Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 Episode 57: Klinik mini


"nggak.. nggak usah.


aku balik ke kos an aja.."


tolak Mei, ia sungguh merasa tak enak


karena membuat suasana menjadi keruh.


"Mei? kamu ini masih sakit."


ucap Nurul.


"kak.. mendingan kakak obati dulu


luka Mei. dia ini pasien kakak kan?"


"nggak"


Dika berbalik badan hendak beranjak


dari sana.


Namun Gaby menarik tangannya.


"kak.. tolong dong, kasihan dia.."


pinta Gaby memelas.


"nggak! lepasin..!"


ketus Dika.


Namun Gaby tak menyerah.


ia berdiri menghadang langkah Dika.


"kak...pliss...๐Ÿ™ƒ"


"ssshh...


bawa dia ke ruangan ku."


entah mengapa Dika jadi tak bisa


menolak permintaan Gaby.


Nurul dan Gaby pun menuntun Mei


ke ruangan khusus yang menjadi


klinik pribadi mereka.


iya, seperti UKS. Dika sendiri yang


menyusun ruangan itu dengan perlengkapan


medis agar jika ada sesuatu terjadi


mereka bisa langsung mendapatkan


penanganan pertama dari Dika.


Sementara itu Vino menatap tajam


ke arah Nurul yang seperti tidak


memperdulikan nya.


"isshh..


padahal aku merindukan nya.."


gumam nya.


...-...


...-...


Dengan teliti Dika membersihkan


bekas jahitan Mei yang belum kering


lalu memberikan nya perban yang baru.


"sudah."


ucap Dika setelah selesai.


"ke rumah ku aja yuk."


Gaby kembali menawarkan ide itu


kepada Mei.


Akan tetapi Mei yang segan dan tak


mau merepotkan Gaby pun menolak.


"nggak usah By, aku ke kos an aja nanti."


"kenapa ngak ke rumah sakit saja?!


kau masih punya waktu dua hari lagi


untuk rawat inap di sana."


ketus Dika jengkel.


"hah?


be..benarkah?"


bersusah payah ia keluar dari rumah sakit


karena mengira waktu rawat inap sudah


habis.


"benarkah??"


Gaby mengulangi perkataan Mei.


"berarti kamu mengira...


kamu takut nggak bisa bayar gitu?


maka nya kabur?"


tanya Nurul tak kalah penasaran.


Mei mengangguk pelan.


"ck..


kamu teman nya kan?


antar dia ke rumah sakit."


ujar Dika kepada Gaby.


"t..tapi aku kesini sama supir kak."


jadi ya nggak punya mobil untuk


ngantar.


"ya udah.. biar Nur aja nanti yang antar.."


"khmm.."


Vino mencela pembicaraan mereka.


Tampang lusuh, wajah lelah menahan


rindu begitu jelas terpampang di wajah


Vino. walaupun mereka sudah bersama


seharian, namun masih belum lengkap


rasa nya sebab mereka sibuk terus


dari tadi.


"sama saya aja kalau gitu.


sekalian absen."


sungguh kakak ipar idaman.


"Bunda...."


panggil Vino manja.


Nurul menoleh sambil mengisyaratkan


dengan kedipan mata nya


'sebentar..'


Dika menatap Gaby.


"ayo..."


"kemana kak??"


"ngantar dia.."


"kenapa aku harus ikut?"


padahal dalem ati seneng poll.๐Ÿคญ


"megangin dia, atau apa lah.


dia masih sakit mana bisa duduk sendiri."


"ohh.. oke oke.."โ˜บ๏ธ


walaupun dingin dan keras, sifat Dika


terasa semakin membuat Gaby terDika Dika.


Berangkat lah mereka mengantarkan


Mei ke tempat yang seharus nya.


baru beberapa langkah Dika dan Gaby


keluar, Vino langsung menutup pintu


klinik mini itu.


Jdarr!!!


"ya ampun.. kenapa sih Mas?


kaget loh.."


Nurul mengelus dada nya yang hampir


lompat ke luar.


"e.. enggak kok, itu kena angin."


kalau soal ngeles, Vino emang raja nya.


ia mendekat ke arah Nurul sambil


menatap nya penuh kerinduan.


"kamu rindu nggak sama saya hm??"


"hahahahah.. ๐Ÿ˜ฌ


nggak sih.. k.. kenapa Mas?"


Vino merebut kotak P3K dari tangan Nurul


lalu semakin mendekat.


"kenapa ya..


hari hari terakhir ini semakin melambat.


padahal saya ingin cepat cepat.."


Klotakk!


namun ia tak menghiraukan itu.


Nurul hanya bisa berusaha menahan


tawa nya saat melihat itu.


karena suasana merinding dari


tatapan Vino membuat nya tak sanggup


untuk tertawa.


"sayang...."


panggil Vino berbisik.


dalam sekejap tubuh mungil Nurul


tenggelam di dalam dekapan Vino.


"k..kenapa Mas?"


"I miss you..."


Vino mengecup lembut bahu Nurul.


cekrekk...


Pintu di buka oleh Dika hingga membuat


mereka jadi terlonjak.


"khmm.."


Vino pura pura mencari sesuatu


di bawah meja.


sedangkan Nurul mengalihkan


pandangannya keluar jendela.


"handphone ku ketinggalan."


ucap Dika pura pura tak tau apa


yang sedang mereka lakukan.


"t...tutup pintu nya kalau.."


"nggak..


kami nggak ngapa ngapain kok.


ini Nur mau keluar."


ia segera berlari meninggalkan


Dika dan Vino.


Bukan nya pergi, Dika malah


memperhatikan apa yang sedang


Vino lakukan di bawah meja.


Di saat yang bersamaan pula


Vino menatap Dika.


ia mengedip ngedipkan mata nya


seolah ingin menjelaskan sesuatu.


"..?"


"...??"


mereka berdua saling melempar


tanda tanya dari raut wajah.


Nama nya kakak, pasti khawatir


dengan adik nya.


walaupun Vino sudah menjadi


calon suami Nurul, tetap saja


Dika belum rela melepas Nurul sepenuh


nya ke tangan orang seperti... itu.


"khmm..


berpura-pura lah tak melihat nya."


pinta Vino terbata.


"ingat batasan.


kalian masih belum menikah."


ucap Dika tanpa menatap Vino


lalu pergi dari sana.


...-...


...-...


Karena Dimas di sibukkan dengan


persiapan pernikahan Vino dan Nurul.


kantor pun di ambil alih sementara oleh


Adit. ia memantau semua data yang


masuk melalui tangan Rey.


"ini proposal untuk minggu depan Pak."


Rey menyerahkan laptop serta berkas


itu.


"kamu susun dulu bagian ini..


saya mau BAB."


Adit ini tipe orang yang santai,


saking santai nya ia bisa berjam jam


di toilet sambil menonton TV.


"saya masih harus menyesuaikan


yang ini Pak."


berkas yang sedang di kerjakan Rey


pun tak kalah genting nya, jadi harus


cepat di selesaikan.


Adit melihat ke ruang tengah di mana


orang sedang sibuk membungkus parcel


dan perlengkapan lainnya.


ia mencari siapa kira nya yang bisa


dan mau mengerjakan pemindahan data


tersebut.


"nah.. itu dia.


Yu.. Ayu..! sini sebentar nak.."


seru Adit dengan wajah merah.


Ayu langsung datang menghampiri nya.


"iya..? kenapa Pa??"


"kerjakan ini bentar ya..


bisa kan? bisa lah..


kan kamu udah pernah..


yaa..."


tanpa mendengarkan jawaban Ayu


Adit langsung berlari meninggalkan TKP.


Kebingungan lah si Ayu.


"kenapa sih??"


gumam nya.


"kebelat ber@Q."


sahut Rey lempeng.


...*********...


Beb.. maaf banget ya karena otor up nya


dikit. otor lagi balik ke kota(kota kecil)


untuk ambil barang.


otor pindah rumah ke kampung paksu..


jadi bener2 extra kesita banget waktu nya


beres2 dll. besok baru mau angkut barang.


otor bakal usahain tetp Up walau dikit.


dan ini juga alasan otor kenapa epsd


belakangan ini gk ada adegan lawak, romantis


atau apapun yg kalian senangi.


karena mood otor bener2 lg berantakan,


gk fokus, capek. banget... banget..


mohon pengertian nya ya..


otor juga gk mau begini, pengen nya


UP sekali 3 atau 2 biar pembaca senang


saldo pun tenang ๐Ÿคญ


tapi mau gimana, keadaan gk merestui.


karena otor belum bisa buka grub chat,


ke IG aja ya.. siapa tau kangen kan


atau bisa nguprak2 otor dari sana.


@Wulandari_Zai


semoga kalian paham dengan situasi


otor yg belakangan ini sibuk ๐Ÿ˜Œ


doain cepet selesai, cepet mapan.


ndang bar ndang uwes lah๐Ÿ˜…


lope u beb๐Ÿ˜˜