
Desa Samak berlahan-lahan mulai bangkit dari keterpurukan tawa bocah-bocah mulai terdengar Riuh.,
"Arfan lihatlah tawa para Bocah itu? bermain Riang seperti tidak ada beban padahal kemarin mereka kelaparan dan kehausan hanya tangis yang terdengar, kita Akan bangun peradaban baru di tempat ini? " Ujar Abiyan ketika Mereka asik menikmati pemandangan para bocah yang bermain Air.,
"maksudnya kita akan buat Satu Kesultanan di tempat ini? " Jawab Arfan polos.,
"Yah, seperti itu, biar semua terarah dan ada yang mengatur.? " Ujar Abiyan datar sementara Indra penglihatannya asik melihat Riuhnya Suara para bocah yang berlarian.,
"Apa Kakak Mau menjadi Sultan di tempat ini.? " mendengar pertanyaan Arfan, sejenak Abiyan terdiam dan menatap Arfan dengan senyum yang terpatri di bibirnya.,
"Kamu sudah banyak menimba ilmu tentang keagamaan di Lembayung sudah saatnya ilmu yang kamu ketahui kamu amalkan. pada orang banyak, mereka butuh pemimpin buat mengayomi dan menjaga mereka Dan kamulah yang akan mengemban tugas itu!!? " Ujar Abiyan dengan ketegasan.,
"Tidak Kak! Saya sungguh tidak pantas memimpin suatu Wilayah,. Saya hanyalah Anak dari Orang biasa,! Sungguh tidak pantas untuk saya menjadi seorang Sultan? " mendengar keraguan Arfan,. Abiyan hanya tersenyum simpul,.
"Arfan, Disini yang tingkat pengetahuannya tentang Islam dan Alam hanya kamu yang lebih paham,mereka semua orang Awam benahi lah mereka semua agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik! " Ujar Abiyan Tulus
"Tapi Kak,. bukankah kakak yang lebih pantas menjadi pemimpin di Desa Samak ini.,Bukankah kakak dapt melihat Jin dan sebangsanya" Ujar arfan yang bumi paham.,
" kehidupan Dan ilmu yang kita dapatkan kelak akan di Hizab jika tidak engkau salurkan pada orang yang membutuhkan!? itu termasuk kufur" Ujar Abiyan
"Tapi Kak? Saya tidaklah sehebat Kakak yang bisa mengatur mahluk kasat mata!? " Ujar Arfan dengan keraguan.
"Kak!? Saya sungguh merasa belum pantas untuk menjadi pemimpin!?" Ujar Arfan dengan muka di tekuk. ,
"Apakah Udara yang kamu hirup memilih siapa yang harus menerimanya? " tanya Abiyan.
''Tentunya tidak kak udara bisa di nikmati siapapun!? " ujar Arfan mantap.,
" sama halnya dengan Sultan bisa di jabat sama siapapun ketika dia mempunyai talenta;! "
"sesungguhnya Kakak lah yang mempunyai semua itu!? " Ujar Arfan dengan tegas .
" Arfan!!? Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain sebab ujungnya akan ada syatwasangka yang lebih buruk,. jadi belajarlah menjadi Bijak!? "
Akhirya Arfan menyetujui tugas yang diberikan. Abiyan..
Arfan pun diangkt menjadi Sultan di desa Samak dan arfan pun mulai bertindak dengan menganjurkan sistem islam. berlaku di tanah samak.,
"Atur Wilyah ini dengan baik jika suatu saat ada yang menjadi pahlawan kesiangan Ada kamu yang selalu bisa memberi. solusi!? " Titah Abiyan pada Sultan Arfan