
Berrrrrrr
ceklek
Duarrrrrr
Kesultanan Lembayung Tiba-tiba menjadi mendung suara petir bersahutan Seolah-olah hendak Turun hujan deras., Alam seakan Ingin memperingatkan akan adanya bencana besar., Sultan Aryo Nampak Duduk dan diam membisu mencerna akan arti fenomena alam yang sedang terjadi.,
"Asalamualaikum, Sultan Maaf mengganggu diluar Ada mahluk aneh Berbentuk Ular Namun keempat kakinya seperti Kaki Burung Elang dan Kepalanya perpaduan antara Burung dan Ular namun yang jelas saya sulit menjabarkan secara detail., yang lebih Aneh lagi dia bisa berbicara layaknya manusia dan sekarang ada di gerbang istana Katanya hanya ingin bertemu sama Sultan, Atas perintah Putra Mahkota Tuan!? " Lapor salah seorang prajurit penjaga gerbang.,
"Waalaikumsalam, Izinkan Dia masuk kedalam Saya menunggunya di sini!? " Titah Sultan Aryo, mendengar Sultannya memberi Izin prajurit penjaga itupun segera undur diri berlalu menuju Gerbang Kesultanan.,
"Kamu di izinkan masuk Oleh Sultan Aryo dan dia menunggu dalam Ruangan pertemuan!? " Mendengar izin yang telah di berikan Mahluk itu langsung terbang memasuki gerbang Istana padahal jika dia mau sejak awal dengan mudah dia bisa menyusup memasuki Kesultanan lembayung tapi hal itu tidak dia lakukan mengingat Setiap Wilayah punya peraturan yang berbeda-beda.,
"Asalamualaikum, Sultan!? " Somali memberi salam ketika dia telah memasuki Aula pertemuan para punggawa Kesultanan lembayung, Sedangkan seluruh yang berada di dalam Ruangan itu menjadi terperanjat, Apalagi Raja Masauth Yang kebetulan Ada di situ dia sangat terkejut melihat kehadiran Somali.,
"Wa'alaikumussalam, Apa yang membawamu kemari, Dan siapakah kamu!? " Tanya Sultan Aryo dengan Bijak.,
"Saya Hanyalah Utusan dari Putra Mahkota Kesultanan lembayung membawa titipan dari dia, dan Putra Mahkota menitipkan Salam pada Sultan!? " Ujar Somali sambil menyerahkan belati mutiara Hitam pada Sultan Aryo, Sultan Aryo menerima belati itu dengan dahi sedikit berkerut dia Tentu sangat heran dengan apa tujuan putranya menitipkan belati Pada Mahluk yang terlihat sangat Aneh,.
"Masauth., Saya dengar Kamu sudah jadi Raja Di Samudra terdalam di Nusantara,. Apa sekarang saya harus memanggilmu Raja Masauth!? " Tanya Somali Sambil mengibaskan ekornya.,
"Sungguh saya bukan apa-apa di banding dengan Tuan, Tidak pantas saya di sebut Raja oleh seorang penjaga gerbang kematian,.!? " mendengar jawaban Raja Masauth,
whusssssss
shetttttt
Tiba-tiba Somali mengenakan sayapnya terbang mengitari ruangan.,
"jangan mengejekku Raja Masauth!! Kematian setiap mahluk semua atas izin Allah,. Saya mohon Tolong jangan pernah membandingkan saya dengan kematian karena Sesungguhnya Selama ini terjerembab dalam kesesatan,.!? " Mendengar Ucapan Somali Masauth merasa heran dengan perubahan sikap Somali yang biasanya hal kecil yang tidak seberapa, selalu dia besar-besarkan, Namun yang terjadi kali ini, Somali nampak tidak tersulut emosi membuat Masauth menjadi takjub,. Sultan Aryo yang sejak tadi menyaksikan perdebatan keduannya hanya mengulum senyum,.
"Astaghfirullah, berhentilah berdebat Somali, Belati apa ini? Dan kenapa Abiyan tidak mengantarnya sendiri!? " Tanya Sultan Aryo selanjurnya.,
"Maafkan Saya Tuan Sultan, Itu belati Mutiara hitam Yang Elemennya Dari langit patahan Trisula dari tentara Langit, dan selebihnya Saya sungguh tidak Tau Sultan kenapa Putra Mahkota tidak dia langsung yang menyerahkannya.,!? " Ujar Somali sambil menundukan kepala Anehnya sementara Sultan Aryo Mulai Mengerti jika ada bahaya yang mengincar Kesultanan yang di kepalainya,