
Di Buah Danau Yang segar letaknya tersembunyi diantara bukit Harapan Airnya yang jernih laksana kilauan zamrud khatulistiwa.,
"Disinilah Akhir perjalanan kita., Air yang mengalir deras itu? Itulah jawaban untuk semua. yang saya pikirkan? " Ujar Abiyan sambil membasuh dan meneguk air telaga harapan itu.,
'' memangnya apa yang Tuan pikirkan? " Mendengar ucapan Arfan Abiyan hanya tersenyum misterius., sedangkan Arfan yang sungguh tidak mengerti hanya garuk-garuk Kepala.,
"Sepertinya Waktu Magrib telah tiba., Ayo kita shalat dulu di atas batu itu., sebelum kita pulang? " ucar Abiyan lalu segera mengambil Air Wudhu yang di ikuti Arfan., Merekapun shalat maghrib berjama'ah di tepi danau Harapan.,
Halaman Masjid Telah ramai di padati penduduk dari yang tua sampai yang muda., tidak ketinggalan pula para wanita turut serta hadir di tempat itu., Aryo yang melihat sudah semua warga berkumpul., segera maju dan memberi sambutan
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh., saudara-saudaraku sekalian., di mana kalian semua tau wilayah kita ini sering jadi incaran para orang-orang yang tidak berprikemanusiaan untuk dapat menguasai seluruh Dataran sanggula ini., Apa kah diantara kalian ada yang punya pendapat agar wilayah sanggula dapat mempertahankan budaya damai yang selama ini selalu kita junjung tinggi.,? "Ujar Aryo bertanya kepada seluruh tokoh masyarakat.,
" Maaf kyai apa tidak sebaiknya kita juga membuat pasukan untuk menjaga keamanan wilayah kita? " Usul Padri
"Atau kenapa pak kyai tidak melatih kita semua agar setiap ada serangan kita bisa langsung bergerak dan menyerang mereka balik? " Ujar Warno
"Terima kasih atas semua masukan kalian.,. sekarang jumlah warga yang ada di daratan sanggula hampir mencapai 400.000 ribu jiwa terdiri dari berbagai etnis., dengan jumlah warga yang sebesar ini., sudah layak untuk bisa membangun satu kesatuan dengan satu komando,. tapi Saya belum terlalu paham dengan sistem yang itu kira-Kira ada yang paham? " Tanya Aryo pada semua warga namun semua warga diam karena mereka benar-benar tidak paham yang mereka tau hanya bekerja mencari nafkah buat menghidupi kelurga mereka.,
"Asalamualaikum! " sapa Abiyan yang baru sampai dari hutan bersama Arfan.,
"Walaikumsalam! " Jawab serentak para warga.,
"Saya sudah mendengar apa yang menjadi topik permasalahannya., Yang perlu bapak dan ibu Tau dalam membangun suatu wilayah menjadi satu garis komando Atau Sistem monarki berarti jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan kerajaan. Menurut para pendukung monarki, mereka berpendapat jika kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan lebih efektif untuk menciptakan suatu stabilitas di dalam proses pembuatan kebijakan., Bahkan sistem ini mampu membawa kerajaan kearah yang lebih baik. kerajaan sumaria yang terletak di dataran mesir adalah wilayah yang pertama kali menerapkan sistem monarki itu dan mereka mampu bertahan dari setiap gempuran musuh.,! " Ujar Abiyan menunggu reaksi Para warga., Aryo nampak terdiam mendengar penjelasan putranya yang begitu sempurna.,
"Kenapa kita tidak buat juga di sanggula seperti yang mereka buat di Mesir? '' Ujar para warga.,
"tidak semudah itu., semua butuh proses., jika itu kita terapkan di sini saya yakin banyak dari bapak-Bapak sekalian yang akan kesusahan karena untuk membangun suatu kerajaan berarti seluruh penduduk sanggula wajib membayar pajak.,! " Tandas Abiyan.
"Tapi Tuan jika itu untuk menjaga ketertiban dan keamanan kita para warga kami semua setuju!!! '' seru riuh para warga