
Seusai shalat subuh berjamaah.., Ki along Nampak menikmati secangkit teh hangat buatan Ratmi istrinya., sementara Aryo masih Tafakur di dalam mesjid.,
Aryo keluar dari mesjid tAk kala mentari mulai menyapa.,
Aryo melangkah sambil menatap suasana dusun bawah yang mulai terlihat., ramai.,
matanya terus meneliti kesegala arah.,
namun hanya ketenangan yang di temukannya.,
"Assallamuallaikum.." Sapa Dawung dan beberapa orang pekerjanya yang kebetulan berpapasan dengannya.,.
"Waalaikumsalam.,, Paman mungkin Hari ini saya tidak bisa membantu kerja mengumpulkan ikan para nelayan., saya ada keperluan beberapa hari ini di luar desa., " Ujar Aryo menyampaikan pada Dawung., karena Aryo berniat menemui kakek dan neneknya di desa lambaian.,
"Baiklah Aryo., kamu hati-hati dalam perjalanan.. urusan ikan para nelayan biar paman dan teman-teman yang Mengurusnya.,
" Terima kasih paman kalau begitu saya pamit mau Siap-siap.. asalamualaikum.. " ujar Aryo sambil berlalu
"Waalaikumsalam.. " Jawab Dawung dan yang lainnya kompak..
Saat tiba di rumah Nampak di ruang tamu ki along, Ratmi dan Istrinya yang sedang bercengkerama.,
"asalamualaikum.. " Sapa Aryo saat hendak memasuki ruangan..
"Waalaikumsalam." Jawab mereka seirama
" Baru pulang dari mesjid sayang?? " Ujar Rindi ketika Aryo sudah ikutan duduk di samping Rindi istrinya.,
"iya sayang., Ayah... Ibu.. saya adA keperluan di lambaian., mungkin dalam beberapa hari saya di sana., jadi kalau tidak ada keperluan penting saya harap ayah dan ibu terutama kamu sayang jangan tinggalkan rumah., kecuali kalian mau ke mesjid.,. tapi jika ada keperluan mendesak., Bismillah saja., " Ujar Aryo dengan wajah yang serius.,
"Sayang saya ikut...!! " Rengek rindi sambil merangkul lengan suaminya.,
"sayang perjalanannya cukup jauh., tidak baik buat kesehatan bayi yang ada dalam kandunganmu., " Ujar Aryo sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.,
mendengar ucapan ayahnya rindi nampak kecewa., dia makin membenamkan wajahnya di dada suaminya menyembunyikan air matanya yang mulai menetes.,
Aryo hanya tersenyum melihat tingkah manja istrinya.,
"Sayang... saya janji nanti setelah keadaan sudah membaik Saya pasti mengajakmu kesana., nanti kalau saya tidak ada kamu shalatnya di rumah saja ya..? " Ujar Aryo sambil mencium kepala istrinya yang masih menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.,
" Janji ya sayang., Sejak kecil saya belum pernah melihat dunia luar...!? " Rengek rindi
"Iya sayang aku janji...!? Ayah., Ibu titip Rindi., Dan tolong ingat baik-baik pesanku.,? " Ujar Aryo kembali mengingat kan kedua mertuanya.,
Ki Along hanya manggut-manggut mendengar permintaan anak Menantunya.,
Rindi pun akhirnya ikhlas melepas suaminya.,
Aryo berdiri hendak pamit..
"Ayah.. ibu, .sayang ., saya pamit Assallamuallaikum " Ujar Aryo sambil mencium punggung tangan ki along dan Ratmi tidak lupa mengecup lembut kening istrinya.,
"Waalaikumsalam., kalau urusanmu sudah selesai cepat pulang ya sayang.. " Ujar istrinya lebih lanjut.,
mendengar permintaan manja istrinya Aryo hanya tersenyum., lalu melangkah keluar dari pintu di iringi tatapan sendu Rindi istrinya.,
Aryo melangkah menyusuri jalan berbatu bukannya ke Dermaga dia malah berbelok ke arah mesjid yang sudah sepi., sesampainya di mesjid Aryo Berdoa sejenak memasang dinding gaib untuk menghalau segala jenis ilmu Hitam.,
setelah semuanya beres Aryo keluar dan kembali memakai sendalnya.,
"Jin., Seberapa cepat kamu membawa saya ke lambaian.,?? " Ujar Aryo pada jin dalam sendalnya.,
"Secepat kedipan mata Tuan., Apa tuan mau pergi sekarang?? " jin itu balik Bertanya.,
"Iya saya mau pergi sekarang., " Belum selesai Aryo berucap Tiba-tiba saja dia sudah berada di tepi hutan perkampungan lambaian.,.