
Kesultanan Lembayung berdiri megah diatas Bukit Sanggula., Benteng yang kokoh serta menara pengintai yang tinggi., Dawung Dan Bisno sedang melatih para prajurit.,
Orang yang bertugas Berjaga diatas Menara Nampak. Panik ketika melihat Puluhan Kapal besar mendekat ke arah mereka., Dia lalu terburu-buru turun untuk segera melaporkan.,
"Lapor Panglima dari arah timur Terlihat Kapal-kapal lamayan besar mendekat kamari apa yang harus. kita lakukan? ".Ujar penjaga menara itu melaporkan situasi kepada. Dawung.,
" Segera kembali ke tempat mu pantau terus keadaannya,. Bisno Laporkan Hal ini Pada Tuan Aryo saya akan menghadap Sultan meminta pendapat dari Sultan.,? " Ujar dawung sambil cepat melangkah pergi menemui Sultan Aryo Damanta.
"Asalamualaikum,? " Dawung mengucapkan salam
" Walaikumsalam,. Ada apa dawung sepertinya Ada hal penting yang ingin kamu sampaikn.,? '' Tanya Aryo Damanta
" Maaf Sultan Dari Utara Ada Puluhan Kapal tak di kenal sepertinya mereka menuju kemari saya takut mereka. adalah pengacau tapi saya juga belum memastikannya secara rinci.!? " Ujar. Dawung yang meskipun sudah Tua, Tapi tubuhnya. masih kekar.,
"Baik paman siagakan semua pasukan!, Minta semua kepala desa dusun Bawah untuk siap siaga? " Titah Sultan pada. Dawung.
" Baik Sultan, Kalau Begitu saya pamit mempersiapkan segalanya., Asalamualaikum,.!" Ujar Dawung sambil beranjak pergi dari tempat itu.,
"Waalaikumsalam,." Jawab Sultan Aryo lalu bergegas masuk kembali ke dalam untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin bisa saja terjadi.,
Abiyan yang lagi sibuk membuat tempat penampungan Air Bersih saat Bisno datang menemuinya.,
"Asalamualaikum Pangeran! " Ujar Bisno memberi salam
"Waalaikumsalam paman,! " Jawab Abiyan Seraya naik ke atas dari dalam Bak penampungan., Meskipun Abiyan seorang Putra Sultan tapi dia tidak enggan untuk ikut turun langsung membantu para pekerja Hingga orang-orang tidak akan menyangka jika Abiyan adalah seorang pangeran Kesultanan lambayung.,
''Pangeran,.Dari arah dermaga ada Rombongan Kapal tidak di kenal hendak memasuki wilayah perairan Kesultanan, kiranya pangeran mungkin punya solusi! ? " Ujar Bisno sambil sedikit membungkukkan badannya.,
"Paman Bersiap saja tentang semua kemungkinan yang terburuk., Jika mereka datang dengan damai sambut mereka layaknya Tamu., Namun jika mereka datang dengan maksud dengan Niat Lain Tetap sambut mereka. dengan apa yang mereka inginkan,. Kita. bangun istana dengan para prajuritnya bukan untuk berperang Tapi untuk menegakkan ajaran dan aturan islam di tanah Sanggula ini.!?'' ujar Abiyan dengan sikap tenang.,
''Walaikumsalam., '' Jawab Aryo lalu kembali Turun Untuk menyelesaikan pembuatan penampungan itu Yang sedikit lagi Kelar.,
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga.,! Arfan, Kamu Awasi penampungan ini dan segera di isi air lihat bagian mana yang perlu di Benahi saya mau menjamu tamu Kesultanan, asalamualaikum!? " Titah Abiyan Pada Arfan Adik angkatnya.,
" Baik Kak., Waalaikumsalam.,! " Lalu Abiyanpun pergi dengan pakaian seadanya menuju Dermaga.,
Puluhan kapal-kapal itu sandar di dermaga Sanggula., lalu nampak beberapa orang turun sebagai perwakilan.,
" Maaf Tuan., Apa tujuan Tuan-tuan datang ke Sanggula? " Tanya ki palangi dengan sopan.
"Maafkan kedatangan kami yang tampa izin ini tuan,. Apa benar ini desa Sanggula? " Orang itu balik bertanya.,
"Benar Tuan ini desa Sanggula Kesultanan Lembayung? " Ujar ki palangi
"Berati saya tidak salah tempat Perkenalkan saya Ki santar dan ini Wardiman kami berdua berasal dari tempat yang berbeda satu tujuan lah yang membawa kami berlayar bersama kemari., kami datang kemari hendak berjumpa dengan ki Along!? " Ujar Ki santar dengan semangat.,
'' Ki Along sudah Lama meninggal., Ada. keperluan apa mencarinya? '' Seketika wajah keduanya menjadi lesu.,
"Sepuluh Tahun Lalu saya bertemu dengan Bocah cucu ki Along, saya tidak tau namanya apakah Tuan bisa mempertemukan saya dengan Dia?! " Ujar Wardiman harap cemas.,
"Asalamualaikum., Tuan-tuan mencari saya? " Ujar Abiyan yang muncul tiba-tiba di tempat itu dengan pakaian yang sangat kotor karena. baru habis membenahi., Bak penampungan Air Bersih., kedua Orang itu menatap Abiyan dengan tatapan keraguan mungkinkah seseorang yang berpakaian kumuh layaknya seorang rakyat jelata mampu menolong mereka.,
next
jangan lupa like Coment and Vote
******* Terima kasih*********