PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
REWADIPA


Diam-diam Rewadipa mengagumi kekuatan pemuda gagah di hadapannya., hingga membuatnya tertegun beberapa saat.,


hiyaaaaaaaaa


Whusssssss


trackkkk


dashhhhh


bughhhhh


Rewadipa kembali menyerang Abiyan dengan semua Elemen kekuatannya mengunakan jurus maut., hingga hawa panas terasa dari deru pukulannya namun dengan sekali sentakan kembali pukulan Abiyan menghantam kepala Rewadipa hingga Membuatnya kembali terjungkal beberapa tombak kebelakang., membuat Rewadipa semakin membabi buta menyerang Abiyan dengan masih mengunakan kekuatan penuh., Sedang Abiyan yang mulai menyadari keanehan lawannya mulai berpikir keras sambil menghindari setiap serangan Rewadipa kemudian Abiyan meminta petunjuk dari Allah SWT.,


"Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub." seusai membaca Doa Abiyan melompat beberapa meter dan melepaskan tendangan cepat saking cepatnya hingga Rewadipa tidak menyadari serangan mendadak Abiyan yang kembali mendarat di dadanya membuat Rewadipa kembali terjungkal namun dengan cepat dia bangkit kembali.,


Tiba-tiba Abiyan teringat benda yang menempel di pinggangnya pisau mutiara Hitam pemberian Raja Abadon, Abiyan lalu mengeluarkan pisau hitam namun berkilau indah., Seketika semua jin yang berada di tempat itu menjadi terkejut dan menatap ngeri pada pusaka yang ada di gengaman Abiyan.,


Sementara Rewadipa yang merasa tubuhnya tidak akan bisa terluka hanya memandang sebelah mata pada benda yang berada di tangan Abiyan.,


Hiyaaaaaaa


whuuuuuuut


sretttttt


Aghhhhhhh.,


Rewadipa kembali menyerang Abiyan dengan pukulan dan tendangan dengan tenaga dalam tinggi Abiyan dengan tenang menangkis dan menghindari tendangan Rewadipa dan dengan satu gerakan Abiyan membuat sayatan pada tangan Rewadipa membuat, Rewadipa meringis menahan sakit dan betapa terkejutnya ketika luka sayatan yang di buat Abiyan tidak dapat sembuh dan luka itu tetap menganga dan terus mengeluarkan darah.,


"Senjata apa itu!? Dan luka ini terasa sakit sekali Aghhhhh!!?" Ujar Rewadipa sambil menahan darah yang terus keluar dari lengannya membuat seluruh anak buah Yang mengikutinya serentak berkumpul Hendak menyerang Abiyan Namun segera di hentikan oleh Rewadipa.,


"Rewadipa biarkan saya yang menghadapi pemuda itu!? " Ujar Salah seorang dari mereka berdelapan.,


"Branja pemuda itu memiliki kehebatan yang sangat luar biasa!? apa lagi senjata Aneh yang dia bawa sungguh mampu membuat luka dan tidak bisa sembuh dengan segera.,!? " Ujar Rewadipa memberi peringatan pada Ketujuh Anggotanya.,


"jika pertarungannya satu lawan satu mungkin ilmu pemuda itu berada di atas kita Tapi jika kita maju bersama dengan mudah dia mampu kita ringkus!? " ujar Rawung dengan tatapan tajam kearah Abiyan yang berdiri dengan tenang.,


"Rawung Apa kamu lupa dengan peraturan kita dengan berlaga dengan adil,. Kita Ksatria Lembah kematian seharusnya kita tetap menjunjung tinggi adab pertempuran!!? " Ujar Santar menimpali usulan Rawung.,


"Saya tetap memegang Aturan itu! " Ujar Santar sambil melangkah mundur Namun tidak ada yang sepaham dengan santar., mereka Berlima Sudah siap hendak melakukan serangan secara bersama-sama.,


"Mari kita Ringkus pemuda itu yang sudah melukai Rewadipa!? " Ujar Rawung dengan semangat membara.,


Hiyaaaaaaaaaaa


whusssssssss


sinkkkk


kretakkk


sreeeet


Serangan mereka berenam melesat cepat kearah Abiyan Pukulan dan tendangan mereka silih berganti mengepung Abiyan di tengah-tengah mereka dengan gempuran pukulan dan tendangan bertenaga dalam tinggi serta mengandung Racun yang sangat mematikan., Abiyan dengan Lihay menghindari dan menangkis semua serangan mereka Dan dengan Gerakan yang teramat Cepat Abiyan memutar tubuhnya dan melesatkan Tendangan memutar Dan Tangannya mengayunkan pisau kearah lengan mereka hingga memutuskan beberapa urat ditangan mereka berenam,.


Aghhhhhhhhh


Terdengar teriakan Rawung dan juga kela temannya yang mengalami luka Yang Sama dengan Rewadipa Alami.,


"Pisau Apa itu? aghhhhh! " Tanya Rawung pada Abiyan sambil memegang tanganya yang tak bisa di gerakan.,


"Ini hanyalah sebuah pisau Yang Allah titipkan lewat Raja Abadon!? " Jawab Abiyan dengan sikap tenang seperti tidak menyiratkan dendam atau sejenisnya,. membuat Rewadipa berjalan mendekati Abiyan.,


"Anak muda Saya tidak pernah melihat jurus jurus yang kamu mainkan sebelumnya!? 17 Tahun kami mengembara mencari Sang penguasa Dua Alam,. Banyak kami di hadapkan dengan para pendekar berilmu tinggi., namun meskipun mereka mengunakan seluruh kekuatan mereka untuk menghantam tubuh kami, Kami sama sekali tidak pernah mengalami Rasa sakit, Tapi berhadapan dengan kamu setiap pukulanmu yang mengenai tubuh Saya terasa sangat sakit!? " Ujar Rewadipa panjang lebar., sedangkan Abiyan hanya menyimak semua cerita Rewadipa,.


"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."Ujar Abiyan dengan lembut


"Apa maksud kamu Anak muda!? " Tanya Rewadipa tidak mengerti dengan jawaban yang di berikan Abiyan


"Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah engkau menanti datangnya pagi. Sebaliknya, bila engkau berada di pagi hari, janganlah engkau menanti datangnya sore. Ambillah (manfaatkanlah) waktu sehatmu sebelum engkau terbaring sakit, dan gunakanlah masa hidupmu untuk beramal sebelum datangnya kematianmu.'' mendengar penjelasan Abiyan,. Rewadipa terdiam karena telah hidup dengan dengan cara yang salah.,


"Anak muda sungguh bijak ucapanmu siapa kamu sebenarnya!? " Tanya Rewadipa masih menahan sakit pada lengannya.,


"Saya Hanyalah seorang Pengembara,. Sebenarnya seluruh Ucapan saya tadi saya hanya mengutip Dalam Al-quran dan Hadis Nabi.," Ujar Abiyan dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.,