
"nggak.. nggak usah.
aku balik ke kos an aja.."
tolak Mei, ia sungguh merasa tak enak
karena membuat suasana menjadi keruh.
"Mei? kamu ini masih sakit."
ucap Nurul.
"kak.. mendingan kakak obati dulu
luka Mei. dia ini pasien kakak kan?"
"nggak"
Dika berbalik badan hendak beranjak
dari sana.
Namun Gaby menarik tangannya.
"kak.. tolong dong, kasihan dia.."
pinta Gaby memelas.
"nggak! lepasin..!"
ketus Dika.
Namun Gaby tak menyerah.
ia berdiri menghadang langkah Dika.
"kak...pliss...๐"
"ssshh...
bawa dia ke ruangan ku."
entah mengapa Dika jadi tak bisa
menolak permintaan Gaby.
Nurul dan Gaby pun menuntun Mei
ke ruangan khusus yang menjadi
klinik pribadi mereka.
iya, seperti UKS. Dika sendiri yang
menyusun ruangan itu dengan perlengkapan
medis agar jika ada sesuatu terjadi
mereka bisa langsung mendapatkan
penanganan pertama dari Dika.
Sementara itu Vino menatap tajam
ke arah Nurul yang seperti tidak
memperdulikan nya.
"isshh..
padahal aku merindukan nya.."
gumam nya.
...-...
...-...
Dengan teliti Dika membersihkan
bekas jahitan Mei yang belum kering
lalu memberikan nya perban yang baru.
"sudah."
ucap Dika setelah selesai.
"ke rumah ku aja yuk."
Gaby kembali menawarkan ide itu
kepada Mei.
Akan tetapi Mei yang segan dan tak
mau merepotkan Gaby pun menolak.
"nggak usah By, aku ke kos an aja nanti."
"kenapa ngak ke rumah sakit saja?!
kau masih punya waktu dua hari lagi
untuk rawat inap di sana."
ketus Dika jengkel.
"hah?
be..benarkah?"
bersusah payah ia keluar dari rumah sakit
karena mengira waktu rawat inap sudah
habis.
"benarkah??"
Gaby mengulangi perkataan Mei.
"berarti kamu mengira...
kamu takut nggak bisa bayar gitu?
maka nya kabur?"
tanya Nurul tak kalah penasaran.
Mei mengangguk pelan.
"ck..
kamu teman nya kan?
antar dia ke rumah sakit."
ujar Dika kepada Gaby.
"t..tapi aku kesini sama supir kak."
jadi ya nggak punya mobil untuk
ngantar.
"ya udah.. biar Nur aja nanti yang antar.."
"khmm.."
Vino mencela pembicaraan mereka.
Tampang lusuh, wajah lelah menahan
rindu begitu jelas terpampang di wajah
Vino. walaupun mereka sudah bersama
seharian, namun masih belum lengkap
rasa nya sebab mereka sibuk terus
dari tadi.
"sama saya aja kalau gitu.
sekalian absen."
sungguh kakak ipar idaman.
"Bunda...."
panggil Vino manja.
Nurul menoleh sambil mengisyaratkan
dengan kedipan mata nya
'sebentar..'
Dika menatap Gaby.
"ayo..."
"kemana kak??"
"ngantar dia.."
"kenapa aku harus ikut?"
padahal dalem ati seneng poll.๐คญ
"megangin dia, atau apa lah.
dia masih sakit mana bisa duduk sendiri."
"ohh.. oke oke.."โบ๏ธ
walaupun dingin dan keras, sifat Dika
terasa semakin membuat Gaby terDika Dika.
Berangkat lah mereka mengantarkan
Mei ke tempat yang seharus nya.
baru beberapa langkah Dika dan Gaby
keluar, Vino langsung menutup pintu
klinik mini itu.
Jdarr!!!
"ya ampun.. kenapa sih Mas?
kaget loh.."
Nurul mengelus dada nya yang hampir
lompat ke luar.
"e.. enggak kok, itu kena angin."
kalau soal ngeles, Vino emang raja nya.
ia mendekat ke arah Nurul sambil
menatap nya penuh kerinduan.
"kamu rindu nggak sama saya hm??"
"hahahahah.. ๐ฌ
nggak sih.. k.. kenapa Mas?"
Vino merebut kotak P3K dari tangan Nurul
lalu semakin mendekat.
"kenapa ya..
hari hari terakhir ini semakin melambat.
padahal saya ingin cepat cepat.."
Klotakk!
namun ia tak menghiraukan itu.
Nurul hanya bisa berusaha menahan
tawa nya saat melihat itu.
karena suasana merinding dari
tatapan Vino membuat nya tak sanggup
untuk tertawa.
"sayang...."
panggil Vino berbisik.
dalam sekejap tubuh mungil Nurul
tenggelam di dalam dekapan Vino.
"k..kenapa Mas?"
"I miss you..."
Vino mengecup lembut bahu Nurul.
cekrekk...
Pintu di buka oleh Dika hingga membuat
mereka jadi terlonjak.
"khmm.."
Vino pura pura mencari sesuatu
di bawah meja.
sedangkan Nurul mengalihkan
pandangannya keluar jendela.
"handphone ku ketinggalan."
ucap Dika pura pura tak tau apa
yang sedang mereka lakukan.
"t...tutup pintu nya kalau.."
"nggak..
kami nggak ngapa ngapain kok.
ini Nur mau keluar."
ia segera berlari meninggalkan
Dika dan Vino.
Bukan nya pergi, Dika malah
memperhatikan apa yang sedang
Vino lakukan di bawah meja.
Di saat yang bersamaan pula
Vino menatap Dika.
ia mengedip ngedipkan mata nya
seolah ingin menjelaskan sesuatu.
"..?"
"...??"
mereka berdua saling melempar
tanda tanya dari raut wajah.
Nama nya kakak, pasti khawatir
dengan adik nya.
walaupun Vino sudah menjadi
calon suami Nurul, tetap saja
Dika belum rela melepas Nurul sepenuh
nya ke tangan orang seperti... itu.
"khmm..
berpura-pura lah tak melihat nya."
pinta Vino terbata.
"ingat batasan.
kalian masih belum menikah."
ucap Dika tanpa menatap Vino
lalu pergi dari sana.
...-...
...-...
Karena Dimas di sibukkan dengan
persiapan pernikahan Vino dan Nurul.
kantor pun di ambil alih sementara oleh
Adit. ia memantau semua data yang
masuk melalui tangan Rey.
"ini proposal untuk minggu depan Pak."
Rey menyerahkan laptop serta berkas
itu.
"kamu susun dulu bagian ini..
saya mau BAB."
Adit ini tipe orang yang santai,
saking santai nya ia bisa berjam jam
di toilet sambil menonton TV.
"saya masih harus menyesuaikan
yang ini Pak."
berkas yang sedang di kerjakan Rey
pun tak kalah genting nya, jadi harus
cepat di selesaikan.
Adit melihat ke ruang tengah di mana
orang sedang sibuk membungkus parcel
dan perlengkapan lainnya.
ia mencari siapa kira nya yang bisa
dan mau mengerjakan pemindahan data
tersebut.
"nah.. itu dia.
Yu.. Ayu..! sini sebentar nak.."
seru Adit dengan wajah merah.
Ayu langsung datang menghampiri nya.
"iya..? kenapa Pa??"
"kerjakan ini bentar ya..
bisa kan? bisa lah..
kan kamu udah pernah..
yaa..."
tanpa mendengarkan jawaban Ayu
Adit langsung berlari meninggalkan TKP.
Kebingungan lah si Ayu.
"kenapa sih??"
gumam nya.
"kebelat ber@Q."
sahut Rey lempeng.
...*********...
Beb.. maaf banget ya karena otor up nya
dikit. otor lagi balik ke kota(kota kecil)
untuk ambil barang.
otor pindah rumah ke kampung paksu..
jadi bener2 extra kesita banget waktu nya
beres2 dll. besok baru mau angkut barang.
otor bakal usahain tetp Up walau dikit.
dan ini juga alasan otor kenapa epsd
belakangan ini gk ada adegan lawak, romantis
atau apapun yg kalian senangi.
karena mood otor bener2 lg berantakan,
gk fokus, capek. banget... banget..
mohon pengertian nya ya..
otor juga gk mau begini, pengen nya
UP sekali 3 atau 2 biar pembaca senang
saldo pun tenang ๐คญ
tapi mau gimana, keadaan gk merestui.
karena otor belum bisa buka grub chat,
ke IG aja ya.. siapa tau kangen kan
atau bisa nguprak2 otor dari sana.
@Wulandari_Zai
semoga kalian paham dengan situasi
otor yg belakangan ini sibuk ๐
doain cepet selesai, cepet mapan.
ndang bar ndang uwes lah๐
lope u beb๐