
Mata Nurul langsung mengedar ke segala penjuru ruangan kala memasuki butik megah tersebut.
"ngapain kita ke sini pak??"
"masuk lah.." Vino mendorong pelan tubuh Nurul ke dalam ruangan ganti,disana sudah ada dua orang pekerja yang siap merias Nurul.
Nurul sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun nya,karena mendiang Nita juga tak pernah menerapkan tradisi ulang tahun seperti yang orang lain lakukan. itu lah yang membuat Nurul bahkan tak mengingat kalau ini hari ulang tahun nya.
Setelah hampir sejam Nurul di dalam ruang ganti, akhir nya Nurul selesai di rias.
Vino langsung terpana kala melihat wajah Nurul yang semakin cantik menggemaskan.
"astaga.. dia semakin cantik.." ujar Vino terkagum kagum.
"Pak.. kita mau kemana sih...?" rengek Nurul lagi sambil mendekati Vino.
Tapi Vino langsung menggerakkan tangan nya lurus di depan bibir nya mengisyaratkan agar Nurul menutup rapat mulut nya.
mata nya juga melotot agar menambah kesan menyeramkan, padahal hati nya mleyat mleyot melihat kecantikan Nurul.
Vino berdiri lalu mendekati Nurul, ia mengeluarkan sebuah kalung berwarna silver yang amat berkilau dan manis, lalu memakaikan nya ke leher Nurul.
(iya lah leher tor. masak betisπ€£)
Vino menjadi orang pertama yang memberikan hadiah di hari ulang tahun Nurul yang ke 17 ini.
karena sebelumnya Vino menyuruh Nurul untuk diam,Nurul pun tak bertanya alasan Vino memberikan nya kalung itu.
"cantik.." ucap Vino sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Nurul menaikkan sebelah bibir nya dengan wajah malas, ia sungguh tak mengerti ada apa dengan nya hari ini.
kenapa Vino membawa nya keliling kota bahkan sampai merias diri nya seperti ini.
...~~~~...
Sehabis dari butik, masih ada waktu 1 jam tersisa. jadi akan tepat jika pulang sekarang,memang tidak sampai setengah jam untuk sampai ke rumah Rianti. tapi jalanan macet akan membuat perjalanan semakin lama,jadi Vino memutuskan untuk kembali sekarang.
Saat sedang terjebak macet, Vino diam diam mencuri pandang ke arah Nurul.
"Kirana..." panggil Vino dengan suara berat dan lembut.
"hmm?? iya?" Nurul langsung menoleh cepat ke arah Vino.
Vino tak mengatakan apa apa dan hanya terpaku memandangi Nurul.
sementara Nurul terus memandangi Vino dengan tatapan risih.
"nggak jelas banget Pak Vino" rutuk nya dalam hati karena Vino terus memandangi nya.
Tubuh Vino perlahan maju sambil terus memandangi bibir mungil Nurul.
Nurul yang tak kepikiran kalau Vino ingin mencium nya pun hanya bungkam sambil terus menjauhkan diri nya.
mungkin Vino ingin mengambil sesuatu, begitu pikir nya.
Saat jantung Vino sedang melompat lompat dan suhu tubuh nya mulai naik karena ingin menyalakan mode vakum ke bibir Nurul...
ππΆπΆ
Aku masih anak sekolah.. nanana nananana....
seorang pengamen dengan soundsystem lewat di sebelah mobil mereka.
Vino pun langsung tersadar dan kembali ke posisi nya saat mendengar lirik lagu itu.
ia merasa tertampar karena sudah berpikiran mesum kepada anak di bawah umur.
"astaga Vino..!! kuatkan mental mu.." gerutu nya yang tanpa sadar di dengar oleh Nurul.
"kenapa pak??" Nurul terheran melihat sikap aneh Vino.
"b..bukan apa apa.." jawab nya gelagapan sambil mengusap peluh yang mengalir di pelipis nya.
...~~~~...
...-...
...-...
Akhir nya Vino dan Nurul sampai ke rumah..
Vino menutupi mata Nurul dengan tangan nya lalu memasuki rumah.
Dan...
"selamat ulang tahun ....."
semua orang serempak berbaris dan mengelilingi Nurul.
ada teman teman sekolah Nurul dan juga orang kantor yang menambah suasana meriah.
"ya ampun..." ucap Nurul lirih seraya meneteskan air mata haru. ia bahkan tidak pernah mengingat dan menjadikan hari kelahiran nya sebagai hari spesial.
ia memeluk Rianti dan Fani secara bersamaan sambil tersenyum bahagia.
"terimakasih ma,kak.." ujar nya sambil terisak pelan. ia tak menyangka kalau mereka mengadakan pesta untuk ulang tahunnya.
"sama sama sayang..."
"sama sama dek.." ujar Rianti dan Fani berbarengan.
Hari ini terasa seperti mimpi bagi Nurul,bagaimana tidak. tema pesta ala negeri dongeng ini adalah impian masa kecil nya,ia tak menyangka khayalan masa kecil nya akan terwujud.
Di depan nya kini ada kue berukuran besar dan mewah dengan ukiran nama nya.
di sebelah nya ada foto Nurul sedari kecil bersama kakak dan adik nya.
paling bawah ada satu foto sang ibu yang lebih besar,agar Nurul merasakan kehadiran sang ibu juga di sini.
Teman teman Nurul pun menyanyikan lagu ulang tahun sembari membawakan kue lain nya.
lalu mereka semua berbarengan menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan meriah.
Nurul memejamkan mata nya membuat permohonan, lalu meniup semua lilin itu bergantian.
"selamat ulang tahun.."
"panjang umur ya sayang..."
"happy birthday Ran.."
teman dan sahabat Nurul mengucapkan selamat dan memberikan kado secara bergantian.
"Selamat ulang tahum cuil (panggilan kecil Nurul).." ucap Dimas sambil menepuk nepuk kepala Nurul.
"eheheh.. makasih Om Dimas..." Nurul gantian memanggil Dimas dengan sebutan lama nya.
"Selamat ulang tahun manis.."
Vino merentangkan tangan nya untuk memeluk Nurul,namun dengan cepat di halau oleh Dimas dan Dika.tak lupa tatapan mereka yang seakan menamankan benteng besar antara diri nya dan Nurul.
"terimakasih Pak Vino.. hahha ternyata Bapak juga terlibat" Nurul tersenyum manis sambil menggelengkan kepala nya.
ia tak menyangka Vino membawa nya keliling kota untuk persiapan hari ulang tahun nya.
Pesta pun berlanjut dengan sangat meriah. Nurul dan teman teman nya asik menikmati hidangan yang tersedia sambil bercanda tawa.
Dimas,Fani dan orang orang kantor berkumpul jadi satu di sebelah kolam renang sambil menikmati remang dan hangat nya suasana.
Sementara leher Vino sampai tengkleng karena terus menatap Nurul dari kejauhan sambil senyum senyum sendiri.
Di kelompok kursi yang lain,Riko dan Mila duduk berhadapan sambil saling melempar tatapan sinis.
ada beberapa orang juga di sana yang sedang bermain game lanjut kata,dan yang kalah harus mencium orang berdasarkan inisial kata yang tak dapat di lanjut kan.
π++
π++
π++
π++
Beberapa putaran pun berjalan lancar dan heboh karena sudah ada beberapa orang yang berciuman.
putaran terakhir.
karyawan 1 \= "Nama hewan inisial M "
"Musang"
"Monyet"
"Macan"
bla
bla bla bla
.....
Tiba giliran nya Riko, merasa semua hewan sudah di sebut Riko pun pura pura tak bisa menjawab hingga waktu yang di berikan habis.
Sesuai peraturan 2 orang yang berinisial M pun berdiri berbaris yakni Mikha dan Martin.
sementara Mila tak beranjak dari kursi nya.
si Mikha sudah sangat senang,karena peraturan hanya 1 orang yang akan mendapat ciuman dari Riko dan sudah pasti diri nya kan? tidak mungkin si martin karena dia laki laki,kecuali kalau memang Riko benar benar seorang H*MO.
kapan lagi di cium babang gantEng seperti Riko.
Riko pun berdiri dan melangkahkan kaki nya,namun bukan ke arah Mikha atau pun Martin melainkan ke arah Mila yang sedang duduk dengan wajah masa bodo di kursi nya.
Riko mengangkat kepala Mila dan langsung menyedot bibir Mila dengan sangat keras.
"mmmmccchhhhhhh....."
"Weyy!!! kenapa aku?" Mila memukul kepala Riko dengan sendok di tangan nya.
Riko pun melepaskan sedotan maut nya dan berdiri dengan wajah angkuh nya.
"hh.. kenapa? nama mu Mila, huruf M kan?" sahut nya santai sambil tersenyum licik.
"kenapa aku?!! itu mereka sudah berdiri dan kenapa kau mencium bibir ku hah?!! kau lihat tadi mereka hanya mencium kening, pipi,bahkan hanya tangan. kenapa haishhhhhh!!!!!!"
Mila sangat kesal dengan tingkah Riko.
"karena nama mu juga huruf M. dan peraturan permainan nya tidak mengecualikan mencium bagian yang mana. jadi aku tidak salah"
Riko masih saja membela diri,padahal memang dari awal sudah terencana di kepalanya.
"tapi tetap saja jangan aku. jangan bibir ku!!!"
pekik Mila semakin geram.
"jadi yang mana? pipi? atau ... kalau begitu akan ku ulangi" ujar Riko melirik ke arah dada nya Mila.
"aishh!!! dasar sialan!! mesum!! "
Mila mengejar dan memukuli Riko dengan tas nya sampai semua orang terkekeh memandangi mereka.
"hahah...kucing dan tikus kita mulai lagi.."
ujar beberapa karyawan sambil cekikikan melihat Mila dan Riko kejar kejar an.
...******...