Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 76: Berita heboh


Setelah 15 menit pingsan,Nurul perlahan membuka mata nya dan memperhatian sekitar yang ternyata masih dalam perjalanan.


"hhhff.. syukurlah berarti yang tadi cuma mimpi"


batin nya sambil berusaha mengumpulkan kesadaran.


"hhh.. sudah sadar?"


tanya Vino.


Nurul tak menjawab,ia bingung kenapa Vino menanyakan kesadaran nya.


"mata bapak kenapa?"


ia heran ketika melihat mata Vino merah sebelah,kok seperti deja vu pikir nya.


"kelilipan..kamu lupa?"


senyum Vino mengembang penuh arti.


"hah? kelilipan? kok persis kaya di mimpi ku?"


pikir Nurul.


"k..kelilipan apa pak?" ia kembali memastikan.


"hewan.. masa kamu lupa kan kamu yang bantu keluarin hewan nya"


jawab Vino menaikkan sebelah garis bibir membuat senyuman nya semakin misterius.


glekkk...


Nurul menelan ludah nya yang tercekat karena tak percaya dengan yang ia dengar.


"ahh..nggak..ngak mungkin, cuma kebetulan pasti. aku deja vu kaya nya. nggak mungkin pak Vino begitu sama ku nggak mungkin"


batin nya lagi sambil menggeleng gelengkan kepala.


"kamu kenapa?"


"nggak apa apa pak.. berapa lama Nur ketiduran di sini pak?"


Vino mengernyitkan alis nya.


"tidur kata nya? jadi dia mengira kalau yang tadi cuma mimpi?"


"mm... lumayan lama.."


Nurul menghela nafas lega mendengar itu,berarti memang cuma mimpi pikir nya.


tapi ia heran,kenapa mimpi itu terasa sangat nyata? bahkan ia masih ingat dengan jelas bagaimana Vino mencium bibir nya.


"aishhh...kok bisa bisa nya sih kamu mimpi begitu Nur. jorok banget otak mu!"


rutuk nya dalam hati.


"haruskah ku beri tau kalau aku benar benar mencium nya tadi?"


batin Vino.


"ayo turun,nanti kita terlambat"


Vino membukakan pintu untuk Nurul.


Karena masih terbayang bayang kejadian yang ia anggap mimpi itu,Nurul sampai tidak berani menatap wajah Vino. ntah kenapa tubuh nya jadi merinding kala memandang wajah Vino,apalagi tatapan Vino kepadanya terasa sangat berbeda.


...~~~~...


Di sisi lain,Zey yang merasa sangat frustasi karena melihat Vino dan Nurul tadi merenung di kamar nya.


"ck.. tenang lah Zey,dia begitu pada gadis itu karena menganggapnya saudara"


gumam nya menenangkan diri sendiri.


"akhhh... tapi kenapa aku kepikiran sih.."


rasa cemburu terus saja menjajah isi kepala Zey,karena suntuk dan tak ada teman yang bisa di ajak cerita Zey pun memutuskan keluar sebentar mencari minuman dan udara segar.


tak lupa topi dan masker ia pakai agar tak terkangkap kamera paparazi.


...~~~~...


Sambil menunggu Dimas mandi,Fani menyiapkan makan malam mereka.


karena kedua Art nya sudah pulang,jadi dia yang menyiapkan sendiri.


"sayang..kamu makan duluan nggak apa apa? Manajer administrasi menelpon Mas kata nya ada sedikit masalah darurat yang harus Mas atasi"


ujar Dimas terburu buru.


"eh...iya udah Mas"


senyum nya memudar, sudah capek-capek masak eh malah di tinggal.


"pergi dulu ya sayang.. Mas akan pulang secepatnya kok" Dimas mengecup kening Fani lalu segera pergi.


"hhhfffttt.... males banget makan sendirian"


"apa guna nya jabatan manajer kalau harus Mas juga yang turun tangan? memang nya dia tidak di ajari menangani masalah?! dasar manajer nggak berprikeibuhamilan"


rutuk Fani kesal sambil terus mengunyah snack nya. seperti nya manajer itu menjadi pelampiasan kekesalan Fani karena sudah menganggu makan malam nya dengan Dimas.


...-...


...-...


1 jam..2 jam..


waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 20:30 malam,mata Fani mulai bosan melihat acara tv yang monoton tak menarik. berulang kali ia mengganti chanel nya tapi tetap saja tidak ada yang pas di hati.


"Mas kok belum pulang sih.. kata nya bentar"


gumam nya mulai gelisah,ia seperti anak terlantar padahal di rumah nya sendiri. mau naik kekamar takut,ia masih teringat mimpi Zombie menyeramkan waktu itu.


mau menelpon Dimas segan,takut menganggu pekerjaan nya.


akhir nya ia streaming di ponsel nya menonton ulang drama kesukaan nya dengan keadaan tv tetap menyala agar tak kesepian.


...~~~~...


Di hotel tempat Zey menginap,puluhan reporter dan wartawan tampak berkumpul di depan kamar nya Zey sejak 30 menit yang lalu.


Ternyata berita di penjara nya Sean selaku CEO agensi ternama bocor kemedia,dan nama Zey pun tak luput terseret dalam pemberitaan heboh tersebut.


ntah siapa dan dari mana mereka mengetahui Hotel penginapan Zey, padahal selama ini pihak agensi menyembunyikan alamat nya demi menjaga privasi Zey.


"astaga..!" Zey yang baru saja kembali dari supermarket terkejut melihat pemandangan di depan kamar nya sudah di banjiri awak media.


dengan perlahan tapi pasti,Zey membalikkan tubuh nya dan menundukkan kepala serendah mungkin agar wartawan tidak mencurigai nya.


Terpaksa ia harus kembali ke mobil nya dengan nafas tersengal sengal seperti maling yang tertangkap basah.


"shh.. apa yang mereka lakukan di sana?"


saat pikiran nya kacau,kesialan tak sampai di situ saja.


Zey yang tadi nya keluar hanya membawa lima lembar uang seratus ribuan ternyata tak membawa ponsel serta dompet nya.


"siall!!! aku harus bagaimana?? ck!!"


Zey semakin kesal dengan situasi saat itu.


ia tak tau harus kemana,ke kantor Agensi tak mungkin karena kalau di sini saja awak media heboh,maka sudah pasti keadaan di sana lebih kacau.


mau menginap sementara ke hotel lain tak bisa,karena tak membawa uang. ingin meminta bantuan staff atau yang lain pun tak bisa karena ponsel nya ada di kamar.


Melihat semakin banyak awak media yang berdatangan Zey menjadi panik,tanpa berpikir kemana tujuan nya Zey menancap gas dan segera meninggalkan hotel itu.


...-...


...-...


Saat berhenti di lampu merah, mata nya tiba tiba terfokus ke layar lebar yang di pasang oleh stasiun televisi di luar gedung.


Zey pun terkejut,bagaimana bisa berita di tangkap nya Sean menyebar dan yang lebih parah nama nya ikut terseret.


"siapa yang membocorkan nya? aishh!! pantas saja!! mati lah aku!!" risau nya.


saat situasi sedang kalut tiba tiba otak nya memuncul kan ide, ya kantor Dimas mungkin tujuan yang tepat karena pastilah para wartawan tidak kesana sebab malam hari tidak mungkin ada yang bekerja.


"ya.. aku bisa meminta petugas keamanan menelpon staff agensi ku,lalu mereka pasti akan menjemput ku" ujar nya lega.


Zey pun langsung tancap gas ke tempat tujuan.


...~~~~...


"BREAKING NEWS MALAM INI..


CEO Agensi Bf entertainment


SEAN BENEDICT atau di kenal dengan Mr.Sean di penjara atas tuduhan pengedaran narkotika,serta tindakan kriminal kepada seorang wanita yang di ketahui istri dari presdir BRAM'S group.


di beritakan Mr.Sean sudah di penjara sejak bulan lalu.


media baru saja gempar setelah 30 menit yang lalu seorang anonim mengunggah artikel terkait penangkapan tuan Sean berserta terseret nya nama model cantik papan atas yaitu Shu Zeyra yang di yakini tangan kanan dalam kasus tuan Sean.


berikut beberapa barang bukti mengenai tertangkap nya tuan Sean yang di sembunyikan dari awak media."


Blakk...


Fani sampai menjatuhkan ponsel nya karena terkejut setelah mendengar siaran langsung berita barusan.


tangan nya sampai bergetar lemas,bukan karena kasus tersebut terungkap. tapi karena ini pertama kali nama nya terpampang di stasiun TV ternama. walaupun sebagai korban jadi lah๐Ÿ˜ด.


"kok bisa terbongkar? padahal kami sepakat menutup kasus ini dari media demi kebaikan bersama,lalu siapa yang membocorkan nya?"


mata Fani yang tadi nya tinggal 5 watt kini terang lagi,ia pun menyimak serius tayangan berita ekslusif tersebut sambil asik mengunyah cemilan nya kembali.


ya tentu saja dia tenang,toh dia korban nya.


paling cuma malu doang karena nama bya terlanjur terpampang di televisi.๐Ÿ˜Œ


...*******...