Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 83: Daging lompat.


Nurul bungkam sejenak,ia bingung harus mengatakan apa.


"ini,,cuma mau pastikan bapak bisa nggak bawa itu nya,banyak banget kan soal nya"


ia menyeringaikan gigi nya agar suasana tidak canggung.


"bisa.. ayo jalan"


ucap Vino tersenyum lebar.


mereka pun jalan bersama menuju halaman belakang rumah,jarak nya lumayan jauh karena rumah itu sangatlah besar.


Vino bingung ingin mulai percakapan dari mana,karena ia tau kalau seperti nya Nurul agak risih karena ulah nya kemarin.


sedangkan Nurul juga berharap semoga Vino tidak membahas hal itu.


Nurul menoleh sejenak ke arah Vino, begitu juga dengan Vino. selama perjalanan menuju halaman belakang mereka hanya saling diam sambil mencuri curi pandang.


Setelah sampai di tempat,Vino menata sendok dan gelas sesuai tempat nya.


"Selamat malam semua..."


sapa Dimas dan Fani yang baru tiba.


"kak Fani...."


ujar Nurul,ia spontan meletakkan tumpukan piring itu tepat di atas tangan Vino lalu berlari menghampiri Fani.


"aakhh...!"


hampir saja Vino berteriak ketika 15 piring berbahan marmer itu menjepit jari tangan nya.


"wwihh.. kakak kangen banget sama kalian"


Fani memeluk ketiga adik nya bersamaan.


Lalu dua orang teman nya Dika juga datang yakni Arka si senior dan Bima teman sekelas nya Dika.


mereka kebetulan akan mengerjakan tugas bersama nanti nya,jadi Rianti menyuruh sekalian saja ikut makan makan.


"Selamat malam.."


sapa mereka berdua dengan senyuman manis.


"hei..kalian udah sampai.


ayo sini bantuin bikin api" ujar Dika.


"ya elah kaa.. kirain kita dateng tinggal makan"


oceh si Bima bercanda.


"hai.." Arka menyapa Nurul sambil melampaikan tangan nya,tak lupa senyuman manis nya mengembang.


Nurul pun membalas dengan wajah ceria nya.


"ohh... begini rasa nya cemburu"


gumam Vino yang melihat mereka dari kejauhan,dada nya terasa sangat panas melihat si kucing incaran nya senyum kepada orang lain.


"sayang kamu duduk aja sana.." ujar Dimas.


"iya Mas.."


Fani pun duduk di dekat Rianti dan Duma yang sedang menyiapkan bumbu.


"eh anak mama udh dateng..


kenalin ini menantu ku.." ujarnya pada Duma.


"ya ampun cantik banget... masih muda lagi,pinter banget si Dimas cari bibit"


"hahah.. tante juga cantik banget.."


"udah berapa bulan nak?" ia menyentuh perut Fani yang kelihatan menonjol.


"masuk lima bulan tante.."


"waahh.. udah kelihatan gede ya perut nya"


imbuh Duma lagi.


"iya dong.. soal nya kembar cucu ku" sahut Rianti.


"wahh...beruntung banget si panjul (ejekan Dimas sewaktu kecil) dapet istri cantik,bonus nya kembar lagi. aku harus nyuruh Vino berguru sama Dimas nih biar cepet punya cucu juga"


"tante asik banget yaa.. sama kaya mama"


ujar Fani sambil tertawa,ia sangat bersyukur mendapat keluarga baru yang sangat baik hati seperti mereka.


"ahaha.. iya harus asik biar awet muda, omong omong kamu dulu pertama ketemu Dimas kapan? di mana? kok mau nikah sama duda tua kaya dia?🤣"


"hehehe... emang nya anak kamu, bujang tua nggak laku laku..


kisah cinta mereka ini kaya di film film itu gokil deh.."


balas Rianti sambil terkekeh.


"coba ceritain dong.. tante penasaran"


Duma terlihat sangat antusias.


"Fani ketemu sama Mas waktu masih umur 10 tahun tante.. bahkan dulu kami akrab seperti om dengan ponakan"


"hahh.. serius?? ihhh manis banget sih... lanjut lanjut.." ujar Duma.


Fani pun melanjutkan cerita nya panjang kali lebar sampai membuat Duma dan Rianti termehek mehek sampai tertawa ngakak.


"thi mana bhambu nya.. kami sudah siap ini kasih api" seru Steven dengan aksen nya yang bercampur aduk.


"bambu?? mau ngapain?" Rianti terheran.


"bumbu tuh maksut nya kak.. maklum lah lidah ndeso" ujar Duma.


"walah... kirain bambu buat apaan.."


Nurul menghampiri mereka untuk mengambil bumbu dan bahan lain nya yang akan di panggang.


"ini juga tante??"


"ini nanti aja sayang terakhir,gampang hangus soal nya" ujar Duma.


Nurul pun hanya mengambil yang di katakan Duma.


"sini saya bantu.." Vino mengambil sebagian daging dan sayuran nya lalu tak sengaja menyentuh telapak tangan Nurul.


Nurul langsung terbelalak, sementara Vino hanya tersenyum genit.


"tahan Nur.. ini di depan mama nya jangan berlebihan.." batin Nurul menenangkan diri nya.


Sedangkan Duma membulatkan mata nya sambil tersenyum melihat interaksi Vino dan Nurul yang menggemaskan.


...-...


"sayang... jangan makan terus,nanti kamu kenyang duluan pas daging nya mateng"


ujar Dimas.


"Fani bosan Mas.. cuma duduk doang liatin kalian"


"hehe... sabar ya,bentar lagi selesai kok.."


Dimas melanjutkan membakar daging nya.


mata Fani langsung cerah saat melihat ponsel Dimas yang di tinggalkan di sana, jiwa jiwa kepo nya mulai muncul.


sejak skandal itu keluar,Fani sudah lama ingin mencari tau apa saja yang ada di ponsel Dimas.


Pertama tama ia membuka daftar kontak nya,


Fani langsung tercengang ketika melihat daftar kontak nya hanya ada 5 orang.


papa


mama


my wife💙


Vino


Tomy (sahabat dekat Dimas/kakak nya Riko)


Dimas memang tak pernah menyimpan nomor orang lain, ia bisa tanda melalui suara siapa saja yang menelpon nya oleh karena itu dia tak perlu menyimpannya.


Kemudian Fani mengecek isi pesan Wh**sApp,


malah puyeng 7 keliling Fani ketika melihat isi pesan nya hanya seputar saham,presentase,dan hal hal lainnya yang menyangkut pekerjaan.


Lalu ia tertarik pada aplikasi instag**m.


"Mas punya IG toh.."


ia pun membuka nya, semakin heran lagi Fani saat melihat akun itu seperti nya akun lawas dan privat dimana profil nya foto hitam putih Dimas saat masih muda,pengikut nya nol dan dia hanya mengikuti dua orang yaitu pemain bola favorit nya.


"waawww primitif.." gumam Fani.


baca nya nggak usah pake nada gaes🐙


Fani terus menarik unggahan yang di posting Dimas, semua foto logo bola dan desain rumah model lama. terlihat pula di bawah nya keterangan foto tersebut di unggah 8 tahun yang lalu itu berarti saat Dimas di luar Negeri.


tak ada unggahan baru di sana.


ia terus menarik beranda Dimas ke bawah,


hingga ia menemukan unggahan yang mengejutkan,yaitu foto diri nya dan Dimas saat berenang bersama di Waterboom 10 tahun lalu.


ia lebih tercengang lagi kala melihat keterang nya yaitu love u and i miss u.


Fani langsung terharu sekali melihat kenangan itu,sungguh hal yang tak bisa di duga siapa pun. dulu mereka sangat akrab seperti bapak dan anak,main bareng,makan bareng, pernah jatuh juga ke selokan waktu mengajari Dika naik sepeda.


eh tau nya sudah besar bikin anak bareng🙈.


takdir emang sekonyol itu.


"sayang.. ayo,sudah mateng tuh daging nya"


panggil Dimas tiba tiba.


"eh.. iya ayo Mas.." sahut nya sambil senyum senyum sendiri.


"emang perubahan mood nya drastis banget"


gumam Dimas tersenyum dan geleng kepala.


Hidangan sudah siap,mereka semua duduk lesehan di atas tikar agar lebih menikmati suasana.


di sisi pojok ada Adit dan Steven yang sedang mengobrol menggunakan bahasa inggris sampai mumet yang denger.


di sisi kanan ada Dimas dan Fani yang tak henti henti nya saling menatap penuh cinta.


di sebelah kiri ada Rianti dan Duma yang terus tertawa lepas sambil menceritakan masa kecil Dimas dan Vino.


Nurul duduk menjauh dari mereka,ia menebak pasti Vino akan duduk di dekat mama nya kan.


tapi siapa sangka,di tengah posisi nya yang sudah adem ayem. Vino dan Arka sama sama duduk di kedua sisi Nurul secara bersamaan.


seketika dua gesekan lempeng tektonik dari tatapan Vino dan Arka membuat suasana menjadi gerah.


"dek.. Ayu nyuruh kamu kesana tu"


ucap Dika,ia sengaja menggeser posisi Nurul karena perasaan nya tak enak saat melihat tatapan Vino dan Arka.


"iya kak.." Nurul langsung bangkit dari posisi nya dan pindah ke sebelah Ayu.


jadi lah Dika yang ada di tengah tengah mereka.


Arka menertawakan Vino,sedangkan Vino memasang wajah jengah pada Arka.


"Ran!! kesini..." pinta Vino dengan suara berat nya.


semua orang langsung menoleh ke arah Vino.


"a..apa Pak..?" jawab Nurul gugup.


"duduk di sebelah saya, di sana kena asap. bawa juga Ayu kasihan nanti batuk kena asap"


alasan Vino sangat tepat,karena memang asap terus berhembus ke arah mereka.


"iya nak sana dekat Mas Vino aja, biar tenang makan nya" ujar Rianti di sahuti Duma dengan anggukan.


Nurul dan Ayu pun berpindah tempat,susah payah Nurul mencari posisi aman eh ke dekat Vino juga akhir nya.


"sini saya suapin.." ujar Vino.


"hah??" Nurul semakin spot jantung di buat Vino.


"Ayu,bukan kamu.. kalau kamu mau nggak apa apa sekalian" Vino menaik turunkan alis nya sambul tersenyum kecil.


"Ayu bisa kok Pak, kak Nurul aja dia nggak bisa itu potong daging pake pisau" celetuk Ayu dengan wajah polos nya.


"benarkah?? bagus kalau gitu..."


"nggak,nggak usah Pak.. bisa kok nih.." Nurul mencoba memotong daging itu,namun karena ia tak piawai menggunakan pisau potongan daging itu malah lompat dan mendarat di jidat Vino yang sebelum nya tampak seksi paripurna.


"HAHAHAHAHAHAHHAH........" seketika gelak tawa menggema. semua orang yang ada di sana terpingkal pingkal melihat wajah Vino.


"aduh.. maaf Pak.. maaf"


Vino hanya mengangguk pelan sambil menahan malu,sementara Duma malah mengambil foto Vino yang tampak konyol itu.


"banyak tingkah sih.. kena batu nya kan.."


batin Nurul sambil berusaha menahan tawa nya.


...********...