
Dari tatapan nya, Nurul bisa menerawang
ada sesuatu yang sangat di inginkan
oleh Vino.
"boleh??"
tanya Vino sambil membelai
lembut punggung Nurul.
glekk....
tatapan maut Vino membuat Nurul
ingin menghilang dari muka bumi
saat itu juga.
"bo..boleh..
tapi malam pertama sampai
pagi nya di cancel."
ucap Nurul terbata.
Tak mau kehilangan jackpot nya,
Vino pun menurunkan Nurul.
"ck.. sama suami jangan pelit pelit..
ntar kuburan nya sempit loh.."
"biarin.. kalau lebar ntar bapak numpang
pula. lagian belum resmi juga
masih CALON!"
ketus Nurul sambil membenahkan posisi
berbaring nya.
"oke lah.. oke...
setidak nya izinkan saya peluk
kamu sampai tertidur.."
"cuma pelukkan?!
nggak mau Nur kalau yang lain lain."
"iya sayang...
tenang saja, saya masih menantikan
hari di mana kita lembur sampai pagi
hehehe😚"
"kalau Nur nggak mau?"
"terserah.. yang penting saya mau.."
"isshh.. bapak emang paling jago
kalau suruh maksa maksa.."
"tidak ada panggilan lain kamu hm?
bapak terus...!"
"banyak.. Ayah, sayang, atau Mas.."
"nah,, yang terakhir saya suka.."
ya, Mas memang tampak sangat
enak di dengar di banding Ayah.
karena mengingat usia mereka berbeda
jauh, ntar malah orang mengira kalau
Nurul anak nya Vino bukan istri nya.
"Mas??"
Nurul tampak bingung.
"iya.. kamu panggil saya Mas..
saya panggil kamu bunda. gimana?"
"deal.. Mas Vino..
🤭🤭🤭🤭"
Nurul tersenyum malu malu hingga
wajah nya merah.
"Bunda... muaachh 😘"
satu kecupan lagi di layangkan
ke pipi Nurul.
"yuk tidur..."
ajak Vino.
"eits.. belum gosok gigi.
yuk gosok gigi dulu."
Nurul menarik Vino bangkit ke kamar mandi
untuk menggosok gigi.
"aahh.. bunda..."
Mereka bergerak pelan pelan agar
El tidak terbangun.
persis seperti bocah, Vino malah
bersandar di tembok dengan wajah lesu.
"Bunda saja yang gosok gigi yaa😘"
Vino memeluk Nurul dari belakang.
"biar segar nafas nya.."
Mendengar itu Vino langsung semangat
karena berpikir Nurul akan mengajak nya
sosor sosoran nanti.🤸
"wahhh.. saya cemburu sama gosok
gigi itu.."
"kenapa?"
"dia bisa leluasa menyentuh bibir mu,
sedangkan saya tidak bisa.."
"dihh.. apaan sih.. udah buruan.."
...~~~~...
Sementara itu di rumah...
"hfff.... sunyi banget ini rumah.."
lirih Dika sambil merebahkan diri di ruang
keluarga.
klung..klung...
Ponsel Dika berbunyi, pesan masuk
itu ternyata dari Gaby. setelah sekian lama
ia mengumpulkan niat, baru kali ini
ia berani mengirim pesan itupun hanya iseng.
di balas ya sukur.. nggak di balas ya legowo😅
"kak...
main yuk.."
"hh...."
Dika nyengir masam melihat ajakan
itu seperti anak TK yang mengajak main
di siang hari.
Di seberang sana Gaby mengharap harap
cemas, udah centang biru tapi kok
belum di balas?
"duh.. nasib penggemar ya begini..
kira kira ilfeel nggak ya kak Dika."
Namun mental Gaby cukup kuat
untuk mengajak lelaki yang di sukai nya
itu. jika biasa nya wanita akan malu dan
minder, berbeda dengan Gaby yang sangat
percaya diri dan ambisius sejak jaman
purbakala.
"kak...
jalan yuk..🙃"
10 menit.....
20 menit...
30 menit...
40 menit berlalu...
baru Dika membalas pesan nya.
"kemana?"
balas nya singkat.
Gaby: "bisokop mau?"
Dika: "oke."
"yessssss wuuhhuuuuuuhhh🤸"
bagai mendapat rejeki nomplok.
Gaby sampai salto di atas kasur nya.
...-...
...-...
Setelah mandi dan bersiap, baru saja
Dika hendak menelpon karena ia tak tau
alamat rumah Gaby. eh ternyata Gaby
sudah stay di depan rumah nya.
"kak..."
seru Gaby saat turun dari mobil nya.
"kenapa kamu yang ke sini?"
tanya Dika heran.
"ya kan... kita mau jalan..kak.."
sahut Gaby kebingungan.
"biasa nya kan laki laki yang mendatangi
wanita nya saat berkencan."
ucap Dika tanpa menghiraukan kata kata nya.
Gaby langsung tersipu malu.
"tidak."
sahut Dika cepat.
💔😏
"ma..maka dari itu, bukan masalahkan
siapa yang mendatangi siapa.."
"masuk lah.. pakai mobil ku saja.."
ajak Dika sambil menggaruk tengkuk nya.
...-...
...-...
Bukan nya film romantis atau komedi,
Dika malah memilih film horor keluaran
terbaru yang melihat trailer nya saja
membuat bulu kuduk hampir berlari.
Aaarrrkkkkkgggg!!!!!!!!
pembukaan di sajikan dengan penampakan
wajah hantu yang amat menyeramkan.
"awhhh!!"
"ihhhhh..."
"sayang... takut..."
rengek para gadis sambil bersembunyi
di bahu pacar nya masing masing.
Gaby yang melihat itu langsung sumringah
lagi.
"uohh.. jadi ini alasan kak Dika ngajak
nonton hantu 😁"
batin nya jingkrak jingkrak.
Namun bukan nya dia, melainkan Dika
yang tampak pucat pasih saat adegan pembunuhan di mulai.
padahal dia yang milih ntu pelem🗿
cccrrrakkkkkk!!!!!!!
"HAHHH!!!"
teriak Dika sambil bersembunyi di bahu
Gaby saat adegan kepala di penggal
dengan sangat brutal.
☺️🤭🤭
"rejeki nomplok.."
hidung Gaby sampai kembang kempis
saking bahagia nya di templokin
sang idola hati.
"takut kak??"
"khhmm.. ta..takut lah.."
Dika masih saja sok cool padahal
jantung nya hampir meledak.
Semakin tampak kekurangan Dika semakin
dekat pula rasa nya untuk di gapai.
"dokter kok takut begituan.
bukanya sudah biasa ya ngiris ngiris
daging orang?"
"kami memotong tubuh orang dengan
perasaan. bukan brutal kaya tadi.
siapa coba yang nggak ngeri.
kamu psikopat kali ya lihat begituan
tenang banget."
"bener kata Kirana, jahil, bawel,
penyayang.. uuuhhh😍"
"kenapa kamu lihatin saya kaya gitu?"
risih Dika.
Gaby hanya geleng geleng lalu
mengalihkan pandangannya lagi
ke layar bioskop.
"wahh.. adegan itu mengingatkan ku
pada masa lalu.."
lirih Gaby, adegan saat si anak korban
meminta tolong ke tetangga sambil
menangis histeris karena orang tua nya
tewas mengenaskan.
Bulu kuduk Dika yang tadi nya hendak
berbaring bangkit lagi.
"di tempat mu pernah ada pembunuhan
seperti itu?"
"bukan..
bukan pembunuhan, hanya masalah
keluarga. kami membantu mereka
membawa ibu nya yang sedang hamil.
dan tau apa yang lucu?
anak lelaki mereka pup di celana
padahal keadaan sedang genting
hahahhahahahaha🤣🤣🤣🤣"
"chh.. apa yang lucu.
itu sangat menjijikkan.."
...~~~~...
Setelah genap 8 hari keluarga Dimas
berlibur. kini mereka tengah bersiap siap
untuk kembali ke Indonesia.
Di saat yang lain tengah sibuk mengemasi
barang barang nya. Ayu malah sudah pusing
duluan mengingat perjalanan mereka
sangat jauh.
"ehh? mata kamu merah nak??
udah terasa ya pusing nya?"
tanya Rianti khawatir.
"hhmmm..."
Ayu mengangguk lemas.
"mau pulang naik motor bisa
nggak sih ma.. Ayu kapok beneran😟"
"hahahaah...
kita bukan lagi di tempat nenek sayang..
kita di Paris. mau berapa bulan kamu
naik motor ke Indonesia? hahaha...."
Bahkan isi perut Ayu terasa sudah
memenuhi ulu hati nya, tinggal
menunggu saja waktu yang tepat
untuk dia memuntahkan semua itu.
...-...
...-...
"Yes!!
pulang dari sini kawin...
yuuuhuuu...."
Vino sangat girang mengingat
pernikahan nya hanya tinggal
menghitung hari.
Vino kegirangan, Nurul malah puyeng
memikirkan perihal cuti untuk
sementara waktu nya.
masalah nya pernikahan nya bentrok
dengan jadwal UTS.
Lah kok nggak ngomong dari kemarin
kalau jadwal nya bentrok?
bukan, bukan pihak pengantin yang
kebelet. hanya saja pihak kampus
yang mendadak memajukan jadwal UTS nya
karena satu dan hal lainnya.
"bunda...
nih ada kiriman dari Wedding organizer
mengenai dekorasi kita nanti.."
Vino menunjukkan beberapa gambar
yang di kirim oleh WO mereka.
"t..tapi tanggal pernikahan kita
bertepatan dengan jadwal UTS..
gimana dong.. Mas..."
ujar nya masih sedikit canggung.
wajah nya pun terlihat risau.
"apa???!"
Vino membelalakkan mata nya.
...********...