saya nyebut nya sih sepatu."


sahut Rey dengan tatapan lurus


ke depan sambil fokus menyetir.


Ayu sempat ngebug sejenak.


"iya tau.. maksut nya untuk apa..?"


"untuk ganjel jendela biar tidak


jedar jeder kalau kena angin."


ketus Rey tersenyum kesal.


"heh?" Ayu semakin bingung lagi.


"ya untuk di pakai lah Ayu."


"iya saya tau.. maksut saya tuh


ada maksut apa di balik bapak


ngasih sepatu ini ke saya!"


sahut Ayu tak kalah nyolot.


"kalau tidak mau sini.."


Rey menarik kembali sepatu itu.


"nggak.."


lumayankan dapet barang gratisan๐Ÿ˜œ


...~~~~...


Setiba nya di Villa, seluruh keluarga


termasuk Mila dan Riko menyoroti


Ayu dan Rey.


"wihhh.. jalan jalan nggak ajak ajak.."


ucap Fani usil.


"dek.. sini... mama masakin steak


kesukaan kamu.."


seru Nurul bersemangat.


Mereka sedang pesta makanan di sana,


dari mulai steak, sirloid, hingga iga bakar.


namun karena Rey dan Ayu telat, jadi


mereka sudah hampir bubar barisan.


Rianti bangkit dari kursi nya karena


merasa sangat ngantuk.


"mama tidur duluan ya..


ngantuk banget nih,.."


"saya juga deh..


payah orang tua nih, gampang ngantuk.."


imbuh Duma juga bangkit dari kursi nya.


Mengingat jam sudah menunjukkan


pukul 10 malam, di tambah mereka


seharian jalan jalan jadi lelah nya double.


"ayo... siapa yang mau tidur sama Oma.."


ajak Rianti, ia seperti sengaja menawarkan


itu agar para pasutri memiliki kesempatan


baku hantam tanpa gangguan si bocil.


"Ica mau.... Kei juga Oma..


Sam juga mau..."


seru mereka bertiga bersemangat


sambil berlari menyusul mereka duo Oma.


Tidur bersama para Oma menjadi


kesenangan sendiri bagi mereka


karena tentu nya tidak banyak peraturan


seperti tidur bersama orang tua nya.


Namun lain dengan El, ia tetap ingin


tidur bersama Ayah Bunda nya.


"El mau tidur sama Ayah Bunda lagi..


ayo Bunda, kita ke kamar.


El ngantuk banget nih.."


Nurul hanya pasrah menuruti keinginan El.


sementara Vino tersenyum penuh


kemenangan, ya walaupun belum


boleh unboxing.tidur bersama saja sudah


terasa menyenangkan bagi nya walaupun


bolak balik si alex terbangun saat


membayangkan sesuatu.


"akhh.. seperti nya malam malam


di paris sangat indah.."


ujar Vino tersenyum tipis dan menggoda.


Setelah pasangan calon pengantin


masuk ke kamar nya.


giliran Dimas yang memberi kode kode


pertempuran kepada Fani.


"aahwww...


badan Mas pegal pegal banget sayang..


kita istirahat yuk..


kamu pasti ngantuk juga.."


"iya Mas yuk...


kami duluan ya.."


dan juga Rey&Ayu.


Tak berselang lama, Riko juga berniat


mengajak Mila lembur lagi malam ini.


"sayang ayo kita masuk kamar juga.."


ajak nya tanpa basa basi.


"duluan saja, aku masih ingin nonton


Film ini.." sahut Mila tetap mengemil


makanan nya.


Tanpa ba.bi.bu.. Riko menggendong


tubuh Mila dan membawa nya secara


paksa.


"aahhh.. aku masih ingin nonton.."


rengek Mila berusah turun.


"tidak.. ayo kita habiskan satu lagi


malam yang indah.."


bisik Riko sambil tersenyum penuh cinta.


"benarkah..?๐Ÿ˜š"


ekpresi wajah Mila langsung berubah


saat tau niat Riko yang sebenarnya.


Ayu dan Rey yang mendengar bisikan


mereka pun menjadi akward.


entah bagaimana mereka malah saling


menatap hingga suasana semakin canggung.


"makan Pak.."


tawar Ayu sambil mengunyah pelan


makanan nya.


menyaksikan para pasangan ke kamar


membuat mereka jadi plonga plongo.


"mm...."


Rey mengangguk saja, namun tatapannya


lurus menatap mata Ayu.


Ayu mengalihkan pandangannya


kemakanan, ke kiri kanan, kemudian


ke arah Rey lagi.


"kamu mau ke kamar juga?"


"apa? nggak.! nggak mau saya


satu kamar sama Bapak."


tolak Nurul salah tingkah.


"saya ke kamar saya, kamu ke kamar kamu."


sahut Rey tersenyum dingin.


"oh.. iya.. nanti.. he.he.."


"kamu mikir apa hm?"


Rey tersenyum tipis lalu beranjak ke kamar nya.


"hishh!!! bodoh nya aku!"


rutuk Ayu kesal pada diri nya sendiri.


...~~~~...


"Ran.. sebelah sini dong..."


Vino meminta agar El saja yang di pinggir.


"ih.. nggak mau ahk..


pasti Bapak mau macam macam kan?"


satt... set....


secepat kilat Vino memindahkan El


dari di tengah menjadi ke sebelah nya.


"berapa kali sudah saya bilang


jangan panggil Bapak lagi.


panggil sayang gitu.."


bisik nya sambil mencium kening Nurul.


bughhh!


Nurul menyikut tepat di ulu hati Vino.


"ya ampun... arrgg....


mau saya bawa ke kamar kosong kamu


hmm..??"


"jangan aneh aneh Pak..


nanti di dengar El loh.."


"cium....๐Ÿ˜š"


pinta Vino manja.


"ihhh.. tidur di bawah sana!


ganggu aja. tuh ada kasur nya tuh di bawah."


kasur empuk berukuran sepuluh centi itu


memang mereka letakkan tepat di bawah


kasur untuk jaga jaga.


Vino yang sedang kumat usil nya pun


memeluk erat Nurul lalu membawa nya


berguling ke kasur bawah.


"aaakk..."


teriak Nurul.


bruk.....


tubuh Vino menjadi landasan mereka.


"Pak?? kalau tadi Nur yang ketimpah gimana?


bisa penyet ketiban kingkong badan Nur."


ia berusaha berdiri namun Vino tak


melepaskan cengkraman tangan nya.


"saya sudah perhitungkan semua nya.."


bisik Vino sambil meraba punggung Nurul.


...**************...