Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 46 : Tak percaya.


"Mas dengerin dulu penjelasan Fani!! Fani nggak kenal sama dia,Fani cuma menolong istri nya hiks..hiks..hiks.." Fani terisak dan air nata sudah membanjiri pipi nya.


ia sampai lupa memberitahu Dimas kalau diri nya tengah mengandung anak mereka.


"ck!! kalau istri nya ada di sana untuk apa dia membutuhkan mu hah??"


tukas Dimas sambil menghela nafas panjang, ia benar benar tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


Sambil meneteskan air mata Dimas membelakangi Fani karena ia tak mau menunjukkan kalau dia sedang menangis.


hati nya sangat perih saat itu,kepala nya pun menjadi sangat sakit karena ia kembali teringat akan masalalu nya.


"Mas tau kamu nggak cinta sama Mas..


Mas tau Fani.. kamu terpaksa menikah sama Mas..


Mas tau kamu nggak bahagia hidup dengan Mas..


Mas tau kamu nggak akan pernah bisa mencintai Mas..


tapi bisakah kamu menganggap pernikahan kita ini sakral,bisa kah jangan anggap pernikahan ini main main Fani..


jangan nodai pernikahan kita.


Mas cinta sama kamu..


maaf kalau Mas memaksa mu untuk menikah. tapi Mas bener bener cinta sama kamu." Suara Dimas terdengar gemetar karena menahan tangis dan perih di dada nya saat membayangkan apa yang di lakukan Fani bersama laki laki itu di hotel.


"Mas nggak mau dengerin penjelasan Fani dulu??" ujar Fani sesenggukan.


"pergi lah dengan laki laki itu Fani.. pergi!"


Dimas meninggikam suara nya lagi.


ia tak mau mendengarkan kata kata Fani lagi,rasa trauma akan masa lalu kini menyelimuti seluruh tubuh nya hingga membuat nya terbakar amarah.


Fani yang sedang sensitif pun langsung baper dengan bentakan Dimas.tanpa kata kata ia langsung pergi dari sana dengan berderai air mata sambil terisak isak.


"ibukkk..." rintih nya dalam hati.


ia melangkahkan kaki nya secepat mungkin dari sana tanpa tau kemana tujuan nya.


dada nya serasa terhimpit oleh batu besar karena Dimas menuduh nya berbuat hal yang tidak tidak dan tak mau mendengarkan penjelasan nya dulu.


Sepergi nya Fani,Dimas langsung terduduk lemas dilantai sambil meminum beberapa pil penenang.


ia merasa sangat frustasi saat itu,ia benar benar mengira kalau Fani sudah menghianati nya seperti yang di lakukan mantan istri nya dulu.


...~~~~...


Di tempat lain...


"ting tung..ting ting..tingtung..ting tung.."


Riko menekan bel kamar Mila dengan sangat cepat dan keras.


"hiiisshhh!!! siapa sih orang gila yang menekan bel seperti itu.." rutuk Mila geram sambil beranjak dari sofa santai nya.


"Iyaaaa!!!" teriak Mila kesal karena Riko tak berhenti menekan bel nya.


"hhh..apa mau baj*ngan tengik itu ??!" ujar Mila saat melihat Riko dari layar kamera yang ada di samping pintu.


Mila pun membuka pintu dengan wajah jengah.


"apaa?!!" ujar Mila sambil melebarkan mata nya.


"air ku tidak menyala,jadi aku mau mandi di sini."


sahut Riko sambil menerobos masuk.


"heii!!! siapa yang mengizinkan hah?!! aku bahkan tidak bilang iya."


teriak Mila dengan wajah sangat kesal sekaligus panik.


Riko tak menggubris Mila dan tetap menerobos masuk ke dalam kamar mandi dengan santai nya.


"haishhh!!!!! bed*bah sialan itu benar benar tak punya etika.!!" rutuk Mila sambil mengepalkan tangan nya,ingin sekali dia memukul kepala Riko saat itu juga.


Sudah 10 menit Sean di kamar mandi, 10 menit itu pula Mila mondar mandir sambil terus menggerutu.


ting tung..ting tung..


Bel pintu Mila berbunyi lagi.


Mila segera memeriksa siapa yang membunyikan bel nya.


"Fani??? " Mila langsung membukakan pintu nya saat melihat Fani di layar kamera sambil menangis tersedu sedu.


"Fani?? kenapa kamu?" tanya Mila sedikit panik.


"Buk boleh ya saya nginep di sini dulu.. hiks hiks.." ujar nya terisak.


"masuk lah dulu... kamu kenapa?? Pak Dimas nggak menyakitimu kan?"


"nggak buk..hiks hiks..."


Mila pun menyuruh Fani duduk dulu,lalu mengambilkan nya air minum agar Fani sedikit lebih tenang. lalu Mila juga merangkul dan mencoba menenangkan Fani.


Setelah sedikit tenang,Fani menceritakan semua nya kepada Mila. ia juga bercerita kalau diri nya tengah mengandung. Mila yang mendengar itu tentu saja ikut kesal karena Dimas salah sangka pada Fani.


"kenapa dia tak mau mendengarkan mu?? sshh semua laki laki sama saja!! Dimana hotel nya?? biar aku minta rekaman Cctv dan menunjukkan pada Pak Dimas kalau kamu nggak salah.!!"


Mila sangat tak terima dan kesal mendengar cerita Fani.


Sebenar nya Fani ingin menunggu Dimas tenang,lalu menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi. tapi karena Dimas mengusir nya saat itu membuat hati Fani sangat sesak dan perih.


"nggak usah buk, biarin aja. saya tau dia pasti trauma dengan perselingkun mantan istri nya."


"trus kamu mau diem aja? biar saya yang bilang kalau gitu ." Mila hampir beranjak dari sana saking jengkel nya. tapi tiba tiba....


"bilang apa??" celetuk Riko yang baru keluar dari kamar mandi dengan jubah handuk nya.


"Pak Riko??" Fani langsung tercengang sambil memandangi Riko dan Mila bergantian.


"aduhhh.. aku lupa lagi kalau ada si kampret ini "


Mila terlihat bingung dan kikuk.


"k..kalian tinggal satu rumah?" tanya Fani lagi.


"TIDAK!!" tukas Mila cepat.


"aku tinggal di sebelah. tapi aku numpang mandi di sini.." sahut Riko santai sambil berlalu pergi dari sana.


"jadi selama ini ibuk dan pak Riko tetanggaan??"


"i..iyaa.. tapi kamu jangan bilang siapa siapa yaa.." pinta Mila memelas.


"baiklah... ta,,tapi ibuk juga jangan bilang siapa siapa ya kalau saya disini. saya mau tenangin diri dulu.."


Mila pun sepakat dengan permintaan Fani.


"oke.. aman.. kalau gitu kamu istirahat dulu,pasti capek banget kan. kasian juga calon bayi kamu pasti ikut stres."


Mila mengantarkan Fani ke kamar nya lalu membiarkan nya beristirahat sebentar.


"dasar Pak Dimas nggak punya hati!"


batin Mila kesal. ia sungguh iba melihat Fani seperti itu apalagi kondisi nya sedang berbadan dua.


......~~~~......


Keesokan pagi nya...


Dimas terlihat sangat kacau dengan mata panda dan wajah pucat,ia terduduk di samping ranjang. seperti nya ia tidak tidur tadi malam.


"ck..kenapa dia benar benar pergi. seharus nya dia tetap di sini kalau ingin membuktikan bahwa dia nggak bersalah." gumam Dimas sambil terus memegangi kepala nya yang terasa mau pecah.


"Permisi tuan.. di luar ada tamu.." panggil bik ida dari luar kamar.


"iya .." sahut Dimas.


Tanpa mencuci muka Dimas pun melangkah malas keluar kamar dengan baju dan wajah yang sangat berantakan.


Saat mengetahui bahwa tamu nya laki laki yang kemarin bersama Fani,Dimas langsung terbakar emosi dan ingin langsung menghajar nya.


tapi amarah nya langsung berubah jadi tanda tanya ketika melihat wanita yang tengah hamil di belakang laki laki itu.


"Pak..." sapa pasangan suami istri itu saat melihat Dimas.


"ada apa ya?"


kalau saja tidak ada si wanita pasti lelaki itu sudah di hajar tanpa ampun oleh Dimas.


...**********...