Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 51: Sambutan Papa.


Di rumah, Adit sedang menyiapkan


sambutan untuk seluruh keluarga nya


yang baru pulang liburan.


ia menyuruh art menyiapkan makanan


yang di sukai dari masing masing anggota


keluarga dan khusus nya si calon


pengantin.


Kakek kakek tua ini walaupun sudah sepuh


tapi kalau soal urusan kasih surprise dia


jago nya. maka nya Rianti selalu meleleh


dengan tingkah sweet nya.


"okhey.. semua nya sudah siap.


Dika.. ayo kita ke depan.."


seru nya sangat antusias.


"iya pa.. otewe..."


sahut Dika berlari sambil memasang


ikat pinggang nya.


Tak lama menunggu, mobil yang


membawa keluarga nya pun tiba.


secara bergantian tiga mobil itu


memasuki perkarangan rumah.


Senyum sumringah di kembangkan Adit,


namun sesaat kemudian hilang kala


melihat raut wajah Nurul yang tampak


bingung dan Vino yang lesu.


tak pelak Rianti dan yang lainnya


ikutan kurang semangat karena jadwal


bentrok antara UTS dan resepsi.


"loh..loh? pada kenapa ini?


kok muka nya kusut semua?"


tanya Adit terheran.


"mabok semua kalian?"


Dika juga tak kalah heran.


"haduhh.. puyeng pa..


ini loh jadwal UTS nya Nurul di percepat


pas tanggal Nikah nya dia.


jadi bingung mama.."


sahut Rianti sambil memegangi pelipis nya.


"hahahahah...


gitu aja kok pusing..


serahkan sama papa."😎


ucap Adit percaya diri.


Pasrah tapi tak rela, Rianti menatap


Adit dengan mata merah nya.


"iya deh, mama percayakan sama papa.


atur aja ya pa..


geser tanggal, ubah dokumen, dan


undur jadwal ke WO nya.."


"lahh.. kenapa harus repot-repot geser


itu semua? tinggal geser aja UTS nya


gampang kan."


ucap Adit yakin.


"serius bisa Om??!"


Vino tiba tiba menjadi sangat bersemangat.


"hhh..


apa sih yang Om mu ini nggak bisa?"


apalagi untuk anak anak nya tercinta.


jangankan UTS lempeng tektonik pun


bisa ia geser.dengan bantuan tuhan tentu nya.


"tapi Pa.. pasti susah untuk melakukan nya


karena kampus Nurul di luar yayasan kita."


ucap Rianti ragu.


"tenang ma.. gunung pun akan Papa


daki demi kebahagiaan anak anak..


hahahha..."


Mereka semua akhirnya bernafas lega.


"ya sudah yuk pada masuk, istirahat..


oh iya Pa, tolong ambilkan koper mama


di bagasi ya.."


Adit memandang ke luar di mana mobil


terparkir di luar garasi.


"nggak mau ah Ma.. gerimis.."


ujar nya bergidik.


"kata nya gunung kan ku daki..


tapi sama gerimis aja takut .😌"


ledek Rianti.


"bukan takut ma..


nanti kalau papa demam gimana?


bisa gagal ntar geser jadwal UTS nya."


"Papa kalian ini memang paling bisa


ngeless..."


"hahahhahahahahaha....."


mereka semua tertawa menyaksikan


Adit yang melepas rindu dengan cara ngajak


ribut.


Walaupun usia mereka sudah tua,


tapi mereka tak kalah romantis dari


pasutri baru yang hadir di judul ini.😁


bisa di bilang mereka hampir tak pernah


bertengkar. romantis,setia,humoris,


penyayang dan sabar, sifat ini lah


yang menurun ke putra semata wayang


mereka, siapa lagi kalau bukan Adimas.


"sini biar koper nya Mas yang bawa.."


Dimas menarik barang barang mereka


bahkan saat tangan kanan nya menggendong


si Ica yang tengah tertidur pulas.


"biar Fani aja Mas nggak apa apa.."


"Mas aja sayang, kamu capek nanti😘"


ia langsung naik ke atas sambil membawa


koper dan tas ransel milik Fani.


"hati hati Mas..."


seru Fani sambil menuntun Keenan


perlahan menaiki tangga juga.


Si kembar kini sudah semakin besar,


mereka tumbuh sangat cepat hingga


terkadang Fani tidak sadar bahwa tubuh


mungil nya tak lagi mampu menggendong


mereka.


"Ayo.. pada mandi dulu gih..


ntar kita makan sama sama.."


membereskan barang bawaan nya.


"Ayo bunda... kita mandi dulu..😚"


ajak Vino sambil menggendong El


di punggung nya. seperti biasa, El


selalu tertidur apabila terlalu lama


bersandar di tubuh Ayah nya.


Nurul menatap ke barang barang bawaan


mereka.


"Nur aja yang gendong El,.. Mas..


Mas bawa barang kita aja."


😻🤭🤭


Meski masih terdengar canggung,


panggilan itu sungguh membuat


hati Vino di hujani bunga bunga cintahh..


eeeeaaaakkkkk🤭


"udah kamu naik aja, nanti biar


saya balik lagi untuk barang barang kita.."


"t..tapi ini banyak loh, nanti Mas capek


kalau bolak balik.."


"nggak apa apa sayang..


yang penting kamu nggak capek.


nanti Saya minta bantuan bibik juga.."


ujar Vino tersenyum lembut.


"yaa udah kalau begitu.. yuk.."


akhirnya Nurul nurut dan naik


bersama Vino sambil saling menatap


penuh kehangatan.


"mama capek ya??


yuk Papa gendong ke kamar.."


goda Adit di depan Ayu dan Dika.


pak tua satu ini tampak nya sangat


merindukan sang permaisurinya.


"ihh.. Papa..


bantu bawain tas mama aja itu.."


"oke nyonya..."


mereka pun naik juga untuk membersihkan


diri.


Untuk kedua kali nya Ayu merasa seperti


makhluk tak kasat mata di buat para


pasutri bucin itu.


"ck..ck..ck.ck..


aku mabuk loh ini, nggak ada gitu


yang mau bawain barang barang ku?"


gumam Ayu sambil geleng geleng kepala.


"ck... untuk apa Papa manggil aku


cepat cepat tadi kalau akhirnya


jadi obat nyamuk begini.."


Dika juga bergumam sambil mengunyah


buah yang sudah di siapkan


oleh Papa nya tadi.


"Kak.. bawain barang Ayu..hehe"


pinya Ayu sambil tersenyum lebar.


"akhh.. minta tolong bibik aja dek.."


"ihh.. segan kak, tu mereka lagi pada


repot tu.."


tunjuk Ayu ke arah para bibik yang sibuk


dengan tugas nya masing masing.


"augghhh...😒


jangan dekat dekat.. mulut kamu bau


muntah.. weekk..."


Dika mengibas ngibaskan tangan


di depan wajahnya.


"beneran kak?"


"iya.. bau banget ishhh..."


"hahhhhh...hahhhh..."


Ayu menghembuskan nafas di telapak


tangan nya.


"weeekkk... iya bener bau banget.."


"eh tunggu??"


Ayu langsung teringat saat mengobrol


dengan Rey di Kokpit tadi.


jarak mereka sangat dekat, bahkan


beberapa kali Ayu menguap tepat di


belakang Rey.


"astaga...! pantesan dia ilfeel banget


tadi? ternyata... iiiihhhh...


menjijikkan."


rutuk Ayu sangat malu.


Dika langsung memandangi Ayu dengan


tatapan aneh.


"dihh... mabuk berat ni anak..


ayo.. buruan mandi.."


ia menarik rambut Ayu ke atas sambil


nyerocos bak emak emak komplek.


...~~~~...


Di kamar Vino.


Sambil mandi, Vino meliuk liuk kegirangan


di bawah shower.


"Yes..!! mudah mudahan Om Adit


berhasil geser jadwal UTS nya.


eh tunggu, kalau kami menikah berarti


aku manggil Om Adit Papa dong?


kan dia mertua ku?


aneh sih.. tapi bodo amat lah..


yang penting nikah..


aahhkk... gak sabar lemburan."


Vino menghadap ke arah kaca kemudian


memandang takjub pada kegagahan


diri nya sendiri.


"wahh... bocil, akhir nya kau jadi milikku..


sejak awal kau memang milikku.


sshhhh..lihat otot otot ini..


aku yakin dia akan terpesona


dengan perfoma ku nanti nya.."


Akibat otak terlalu traveling, si alex pun


terbangun dari tidur nya.


"ahhh.. payah..baru begitu doang


bangun.." rutuk Vino kesal.


...********...