PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
WAKTU


Darah terus menetes dari lengan mereka bertujuh hanya Santar yang sama sekali tidak terluka karena tidak ikut mengeroyok Abiyan.,


"Rewadipa Kalau begini terus kita bisa mati kehabisan Darah,. Sebaiknya Cepat cari solusi!? " Ujar Rawung yang mulai terlihat pucat.,Rewadipa Hanya menoleh pada Abiyan Dan Arisha dengan suara memelas,.


"Anak Muda apa kamu tau Bagaimana caranya menghentikan pendarahan., Kalau begini terus kami pasti mati kehabisan darah.," Ujar Rewadipa dengan suara bergetar.,


"Saya Akan mencoba menolong kalian tapi,.Berhasil atau tidaknya semuanya adalah kehendak Allah SWT" Ujar Abiyan sambil mendekati Dan memegang Tangan Rewadipa.


"Bismillaahil kabiiri, a'uudzu billaahil 'azhiimi min syarri kulli 'irqin na'aarin wa min syarri harrin naari" Doa Abiyan lalu mengusap Lengan Rewadipa keajaiban terjadi seketika Luka Itu langsung mengering Hal yang sama juga Abiyan lakukan pada Anak buah Rewadipa.,


"Terima kasih Abiyan., Kamu mau mengobati kami padahal Tadi kami berniat membunuhmu!? " Ujar Rewadipa penuh penyesalan.,


"Alhamdulillah luka kalian sudah sembuh., Seiring berjalannya waktu, usiamu pasti akan bertambah. Ingatlah bahwa memori hari ini tidak akan pernah terulang kembali secara sama persis. Oleh karena itu, akan sangat rugi jika kamu menggunakannya untuk hal-hal yang tak berguna.Dendam terhadap orang lain merupakan salah satu contoh hal tidak berguna yang harus kamu hindari. Ingatlah bahwa dunia ini terlalu indah jika kamu tidak bisa menikmatinya. Jangan sekali-sekali simpan rasa dendam yang hanya bisa memakan waktumu saja." Nasehat Abiyan pada kedelapan orang itu., Hingga membuat mereka tertunduk malu berlahan-Lahan mereka melepaskan jubah mereka hingga tampaklah wajah mereka dengan jelas.,


"Maafkan kami Sultanah, Kami sudah berlaku kasar pada kalian., misi pencarian penguasa Dua Alam kami serahkan pada Takdir,. Biarlah takdir yang menentukan segalanya., " Ujar Rewadipa dan seluruh anak buahnya sedikit membungkuk memberi penghormatan pada Abiyan


"Hidup dengan penuh kedamaian adalah impian dari semua orang. Namun terkadang untuk merealisasikan hal tersebut sangatlah tidak mudah karena di luar sana banyak hal yang sangat mengganggu ketenangan batin. Salah satu contohnya adalah menyimpan rasa dendam kepada orang lain.Jika kamu memutuskan untuk menyimpan rasa dendam, maka bersiap-siaplah beban pikiranmu akan bertambah dengan sendirinya. Kamu pasti akan dijauhkan dari kesenpatan untuk merasakan kedamaian hidup karena menuruti ego kalian itu!? " Ujar Abiyan dengan mimik serius.,


"Kami Akan selalu ingat semua nasehatmu Abiyan,. kami. hanya dirundung rasa takut akan perubahan hingga membuat ego bertahta dalam hati kami, Dan saat ini semua keraguan kami telah lenyap., kami pamit pulang ke lembah kematian Biarlah kami menunggu hadirnya penguasa Dua Alam hadir dan memberi kami pencerahan!! " Ujar Rewadipa sambil berbalik dan melihat dan terbang meninggalkan Kesultanan tanjung Hira.,


Abiyan melangkah mendekati Lail yang terduduk menahan rasa sakit.,


"Alhamdulillah,. Racunnya sepertinya sudah tidak ada Terima kasih Tuan!? " Ujar lail sambil beranjak berdiri.,


"iya paman,. Bagaimana keadaan Kesultanan di bawah kepemimpinan kakak? " Tanya Abiyan dengan lembut.,


"Alhamdulillah semua berjalan sangat baik, Bahkan seluruh Rakyat Tanjung Hira mendapatkan hak yang sama tampa ada yang di beda-bedakan., Seperti perintah Ayah Pajak sesuai dengan pendapatan petani dan nelayan!? " jawab Arisha dengan serius seperti menghadapi team Audit.,


"Tuan Apa Tuan akan menetap di sini!? " Tanya masauth kemudian.,


"Saya seorang pengembara., saya kesini hanya karena pangilan Liontin Jiwa yang di miliki Sultanah Arisha, dan sepertinya tugasku di sini sudah selesai,. Sudah saatnya saya harus pergi!? " Ujar Abiyan serius.,


"Tidak bisakah kamu bermalam barang beberapa hari di sini!? " Pinta Arisha.,


"Masih banyak Tugas yang harus saya selesaikan,


kita tidak tau batas usia kita sampai kapan, Apa nantinya yang harus saya jawab ketika Allah meminta pertangung jawaban kita Tentang usia yang kita pakai untuk hal yang sia-sia,. Asalamualaikum.,!? " Ujar Abiyan membuat mereka semua tertunduk malu


"Waalaikum Salam! " Jawab mereka serentak namun saat mereka mengangkat kepala Abiyan sudah tidak ada di tempat itu.,