Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 56 : Menggemaskan


Mila langsung salah tingkah seperti orang yang sedang tertangkap basah.


"sejak kapan Bapak dan Fani di sana?"


"sejak tadi buk..heheh.." Fani menggaruk kepala yang tak gatal.


sementara Riko dan Dimas hanya saling melempar tatapan random.


"ayo sayang kita pergi.. sepertinya ada yang ingin merampungkan proyek pribadi di sini" ujar Dimas sambil menarik lengan Fani pergi dari sana,seperti nya Dimas mulai paham kalau wanita yang di bicarakan oleh Riko adalah Mila.


"Mas ngerasa nggak kalau mereka sebenar nya ada rasa gitu.." bisik Fani sambil terkekeh.


"benarkan sayang,Mas juga berpikiran begitu"


"menurut Fani mereka serasi banget loh Mas,karakter pak Riko yang cool dan keren itu cocok banget sama sifat buk Mila"


Telinga Dimas langsung berdiri panas saat mendengar perkataan Fani.


"a..apa?? cool.keren?? kenapa kamu memuji laki laki lain di depan suami mu hah? kamu bahkan nggak pernah memuji Mas."


"hahah..Mas itu udah paling sempurna buat Fani,paling ganteng,paling wawww pokok nya"


"bohong.."sahut Dimas sedikit ngambek.


"Fani nggak bohong Mas.. Mas itu ganteng,kalau nggak ganteng mah Fani nggak mau nikah sama Mas. mana udah tua lagi hahahhahahaha......"


Fani tertawa lepas sambil memukuli bahu Dimas berkali kali.


"tua tua gini kamu suka kan.. apa lagi sama kekuatan Mas di ranjang" bisik Dimas sambil menaik turunkan alis nya.


wajah Fani langsung merah padam mendengar perkataan Dimas.


"nak... liat tuh mama kamu malu malu, padahal kalau papa gass pol sampai merem melek tuh"


ujar Dimas sambil mengelus perut Fani dengan lembut.


"Mas.. denger orang nanti ih.."


"Biarin..muaachh" Dimas sengaja mengecup bibir Fani.


"Mas... awas yaa Fani iket nanti malem bibir nya"


"sebelum itu Mas duluan yang iket bibir kamu"


sekali lagi Dimas ******* bibir Fani hingga membuat Fani panik.


"mmmhhmmhhh" Fani berusaha mengoceh dengan mulut nya yang masih terbungkam oleh Dimas.


seperti nya tak bisa Dimas melewati seharipun tanpa kegiatan baku hantam, apalagi semenjak kehamilan Fani.gairah nya semakin meronta ronta bahkan hanya dengan melihat wajah sang istri saja.


...~~~~...


Setelah 2 jam menjalani terapi rehabilitas, akhir nya Zey selesai dan bersiap untuk pulang.


sedangkan Nurul memilih menunggu di dalam mobil sampai ketiduran saking mengantuk nya.


"terimakasih ya Vino,,karena sudah membantu ku"


ujar Zey dengan tatapan penuh makna.


Vino menepuk bahu Zey, ya begitu lah sikap nya. templok sana templok sini.


"Sama sama.. aku senang bisa membantu mu jadi lebih baik."


Hati Zey yang berbunga bunga pun menjadi semakin terbawa perasaan.


senyum nya pun mengembang bagaikan adonan donat yang siap di oven.


"kenapa kau mau membantu ku? padahal kau tau aku bukanlah wanita baik baik."


"seburuk apapun wanita,mereka tetap berhak mendapatkan perlakuan baik"


Vino menatap teduh Zey,tak pelak lagi itu semakin membuat Zey menjadi semakin klepek klepek terhadap Vino.


semakin lama,Zey semakin mendekat ke arah dan.....


Zey mencium bibir Vino dengan penuh cinta, bagai kata 'Kucing di kasih ikan asin'. Vino pun membalas ciuman hangat Zey.


seperti nya mereka berdua tidak ingat kalau ada Nurul yang sedang tidur di kursi belakang sambil menutupi wajah nya menggunakan tas sekolah.


"astaga!! mata ku ternodai. jangan lihat Nurul,jangan lihat!! itu urusan orang dewasa!"


batin Nurul panik sambil menahan tubuh nya yang berkeringat dingin saat melihat Vino dan Zey dari celah tas nya sedang silahturahmi bibir.


ia langsung memejamkan mata nya serapat mungkin agar tak melihat adegan plus plus itu.


Sejak Vino dan Zey masuk kedalam mobil,sebenar nya Nurul sudah terbangun. tapi karena mendengar percakapan mereka yang sangat intim,Nurul pun tak ingin menganggu mereka. maka nya ia pura pura tidur.


tapi siapa sangka,ia malah di suguhkan dengan adegan Live mereka.


Vino lalu memejamkan mata nya karena ingin lebih menikmati suasana, namun saat mata nya terpejam,bayangan wajah Nurul tiba tiba muncul di kepala Vino dengan senyuman manis khas nya.


"astaga!! Nurul?!" Vino langsung mendorong tubuh Zey. ia baru teringat kalau ada Nurul yang sedang tidur di belakang.


Zey langsung terheran "kenapa?"


Vino tak menjawab dan malah mengode Zey kearah belakang dengan mata nya.


Zey pun baru ingat,wajah nya langsung tegang kala teringat bagaimana jika Nurul melihat mereka,dia kan masih di bawah umur.


Akhir nya silahturahmi Vino dan Zey terhenti,dan Vino langsung menyalakan mesin mobil nya untuk mengantar Zey pulang lebih dulu.


Sepanjang perjalanan,Nurul hanya terbaring kaku saking syok nya akan kejadian yang ia lihat barusan,ia menahan diri nya setenang mungkin agar Vino tidak curiga kalau dia hanya berpura pura tidur.


...~~~~...


Setelah mengantar Zey pulang,Vino langsung berpamitan karena ia akan mengantar Nurul ke butik yang sudah di perintahkan Rianti.


Sesampai nya di depan butik,Vino membuka pintu belakang untuk membangunkan Nurul yang sebenar nya tidak tidur.


Vino mengangkat tas yang menutupi wajah polos nya Nurul yang sudah di banjiri keringat karena menahan pengap.


tapi bukan membangunkan nya,ia malah memperhatilan detail wajah Nurul lebih dekat.


"cch.. jantung ku diam saja saat berciuman dengan Zey. tapi sekarang langsung memberontak hanya dengan melihat wajah anak kecil ini" gumam nya sambil meniup pelan wajah Nurul yang berkeringat.


"glekk.. angin di luar kok silir yaa..." batin Nurul,ia tak tau kalau Vino sedang meniupkan abab buaya nya.


penasaran,Nurul pun membuka mata nya perlahan.


"Pak Vino??" mata Nurul langsung membulat kala melihat wajah Vino sudah ada tepat di depan nya.


"hmm,,," sahut Vino sambil tersenyum tipis.


Nurul memandangi sekeliling nya yang tampak asing, karena memang bukan di rumah nya.


"kita di mana pak??"


"turun lah.. " Vino menarik tangan Nurul yang gemetaran.


Nurul masih terbayang bayang adegan romantis antara Zey dan Vino tadi.


"Pak.. kenapa kita nggak pulang aja sih, udah sore pak,Nur udah gerah ingin mandi. lagian mama kemana pak? kok nggak jemput Nurul.


bapak juga kenapa bawa Nur keliling keliling bukan nya langsung pulang." Nurul merengek putus asa karena sudah jam 5 sore,tapi belum juga pulang kerumah.


"ssstt.... jangan banyak bicara,turuti saja perkataan saya. atau saya mutilasi kamu" Vino menatap Nurul tajam sambil berusaha menahan tawa nya.


"ii.. iya Pak. Nur diem ini. udah ayok kemana.." ujar Nurul sambil menganggukkan kepala nya cepat,ia sungguh berpikir Vino akan memutilasi nya kalau ia bebicara lagi.


Vino membawa Nurul masuk ke butik sambil tersenyum tipis."aahh..kenapa kau sangat menggemaskan" batin nya sambil meremas erat tangan Nurul.


sedangkan Nurul hanya bisa menelan ludah nya karena takut.


...********...