Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 63 : Spesial Mila & Riko


"cepat sini aku bantu mengganti perban.."


Riko duduk di sofa sambil menyilangkan kaki nya.


anggap aja rumah sendiri,,begitu batin nya.


Mila berbalik badan ke kamar masih dengan pisau di tangan nya.


"bentar aku pakai baju dulu.."


"hmm... begitu akan lebih mudah, kalau kau pakai baju percuma tetap harus di buka. luka nya kan di dalam" dengus Riko dengan wajah meledek.


"setidak nya aku harus mengenakan pakaian dalam ku! bagaimana kalau kau mencuri kesempatan lagi hah?!!"


"maka bunuh aku.." sahut Riko enteng.


"cepat lah, waktu ku tidak banyak!"


ketus nya lagi sambil memelototi Mila.


Mila pun melangkah penuh keraguan,mata nya menatap Riko dengan penuh kewaspadaan.


handuk nya di balutkan sekencang mungkin,dan


ia duduk perlahan di sebelah Riko lalu membelakangi nya.


"cepat lah.." perintah Mila.


dengan perlahan Riko pun membuka perban lama yang setengah basah di punggung Mila itu.


"shhh..." rintih Mila,ia merasakan perih saat Riko mengoleskan gel salep ke luka nya.


"jangan merintih.. kau membuat ku ingin mencuri kesempatan lagi.."


celetuk Riko dengan santai nya.


"lakukan lah jika kau ingin MATI!!"


ketus Mila sambil memutar mutar pisau di tangan nya.


ting...tung...


Bel pintu kembali berbunyi..


"kau mengundang seseorang?"


tanya Riko terheran.


Mila menggelengkan kepala nya dan berpikir kira kira siapa yang datang pagi pagi begini.


"ohh.. mungkin kurir,cepat buka dan terima paket nya"


perintah Mila pada Riko,karena tak mungkin dia yang keluarkan?masih kembenan handuk gitu.


Riko pun langsung beranjak dari sana menuju pintu,tanpa melihat dari layar kamera yang ada di sebelah pintu. Riko langsung membuka pintu itu dengan tatapan heran.


Seorang pria paruh baya bertubuh kekar berwajah tak kalah sangar dari Riko, pakaian rapi serta wanita paruh baya yang juga berpenampilan sangat elegan menggandeng tangan pria itu.


tidak mungkin orang berpenampilan begitu kurir kan?


Lelaki kekar itu pun memandangi Riko dari atas kebawah sambil menggeratkan gigi nya.


Menyadari kalau mereka bukan kurir,Riko pun bertanya dengan wajah dingin nya.


"anda siapa?"


"Harus nya aku yang bertanya kau siapa?!! dimana Mila?!"


sahut laki laki itu tak kalah sangar dengan suara berat nya.


"di dalam, kalian ini siapa?"


Mereka berdua pun menerobos masuk tanpa menghiraukan Riko.


dan betapa terkejut nya mereka saat melihat Mila hanya mengenakan handuk pendek sedang duduk di atas sofa.


"Milaa!!!"


suara laki laki paruh baya itu menggelegar membuat Mila terkejut.


"Papa??!!!" Mila langsung berdiri panik,sudah pasti Papa nya akan berpikiran macam macam.


"Pantas saja kamu melarang mama dan papa berkunjung,ternyata kamu kumpul kebo sama laki laki ini?" celetuk sang ibu tak kalah menyeramkan.


"papa??"


batin Riko,seketika tubuh nya merinding disko.


bagimana tidak,orang tua Mila memergoki mereka berdua di dalam rumah di tambah posisi Mila yang tidak memakai baju. pasti lah membuat siapa pun yang melihat akan berpikiran yang tidak tidak.


"pa..ma..? jangan bilang kalian berpikiran kalau Mila dan dia ....aishhhh...


pa lihat nih,punggung Mila luka. dia cuma bantu Mila mengganti perban aja.."


Mila membela diri nya,tentu saja. karena memang mereka sedang tidak melakukan hal hal aneh.


"seorang Pria dan Wanita dewasa di dalam rumah berduaan,dan kamu tidak mengenakan baju! dari mana alasan tidak masuk akal mu itu muncul!!"


Papa Mila semakin meninggi kan suara nya sambil mengepalkan tangan nya geram.


"Paa....." rengek Mila sambil memasang wajah melas.


"Pakai baju mu cepat!!" tukas Papa nya menunjuk ke arah kamar Mila.


Papa nya Mila duduk di sofa sambil menatap tajam ke arah Riko.


"kau, sini!!"


titah nya sambil menunjuk Riko.


"b..baik pak"


Riko hanya bisa menelan ludah nya yang tersangkut di tenggorokan. dengan badan panas dingin ia pun duduk tepat di hadapan papa nya Mila.


BARA ADJIPRATAMA...


lelaki yang tak lain adalah papa nya Mila itu merupakan seorang Jenderal TNI yang sampai kini masih aktif.


ya,mereka merupakan orang terpandang dan masih memegang kuat tradisi,budaya dan adab.


Mila merupakan anak tunggal mereka,sikap Mila yang keras kepala membuat mereka tak bisa mengatur Mila untuk mengikuti jejak mereka sebagai pengabdi Negara.


bahkan setelah lulus kuliah Mila sudah berulang kali di jodohkan dengan pria pilihan orang tua nya.


namun Mila terus menolak dan berjanji kepada kedua orang tua nya akan memberikan mereka menantu yang baik sesuai kemauan mereka.


Bara terus saja memandangi Riko dengan wajah sangar nya, sedangkan Riko tak berkutik sama sekali.


Beberapa saat kemudian Mila keluar dari kamar nya,ia memandangi kedua orang tua nya dengan penuh harap.


"duduk!!" gretak Bara pada Mila.


Mila pun duduk di sebelah Riko,sesaat mata mereka berdua bertemu dan saling melemparkan tanda tanya.


"Papa tidak menyangka kamu begini Mila!!


apa kata orang kalau sampai mereka tau anak papa melakukan hal senonoh seperti ini hah?!! mau di taruh mana wajah papa?!"


"Kalau begini pergaulan kamu, mendingan pulang kerumah!" imbuh Sarah tak kala galak nya.


"apa yang sudah kalian lakukan benar benar keterlaluan!


dan kamu.!! tunjukkan kelaki lakian mu!!" tambah Bara lagi sambil menunjuk Riko.


"menunjukkan kelaki lakian ku? maksut nya buwung ku? " batin Riko bingung..


otak yang notabene nya ngeres itu langsung berpikiran nyeleweng.


"maksut nya gimana pak?" Riko mulai menunjukkan sikap tegas nya, ya.. dia mencoba memberanikan diri karena dia memang tidak melakukan kesalahan kan?


"tanggung jawab mu sebagai laki laki! saya minta kamu melakukan nya" ucap Bara dengan nada suara yang lebih berat lagi.


"papa.. apaansih kita nggak ngapa ngapain pa...


ma.. mama lihat tadi kan punggung Mila luka,jadi dia cuma bantu ganti perban doang kok nggak lebih." Mila menatap kedua orang tua nya penuh keyakinan.


"Dimana kau tinggal?!" Bara dan Sarah tak menghiraukan Mila yang membuat pernyataan.


"Di sebelah Pak."


Bara: "lihat?! kalian bahkan tinggal bersebalahan,jadi tidak mungkin kalian tidak melakukan apa apa!!"


"si peak malah diem aja lagi!! bantuin ngeles kek biar papa yakin. malah diem..." gerutu Mila dalam hati sambil menatap sinis ke arah Riko


"tapi kami beneran tidak berbuat macam macam pak.." sahut Riko seakan mendengar suara hati Mila.


"dengan anak ku tidak memakai baju? apa kalian punya bukti kalau kalian tidak macam macam?"


lagi lagi Bara menyangkal pembelaan mereka berdua.


Riko: "Begini pak.. Mila terluka dan dia butuh bantuan untuk memasang perban nya. jadi saya masuk dan saya tidak tau kalau dia sedang mandi"


Bara: "kau bahkan tau kode rumah nya?! itu berarti tidak hanya sekali kalian tidur satu rumah kan?"


Riko langsung terdiam, seperti nya mulut Riko salah bicara di depan sang Jenderal.


tentu saja alasan seperti itu tidak bisa membuat Bara percaya.


"Papa... Mila beneran nggak ngapa ngapain pa.. ayo deh kita Visum biar papa percaya kalau Mila masih perawan!" tukas Mila tak terima,ia benar benar tak tahan lagi dengan tuduhan papa nya.


"Walaupun kalian tidak berhubungan badan. tapi kalian tidak menyangkal kalau sudah pernah tidur bersama!" sekali lagi Bara memojokkan Mila dan Riko.


"kalian berdua ini sudah dewasa! tidak mungkin kalian tidur bersama dan tak melakukan apa apa"


imbuh Sarah tak kalah ketus nya.


Bara: "tentukan tanggal pernikahan kalian secepat nya!!"


"APAA?!!" Mila dan Riko sama sama tersentak mendengar itu.


" pa.. yang bener aja pa,, masa Mila nikah sama dia ihhh..."


"Kamu sudah mencoreng kepercayaan papa! bahkan kalian sudah tidur bersama..ck!! sekarang kalian menikah atau papa akan menikahkan kamu dengan Elvan!"


tegas Bara menekan suara nya.


Elvan merupakan anak sahabat nya Bara yang di ketahui menyukai Mila,namun Mila menolak nya.


"Kau tunjukkan diri mu sebagai laki laki!! jangan harap setelah menyentuh anak ku kau bisa lari dari tanggung jawab!"


Riko tak bisa berkutik mendengar itu, rasa takut dan kalut yang tadi menyelimuti otak nya kini menjadi rasa senang karena Bara menyuruh menikahi Mila.


ia berpikir akan di hukum gantung tadi nya.


"Papa... kami nggak saling cinta!! Mila nggak mau nikah pokok nya!"


Mila berlutut di depan papa nya berharap hati nya luluh.


"kalau nggak saling cinta ngapain kalian tidur bersama hah?!!"


"pilihan ada di tangan mu!! menikah dengan Dia,atau pulang kerumah dan menikah dengan Elvan."


tegas nya lagi. ia benar benar tidak bisa mentolerir perbuatan Mila dan Riko,sebab tradisi di keluarga mereka melarang untuk bergaul bebas apa lagi sampai tidur bersama dengan laki laki.


menurut nya itu cara terbaik untuk menyelamatkan putri semata wayang nya dari pergaulan bebas,karena kalau sampai Mila terjerumus. maka martabat keluarga mereka akan tercoreng.


Mila tak bisa berkata kata lagi,ia mengenal betul sang ayah yang apabila sudah berkata A maka tidak bisa di rubah menjadi B.


"ya tuhan!! selamat kan aku...aku tidak mau menikah dengan laki laki psikopat itu."


tangis nya dalam hati.


Sementara Riko masih tak percaya rencana nya untuk mengutarakan rasa malah berujung menikahi Mila.


"chh... haruskah ku katakan ini musibah? atau anugrah?" batin nya bimbang namun girang.


ia tak menyangka sama sekali, padahal sebelum nya ia sangat ketakutan kalau akan di mutilasi oleh Bara. tapi kini ia merasa mendapatkan kejutan besar dari sang pencipta yang selama ini mendengar doa doa nya agar di persatukan dengan Mila.


Tentu saja akan sulit bagi Riko untuk mendapatkan Mila,karena ntah kenapa kalau bertemu mereka selalu bertengkar.


tapi sepertinya takdir berpihak pada Riko dengan mendatangkan kedua orang tua Mila di waktu yang tepat.


...********...