Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 41: Trauma dan cinta


Masih flashback....


Hari itu cuaca sangat cerah..


Fani membawa Nurul dan Dika bermain


lompat karet di salah satu rumah teman nya


yang tak jauh dari rumah mereka.


"aduh kak.. Dika kebelet eek.."


keluh nya di saat permainan sedang asik.


"Dika balik dulu ya..."


"eh.. numpang si sini aja.."


ujar anak pemilik rumah itu.


"hehe.. nggak ah..


Dika balik dulu ya.. nanti habis eek


kesini lagi.." ia langsung ngibrit menuju


rumah nya.


"ihh.. anak itu banyak gaya memang!


ledek anak perempuan berusia empat tahun dengan pipi gembul dan rambut keriting


yang tak lain adalah anak si pemilik rumah.


"bisa dek turun tangga nya??"


Fani berlari untuk memastikan Dika


karena mereka bermain di lantai dua.


"bisa kak.."


sahut nya dengan pipi merah


karena sudah tak tahan lagi.


ya, diri nya memang paling tidak bisa


jika harus buang air di rumah orang lain.


...-...


...-...


Di waktu yang bersamaan.


"Mas..?! mau kamu itu gimana sih?


apasih salah ku Mas? sampai tega kamu


selingkuhin aku..


aku sedang hamil dan kamu malah selingkuh?


kamu mikir nggak sih Mas?"


air mata Nita sudah menggenang


di netra mata nya, namun ia menahan


rasa perih itu.


"kamu mau tau salah kamu dimana?


kamu itu terlalu manja Nita!!


bisa nya cuma Mas ini.. Mas butuh itu..


Mas.. Mas.. Mas...


aku capek Nita!! setiap hari ngeladenin


keinginan kamu terus!!!"


"Mas...?


keinginan ku??


yang aku minta itu keperluan rumah tangga.


keperluan kamu dan anak anak juga.


dan ini kamu jadikan alasan untuk selingkuh?"


Pikiran Rudi sudah hampir sepenuhnya


di kuasai wanita pelakor itu.


hingga ia membabi buta menyalahkan Nita


tanpa menyadari kesalahan nya.


"banyak!! nggak cuma itu kesalahan kamu!!


Aku capek Nita!! pagi ketemu pagi cari uang


tapi apa yang aku dapat?


kalau kamu nggak bisa membantu aku


secara finansial setidak nya bantu aku


dengan kesadaran diri mu sebagai istri.


aku capek kerja, pulang ingin istirahat.


bukan ingin mendengar keluhan mu


tentang ini dan itu!!"


"karena kamu suami ku Mas..


kalau bukan sama kamu sama siapa aku


cerita?"


"pernah kamu menyambutku sekali saja


dengan pakaian rapi, wangi, bikin


sejuk mata gitu. pernah?!!"


bentak Rudi semakin meninggikan suara nya.


Seluruh tubuh Nita langsung bergetar


saat Rudi mencela penampilan nya.


ia memegangi perut nya yang sudah


membesar sambil menangis terisak.


"Mas.....


bukan aku nggak mau tampil cantik.


aku juga mau tampil fresh, segar..


tapi aku terlalu sibuk dan mendahulukan


anak anak kita sampai aku lupa


ternyata diri ku sendiri nggak terurus.


maaf karena nggak pernah menyambutmu


dengan penampilan rapi, karena jam


pulang Mas itu bertepatan dengan jam


aku berkutat di dapur untuk mengurus


anak-anak dari mulai mandi,hingga


menyiapkan makan malam.


dan itu semua ku lakukan sendiri


dengan perut besar ini...


kamu pikir aku mau repot begini Mas?


enggak.. aku juga pingin duduk santai


nggak pegang dapur, anak anak ada yang


urus, semua tinggal terima bersih.


tapi aku sadar,aku cuma istri pegawai bank


yang bahkan untuk merawat istri nya


aja dia nggak mampu!"


tukas Nita dengan suara gemetar.


"kamu pikir aku nggak tau Mas?


kamu selalu ngasih selingkuhan mu uang


setiap bulan untuk keperluan nya.


seharus nya kamu mikir!


seandai nya kamu perhatikan istri kamu ini,


kamu rawat, kamu bantu.


maka aku pastikan aku bisa lebih


cantik dari pada pelacur peliharaan


kamu itu!!"


Plakkkk!!!


Rudi menampar Nita sangat keras


hingga ia tersungkur di lantai.


"jaga mulut kamu Nita!


dia itu jauh lebih baik dari pada kamu!


dia jauh lebih layak di pertahankan


dari pada kamu!!!"


Rudi segera mengemasi pakaian nya


tanpa menghiraukan Nita yang tengah


kesakitan karena mengalami pendarahan.


pipi nya pun sampai memar karena


tamparan Rudi tadi.


Dan ternyata Dika menyaksikan


kejadian itu dengan mata kepala nya


sendiri. ia sangat ketakutan, ia berlari


kembali untuk memanggil Fani.


Setelah di beritahu, Fani menggendong


Nurul sambil berlari.


mereka bertiga tergopoh-gopoh menuju


kerumah karena khawatir dengan


kondisi ibu nya.


namun di tengah perjalanan menuju


kerumah, mereka berpapasan dengan


Rudi yang hendak pergi dari sana.


"Ayah.. mau kemana?"


tanya Fani sambil menaham air mata nya.


"Ayah mau pergi sebentar nak..


kamu jaga adik adik dulu ya..


Rudi mengecup kening Fani dan Dika


lalu mengusap lembut kepala Nurul


kecil yang berada di gendongan Fani.


"iya Ayah..."


ucap Fani melepaskan kepergian sang Ayah


yang tak di ketahui menjadi kebersamaan


terakhir mereka.


Ingin rasa nya ia berteriak untuk ikut


pergi hari itu, tak siap rasa nya jika harus


berpisah sehari saja dari Ayah sekaligus


teman terbaik nya.


namun keadaan seolah olah merubah


bahu kecil nya untuk menopang


ibu dan adik adik nya.


Hari demi hari, bulan berganti tahun..


tak pernah ia melewatkan seharipun


tanpa berharap sang Ayah kembali.


namun janji yang di ucapkan tenyata


tak kunjung di tepati.


hingga akhir nya mereka semua tumbuh


dan beradaptasi dengan pahitnya


kehidupan.


Flashback selesai....


...πŸƒπŸƒ...


Menyadari ada seseorang di depannya


Dika langsung membuka mata.


dan benar saja, Gaby berjongkok


di depannya sambil memegang payung


milik Dika.


"kenapa itu..? nangis..?"


tanya Gaby sambil menunjuk ke arah


wajah Dika yang di aliri air mata.


Dika langsung menyeka air mata nya.


"letakkan saja di sana."


"apa nya...?"


"payung nya, kamu mau kembalikan


payung kan?"


"mm.. iya, makasih kak.."


Gaby langsung berjanjak pergi


ke arah Nurul.


"Ran.. kamu bohong banget sih,


aura nya kak Dika nggak ada manis manis nya.


suram banget tau..."


bisik nya bergidik.


"tapi dia resek banget sumpah..


jaim doang itu, biasa nya kelakuan nya


kaya raja jin." rutuk Nurul kesal sambil


melempar tatapan tajam ke arah Dika


yang belum berubah dari posisi meditasi nya.


"oh iya.. btw kamu tau?


bapak nya si Mei meninggal kemarin.


dan ternyata orang tua yang waktu itu


ia bilang pembantu nya benar banar bapaknya."


"hmm.. aku tau..


aku juga datang ke pemakaman nya..


kamu tau kenapa dia meninggal?"


Gaby menggelengkan kepala nya.


"karena aku yang menabrak nya..."


"what?!!!!! serius kamu?!"


"hhhhffffff....


sgsyddbxjhdgdkdldhdbfhfyf


bdhfbdbfjdkslahdjfjdhfn


dbhdgddjhfbfjffkfljgnddkjfhdmskd


πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜ŒπŸ™ƒπŸ˜‘πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ˜³πŸ˜³πŸ˜­πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ŒπŸ™ƒπŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ"


Nurul menceritakan panjang lebar


dari A sampai Z kronolagi, bibit bebet bobot


kebenaran bahwa bapak nya Mei


adalah Ayah kandung nya.


Hampir saja Gaby terkena stroke mendadak


mendengar kisah Nurul yang ternyata


banyak lika liku laki laki nggak laku laku nya..


ehhhπŸ™ˆ


...-...


...-...


Dari pagi sampai hampir terbenam


matahari, seharian mereka berdua


menceritakan apa saja sebenarnya


yang belum Gaby ketahui.


Dari mulai di taman, hingga pindah


ke kamar mereka masih lanjut


bahkan ini belum ada setengah bab


dari cerira Nurul.


"ohh.. pantes aja waktu pertama masuk


sekolah gaya mu cupu banget..


hahahaha...." ledek Gaby.


"terus terus.. gimana tuh awal nya


bunga bunga cinta si kadal gurun


mulai bertebaran??"


tanya Gaby sangat antusias,


dari yang melow, hingga ngakak semua


di ulik oleh Gaby.


"kalian membicarakan saya?"


tanya Vino tiba tiba membuat mereka


terkejut.


"Gabriella Arandita..."


panggil Vino dengan tatapan


maut nya.


"hadir pak!"


sahut Gaby reflek seperti sedang


di absen.


"mohon maaf. saya tidak perduli


dengan rencana mu untuk tidur bersama


calon permaisuri saya malam ini.


saya cuma mau komplain karena gara gara


kedatangan kamu dia jadi tidak punya


waktu untuk saya hari ini.


jadi izinkan saya membawa nya


sebentar untuk melepaskan rindu..


okey..." tanpa bertanya Vino langsung


menggandeng Nurul keluar dari sana.


"Pak.. apaan sih.."


bantah Nurul tersipu tersanjung


ter..ter..ter.. lah pokok nya karena


di sebut permaisuri oleh pangeran


kadal gurun. 🦎


"sstt... nanti saya cium kamu di sini mau?"


"nggak.. jangan.."


"El mencari kamu, dia rindu kata nya.."


"heheh iya lupa sekarang Nur


udah punya anak😍" oceh nya gemas.


padahal itu hanya modus nya Vino semata.


"uuuuwwwwuu...


co cwitt banget sih..."


gumam Gaby ikut berbahagia.


"mandi dulu deh.. nanti lanjut lagi


kalau Ran sudah di kembalikan hahah..."


ia pun membuka tas dan mengambil


baju ganti nya.


...*********...