Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 75: Kompor!


Dalam perjalanan menuju sekolahnya Ayu tak henti hentinya bertanya, apa maksut di balik kelakuan Rey yang berniat mengantar dan menjemputnya.


"setiap hari gitu? ngapain coba? kan dia banyak kerjaan. apa mungkin dia butuh duit? eits..kalau dia minta bayaran yang bayar siapa dong? apa dia butuh pekerjaan sampingan? nggak deh kayaknya, masa gaji bulanan dari Mas Dimas kurang cukup?" Ayu terus saja menebak dalam hati nya sambil menatap keluar jendela.


"Suka sama sepatu nya?" tanya Rey sambil melirik ke arah sepatu yang di pakai Ayu.


Sepatu putih yang ia belikan saat liburan keluarga di Paris itu memang selalu di kenakan Ayu. selain model nya yang bagus, sepatu itu juga sangat nyaman di kaki Ayu.


"nggak juga sih.." sahut Ayu gengsi.


"tapi Saya lihat kamu pakai terus."


"sayang aja kalau nggak di pake.. udah nyetir aja yang bener, ntar nubruk pula." sahutnya jutek sambil melirik tak suka.


"hh.. " dengus Rey tersenyum tipis, pesawat aja sanggup ia terbangkan. ya kali cuma bawa mobil sedan begini sampe nubruk, batin Rey yang merasa di remehkan oleh Ayu.


...~~~~...


Setelah mengantar Ayu, Rey langsung menuju ke kantor mengingat jam sudah menunjukkan pukul 08:30 pagi. hari ini masih menjadi hari yang merepotkan untuk nya karena sepertinya Dimas masih cuti untuk mengistirahatkan diri.


Sementara itu, di kantor Riko dan Mila kelabakan menangani melonjaknya permintaan konsumen pada proyek X1A yang di luncurkan minggu kemarin. proyek itu mengusung tema hunian minimalis di tengah kota dengan harga di bawah perumahan KPR biasanya. jadi tidak heran bila banyak orang yang berebut untuk mendapatkan unit tersebut.


Riko pun mengadakan rapat dadakan di ruang meeting tanpa kehadiran Dimas dan Rey. soalnya sudah hampir 40 menit dia menunggu tapi, salah satu dari mereka belum muncul juga.


"Dapartemen pemasaran sudah menerima lebih dari dua ribu panggilan dalam waktu dua jam Pak. mereka semua meminta bahkan memaksa untuk menandatangani sertifikat agar mereka kebagian unit X1A. sementara itu artikel dan iklan kita di internet di serang oleh pedagang sekitar yang keberatan karena adanya perumahan X1A membuat lapak mereka jadi tergusur." tutur salah satu Asisten manajer bagian pemasaran.


"unggah surat kepemilikan lokasi itu untuk para pedagang, mereka bersikap seperti itu mungkin karena tidak tau kalau lokasi itu bukan milik pemerintah." sahut Riko tegas dan lugas. sebagai Direktur kinerja Riko memang tak bisa di ragukan lagi.


"tapi, bukankah lokasi itu masih di sengketa kan oleh pihak kita? apa nama perusahaan nantinya akan baik-baik saja Pak?" lanjut Asisten itu.


"tidak apa-apa, kita akan memenangkan hasil persidangan nya minggu depan. jadi selama kau tidak mengunggah sesuatu yang berbau kesana kita akan baik-baik saja." sahut Riko optimis. mereka memang tinggal menunggu hari untuk menerima Sertifikat lokasi itu. sebab kuasa hukum mereka sudah menyatakan mereka pasti akan menang di persidangan nanti dengan bukti kuasa yang ada.


"lalu bagaimana dengan panggilan masuk yang menyerbu kita?" tanya salah seorang karyawan lagi.


"untuk saat ini tolak saja penawaran mereka, bilang kalau kita belum bisa menerima tanda jadi langsung, karena perumahan itu baru selesai setengah lokasi. minta info dari para kontraktor pembangunan kira-kira kapan mereka akan selesai, setelah itu beritahukan kepada para peminat tanggal perkiraannya." sahut Mila tak kalah tegas dari Riko.


"baik Bu.."


Riko: "adalagi yang ingin kalian tanyakan?"


"cukup Pak.." sahut mereka bersamaan. dan rapat pun di bubarkan oleh Riko.


Kini hanya tinggal Riko dan Mila di sana yang sedang curi curi kesempatan.


"hebatnya suami ku...😍" puji Mila sambil melempar senyuman manja.


"kamu juga hebat sayang..." balas Riko sambil mencolek pucuk hidung Mila.


Mila mendekat lalu memainkan dasi Riko, wajahnya yang bersemu merah menandakan bahwa ia sedang malu. "apa kau lupa? kau tidak menciumku tadi pagi." bisik Mila pelan.


"sshh.. benar!" Riko juga baru teringat, karena mereka bangun kesiangan, mereka jadi melupakan kewajiban pagi hari mereka yakni saling mengecup manja. "pantas saja seperti ada yang kurang" batin nya.


"kalau begitu.. sekarang saja ya." bisik Riko.


"hh? di sini?" sahut Mila berbinar.


Sambil tersenyum penuh cinta, Riko membelai lembut anak rambut yang menjuntai di dahi istrinya.


Ckleek!!! tiba tiba pintu terbuka hingga membuat mereka berdua saling mendorong.


"maaf Saya terlam....😳" kedua mata Rey langsung membulat saat hampir memergoki dua sejoli itu.


"khmm!" Riko berpura-pura tak melihat Rey, ia merapikan semua berkas nya tadi dengan jantung jedag jedug.


Begitu juga Mila yang tampak membereskan berkasnya sambil pura-pura bersenandung.


"apa rapatnya belum di mulai?" tanya Rey tampak segan.


"sudah selesai 15 menit yang lalu." sahut Riko.


"15 menit yang lalu?!! wahhh... ku rasa kalian sudah menyelesaikan satu ronde dengan waktu itu." goda Rey sambil tertawa kecil.


Mila menoleh lalu menusukkan tatapan tajamnya ke arah Rey. seketika itu pula tawa Rey memudar.


Riko: "kemana saja kau? kau yang seharusnya disini menggantikan Pak Dimas."


"aku.. sshh tidak penting. aku dengar Pak Dimas akan datang dengan Pak Adit saat jam makan siang nanti. sebaiknya kalian bersiap." ujar Rey lalu beranjak dari sana untuk memberitahukan yang lainnya. siapa tau kedatangan Bis besar untuk inspeksi mendadak, jadi mereka bisa bersiap siap lebih dulu.


...~~~~...


Saat baru saja Ayu pulang sekolah, ia langsung di interogasi oleh Vino. ia sengaja mengajak Ayu bicara empat mata agar Nurul tidak tau.


"apa Rey ada mengatakan sesuatu yang menurutmu mencurigakan?" tanya Vino.


"dia bilang mulai hari ini dia akan mengantar dan jemput Ayu Pak. tapi bohong sih kayak nya, soalnya tadi dia nggak jemput tuh."


"kamu nggak nanya alasannya?"


"nanya dong. tau nggak yang bikin Ayu speechless apa?dia bilang 'karena melihat wajahmu di pagi hari itu sangat menyenangkan' gitu katanya, hampir aja Ayu baper hhhahahaha 😆"


"baper baper! jangan sampai kamu kemakan rayuan dia. sudah hapal Saya itu pasti cuma akal-akalan dia doang!" tegas Vino mewanti-wanti adik iparnya.


"ya elah.. santai Pak. Ayu akui sempat berbunga-bunga waktu dia ngomong gitu tapi...." Ayu melirik kekanan dan kiri untuk memastikan tak ada yang menguping mereka.


Vino pun jadi ikut celingukan "tapi apa?"


"tapi Ayu jadi semakin curiga karena waktu dia ngomong, dia ngelirik ke kaca spion ke arah Bapak dan kakak. rasa Ayu dia bukan menuju kan kalimat itu ke Ayu, tapi ke ..." nada bicara Ayu semakin kecil menambah kesan drama yang dapat memancing emosi.


"...kakak mu?" sahut Vino ragu.


"yap! ke siapa lagi coba?" sahut Ayu yakin.


Tak berkata-kata lagi, Vino langsung beranjak dari sana menuju ke mobil nya. sudah pasti dia akan langsung menghampiri Rey untuk memberinya peringatan.


"waddduh!! gawat nih.. apa aku terlalu berlebihan ya tadi cerita nya? sampe sampe Pak Vino kebakar emosi gitu? kalau sampe Pak Vino bikin ribut di kantor gimana nih? aduhhh.... kompor kamu Yu! komporr!" rutuknya sedikit menyesal.


...*********...


Siapa yang penasaran sama visual nya Ayu, Dika, Rey, dan Gaby????? nih otor kasih potongan foto visual mereka. tapi lagi dan lagi otor ingatkan ini berdasarkan selera otor. kalau kalian kurang sreg.. monggo di bayangkan sesuai karakter idola masing masing😘♥️



Nama: Alisha Ayundia Dinata


umur : 17 tahun kelas 3 SMA. adik Bungsu dari A4 bersaudara. anak kesayangan mendiang Nita juga anak bontot di keluarga Adit.



Nama: Alfadio Sandhika


umur: 23 tahun. anak kedua mendiang Nita, dan satu satunya jagoan paling di andalkan kalau di rumah karena paling pintar serta paling galak.



Nama: Gabriella Arandita


umur: 22 tahun. satu jurusan dengan Nurul dan sahabat sejak SMA. punya karakter yang baik lembut serta humble kepada siapa saja.



Nama: Refedrick Elano Yoseph (Rey)


umur: 26 tahun. sekertaris Dimas (pengganti Vino) sejak 2 tahun lalu. bisa di bilang dia paling betah setelah orang2 sebelumnya yg menggantikan Vino. pernah sekolah di penerbangan, tapi di larang orang tua jadi pilot. karena menurut orangtua nya jadi pilot itu punya resiko yang besar.



Ayah El. yang lagi ngebet mau investasi.😁



Bunda El. bunda impian semua orang🙉



Elzio, bentar lagi mau sekolah kata nya😙



Papa Dimdim yang lagi merencanakan Dimdim season 2.



Mama Fani yang semakin chuby☺️



Kembar mode akur.



mode ngambek😙



Meilinda. anak..... hobi.... isi aja sendiri😁