Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 49: Film horor


Dari tatapan nya, Nurul bisa menerawang


ada sesuatu yang sangat di inginkan


oleh Vino.


"boleh??"


tanya Vino sambil membelai


lembut punggung Nurul.


glekk....


tatapan maut Vino membuat Nurul


ingin menghilang dari muka bumi


saat itu juga.


"bo..boleh..


tapi malam pertama sampai


pagi nya di cancel."


ucap Nurul terbata.


Tak mau kehilangan jackpot nya,


Vino pun menurunkan Nurul.


"ck.. sama suami jangan pelit pelit..


ntar kuburan nya sempit loh.."


"biarin.. kalau lebar ntar bapak numpang


pula. lagian belum resmi juga


masih CALON!"


ketus Nurul sambil membenahkan posisi


berbaring nya.


"oke lah.. oke...


setidak nya izinkan saya peluk


kamu sampai tertidur.."


"cuma pelukkan?!


nggak mau Nur kalau yang lain lain."


"iya sayang...


tenang saja, saya masih menantikan


hari di mana kita lembur sampai pagi


hehehe😚"


"kalau Nur nggak mau?"


"terserah.. yang penting saya mau.."


"isshh.. bapak emang paling jago


kalau suruh maksa maksa.."


"tidak ada panggilan lain kamu hm?


bapak terus...!"


"banyak.. Ayah, sayang, atau Mas.."


"nah,, yang terakhir saya suka.."


ya, Mas memang tampak sangat


enak di dengar di banding Ayah.


karena mengingat usia mereka berbeda


jauh, ntar malah orang mengira kalau


Nurul anak nya Vino bukan istri nya.


"Mas??"


Nurul tampak bingung.


"iya.. kamu panggil saya Mas..


saya panggil kamu bunda. gimana?"


"deal.. Mas Vino..


🤭🤭🤭🤭"


Nurul tersenyum malu malu hingga


wajah nya merah.


"Bunda... muaachh 😘"


satu kecupan lagi di layangkan


ke pipi Nurul.


"yuk tidur..."


ajak Vino.


"eits.. belum gosok gigi.


yuk gosok gigi dulu."


Nurul menarik Vino bangkit ke kamar mandi


untuk menggosok gigi.


"aahh.. bunda..."


Mereka bergerak pelan pelan agar


El tidak terbangun.


persis seperti bocah, Vino malah


bersandar di tembok dengan wajah lesu.


"Bunda saja yang gosok gigi yaa😘"


Vino memeluk Nurul dari belakang.


"biar segar nafas nya.."


Mendengar itu Vino langsung semangat


karena berpikir Nurul akan mengajak nya


sosor sosoran nanti.🤸


"wahhh.. saya cemburu sama gosok


gigi itu.."


"kenapa?"


"dia bisa leluasa menyentuh bibir mu,


sedangkan saya tidak bisa.."


"dihh.. apaan sih.. udah buruan.."


...~~~~...


Sementara itu di rumah...


"hfff.... sunyi banget ini rumah.."


lirih Dika sambil merebahkan diri di ruang


keluarga.


klung..klung...


Ponsel Dika berbunyi, pesan masuk


itu ternyata dari Gaby. setelah sekian lama


ia mengumpulkan niat, baru kali ini


ia berani mengirim pesan itupun hanya iseng.


di balas ya sukur.. nggak di balas ya legowo😅


"kak...


main yuk.."


"hh...."


Dika nyengir masam melihat ajakan


itu seperti anak TK yang mengajak main


di siang hari.


Di seberang sana Gaby mengharap harap


cemas, udah centang biru tapi kok


belum di balas?


"duh.. nasib penggemar ya begini..


kira kira ilfeel nggak ya kak Dika."


Namun mental Gaby cukup kuat


untuk mengajak lelaki yang di sukai nya


itu. jika biasa nya wanita akan malu dan


minder, berbeda dengan Gaby yang sangat


percaya diri dan ambisius sejak jaman


purbakala.


"kak...


jalan yuk..🙃"


10 menit.....


20 menit...


30 menit...


40 menit berlalu...


baru Dika membalas pesan nya.


"kemana?"


balas nya singkat.


Gaby: "bisokop mau?"


Dika: "oke."


"yessssss wuuhhuuuuuuhhh🤸"


bagai mendapat rejeki nomplok.


Gaby sampai salto di atas kasur nya.


...-...


...-...


Setelah mandi dan bersiap, baru saja


Dika hendak menelpon karena ia tak tau


alamat rumah Gaby. eh ternyata Gaby


sudah stay di depan rumah nya.


"kak..."


seru Gaby saat turun dari mobil nya.


"kenapa kamu yang ke sini?"


tanya Dika heran.


"ya kan... kita mau jalan..kak.."


sahut Gaby kebingungan.


"biasa nya kan laki laki yang mendatangi


wanita nya saat berkencan."


ucap Dika tanpa menghiraukan kata kata nya.


Gaby langsung tersipu malu.


"tidak."


sahut Dika cepat.


💔😏


"ma..maka dari itu, bukan masalahkan


siapa yang mendatangi siapa.."


"masuk lah.. pakai mobil ku saja.."


ajak Dika sambil menggaruk tengkuk nya.


...-...


...-...


Bukan nya film romantis atau komedi,


Dika malah memilih film horor keluaran


terbaru yang melihat trailer nya saja


membuat bulu kuduk hampir berlari.


Aaarrrkkkkkgggg!!!!!!!!


pembukaan di sajikan dengan penampakan


wajah hantu yang amat menyeramkan.


"awhhh!!"


"ihhhhh..."


"sayang... takut..."


rengek para gadis sambil bersembunyi


di bahu pacar nya masing masing.


Gaby yang melihat itu langsung sumringah


lagi.


"uohh.. jadi ini alasan kak Dika ngajak


nonton hantu 😁"


batin nya jingkrak jingkrak.


Namun bukan nya dia, melainkan Dika


yang tampak pucat pasih saat adegan pembunuhan di mulai.


padahal dia yang milih ntu pelem🗿


cccrrrakkkkkk!!!!!!!


"HAHHH!!!"


teriak Dika sambil bersembunyi di bahu


Gaby saat adegan kepala di penggal


dengan sangat brutal.


☺️🤭🤭


"rejeki nomplok.."


hidung Gaby sampai kembang kempis


saking bahagia nya di templokin


sang idola hati.


"takut kak??"


"khhmm.. ta..takut lah.."


Dika masih saja sok cool padahal


jantung nya hampir meledak.


Semakin tampak kekurangan Dika semakin


dekat pula rasa nya untuk di gapai.


"dokter kok takut begituan.


bukanya sudah biasa ya ngiris ngiris


daging orang?"


"kami memotong tubuh orang dengan


perasaan. bukan brutal kaya tadi.


siapa coba yang nggak ngeri.


kamu psikopat kali ya lihat begituan


tenang banget."


"bener kata Kirana, jahil, bawel,


penyayang.. uuuhhh😍"


"kenapa kamu lihatin saya kaya gitu?"


risih Dika.


Gaby hanya geleng geleng lalu


mengalihkan pandangannya lagi


ke layar bioskop.


"wahh.. adegan itu mengingatkan ku


pada masa lalu.."


lirih Gaby, adegan saat si anak korban


meminta tolong ke tetangga sambil


menangis histeris karena orang tua nya


tewas mengenaskan.


Bulu kuduk Dika yang tadi nya hendak


berbaring bangkit lagi.


"di tempat mu pernah ada pembunuhan


seperti itu?"


"bukan..


bukan pembunuhan, hanya masalah


keluarga. kami membantu mereka


membawa ibu nya yang sedang hamil.


dan tau apa yang lucu?


anak lelaki mereka pup di celana


padahal keadaan sedang genting


hahahhahahahaha🤣🤣🤣🤣"


"chh.. apa yang lucu.


itu sangat menjijikkan.."


...~~~~...


Setelah genap 8 hari keluarga Dimas


berlibur. kini mereka tengah bersiap siap


untuk kembali ke Indonesia.


Di saat yang lain tengah sibuk mengemasi


barang barang nya. Ayu malah sudah pusing


duluan mengingat perjalanan mereka


sangat jauh.


"ehh? mata kamu merah nak??


udah terasa ya pusing nya?"


tanya Rianti khawatir.


"hhmmm..."


Ayu mengangguk lemas.


"mau pulang naik motor bisa


nggak sih ma.. Ayu kapok beneran😟"


"hahahaah...


kita bukan lagi di tempat nenek sayang..


kita di Paris. mau berapa bulan kamu


naik motor ke Indonesia? hahaha...."


Bahkan isi perut Ayu terasa sudah


memenuhi ulu hati nya, tinggal


menunggu saja waktu yang tepat


untuk dia memuntahkan semua itu.


...-...


...-...


"Yes!!


pulang dari sini kawin...


yuuuhuuu...."


Vino sangat girang mengingat


pernikahan nya hanya tinggal


menghitung hari.


Vino kegirangan, Nurul malah puyeng


memikirkan perihal cuti untuk


sementara waktu nya.


masalah nya pernikahan nya bentrok


dengan jadwal UTS.


Lah kok nggak ngomong dari kemarin


kalau jadwal nya bentrok?


bukan, bukan pihak pengantin yang


kebelet. hanya saja pihak kampus


yang mendadak memajukan jadwal UTS nya


karena satu dan hal lainnya.


"bunda...


nih ada kiriman dari Wedding organizer


mengenai dekorasi kita nanti.."


Vino menunjukkan beberapa gambar


yang di kirim oleh WO mereka.


"t..tapi tanggal pernikahan kita


bertepatan dengan jadwal UTS..


gimana dong.. Mas..."


ujar nya masih sedikit canggung.


wajah nya pun terlihat risau.


"apa???!"


Vino membelalakkan mata nya.


...********...