PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MURKA


Dengan langkah tertatih 6 orang turun dari perahu., menyusuri jalanan kota Lembo.,


kiekkkkkkk


suara pintu terbuka.,


ki Ranu., yg Tengah melakukan semedi menoleh., melihat keenam orang murid Ki Palangi masuk dengan wajah babak belur,


" Maafkan kami ki., tadinya semua berjalan mulus.,kami sudah menguasai wilayah tiba-tiba muncul seseorang yang memakai cadar ilmu kanuragan yang dia miliki sangat tinggi, kami di hajar sampai seperti ini., sungguh kami tak berdaya menghadapinya" Ujar maja melaporkan apa yang sudah mereka alami


mendengar laporan murid-murid Ki Palangi,.ki Ranu Galang langsung murka


"Saya paling benci dengan kata kegagalan!!"


plakkkkkkk


ki Ranu menampar maja., dengan keras


membuat bibir maja pecah dan berdarah


Aghhhhhhh


erangan maja yang tiba-tiba mendapatkan tamparan keras.,


"Ampun Ki., tapi sungguh kami tidak berdaya menghadapi orang bercadar itu ki.,!!! " Ujar maja ketakutan.,sambil mengusap pipinya yang terasa panas.,


"Ki., Orang itu juga yang menghajar kami.,!! " Ujar ranca menengahi.,Agar Ki Ranu Galang sedikit melunak.,


Mendengar Ucapan Ranca, Ki Ranu Galang sejenak terdiam lalu menoleh kearah ranca dengan wajah Garang.,


"Siapa sebenarnya orang bercadar itu ha!!!!!?" ujar Ki Ranu sambil mencengkram kerah baju Ranca.,


"Ampun ki., su..sungguh sa..aya juga tidak mengetahui siapa di...a?" ujar Ranca sedikit gagap karena takut.,


prankkkkkk


suara kendi pecah yang di banting Ki Ranu Galang.,


"Bangsat., SeBerapa tinggi ilmu kanuragan orang itu? hingga mampu membuat kalian seperti orang bodoh!!!!!! " Ujar ki Ranu Galang murka.,


" saya juga tidak tau ki...'" Ujar Ranca sambil menundukkan kepala.,


"sehebat itukah dia? hmmm tunggu saja saya akan buat perhitungan" guman ki Ranu Galang namun masih jelas terdengar oleh Ranca.,


namun Ranca hanya bisa diam tertunduk takut.,


" ki Ranu., bagaimana ini? "Tanya ki rekso tidak sabaran.,


" Sabar ki rekso., masih banyak rencana yang belum kita lakukan., saya harap kamu bersabar'' ujar Ki Ranu Galang menenangkan ki Rekso.,


''Rekso.,!!!! kamu meragukanku! !!!!!!! tunggu saja semua pasti bisa Saya atasi.,!!!!!!! " ujar ki Ranu mulai geram.,


"maaf Ki Ranu., saya hanya sedikit resah.. " Jawab Ki Rekso pelan.,


"bersabarlah sedikit lagi., waktunya sedikit lagi tiba., saya yang akan turun tangan langsung..!!! " ujar Ki Ranu Galang mantap.,


Suasana dalam Ruangan sejenak hening tidak ada yang berani buka suara karena melihat wajah murka Ki Ranu Galang.,


Namun dengan wajah ketakutan Anoi beranikan diri buka suara


" ki., Apa yang harus kita lakukan?? saya siap Terima perintah??? " ujar Anoi pelan


"Kalian berempat., Siapkan diri kalian dengan baik,.bulan purnama sebentar lagi., saya punya rencana besar., saya yakin kali ini pasti berhasil.. dan untuk kalian berenam pulihkan tenaga dalam kalin"" Ujar Ki Ranu Galang Jumawa.,


Tidak ada yang berani membuka suara., seluruh yang berada dalam ruangan itu hanya mengangguk setuju dengan ucapan ki Ranu Galang.,


malam menjemput senja.,


aroma dupa tercium dalam keseluruhan ruangan., Air mawar di siramkan pada tubuh Maja., dan ke lima orang temannya.,


Ki Ranu Galang., membantu memulihkan luka dalam yang mereka Alami.,


ahhhhhhhhh


suara lirih Maja dan ke lima temannya saat air mawar mulai membasahi kepala mereka


" Tahan sedikit., saya akan menambah energi kalian" ucapan ki Ranu Galang sambil menguyurkan air mawar lebih banyak lagi.,


aghhhhhhh!!!


Suuuuuut


erangan dan asap putih keluar dalam sela-sela pori-pori tubuh ke enam orang itu


,


"tubuh kalian sudah pulih dari luka dalam., tenaga dalam kalian sudah bertambah Dua kali lipat., saat bulan purnama., rencana besar akan kita laksanakan" Ujar Ki Ranu Galang dengan wajah, penuh tanda tanya.,


"Terima kasih banyak Ki., kami siap menerima perintah.,!? " Jawab Maja dengan sungguh-sungguh.,


" ki rekso kita masih kekurangan darah Anak bayi., Tolong bantu cari di sekitar kota ini waktu sudah semakin mepet.,!!!? " ujar Ki Ranu Galang pada ki rekso.,


"Baik ki Ranu., saya akan menyuruh orang untuk mencari di mana Ibu-ibu yang akan melahirkan.,! " jawab ki Rekso singkat.,


ki Ranu Galang hanya mengangguk pelan setuju dengan ucapan ki Rekso.,


Suasana kembali hening.,