
Di rumah, Adit sedang menyiapkan
sambutan untuk seluruh keluarga nya
yang baru pulang liburan.
ia menyuruh art menyiapkan makanan
yang di sukai dari masing masing anggota
keluarga dan khusus nya si calon
pengantin.
Kakek kakek tua ini walaupun sudah sepuh
tapi kalau soal urusan kasih surprise dia
jago nya. maka nya Rianti selalu meleleh
dengan tingkah sweet nya.
"okhey.. semua nya sudah siap.
Dika.. ayo kita ke depan.."
seru nya sangat antusias.
"iya pa.. otewe..."
sahut Dika berlari sambil memasang
ikat pinggang nya.
Tak lama menunggu, mobil yang
membawa keluarga nya pun tiba.
secara bergantian tiga mobil itu
memasuki perkarangan rumah.
Senyum sumringah di kembangkan Adit,
namun sesaat kemudian hilang kala
melihat raut wajah Nurul yang tampak
bingung dan Vino yang lesu.
tak pelak Rianti dan yang lainnya
ikutan kurang semangat karena jadwal
bentrok antara UTS dan resepsi.
"loh..loh? pada kenapa ini?
kok muka nya kusut semua?"
tanya Adit terheran.
"mabok semua kalian?"
Dika juga tak kalah heran.
"haduhh.. puyeng pa..
ini loh jadwal UTS nya Nurul di percepat
pas tanggal Nikah nya dia.
jadi bingung mama.."
sahut Rianti sambil memegangi pelipis nya.
"hahahahah...
gitu aja kok pusing..
serahkan sama papa."😎
ucap Adit percaya diri.
Pasrah tapi tak rela, Rianti menatap
Adit dengan mata merah nya.
"iya deh, mama percayakan sama papa.
atur aja ya pa..
geser tanggal, ubah dokumen, dan
undur jadwal ke WO nya.."
"lahh.. kenapa harus repot-repot geser
itu semua? tinggal geser aja UTS nya
gampang kan."
ucap Adit yakin.
"serius bisa Om??!"
Vino tiba tiba menjadi sangat bersemangat.
"hhh..
apa sih yang Om mu ini nggak bisa?"
apalagi untuk anak anak nya tercinta.
jangankan UTS lempeng tektonik pun
bisa ia geser.dengan bantuan tuhan tentu nya.
"tapi Pa.. pasti susah untuk melakukan nya
karena kampus Nurul di luar yayasan kita."
ucap Rianti ragu.
"tenang ma.. gunung pun akan Papa
daki demi kebahagiaan anak anak..
hahahha..."
Mereka semua akhirnya bernafas lega.
"ya sudah yuk pada masuk, istirahat..
oh iya Pa, tolong ambilkan koper mama
di bagasi ya.."
Adit memandang ke luar di mana mobil
terparkir di luar garasi.
"nggak mau ah Ma.. gerimis.."
ujar nya bergidik.
"kata nya gunung kan ku daki..
tapi sama gerimis aja takut .😌"
ledek Rianti.
"bukan takut ma..
nanti kalau papa demam gimana?
bisa gagal ntar geser jadwal UTS nya."
"Papa kalian ini memang paling bisa
ngeless..."
"hahahhahahahahaha....."
mereka semua tertawa menyaksikan
Adit yang melepas rindu dengan cara ngajak
ribut.
Walaupun usia mereka sudah tua,
tapi mereka tak kalah romantis dari
pasutri baru yang hadir di judul ini.😁
bisa di bilang mereka hampir tak pernah
bertengkar. romantis,setia,humoris,
penyayang dan sabar, sifat ini lah
yang menurun ke putra semata wayang
mereka, siapa lagi kalau bukan Adimas.
"sini biar koper nya Mas yang bawa.."
Dimas menarik barang barang mereka
bahkan saat tangan kanan nya menggendong
si Ica yang tengah tertidur pulas.
"biar Fani aja Mas nggak apa apa.."
"Mas aja sayang, kamu capek nanti😘"
ia langsung naik ke atas sambil membawa
koper dan tas ransel milik Fani.
"hati hati Mas..."
seru Fani sambil menuntun Keenan
perlahan menaiki tangga juga.
Si kembar kini sudah semakin besar,
mereka tumbuh sangat cepat hingga
terkadang Fani tidak sadar bahwa tubuh
mungil nya tak lagi mampu menggendong
mereka.
"Ayo.. pada mandi dulu gih..
ntar kita makan sama sama.."
membereskan barang bawaan nya.
"Ayo bunda... kita mandi dulu..😚"
ajak Vino sambil menggendong El
di punggung nya. seperti biasa, El
selalu tertidur apabila terlalu lama
bersandar di tubuh Ayah nya.
Nurul menatap ke barang barang bawaan
mereka.
"Nur aja yang gendong El,.. Mas..
Mas bawa barang kita aja."
😻🤭🤭
Meski masih terdengar canggung,
panggilan itu sungguh membuat
hati Vino di hujani bunga bunga cintahh..
eeeeaaaakkkkk🤭
"udah kamu naik aja, nanti biar
saya balik lagi untuk barang barang kita.."
"t..tapi ini banyak loh, nanti Mas capek
kalau bolak balik.."
"nggak apa apa sayang..
yang penting kamu nggak capek.
nanti Saya minta bantuan bibik juga.."
ujar Vino tersenyum lembut.
"yaa udah kalau begitu.. yuk.."
akhirnya Nurul nurut dan naik
bersama Vino sambil saling menatap
penuh kehangatan.
"mama capek ya??
yuk Papa gendong ke kamar.."
goda Adit di depan Ayu dan Dika.
pak tua satu ini tampak nya sangat
merindukan sang permaisurinya.
"ihh.. Papa..
bantu bawain tas mama aja itu.."
"oke nyonya..."
mereka pun naik juga untuk membersihkan
diri.
Untuk kedua kali nya Ayu merasa seperti
makhluk tak kasat mata di buat para
pasutri bucin itu.
"ck..ck..ck.ck..
aku mabuk loh ini, nggak ada gitu
yang mau bawain barang barang ku?"
gumam Ayu sambil geleng geleng kepala.
"ck... untuk apa Papa manggil aku
cepat cepat tadi kalau akhirnya
jadi obat nyamuk begini.."
Dika juga bergumam sambil mengunyah
buah yang sudah di siapkan
oleh Papa nya tadi.
"Kak.. bawain barang Ayu..hehe"
pinya Ayu sambil tersenyum lebar.
"akhh.. minta tolong bibik aja dek.."
"ihh.. segan kak, tu mereka lagi pada
repot tu.."
tunjuk Ayu ke arah para bibik yang sibuk
dengan tugas nya masing masing.
"augghhh...😒
jangan dekat dekat.. mulut kamu bau
muntah.. weekk..."
Dika mengibas ngibaskan tangan
di depan wajahnya.
"beneran kak?"
"iya.. bau banget ishhh..."
"hahhhhh...hahhhh..."
Ayu menghembuskan nafas di telapak
tangan nya.
"weeekkk... iya bener bau banget.."
"eh tunggu??"
Ayu langsung teringat saat mengobrol
dengan Rey di Kokpit tadi.
jarak mereka sangat dekat, bahkan
beberapa kali Ayu menguap tepat di
belakang Rey.
"astaga...! pantesan dia ilfeel banget
tadi? ternyata... iiiihhhh...
menjijikkan."
rutuk Ayu sangat malu.
Dika langsung memandangi Ayu dengan
tatapan aneh.
"dihh... mabuk berat ni anak..
ayo.. buruan mandi.."
ia menarik rambut Ayu ke atas sambil
nyerocos bak emak emak komplek.
...~~~~...
Di kamar Vino.
Sambil mandi, Vino meliuk liuk kegirangan
di bawah shower.
"Yes..!! mudah mudahan Om Adit
berhasil geser jadwal UTS nya.
eh tunggu, kalau kami menikah berarti
aku manggil Om Adit Papa dong?
kan dia mertua ku?
aneh sih.. tapi bodo amat lah..
yang penting nikah..
aahhkk... gak sabar lemburan."
Vino menghadap ke arah kaca kemudian
memandang takjub pada kegagahan
diri nya sendiri.
"wahh... bocil, akhir nya kau jadi milikku..
sejak awal kau memang milikku.
sshhhh..lihat otot otot ini..
aku yakin dia akan terpesona
dengan perfoma ku nanti nya.."
Akibat otak terlalu traveling, si alex pun
terbangun dari tidur nya.
"ahhh.. payah..baru begitu doang
bangun.." rutuk Vino kesal.
...********...