
Meskipun Umur Ki Along sudah tidak muda lagi tapi semangatnya masih segar membara., Dia masih sibuk membantu Para anak buahnya untuk menimbang ikan., Dia nampak sangat bersemangat Dawung yang masih setia menjadi bendhaara penimbangan ikan milik ki Along nampak sedang teliti menghitung tiap keping koin perak emas dan perunggu.,.
Abiyan Dan arfan., nampak adik berlari-Lari kecil di belakang Arisha., Setibanya Di tempat penimbangan ikan
"Asalamualaikum ?'' Ucap Arisha memberi salam sambil langsung membantu Bisno menimbang ikan-Ikan hasil nelayan.,
" Walaikumsalam " Jawab ki along dan semua yang ada disitu sambil tersenyum..
Abiyan nampak hanya berdiri di samping Arfan Rafasyha sambil memperhatikan kakaknya yang dengan cekatan membantu Bisno.. menaikan ikan di atas kapal meskipun sudaah di larang tapi Arisha tidak perduli.,
Setelah semuanya beres dan semua ikan sudah tertata Rapi di atas kapal Arisha ikut naik ke atas kapal.,
"Hehh., Arisha mau kemana? Di kota banyak orang jahat? eh dan kalian berdua mau ke mana" Ujar ki Along hendak menakuti cucu-Cucunya.,
"Kami juga mau ikut ke Kota.,Gak ada orang jahat kek.,? Yang ada sifat orang itu sudah di kendalikan sama setan makanya kelihatan seperti manusia tapi dalamnya setan" Ujar Abiyan zikrie zulhair dengan santai., ki along paham betul sifat kedua cucunya itu mereka tidak mudah untuk di takut takuti apalagi Arisha yang memiliki kepandaian beladiri yang luar biasa.,
"Kakek sebaiknya kakek pikirkan saja kesehatan kakek., kerja tidak usah terlalu di paksakan ingat umur sudah tua kek!? " Ujar Arisha dengan senyum manisnya.,
mendengar Celoteh cucunya Ki Along tertawa lebar
" Umur boleh tua tapi semangat kakek tidak pernah tua" Ujar ki along
Arfan berlari mendekati ayahnya..
"Baiklah nak ingat Jangan nakal di sana dengarkan apa yang kakak-kakakmu katakan? " Ujar Bisno sambil mengendong tubuh Arfan dan di naikan di Atas kapal., dan Bisno langsung melepas ikatan tali kapal dan menarik jangkar kapal merekapun berlayar ke kota Lembo.,
Arisha nampak sangat bersemangat dia terus menatap luasnya Samudra.,
"Arisha duduk di sini? " Ajak ki along pada Arisha yang menantang angin di depan buritan kapal., mendengar pangilan kakeknya Arisha pun langsung turun ke belakang dan duduk di samping adiknya Abiyan yang tengah asik bercengkrama dengan Arfan.,
"Kek Kota Lembo itu Apa seramai di desa S kita? " Mendengar pertanyaan Arisha Ki along makin memperdekat Jaraknya duduk dengn kedua cucunya
"Arisha Kota Lembo adalah tempat berkumpulnya Orang-orang yang datang dari berbagai desa di pesisir silanggang., mereka semua ke kota Lembo untuk menjual ataupun membeli kebutuhan mereka., ajaran mereka juga berbeda-beda tapi harus tetap saling hormat menghormati., " Ujar Ki Along memberi wejangan pada cucunya.,
" Kakek Islam menjunjung tinggi perbedaan Lakum dinukum waliadin Untukmu agamamu untukku agamaku.," Ujar Abiyan masih dengan sifat kalemnya.,
"Betul sekali Abiyan., tapi mereka tidak paham dengan prinsip yang agama kita ajarkan. " Ujar Ki along merasa bingung harus menjelaskan apa lagi pada cucunya yang satu ini.,
"Kalau mereka tidak paham dengan ajaran Islam berarti mereka sesat dan harus di luruskan.? " Ujar Abiyah semakin kekeh.,
"Tapi bukankah islam agama yang damai dan tidak memaksa umat untuk masuk dan memeluk Islam? " ki along memancing tingkat kepandaian Cucunya.,
"Kakek memang benar., tapi Alangkah berdosanya kita ketika membiarkan kemungkaran terjadi di depan kita.,! " Mendengar jawaban cucunya Ki along terdiam seribu bahasa sedangkan Arisha., melihat perdebatan keduanya hanya senyum-Senyum saja., Wajarlah kalah kalau sudah ceritaa soal agama dengan Abiyan berarti harga mati.. yang salah tetap salah tidak perduli apapun yang terjadi dia akan tetap teguh dengan keputusannya jika itu sesuai dengan Al-Quran dan hadits Nabi Muhammad SAW..