
Di kediaman Mila.....
Dari pagi hingga siang Mila hanya berguling guling di atas kasur sambil menonton drama favorit nya, mata nya sampai mau keluar saking cenat cenut nya.
"aaahhhgggrrr... bosen banget sihhh.."
gerutu nya sambil menghentak hentakkan kaki ke kasur.
Lalu tiba tiba ponsel nya berdering..
"Fani...?" ia terkejut saat melihat Fani yang menelpon nya.
Mila: "hallowww..... "
Fani: "halo buk.. saya ingin mengundang ibuk untuk datang ke pesta ulang tahun adik saya.. kalau ibuk sempat."
"Hah?? pesta? kapan? dimana? sekarang?? saya datang sekarang" Mila sangat antusias sampai bangkit dari tempat tidur nya.
kegabutan nya seakan melayang mendengar kata pesta.
Fani: "nanti malam buk, di rumah orang tua Pak Dimas."
"benarkah?? hmmm ku pikir sekarang...." Mila jadi lesu lagi.
Fani: "belum buk, sekarang kami sedang persiapan.."
"di rumah Pak Dimas?? hei apa kau butuh bantuan? aku akan kesana sekarang."
ujar Mila menawarkan diri, siapa tau ia bertemu anak tunggal kaya raya di sana yang bisa di gaet.
karena sudah di pastikan yang akan datang orang orang kelas atas bukan? atau siapa tau Dimas punya saudara lain yang belum menikah juga. siapa tau nasib nya mujur seperti Fani.
Fani pun mengiyakan permintaan Mila yang menawarkan diri,kebetulan ia juga bosan di sana karena tidak boleh melakukan apa apa oleh Rianti. sementara semua orang terlihat sibuk masing masing.
...~~~~...
...-...
...-...
Mila terperangah ketika melihat kediaman keluarga Dimas yang amat mewah,terlebih saat melihat semua mobil yang terparkir di halaman rumah Dimas,ia semakin terkagum kagum.
"Buk...." seru Fani dari pintu masuk.
Fani pun mengajak Mila masuk,lumayan kan buat temen gosip.
Setelah berkeliling melihat lihat persiapan nya,Fani meninggalkan Mila sebentar untuk mengambil cemilan.
Mila hanya menurut,ia menjaga sikap nya sebaik mungkin siapa tau ada Pria lajang yang melirik nya.
"permisi bisa tolong pegang ini sebentar.." pinta salah seorang party organizer. ia meminta Mila memegangkan rangkaian bunga yang akan di pasang di dinding yang lumayan tinggi.
Si wanita dari pihak PO tampak kesulitan memasang bunga hias itu karena tubuh nya yang memang tak terlalu tinggi.
melihat itu Mila pun tergerak untuk membantu nya memasang bunga itu.
ia menyuruh wanita itu memegangi kursi nya dan dia yang akan naik menggantikan si wanita.
"pegang baik baik yaa..." ujar Mila sambil mendongak ke atas.
"baik buk.. " sahut wanita itu.
"Mila??" gumam Riko yang juga sudah ada di sana,tentu saja dia juga cukup dekat dengan Dimas.
Riko mendekat,lalu mengisyaratkan pada wanita PO agar pergi dari sana.
si wanita pun menurut dan jadi lah Riko yang memegangi kursi tersebut.
blakk!!
Riko sengaja menggoyangkan kursi itu hingga membuat Mila terkejut.
"ehh.eh.. mbak yang bener dong megang ny.... Pak Riko!!?"
"hmm??" Riko tersenyum picik ke arah Mila.
Mila: "ngapain bapak di sini??"
Riko: "megangin kursi.."
"ya udah kalau mau pegangin yang bener!! tanggung nih dikit lagi.." tukas Mila kesal sambil terus memasang bunga hias itu.
Riko hanya tersenyum tipis,lalu....
brrraakkkk.....
Riko sengaja menendang kursi yang sedang di injak Mila,hingga membuat Mila mau tak mau terjatuh ke dalam pelukan Riko.
Riko pun langsung mendekap tubuh Mila agar tak jatuh ke lantai.
"Pak Riko!!!!" pekik Mila hingga semua orang melihat ke arah mereka.
"apa?? aku menolong mu kenapa kau berteriak pada ku hah?" wajah songong Riko kembali di terapkan.
"kalau gitu lepaskan tangan mu!! ssial*an"
rutuk Mila sambil menepis tangan Riko dari tubuh nya, ia pun segera pergi dengan wajah bergetar karena malu.
sementara Riko hanya menaikkan senyum tipis di sebelah bibirnya sambil terus memandangi Mila.
...~~~~...
Di tempat rehabilitas....
Vino dan Nurul sedang duduk di sebuah kursi tunggu,sementara Zey sedang di terapi di dalam bersama 2 orang dokter spesialis.
"tante Zey sakit Pak?" tanya Nurul sambil asik menghitung uang hasil menjual gelang buatan nya.
"mm..iyaa begitu lah, itu uang apa?"
Vino balik bertanya.
"uang jualan ini.." Nurul menunjukkan beberapa gelang yang masih tersisa.
"whoa... bagus loh, kamu buat sendiri?"
" iya..." jawab Nurul singkat.
Vino: "saya mau satu.."
"boleh, bapak mau yang mana?"
Nurul terlihat sangat senang mendengar itu.
"yang kaya gitu ada?" Vino menunjuk gelang yang di pakai Nurul.
"ohh.. ada nih..." Nurul mengambil gelang yang sama persis dengan milik nya dan memberikan nya pada Vino.
Dengan senang hati Nurul memakaikan gelang itu ke tangan Vino,jantung Vino langsung jedag jedug ketika tangan nya di pegang oleh Nurul.
"chh.. kenapa jantung ku berdentum hebat?"
batin nya sambil terus memandangi wajah Nurul yang sedang menunduk mengikatkan gelang itu.
ia sendiri bingung kenapa dada nya sampai berdetak hebat ketika Nurul menyentuh nya.
padahal ia selalu biasa saja saat berkencan dengan wanita wanita nya bahkan ketika melakukan silahturahmi antar bibir.
"sudah.. 10 ribu.." Nurul mengadahkan tangannya meminta bayaran pada Vino.
Vino mengeluarkan uang Seratus ribu dan memberikan kepada Nurul.
"dasar bocil.."
"uang pas aja pak..Nur nggak punya kembalian nya"
"kalau gitu kembalikan besok saat kita bertemu lagi."
"jadi hutang dong Nur sama bapak.. besok aja deh kalau gitu bapak bayar nya." Nurul mengembalikan uang Vino.
tapi Vino menolak dan tetap meminta Nurul menyimpan uang itu.
"omong omong kapan kita pulang pak?"
Vino melihat arloji nya yang masih menunjukkan pukul 14:00. masih lama lagi waktu nya untuk membawa Nurul pulang.
"mmm.. sebentar lagi yaa... " ujar Vino beralasan.
"Pak Vino.." panggil seorang dokter yang menangani Zey.
"iyaa..."sahut Vino.
"sebentar yaa..." Vino menepuk pelan kepala Nurul lalu pergi memasuki ruangan di mana Zey sedang di terapi.
Nurul hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
"hh.. aku seperti punya dua istri" gumam Vino sambil tersenyum tipis.
...~~~~...
Fani kembali menemui Mila dengan beberapa camilan di tangan nya, tapi tiba tiba Dimas menarik nya ke dapur kotor yang di lewati oleh Fani.
"ya ampun Mas! kirain siapa. hampir Fani getok lagi nih pakai nampan." Fani mengatur nafas nya yang tersengal sengal.
"kamu nggak kangen sama Mas hmm??"
Dimas langsung menyosor Fani.
saat sedang meresapi kerinduan nya yang menggunung,tiba tiba pintu dapur terbuka dan masuk lah dua sejoli Mila dan Riko yang hendak mencari kursi tambahan untuk memanjat.
Fani dan Dimas pun langsung terkejut dan mereka saling mematung di belakang pintu.
tatapan mereka sama sama melemparkan tanda tanya,siapa yang masuk?
Riko: "tidak.. jangan yang itu terlihat sudah rapuh,akan patah jika orang seperti mu yang naik"
Mila: "apa maksut bapak orang seperti ku hah?"
"ya seperti mu..seperti ini.." Riko memindai tubuh Mila dari atas ke bawah dengan tangan nya.
"ya sudah ambil saja yang itu. lagi pula kau berharap jatuh lagi kan agar aku memeluk mu lagi." Riko menyeringai sinis.
"hehh!! kau kan yang sengaja mendorong ku?? aku tau kau sengaja melakukan nya!!"
Mila menuding Riko dengan jari nya.
Riko: "sshh.. sekarang kau bersikap tidak sopan pada ku hah?"
"kenapa?? kita tidak sedang di kantor.
dan aku lebih tua dari mu ingat itu!!"
Mila menusuk Riko dengan tatapan nya lalu berbalik badan.
tapi Riko malah menarik lengan nya spontan,hingga membuat wajah Mila menabrak dada bidang nya.
"hehh!!.." Mila memekik lagi tapi kali ini di potong oleh Riko.
"aku memang lebih muda dari mu, tapi aku tetap laki laki"
Mila menatap bingung dengan ucapan Riko,apa maksut nya?
Pandangan mereka pun beradu dan saling mengunci, Riko perlahan menundukkan wajah nya agar lebih dekat dengan Mila.
.. .. ... saat suasana sedang tegang, tiba tiba
Krommmpyaannggggg.....
"HAAAA!!"
Mila dan Fani berteriak kaget dan langsung terlonjak dari posisi nya masing masing.
tutup panci yang ntah dari mana asal nya itu jatuh. membuat mereka terkejut termasuk Dimas dan juga Fani yang sedang bersembunyi di balik pintu.
"Fani?? Pak Dimas??"
ujar Mila terkejut
"buk Mila??"
Fani juga sama terkejut nya,ternyata ia tak salah menebak karena itu memang Mila dan Riko.
...**********...
Buat yang tanya usia Vino,yuk kita kulik..
Nama: Alvino Giandra
Umur: 32 tahun
tinggi:182 cm
*yang bilang muka nya kemudaan dll. bebas mau bayangin siapa itu Vino sesuai visual kesukaan masing masing🤗
Dan buat yang betanya2 umur nya Nurul.
dia memang otor buat lambat masuk sekolah 2 tahun karena kendala ekonomi keluarga nya yang memang saat itu sedang kekurangan akibat perceraian kedua orang tua nya.
terimakasih buat readers setia yang selalu suport otor sampai sekarang 🤗♥️